Kamis, 13 November 2014

Skripsi (III)

Bismillahirrahmaanirrahim ...

Hari ini, bukan hari biasa-biasa buat saya. Meski tanggal nya 13 tapi buat saya, ini tanggal yang baik. Semua tanggal baik, insya Allah.

Hari ini, saya mengazzamkan diri. Untuk tidak memaksakan diri saya sendiri menjadi yang sempurna. Sempurna dengan tugas akhir yang akan saya kerjakan, yang masih ditunda. Mungkin karena ada beberapa alasan penundaannya. Yang menunda mungkin inginkan saya untuk lebih banyak belajar bagaimana untuk jauh lebih bersabar dan berusaha dengan baik serta berdo’a yang maksimal.

Hari ini, saya juga belajar. Untuk tidak pernah menyalahkan orang lain tiap apa yang terjadi dalam kehidupan yang saya jalani. Karena inilah pilihan yang saya pilih dan saya jalani. Ini hidup saya, dan semua konsekuensinya ya saya yang tanggung. Ada yang komen ga dengan pilihan hidup yang saya jalani? Wah... ya buanyak banget. Yang ngiri juga buanyak. Ada aja lah orang yang kaya begitu. Kalau saya malah bersyukur ada orang yang seperti itu, buat saya mereka pelecut semangat prestasi dalam hidup saya. Insya Allah.

Hari ini, saya juga belajar (lagi). Bahwa hidup adalah tentang kisah perjuangan yang tiada pernah berhenti. Meski kadang ingin menyudahi, tetapi tetaplah bergerak untuk hidup! Tak penting selambat apapun kau bergerak, pastikan diri kita selalu berusaha. Allah telah berikan kekuatan untuk memampukan kita melakukan semua hal yang kita ingin wujudkan. Allah yang Paling Tahu, bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita akan bisa kita lalui dengan baik. Setiap kita ada takarannya masing-masing, dan Allah tidak akan menguji kita diluar kemampuan.

Hari ini, saya juga tersadar bahwa ini baru awal. Perjuangan masih panjang, tantangan pun akan datang menghadang. Tetap bersiap untuk menghadapi semuanya dengan baik. Persiapkan mental, jiwa, dan juga hati.

Hari ini, saya juga menyimpan haru kepada semua orang-orang yang selalu setia dan ada mendukung saya. Mendo’akan yang terbaik buat saya. Terima kasih, semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang jauh lebih baik.

Hari ini, saya juga sangat bersyukur atas ketentuan terbaikNya yang terjadi. Semoga kekuatanNya selalu memampukan saya untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat waktu. Aamiin.

Hari ini, saya hanya ingin berkata... Alhamdulillah ya Allah. Lalu, tersenyum bahagia...

Pembimbing 1 : M. Rusli Hidayat, Drs
Pembimbing 2 : Eva Nurmayasari, S.Pd


Jumat, 31 Oktober 2014

Being Myself

Bismillahirrahmaanirrahim ....

Kesan pertama lihat foto perempuan itu, hanya tiga kata. Ceria, cantik dan modis. Begitu mungkin persisnya saya lihat. Kalau mau bilang tambahan positif lainnya lagi juga sebenarnya makin banyak, dan makin memojokkan saya. Kadang memang begitu kalau kita melihat orang lain yang “lebih” dari diri. Langsung jadi minder dan rendah diri.

Iri? Ya mungkin bisa dibilang begitu. Siapa yang ga suka sih menjadi orang yang selalu cantik, mengikuti trend fashion yang ada, biasanya akan dianggap orang yang paling keren. Apalagi kalau orangnya perempuan, hehe. Tetapi lubuh hati yang dalam menasehati, “jangan begitu”. Mungkin kelanjutannya akan berbunyi begini... Setiap makhluk yang Allah ciptakan mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kekurangan yang ada pada diri kita bukan untuk dicerca. Tetapi di syukuri, dengannya kita akan jauh lebih belajar menyeimbangi diri dengan kelebihan yang ada. Menjadikan semuanya sebuah sinergi positif dan ungkapan syukur kepada Allah. Semua juga yang melekat sama diri kita ini punyaNya kok, ga ada sehelai batang rambut sekalipun yang tumbuh ini mutlak milik kita. Atas kuasa dan kemurah hatinya Allah, maka kita dipinjamkan semua anugerah indah itu. Sungguh, semuanya itu indah yang DIA berikan. Hanya mata kita kadang silap dengan melihat apa yang orang lain punya. Dan kita jadi menzalimi diri sendiri dengan membandingkannya kepada kekurangan sendiri. Jadi deh kufur, astaghfirullah.


Sekelebat foto perempuan itu muncul lagi. Pertanyaan-pertanyaan membanjiri benak saya lagi, “mau apa saya dengan bersikap begini? Apa untungnya iri lagi? Ingin sepertinya?”. Ya bisa jadi, mau jadi seperti dia, tetapi tentu saja tidak bisa dipaksakan sepertinya. Karena buat saya, ya itu bukan saya. Dan sungguh tidak nyaman sepertinya. Dan akhirnya saya pun tersadar, saya tak perlu menjadi orang lain. Saya hanya perlu menjadi diri saya sendiri. Dengan semua kelebihan dan kekurangan yang ada. This is who I am and the way I am.

Bogor, belajar (lagi) jadi diri sendiri

Jumat, 23 Mei 2014

Skripsi (II)

 Bismillahirrahmaanirrahim …

Setelah kemarin, tanggal 12 Mei saya memutuskan diri untuk memulai menulis proposal untuk pengajuan skripsi, akhirnya yang sampai detik ini belum kunjung juga selesai. Gubraak!!! Kenapa coba? Ya entahlah, padahal keesokan harinya saya begitu bersemangat berangkat pergi ke perpus UI di Depok. Ternyata referensi yang saya butuhkan minim sekali, ya gak apa deh daripada ga nyari sama sekali. Hehe.

Rabunya, saya pergi ke perpus kampus tercinta. Disana saya lihat beberapa contoh skripsi para alumni terdahulu yang meneliti tentang korelasi. Saya terfokus untuk membaca Bab I mereka, terlebih jika ada listening nya, maka akan dibaca detail deh.

Malamnya, sambil “mojok” (bahasa kami, saya dengan teman-teman ketika kumpul) di Mcd, saya konsultasikan dengan mb Dika tentang kelengkapan proposal skripsi. Yang masih saya bingung adalah intrumen yang akan diteliti nanti. Bagaimana cara mengambil datanya ya? Secara, bapak sekjur, yang menyeleksi judul skripsi itu orangnya betul-betul detail dan bertanya sangat memojokkan kalo menurut saya. Hehe.

Hampir putus asa dan ingin mencari pengganti judul yang lain, tetapi Mb Dika sama Ochi menyemangati. Ya sudahlah,,, mungkin dirumah nanti dapat inspirasi. Akhirnya kami berpisah kea rah rumah masing-masing. Dan saya, masih menyimpan ribuan tanda tanya di benak, mencari-cari jawaban. Ya itu tuh, si instrument penelitian, hehe.

***
Sejenak kita pergi yuk meninggalkan si instrument itu, hehe. Saya hanya mencoba untuk merefleksikan pikiran biar ga ruwet dan kusut. Hehe. Karena saya inginnya bahwa menulis skripsi adalah sebuah kegiatan yang mengasyikan, yaa…dicoba, dan dipelajari untuk menikmati tiap detailnya begitu. Meski ingin sekali saya berhenti untuk menyudahi semua ini… (alaaah.. apa sih Ta???). Hehe

Iya betul, kata Bu Chichi, tetangga saya yang suka facial in muka jerawat ini. Beliau bilang, kalo skripsi jangan dijadiin beban. Nanti malah ga dapet-dapet idenya. Lalu beliau nyaranin saya buat main sama anak kecil. Bermain bersama anak-anak bisa memunculkan ide-ide yang tidak disangka. Ha? Masa sih, hehe. Jadi inget anak-anakku dulu waktu di Ummul Quro, kangen deh.

Pada akhirnya, Jum’at tadi selepas mata kuliah Interpreting, saya menemui Pak Muhajir, dosen yang bersangkutan. Bertanya-tanya tentang keluh kesah saya tentang skripsi ini, ciee bahasanya lah. Beliau bilang judulnya bagus, terus komen juga tentang instrument yang saya bingungkan. Saran beliau, pengetesannya di ambil secara lisan saja, seberapa persen masing-masing orang bisa menginterpretasikan apa yang didengarnya. Selanjutnya, “Ya kamu ngobrol deh sama Pak F****, biar lebih jelas…” . Lantas saya langsung melengos deh, “oke deh pak, makasih ya Pak” ujar saya sembari duduk, lemes kaya ga punya tulang. Hehe.

Pak Muhajir menyarankan saya bertemu dengan sang Sekjur. Menurut saya, Pak Sekjur itu jika kita ajak diskusi, memberikan garis besarnya saja dan membuat mahasiswanya untuk pergi mencari. Mungkin trial and error begitu ya? Mungkin.

Oke, karena sudah jam 23.27, mata juga udah kreyep-kreyep dan perut mules, udahan dulu ya curhatnya. Lanjut lagi ke judul berikutnya, insya Allah.

Apapun itu tentang skrispsi, ya! Saya (selalu) belajar untuk menikmati tiap detik prosesnya, sebagai pembelajaran menuju pemahaman. Yang terpenting tak berhenti dan diam di tempat serta pasrah dengan yang ada. Insya Allah, Allah pasti kasih jalan. Allah kuatkan dan mampukan PriTa! Aamiin, insya Allah.

Wallahu’alam. 

Senin, 12 Mei 2014

Masa Lalu (III)

Copas dari web tetangga

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran, atau lebih muda

 Ini tentang menyeimbangkan hidup dan yang bisa beriringan

Yang memberi kedamaian di hati, kenyamanan di sisi, dan kasih sayang tiada henti

Tentang tertawa bersama, saling mensupport, mendo’akan satu sama lain, berbicara lepas tak berbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak

Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk pulang

Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit

Menerimamu apa adanya meskipun kamu cuma seadanya

Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus diperjuangkan

Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang membentuknya sekarang

Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik

 Tentang dia yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum/imamnya

Membuatmu bangga menjadi ibu/ayah dari anak-anaknya

Skripsi (I)

Bismillahirrahmaanirrahim ....

Hari ini, Senin, 12 Mei 2014, saya memutuskan untuk memulai menulisnya. Ya! Nulis proposal penelitian skripsi. Entah mungkin sudah beberapa kali saya mencoba untuk benar-benar tidak memperdulikan yang namanya skripsi. Dari mulai pengajuan judul pertama kali Bulan Januari awal, waktu itu saya sakit jadi tidak bisa beranjak kemana-mana. Dan di wawancara yang kedua saya sukses belum diterima untuk menulis skripsi. Lalu saya putuskan untuk fokus dengan PLP (Pendidikan Latihan Profesi) yang tengah berlangsung juga saat itu hingga awal Maret. Wawancara-wawancara berikutnya pun benar-benar saya abaikan karena berfikir menyelesaikan tugas PLP di SMP 11 dengan baik.

Dalam abaian saya dengannya (si skripsi) hehe, berkutik saja dengan beberapa referensi minat kepada penulisan skripsi yang mau digarap. Saya mengambil tema translating atau interpreting. Salah satu dari kedua itulah. Saya hanya ingin menjawab keingintahuan tentang dua hal yang sering dikatakan sama oleh banyak orang tetapi setelah mengalami di kelas, ternyata berbeda. Interpreting lebih luas cakupannya dibandingkan dengan translating. Menemukan permasalahan yang terjadi ketika di semester 8 ini, di kelas mata kuliah Interpreting. Wah cocok! Insya Allah.

Saya hanya berharap dan terus berdo’a agar dihindari dari bersifat curang dalam pengerjaan skripsi ini. Jangan hanya karena ingin lulus tepat waktu dan dianggap sukses lalu menghalalkan segala cara untuk menyelesaikannya segera. Naudzubillah. Saya berharap bahwa dengan usaha dari kekuatanNya, Allah tunjukkan saya kepada skripsi yang dimaui dan dikuasai betul. Tidak asal langsung dapat judul lalu bingung menggarapnya bagaimana karena bukan keinginan dan kemampuan. Saya bertahan pada pencarian kemauan serta kemampuan yang dimiliki. Dan berharap juga Allah takdirkan saya bertemu dengan pembimbing-pembimbing yang dapat membimbing dengan baik. Mengarahkan saya untuk mendewasakan diri dalam pembelajaran hidup membuat skripsi ini, cieee. Hehe.

Serius banget dari tadi kayaknya nulisnya deh, hehe. Ya udahlah, akhirnya saya bertemu dengan suatu kesimpulan bahwa skripsi adalah bukan suatu hal yang harus dikhawatikan dan dihindari jauh-jauh. Skripsi adalah tantangan buat mahasiswa tingkat akhir, untuk menunjukkan hasil pemikiran belajarnya yang kurang lebih selama 4 tahun. Yang mempersiapkan para mahasiswa untuk benar-benar terjun mengaplikasikannya di lapangan nyata setelah lulus nanti, Insya Allah. Skripsi bukan untuk dikeluhkan, tetapi dikerjakan. Ternyata saya pernah bilang juga loh sama murid SMP 11 waktu PLP kemarin. Dia mengeluhkan susahnya UN Matematika, dan dia takut jika UN Bahasa Inggris pun akan sama sulitnya. Lalu dengan (sok) bijaknya saya bilang, “Jangan bilang sulit nak, kalo bilang sulit kerja otak kreatif kamu akan berhenti dan tidak mencari solusi menyelesaikan soalnya. Anggap saja ini tantangan dan otak kreatifmu pun akan tertantang pula untuk mencari jawabannya. Ok?”. Nah? Inget kata-katamu sendiri Ta... hehe.

Oke deh, intinya, skripsi adalah sebuah proses juga dan bagian pembelajaran kehidupanku juga. Keep Learn and never ending process! 

Jumat, 11 April 2014

Masa Lalu (II)

Masa Lalu adalah masa yang telah lewat dan berlalu
Bahkan telah mati! 
Biarkanlah yang hidup hanya pembelajaran serta hikmah terbaikNya saja, bukan kemarahan, luka, apalagi dendam

Sebuah memori di masa lalu biar terkubur dan tak usah di gali kembali
Karena bisa jadi akan membiaskan masa depan yang sedang dijalani
Karena sebuah memori di masa lalu bisa menjadi goresan luka bagi masa depan kita yang baru

Kita tentunya ingin sebuah masa depan yang jauh lebih baik, maka tinggalkan lah semua cerita kelam masa lalu
Jaga perasaan masa depan dengan sebaik-baiknya

So... say good bye to our past!
"Masa lalu kamu, milik kamu
Masa lalu saya, milik saya
Tetapi masa depan, milik kita"
Insya Allah

Met rehat
*PLL's™

Senin, 24 Maret 2014

Masa Lalu

Bismillahirrahmaanirrahim....
Sebuah catatan kecil di tengah rintik hujan

Semua orang pernah melewati masa-masa indah dalam hidup bersama orang yang disayangi. Tetapi mungkin karena suatu hal atau keputusan tertentu, bisa saja kita dipisahkan oleh orang kesayangan itu. Maka waktu yang telah terlewati pun akan menjadi sebuah lembar kenangan masa lalu.

Kemudian, mungkin hadirlah seseorang yang baru dalam kehidupannya. Mengisi hari-harinya yang dulu kosong sehingga kini menjadi lebih berwarna kembali. Kita bahagia bersama orang baru itu dan begitupun sebaliknya.

Masing-masing kita sudah mengetahui bahwa setiap kita punya masa lalu yang indah maupun buruk. Semuanya sudah kita tutup rapat dan ditinggalkan tanpa perlu lagi menolehnya kembali. Itu sudah lewat dan berlalu, yang perlu kita bawa hanyalah pembelajaran hidup dari masa itu. Sekarang kita hidup pada hari ini, jam ini, dan detik ini. Entah bersama siapapun itu, yang pasti kita berusaha untuk menjadikan waktu-waktu itu berharga bersama orang-orang terkasih di sekitar kita.

Jika memang masih ada luka di masa lalu, biarlah ia mengering dengan sendirinya. Ketika kering janganlah berusaha untuk melukainya lagi dengan jari kita sendiri. Biarkan semua itu menjadi proses pembelajaran diri kita menerima semua ketentuanNya buat kita. Syukuri anugerah hidupmu hari ini. Itu!



Selasa, 07 Mei 2013

Rindu Anak-anakku (kelak) Insya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim ….

Tadi malam saya melihat TL nya mba Oki Setiana Dewi tentang pesan-pesan dalam ayat Al-Qur’an. Dari urutan yang pertama sampai ke 20 atau 23 gitu, saya lupa dan pesan terakhir adalah untuk anak surat Luqman ayat sekian. Lalu lanjutan TL beliau malah tentang kilasan balik tentang seminar parenting yang beliau ikuti tadi sepertinya. Sepertinya dalam kegiatan seminar tadi, mba Oki serta peserta lainnya diarahkan untuk menuliskan surat untuk anak-anaknya. Dan mba Oki pun bilang, meski mereka (anak-anaknya kelak) belum ada tapi dia tuliskan surat ini yang akan beliau berikan bertahun-tahun nanti. Kemudian ada 2 nama yang menjadi pilihan mba Oki, yaitu Abdullah dan Abdurrahman. Kemudian mb Oki meng-upload foto surat untuk anaknya itu. Duuh…. Saya jadi terharu. T_T

Saya jadi terinspirasi deh mba Oki, mau ya ikut jejaknya! ^^

Entah mengapa memang dari pekan yang lalu, saya juga merasakan keanehan yang luar biasa pada diri saya sendiri. Ada perasaan rindu pada sosok-sosok yang mungkin belum ada pada wujud konkritnya di dunia, tetapi mungkin sudah ada di Lauhful MahfudzNya, wallahu’alam.

Saya rindu pada (yang akan, insya Allah jadi anak saya kelak) AlFatih, beserta adik-adiknya. Saya memang punya harapan jika kelak nanti dianugerahkan anak laki-laki maka akan saya namakan dia dengan nama Muhammad AlFatih, karena saya ingin dia punya semangat yang sama seperti penakluk konstatinopel itu. Saya bahkan sampai menangis kala mengingatnya. Masya Allah, benar-benar aneh banget deh apa yang saya rasa. 

Dalam do’a saya padaNya, saya berharap agar diberikan kekuatan agar Allah memampukan saya menjadi seorang ibu yang baik buat anak-anak saya nanti. Mungkin apa yang rasa tentang kerinduan sosok mereka, karena saya merasa diri ini belum menjadi diri yang baik bahkan untuk diri saya sendiri. Astaghfirullah…. Kadang memang ketika down, saya mudah sekali putus asa begitu. Padahal kan kita ga boleh berputus asa dari rahmatNya yah? Astaghfirullah, ampuniku ya Rabb.

Hmm…. Oke deh, sekarang untuk sebuah kerinduan yang mendalam. Saya akan tulis surat buat mereka, harapan saya untuk diri saya, harapan saya untuk mereka dan harapan kami bersama beserta abinya. Insya Allah

_to be continued 

Sabtu, 23 Maret 2013

Kampus Perjuangan (UIKA Bogor)


Bismillahirrahmaanirrahim …

UIKA Bogor

Foto ini saya ambil ketika hari kamis kemarin tanggal 21 Maret. Setelah mengerjakan tugas-tugas kuliah di warnet, kemudian saya menyebrang menuju foto yang saya abadikan itu. Foto itu adalah sebuah gambar yang bukan hanya gambar biasa. Tetapi gambar itu punya warna, punya cerita serta warna yang berbeda buat saya. Akhirnya saya putuskan untuk beberapa menit saya ambil dan saya abadikan dalam kamera handphone saya. Meski di hati saya, sudah lebih dahulu terpatri namanya. *gubraak, sok puitis amaat

Nama kampus itu UIKA, dan ada tambahan nama kota dimana dia berada yaitu Bogor. UIKA itu kepanjangan dari Universitas Ibn Khaldun. Kurang lebih 4 tahun yang lalu, asa saya sempat melayangkan diri kepada salah satu fakultas di dalamnya. Entah kenapa saya menginginkan untuk berada di sana. Menimba ilmuNya di sana. Dan bulan September tahun 2010, Allah izinkan saya untuk benar2 tercatat menjadi salah satu mahasiswi di sana.

Kini, saya tengah memasuki tahun ketiga untuk menempuh pendidikan S1 jurusan Pendidikan. Bahasa Inggris khususnya. Saya akui, makin tinggi semester, maka makin tinggi pula mata kuliah yang saya pelajari. Itu artinya, makin tinggi  juga, ujian serta cobaan untuk tetap terus bertahan dan terus memperjuangkan semuanya. Bukan hanya bertahan, tetapi terus berjalan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Aamiin ya Rabb.

Bukannya mau menyalahkan keputusan teman-teman saya juga sih, yang ada sebagian cuti untuk tidak kuliah di semester ini, atau pun ada yang keluar dan tidak melanjutkannya lagi karena berbagai hal yang mengharuskan mereka untuk memilihnya. Tetapi hal ini saya anggap atau membuat saya teringat dengan perkataan seorang dosen saya di semester 2. Yang pernah pula saya jadikan sebuah catatan di facebook saya. Beliau bilang, semakin tinggi semester maka semakin tinggi pula hambatan serta tantangan yang ada. Dan kemudian beliau mendo’akan kami semua agar terus bertahan hingga menyelesaikan studi dengan baik. Aamiin.

Hmm,,, apakah lulus S1 itu adalah akhir tujuan dari perjuangan saya? Saya berfikir bahwa kelulusan saya nanti adalah awal bukan akhir. Mengapa? Karena di saat itulah penimbaan ilmu yang 4 tahun saya jalani, insya Allah akan saya aplikasikan dalam kehidupan yang nyata.

Ya Allah, semoga kekuatanMu selalu menguatkan langkah kaki ini untuk mampu menuntut ilmu sampai kapanpun dan dimanapun juga. Karena hanya kekuatanMu yang memampukanku. Hanya kekuatanMu….

Senin, 04 Maret 2013

Muhammad Al Fatih


Bismillahirrahmaanirrahim ….


Muhammad Al Fatih, sebuah nama yang tak  asing lagi di telinga ini mendengarnya. Dialah seorang sosok yang sejak masa kanak-kanaknya telah ditanamkan untuk menjadi seorang pemimpin besar. Seorang yang telah ditanamkan kuat dengan ajaran Islam serta ilmu pengetahuan lainnya, serta memiliki impian besar untuk penaklukan sebuah benteng, yaitu Konstantinopel.  Sang guru pun seringkali mengajak Al Fatih kecil untuk melihat benteng itu dari kejauhan, sambil berkata, “Lihatlah di seberang sana, Rasulullah pernah bersabda bahwa benteng itu akan ditaklukkan seorang pemimpin yang merupakan sebaik-baiknya pemimpin dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara. Saya percaya, pemimpin itu adalah kamu.”

Itulah kalimat penyemangat, dari seorang guru untuk Al Fatih yang setiap hari dia tumbuhkan. Demi sebuah keyakinan yang akan terus menguat di dalam diri Al Fatih. Catatan sejarah 800 tahun sejak masa para sahabat, Konstantinopel tidak pernah tertaklukkan. Bahkan Ayah, kakek, atau pendeknya banyak pihak sebelumnya gagal menaklukkan kota ini. Yang dilindungi benteng dengan dinding setebal 10 meter. Di sekeliling benteng masih terdapat parit selebar tujuh meter. Jika diserang lewat Barat, ada benteng dua lapis. Dari Selatan, ada pelaut Genoa yang kuat dan berpengalaman. Sementara, masuk dari arah Timur nyaris tidak mungkin karena armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang dilindungi rantai besar hingga kapal perang kecil pun tak bisa lewat. Lalu, bagaimana mungkin Al Fatih bisa berhasil?

Ketika ratusan ribu pasukannya selama berpekan-pekan tidak juga berhasil menaklukkan Konstantinopel, Al Fatih yang tak ingin menyerah akhirnya menemukan kelemahan pertahanan lawan di selat sempit Golden Horn. Karena terlalu yakin tidak ada kapal yang sanggup melewati rantai yang dipasang di lautan, pertahanan di bagian ini agak lemah.

Al Fatih memerintahkan pasukannya menarik dan menggotong kapal mereka melalui jalur darat, melewati pegunungan. Dalam semalam, 70 kapal laut pindah dari selat Bosphorus menuju Selat Tanduk untuk kemudian melancarkan serangan tidak terduga yang berakhir dengan kemenangan yang dinanti selama berabad-abad lamanya.

Pastinya ada banyak rangkaian catatan perjuangan dibalik kesuksesan tersebut. Selain impian yang ditanamkan sejak kecil, pola asuh yang diterapkan sang ayah sangat berpengaruh kuat sehingga tertanam kuat dalam dirinya sebuah tekad untuk menaklukkan benteng yang menjadi kunci penyebaran Islam di Eropa Timur.

Sang ayah pun mencarikan guru terbaik dan memberikan kekuasaan kepada sang guru untuk mendisiplinkan putra mahkota. (Sumber; Resonansi Asma Nadia 020213)
***

Muhammad Al Fatih, telah begitu banyak memberikan saya inspirasi dan pemahaman. Bahwa seorang pemimpin besar itu tidak lahir begitu saja tanpa adanya pengajaran dan pendidikan terbaik dari orang tuanya. Pendidikan terbaik itu juga tidak tersedia begitu saja dalam diri setiap orang tua. Semuanya itu berawal dari sebuah kesadaran diri masing-masing seorang wanita dan pria yang bersatu dalam ikatan suci pernikahan, yang bersama mempunyai sebuah cita kelak melahirkan generasi mulia. Semua itu butuh perjuangan gigih dari calon orang tua untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang paling pertama bagi anak mereka nanti. Yang menjadi tongkat estafeta perpanjangan kemenangan dien agama ini. Bahkan jauh sebelum mereka merencanakan pernikahan sekalipun.

Bagaimana kelak kita akan melahirkan generasi terbaik jika diri kita sendiri tidak pernah menjadi pribadi yang baik pula? Tidak pernah selalu bermujahadah untuk selalu berbenah memperbaiki diri, lalu bagaimana kita bisa mewujudkan cita-cita kita?

Setiap harapan maupun cita-cita yang kita azzamkan, dengan ikhtiar serta do’a yang maksimal serta atas  izin, kekuasaan dan kekuatanNya lah dapat kita wujudkan. Apalagi untuk sebuah niat mulia yang kita landaskan untuk beribadah kepadaNya. Menjadi pendidik bagi diri sendiri, keluarga maupun ummat untuk menjadi generasi terbaik, penyeru dan penegak agama ini di bumi.

Setiap kita punya keinginan, harapan, azzam ataupun cita-cita yang unik dan berbeda. Apapun itu semoga semua cita itu berdasarkan atas keinginan kita dalam rangka ibadah kepadaNya. Semoga cita itu kita kuatkan selalu juga dengan ilmu, serta yang terutama iman.

Anda punya impian, harapan, cita-cita ataupun azzam yang besar kan? Saya pun begitu. Dan tulisan ini adalah salah satu bentuk upaya mujahadah saya dalam mewujudkannya. Sebuah nama yang memberikan saya inspirasi. Sebuah nama yang memberikan saya semangat serta keyakinan yang begitu kuat. Sepenggal sejarah yang termahsyur hingga kini, dan kelak ingin saya lanjutkan pula dengan cerita yang berbeda tetapi dengan sebuah rasa semangat yang sama.

_our dream's_
Semoga ini bukan sekedar hanya impian saya semata, tetapi juga cita saya dengannya. Seseorang yang kelak nanti Allah pinjamkan menjadi pendamping saya, dan saya dipinjamkan Allah untuk mendampinginya. Berdua, bersama melahirkan sosok serupa sang penakluk benteng yang telah dinanti berabad lamanya. Semoga Allah izinkan, Aamiin.    




*Muhammad Al Fatih, adalah do’a serta cita-cita kita bersama


Sabtu, 16 Februari 2013

Selamat Datang (Semester VI)


Bismillahirrahmaanirrahim …

Alhamdulillahirrabil’alamin, akhirnya lega banget setelah menyelesaikan UAS semester ganjil awal Januari kemarin. Itu pertanda bahwa semester 5 telah usai. Huffh…. *menghela nafas panjang

Semester 5, merupakan semester yang “sesuatu” banget deh buat saya. Mata kuliah nya memang sama seperti semester2 sebelumnya. Cuma muatannya memang jauh lebih berbobot dan berbahasa inggris semua. Iyalah bahasa inggris? Kan memang itu jurusan kuliah saya. Hehehe, cape dehh… *nyengir

Ternyata yang merasakan kelegaan luar biasa setelah UAS semester 5 bukan saya ajah loh. Teman2 saya yang lainnya juga. Bahkan sampai ada yang benar2 menghitung detik2 berakhirnya semester 5 di ujian terakhir. Lebay yah? Hehehe.

Oke, lepas dari UAS kita punya waktu tenggang libur sejenak menuju semester 6. Sekitar 3 pekan . Masuk lagi tanggal 12 Februari untuk bimbingan akademik semester  6. Dan tanggal 18, yaa mulai masuk deh ke semester 6. Welcome… *bahasa inggrisnya keset tuh

Insya Allah di semester 6 nanti akan ketemu dengan 8 mata kuliah. Jumlah SKS nya ada 21. Salah satu SKS ada yang bobotnya sampai 4 SKS booo… *mantap
Dan jum’at kemarin menjadi hari dimana saya dan teman2 memulai bimbingan. Harusnya sih hari Selasa, tetapi karena ada kesalahan jadwal dari TU, makanya kita harus bersabar menunggu sampai jadwal benar2 fix. Ketika bimbingan, Pembimbing akademik sayah bilang, kalo semester ini butuh ekstra kerja keras untuk menempuhnya. Kita semua sudah mau mempersiapkan KKM di akhir semester 6 nanti. Jadi semester 7 ga terganggu lagi dengan kegiatan KKM. Semoga dimudahkan Allah. Aamiin.

Ketika pembimbing akademik saya mau menandatangani FRS saya, beliau tanya tentang kemerosotan nilai IP saya semester 5 kemarin. Saya jawabnya jadi ya gugup gimana gitu. Memang turun drastis. Benar2 jatuh dah pokoknya. Parrahuu. Astaghfirullah….
Saya benar2 mengakui semua kesalahan2 saya di semester kemarin. Ya ampun, ga usah ditulis akh, maluuu. *nutup muka

Akhirnya, datang juga semester 6. Semoga momentum ini bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki semester 5 yang benar2 menyedihkan nilai2nya serta prestasinya. Tapi itulah proses saya belajar. Dan dari situ saya harus menerima konsekuensinya. Mempertanggungjawabkan untuk memperbaikinya. Insya Allah, belum terlambat, dan memang tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik, untuk ilmu, dan untuk Allah.

Insya Allah, semoga kekuatanNya memampukan saya menjalani perbaikan dengan baik. Aamiin.

Insya Allah, BISA!
Let’s fight! 

Minggu, 10 Februari 2013

Go to Thailand



Bismillahirrahmaanirrahim ….

Ya ampun, parah banget deh saya. Jarang banget upload tulisan di blog sampai udah ganti tahun pula. *tepok jidat
Banyak kejutan ketika buka dasbor, tentang cerita2 upload-an teman2 blogger dan sahabat saya yang shalihah, liawati. Baru lihat tulisan tentang MerahPutih MyBest yang mengharukan sekalee. *lebayy
Oke deh, langsung ajah mau curhat banyak neh blogger. Dimulai yang mana dulu yak? Saking banyaknya atau saking buntunya mau nulis nih? *ngeles.com

Ya udah mulai cerita dari kampus saya tercinta saja yaa. Jadi begini, pas tahun lalu kemarin di bulan Desember, suatu sore Bapak Fauzi Syamsuar (dosen), memasuki kelas saya dan mengumumkan sesuatu. Beliau bilang bahwa salah satu universitas di Thailand mengundang mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia, Thailand dan Indonesia, masing-masing 10 orang. Untuk mengadakan pertemuan di universitas tersebut, dalam rangka berdiskusi tentang perkembangan kebudayaan di ASEAN. Naah… dalam rangka menjaring 10 mahasiswa tersebut, maka beliau menjelaskan ketentuan bagi siapa yang berminat untuk ikut ke Thailand. Syarat-syaratnya adalah 1) IPK minimal 3,0 , 2) Mengirimkan tulisan dalam bentuk essai yang bertemakan “The Importance of Cultural Awarness in Developing Indonesia”, minimal 500 kata dan maksimal 600 kata, 3) Dikumpulkan paling lambat tanggal 4 Januari 2013.
Beliau bilang lagi, bahwa pemberangkatan di awal bulan April dan akan memakan waktu 5 hari 4 malam disana. Waah, kedengarannya menarik banget yah?

Akhirnya beliau menuntaskan pengumumannya dengan berharap banyak bahwa di kelas saya ada salah satunya yang bisa berangkat ke Thailand. Insya Allah.
Awalnya saya benar-benar sangat semangat untuk ikut kesempatan ini. Alhamdulillah syarat atau ketentuannya bisa saya ikhtiarkan. Lagipula ini juga salah satu jalan impian saya juga bisa keluar negeri dengan prestasi. Sampai udah berunding dengan seorang sahabat bagaimana caranya bikin essai yang semaksimal mungkin. Tetapi lama-lama saya terbentur dengan ketakutan-ketakutan saya tersendiri. “Gimana izin dari sekolahnya ya kalo saya nanti pergi ke Thailand? Apakah sekolah mengizinkan saya??? Anak-anak bagaimana nanti?”

Astaghfirullah, saya tersadar. Sejak kapan ikut kesempatan ini dengan niat untuk benar perginya saja, bukan untuk ilmu? AKhirnya saya pasrahkan semua. Terpilih atau tidak, pergi atau tidaknya, saya tetap menuliskan essai itu untuk ilmu. Akhirnya pas banget tanggal 4 Januari, saya mengumpulkan karya tulis itu kepada dosen yang bersangkutan. Beliau bilang, nanti akan di informasikan lagi yaa.
Dan taraaa….. besok paginya, saya dapat pesan singkat dari Bapak Fauzi, bahwa beliau sudah membaca karya saya dan menunggu saya untuk mendiskusikan karya tulis saya secara lisan. Alhamdulillaah ya Allah…
Ketemunya sore, sehabis ashar. Akhirnya demi kelancaran nanti ketika berdiskusi dengan sang dosen, saya sempatkan untuk membahas isi essai dengan cara diskusi. Hmmm, sedikit membantu persiapan saya untuk berdiskusi nanti. Dan tibalah waktunya, saya sudah berada di hadapan dosen saya kini. Ternyata diskusinya tidak seseram yang saya bayangkan. Tidak terlalu mengupas essai saya, dan waktunya yang sangat singkat hanya 5 menit. Seusai itu saya disuruh menghadap ke ibu pembantu dekan 1, yaitu Bu Nanik. Untuk melakukan wawancara yang selanjutnya. Haa? Surprise deh saya musti ada wawancara lanjutan dengan Bu Nanik. Tapi ya bismillah aja yah. *deg2an

Ketemu Bu Nani, wawancaranya lumayan lebih lama dibanding dengan Pak Fauzi. Beliau lebih banyak memberikan masukan bagaimana nanti disana, bahwa ke10 mahasiswa yang terpilih akan menjadi duta dari Indonesia. Kita yang membawa nama baik bangsa serta universitas serta khususnya fakultas pendidikan. Seusai wawancara, Bu Nani menyuruh saya menuliskan nama, nomor mahasiswa serta nomor handphone pada secarik kertas. Ternyata saya orang ke 17, sudah ada deretan 16 nama di atas nama saya yang sudah diwawancara beliau. Saya mengenali beberapa deretan nama di kertas itu. Yang dipilih kan Cuma 10, itu berarti akan ada penyaringan lagi dari keseluruhan mahasiswa yang telah diwawancara. Saya sudah sangat jauuuh bersyukur bahwa saya dapat menuliskan essai, berdiskusi dan diwawancarai. Entah saya terpilih atau tidak, saya berdo’a sama Allah minta sebuah keputusan yang terbaik. Saya serahkan kepada keputusanNya.

Pada akhirnya, 10 nama telah diumumkan beliau di facebook. Apakah nama saya tertera disana? Ternyata tidak. Apakah saya kecewa? Ya, sedikit. Harapan saya untuk pergi memang ada, tetapi tidak menggebu dan memaksakannya. Karena dari awalnya saya memang berdo’a padaNya, meminta jalan terbaikNya. Dan mungkin ini jalan dariNya.
Meski saya tidak terpilih, saya belajar banyak hal. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi tentang kemampuan menulis saya, bahasa inggris saya, dan sebagainya. Ya, semua ada hikmahnya. Ga ada yang sia2.
Saya syukuri juga, bahwa saya tidak perlu risau untuk meminta izin dengan sekolah serta dilema meninggalkan anak didik selama sepekan. Alhamdulillah… 

Minggu, 02 Desember 2012

Miss you!


Bismillahirrahmaanirrahim …

Ada kejutan tersendiri waktu sabtu lalu saya membuka facebook. Ada upload-an seseorang di timeline saya yang membuat terharu. Tertegun. Membuat kbangan kecil di pelupuk mata saya. Ada do’a indah tertulis dalam gambar hasil kreasi 2 foto wanita di sana. Salah satunya ada foto saya. Ya Allah, speechless banget. Cuma bisa bilang Jazakallah khair buat Deni atas do’a dan kreasi fotonya. Dan terdalam buat foto wanita yang bersama saya, miss u much sist!


Ga menyadari, kalo ternyata PP  kita sama posenya ^^





*My dearest Liawati, kapan bisa ketemu lagi?

Minggu, 04 November 2012

Life is a Choice


Bismillahirrahmaanirrahim …

Hidup adalah berisi tentang pilihan-pilihan hidup yang harus kita ambil lantas kita jalani.  Allah menghamparkan pilihan-pilihan itu pada tangan kita. Bebas. Kita sepenuhnya yang memilihnya. Namun, yang tidak bisa kita hindari adalah sebuah konsekuensi dari pilihan hidup yang telah kita pilih. Kita tidak bisa mengelak dari konsekuensi itu. Karena pilihan dan konsekuensi adalah satu kesatuan.

Ketika kita menghendaki sebuah kebaikan pilihan dalam hidup maupun dalam diri kita. Maka pilihan itu adalah jalan menuju Allah. Bagaimana caranya? Dengan minta diajarkan bagaimana memilih jalan dengan baik olehNya, minta diberi petunjuk agar ditunjukkan menuju jalanNya. Kemudian satu lagi, kita tidak akan sanggup menempuh konsekuensi atas pilihan jalan itu kecuali atas kehendak dan kuasaNya. Maka mintalah kekuatanNya untuk memampukan kita menjalani konsekuensi pilihan kita, menuju jalanNya demi kebaikan kita. Di dunia dan akhirat. Insya Allah, Aamiin ya Allah.

Wallahu’alam hissawab ….

Kota Hujan, semoga rahmatNya juga menghujani hati

Selasa, 02 Oktober 2012

Tanda Tanya


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Ada sebuah tanda tanya besar yang kini selalu mengikutiku. Dalam derap langkah, dalam degup jantung, dalam hela nafas, dalam kesendirian maupun keramaianku. Mecoba menghalau dengan melupakannya, tetapi yang ada malah semakin ingat dan terus bertahan dalam fikiranku. Hmm…. Ada apa aku?

Ada sebuah bisik yang menilisik dalam hati. Yang kian menyejukkanku. Tapi bisikan itu lembut, lembuut sekali. Nyaris tak terdengar oleh telingaku. Hanya bisa dirasakan oleh hatiku. Apakah itu?

Ada sebuah tekad untuk ingin mengurai segala benang rumit yang tanpa sadar telah kubuat sendiri. Tapi bingung bagaimana cara mengurainya? Kini serasa tali itu bagai terikat mati. Hmm… bukan terikat mati sepertinya, hanya aku yang menghindari untuk benar-benar membukanya. Membuka ikatan rumit menjadi ikatan lainnya yang lebih indah. Ikatan apakah itu?

Adakah yang bisa bantu aku berikan sebuah jawaban untukku, untuk hatiku dan diri ini. Yang seutuhnya, Prita Nurulhuda.

Bertanyaku, padaMu


Senin, 01 Oktober 2012

Kehidupan


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Awal hari di bulan ke-10 tahun 2012

Kembali aku terjatuh. Mungkin dan aku harap tidak terlalu parah dan jauh. Dilema lagi? Takut lagi? Sedih lagi? Sangat, sangaat mengganggu. Kali ini ku biarkan diri ini merenungi, meski tak bisa benar-benar diam dalam sunyi, semoga membawa perbaikan yang membawa kedamaian diri. Insya Allah, amiin.

Hmm…. Coba kita bicarakan bersama tentang kehidupan sejenak. Duduk bersama denganku, membagi semua pelik liku hidup dari hati ke hati. Hatiku dan hatimu. Marii…. Bismillah
Menurutku, hidup itu penuh dengan misteri-misteri yang Allah sediakan untuk kita. Semua yang terjadi bagai sebuah tanda tanya besar dalam diri kita. Kadang bertanya mengapa, kenapa, apa, bagaimana dan sebagainya. Pertanyaan itu kadang juga dalam bentuk sebuah protes kepadaNya. Astaghfirullah, padahal tidak ada suatu apapun yang Allah ciptakan, yang Allah pertemukan dengan kita, sia-sia. Semuanya ada manfaatnya, ada hikmahNya untuk kita. Insya Allah. Hanya yang belum sampai adalah pemahaman kita dengan maksudNya. Keterbatasan akal kita untuk menerka tujuan Allah untuk hidup kita.

Hmm….. tiap diri kita pasti punya harapan dalam hidup. Apapun itu, sekuat diri ini berusaha keras untuk mewujudkannya. Dan itulah proses hidup, proses pembelajaran sebuah pilihan-pilihan hidup yang telah kita ambil. Tiap pilihan pasti punya konsekuensinya masing-masing. Allah telah membentangkan jalan kebaikan dan juga jalan keburukan. Tinggal kita yang memilih, apakah mau mengambil jalan yang baik atau jalan yang buruk? Pilihan itu ada di tangan kita.

Allah memberikan kita sebuah kesempatan, sebagai jawaban do’a yang kita pinta padaNya. Allah tidak serta merta menurunkan kekayaan yang melimpah, ketika kita minta harta. Tetapi ya itu, Allah memberikan kita jalan untuk kita bisa mewujudkan kekayaan itu. Allah ingin memberikan pemahaman kepada kita tentang makna dari permintaan kita sendiri. Kita diharuskan untuk terua berusaha setelah berdo’a. Entah bagaimana hasilnya nanti, Allah tetap lihat sebuah proses yang kita lakukan. Semoga proses yang kita lakukan adalah sebuah proses yang baik menurutNya. Insya Allah

Oke… terlepas apapun masalah yang tengah kita hadapi kini. Tengah terjatuhkah kita dalam lubang-lubang yang kita buat sendiri. Percayalah bahwa hidup ini sebuah anugerah terindah yang Allah berikan untuk kita. Seberat apapun ujianNya, sedalam apapun kita tersungkur dalam kesalahan kita. Semoga Allah selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup ini. Semoga ketika hati serta lidah ini ingin berkeluh tentang sulitnya hidup, lebih dahulu kita di sadari bahwa ada rencana indah yang telah Allah siapkan untuk kita. Kita yang mau berproses dalam jalan kebaikanNya.

Ku teringat lagi dengan sebuah paragraf akhir sebuah buku karya Salim A. Fillah. Yang tertulis…
Laa haulaa wala quwwata illa billaah….. tidak ada upaya kita untuk teguh dan istiqamah di jalanNya tanpa bantuanNya. Tidak ada kekuatan untuk menghindari maksiat kecuali atas pertolonganNya.
Setelah melafadz kalimat itu, mari bersama teguhkan diri, kuatkan tekad, kokohkan langkah untuk menghadapi keonsekuensi pilihan-pilihan hidup kita. Meski berat, sakit, terhempas, tersakiti, terhuyung dan limbung. Cepat bangkit, terus berjuang. Kita dekap cintaNya. Kita minta kekuatanNya untuk kokohkan pijakkan. Dan raih bersama, ridhoNya. Insya Allah, amin.

Wallahu’alam hissawab


Apapun masalahmu, bersykurlah!


Minggu, 30 September 2012

Ter-Gantung (sudah)


Bismillahirrahmaanirrahim……

Sebuah affirmasi diri kini sudah ku gantung rapi. Tadinya dia terlipat manis dalam lemari. Tetapi kini perlahan ku yakini, aku Insya Allah siap untuk menyongsongnya. Ku siap merengkuhnya. Kini dia yang tergantung, bisa selalu ku pandangi, kadang malah menyunggingkan senyum di pipi.

Entah kapan bisa terwujud. Semoga kelak nanti ketika Allah benar-benar mengizinkan mimpiku itu menjadi nyata. Semoga waktu itu , adalah waktu terbaikNya. Insya Allah. Amiiin.
_Semangat ya ta!!!

Wallahu’alam hissawab



Mimpiku, akan menjadi nyata, Insya Allah di waktuNya

Kembali


Bismillahirrahmaanirrahim……


Harapan dari setiap insan
Kesenangan serta ketenangan
Menjalani hidup ini
T
anpa ada cubaan

Sayang harapan itu tak pasti
Kerna cubaan akan terjadi
‘Tuk menguji sabar diri
Dan ketaqwaan

Akan kah kita tetap tegar menjalaninya dgn keikhlasan
Ataukah terjerumus ke dalam keputus asaan

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
Yang akan kembali kepadaNya
Kapan dan dimana sahaja
Dan berdoalah mohon ampunan
Dari semua kesalahan

Agar mendapat keredhaan
Dan pertolongan 

*Maka kembalilah hanya kepadaNya

Jumat, 14 September 2012

My New Water Mark


Bismillahirrahmaanirrahim……

Ya Allah, lama banget saya ga update tulisan, cerita, foto dan kisah unik lainnya dalam blog ini. Jadi kangen banget deh. Untuk memulai kekakuan setelah sekian lama vacuum ga menulis, jadi saya upload yang ringan dulu yah. Hehehe.. Memangnya ada yah ta, upload versi berat? Kayak beras aja. Oke deh.

Gini loh para blogger, saya mau cerita tentang salah satu hobby saya nih. Apa coba? Fotografi. Hihi.

Saya masih sangat “hijau” dalam hal ini. Pokoknya ya jepret-jepret aja gitu. Sekalian melatih mata untuk bisa melihat sisi-sisi yang bagus untuk di foto. Truuuus…. Kabar selanjutnya itu tentang pergantian water mark saya dalam foto koleksi saya.

Pada awalnya saya membubuhkan water mark dalam foto itu bertuliskan “illuvia’s photograph”. Yang artinya fotografinya illuvia. Eh iya, illuvia itu bahasa Spanyol yang artinya hujan. Kenapa saya kasih nama itu ya kira2? Yaa… karena saya sangat suka hujan. Cinta bahkan! Hehehe

Dan akhirnya water mark “illuvia’s photograph” berubah menjadi “lifelong learner’s”. Nah, apa pula itu artinya????
Hehehe…. Tenang sodara2. Kalo blogger itu pernah mampir di blog saya sebelumnya, insya Allah pasti blogger sedikit paham deh. Lifelong Learner itu judul blog saya. Sekaligus nama saya gitu. Bukan nama asli sih, Cuma saya kira nama itu juga menjadi do’a buat saya. Selain nama asli saya.

Gitu deh blogger ceritanya. Nih deh saya kasih contoh sebagian koleksi foto pribadi saya dengan water mark yang dulu dan yang baru. Semoga para blogger suka ya…. ^^


Water mark terdahulu

My New Water Mark!!!!!