Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

Go to Thailand



Bismillahirrahmaanirrahim ….

Ya ampun, parah banget deh saya. Jarang banget upload tulisan di blog sampai udah ganti tahun pula. *tepok jidat
Banyak kejutan ketika buka dasbor, tentang cerita2 upload-an teman2 blogger dan sahabat saya yang shalihah, liawati. Baru lihat tulisan tentang MerahPutih MyBest yang mengharukan sekalee. *lebayy
Oke deh, langsung ajah mau curhat banyak neh blogger. Dimulai yang mana dulu yak? Saking banyaknya atau saking buntunya mau nulis nih? *ngeles.com

Ya udah mulai cerita dari kampus saya tercinta saja yaa. Jadi begini, pas tahun lalu kemarin di bulan Desember, suatu sore Bapak Fauzi Syamsuar (dosen), memasuki kelas saya dan mengumumkan sesuatu. Beliau bilang bahwa salah satu universitas di Thailand mengundang mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia, Thailand dan Indonesia, masing-masing 10 orang. Untuk mengadakan pertemuan di universitas tersebut, dalam rangka berdiskusi tentang perkembangan kebudayaan di ASEAN. Naah… dalam rangka menjaring 10 mahasiswa tersebut, maka beliau menjelaskan ketentuan bagi siapa yang berminat untuk ikut ke Thailand. Syarat-syaratnya adalah 1) IPK minimal 3,0 , 2) Mengirimkan tulisan dalam bentuk essai yang bertemakan “The Importance of Cultural Awarness in Developing Indonesia”, minimal 500 kata dan maksimal 600 kata, 3) Dikumpulkan paling lambat tanggal 4 Januari 2013.
Beliau bilang lagi, bahwa pemberangkatan di awal bulan April dan akan memakan waktu 5 hari 4 malam disana. Waah, kedengarannya menarik banget yah?

Akhirnya beliau menuntaskan pengumumannya dengan berharap banyak bahwa di kelas saya ada salah satunya yang bisa berangkat ke Thailand. Insya Allah.
Awalnya saya benar-benar sangat semangat untuk ikut kesempatan ini. Alhamdulillah syarat atau ketentuannya bisa saya ikhtiarkan. Lagipula ini juga salah satu jalan impian saya juga bisa keluar negeri dengan prestasi. Sampai udah berunding dengan seorang sahabat bagaimana caranya bikin essai yang semaksimal mungkin. Tetapi lama-lama saya terbentur dengan ketakutan-ketakutan saya tersendiri. “Gimana izin dari sekolahnya ya kalo saya nanti pergi ke Thailand? Apakah sekolah mengizinkan saya??? Anak-anak bagaimana nanti?”

Astaghfirullah, saya tersadar. Sejak kapan ikut kesempatan ini dengan niat untuk benar perginya saja, bukan untuk ilmu? AKhirnya saya pasrahkan semua. Terpilih atau tidak, pergi atau tidaknya, saya tetap menuliskan essai itu untuk ilmu. Akhirnya pas banget tanggal 4 Januari, saya mengumpulkan karya tulis itu kepada dosen yang bersangkutan. Beliau bilang, nanti akan di informasikan lagi yaa.
Dan taraaa….. besok paginya, saya dapat pesan singkat dari Bapak Fauzi, bahwa beliau sudah membaca karya saya dan menunggu saya untuk mendiskusikan karya tulis saya secara lisan. Alhamdulillaah ya Allah…
Ketemunya sore, sehabis ashar. Akhirnya demi kelancaran nanti ketika berdiskusi dengan sang dosen, saya sempatkan untuk membahas isi essai dengan cara diskusi. Hmmm, sedikit membantu persiapan saya untuk berdiskusi nanti. Dan tibalah waktunya, saya sudah berada di hadapan dosen saya kini. Ternyata diskusinya tidak seseram yang saya bayangkan. Tidak terlalu mengupas essai saya, dan waktunya yang sangat singkat hanya 5 menit. Seusai itu saya disuruh menghadap ke ibu pembantu dekan 1, yaitu Bu Nanik. Untuk melakukan wawancara yang selanjutnya. Haa? Surprise deh saya musti ada wawancara lanjutan dengan Bu Nanik. Tapi ya bismillah aja yah. *deg2an

Ketemu Bu Nani, wawancaranya lumayan lebih lama dibanding dengan Pak Fauzi. Beliau lebih banyak memberikan masukan bagaimana nanti disana, bahwa ke10 mahasiswa yang terpilih akan menjadi duta dari Indonesia. Kita yang membawa nama baik bangsa serta universitas serta khususnya fakultas pendidikan. Seusai wawancara, Bu Nani menyuruh saya menuliskan nama, nomor mahasiswa serta nomor handphone pada secarik kertas. Ternyata saya orang ke 17, sudah ada deretan 16 nama di atas nama saya yang sudah diwawancara beliau. Saya mengenali beberapa deretan nama di kertas itu. Yang dipilih kan Cuma 10, itu berarti akan ada penyaringan lagi dari keseluruhan mahasiswa yang telah diwawancara. Saya sudah sangat jauuuh bersyukur bahwa saya dapat menuliskan essai, berdiskusi dan diwawancarai. Entah saya terpilih atau tidak, saya berdo’a sama Allah minta sebuah keputusan yang terbaik. Saya serahkan kepada keputusanNya.

Pada akhirnya, 10 nama telah diumumkan beliau di facebook. Apakah nama saya tertera disana? Ternyata tidak. Apakah saya kecewa? Ya, sedikit. Harapan saya untuk pergi memang ada, tetapi tidak menggebu dan memaksakannya. Karena dari awalnya saya memang berdo’a padaNya, meminta jalan terbaikNya. Dan mungkin ini jalan dariNya.
Meski saya tidak terpilih, saya belajar banyak hal. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi tentang kemampuan menulis saya, bahasa inggris saya, dan sebagainya. Ya, semua ada hikmahnya. Ga ada yang sia2.
Saya syukuri juga, bahwa saya tidak perlu risau untuk meminta izin dengan sekolah serta dilema meninggalkan anak didik selama sepekan. Alhamdulillah… 

Selasa, 17 April 2012

Karena Ku Cinta Kau


Bismillahirrahmaanirrahim…..

For those people who loved me
This song is really meaningful…


Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar

Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau

Reff ;      Saat kau ingat aku ku ingat kau
                Saat kau rindu aku juga rasa
                Ku tahu kau slalu ingin denganku
                Ku lakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
                Tuhan yang tahu kucinta kau

Jika kau tak percaya padaku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedihnya aku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Kau
Back to Reff
Saat kau ingat aku pun ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Kau tahu ku juga ingin denganmu
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau

                

Sabtu, 14 April 2012

Tentang Hidup (Part III)


                                                            Bismillahirrahmaanirrahim……


Hidup adalah belajar
Belajar besyukur meki tak cukup
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar Ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Hati memang sepei gelombang air laut, pasang surut dan sering terbawa arus
Maka dari itu  tetaplah belajar untuk tetap berada di jalanNYA
Belajar menjadi lebih baik
Untuk menjadi yang terbaik
Insya Allah
Amin!




Kamis, 12 April 2012

Mengenangmu, selalu...


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Hari ini , Kamis tanggal 12 April 2012 tak terasa telah satu tahun lamanya beliau pergi meninggalkan kita semua. Berbilang 365 hari untuk rentang waktu terus mengenang jasa-jasanya. Terus ingat dengan semangat juangnya yang tinggi tak kenal lelah. Nasihat bijaknya dari seorang yang berpengalaman dalam kehidupan. Celotehan humornya yang ringan, yang kelak membuat gelak tawa seluruh isi kelas. Terekam selalu dalam ingatan kita senyum khas beliau yang tulus serta kesabarannya beliau untuk rela yang menunggu kita di dalam kelas.

Pak Bahar almarhum, telah 1 tahun tak berada di sisi kita lagi. Mendidik kita dengan segala semangat yang tiada pernah terhenti. Teringat saya dengan kisah istri almarhum yang bercerita tentang sebuah niat mulia almarhum. Bahwa beliau ingin secepatnya focus untuk mendidik di almamaternya tercinta. Meninggalkan pekerjaannya segera. Tetapi Allah berkehendak lain. Semoga niat beliau kelak Allah ganti dengan ganjaran yang lebih baik. Insya Allah. Amin.

Mengenangmu, menjadi sebuah ungkapan haru luar biasa. Memendam rindu untukmu selalu yang kini di sisiNya.

Insya Allah pak! Kami tidak akan pernah mau meninggalkan torehan kecewa untukmu. Karena dulu bapak telah mengajari kami, mendidik kami tentang arti perjuangan. Sebuah semangat belajar yang tiada pernah terhenti. Kami ingin selalu membuat sebuah guratan senyummu yang selalu akan kami ingat sampai kapan pun jua. Insya Allah. Amin

Meski tak lagi bersama. Meski telah berbeda dunia. Tetapi kami yakin bapak dan senyum tulus itu selalu ada untuk kami dan kita semua….

Wallahu’alam hissawab…

*         Ya Allah… selaksa cinta penuh rindu
Walau berpisah dunia tetapi kami tetap bertemu
Dalam satu harap dekap pada Ilahi
Agar Allah selalu menghujani

Seluruh amalan jariyah yang telah engkau kerjakan
Yang tiada pernah terputus
Sampai kapanpun jua
Bahkan sampai engkau kini di sisiNya

Insya Allah, Amin!
_We always miss u Mr Baharudin Pasaribu


Minggu, 25 Maret 2012

Wanita Shalihah



Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.
(HR. Muslim)


            Sebuah matan hadits yang mengandung makna yang begitu dalam, sedalam lautan qalbu. Menyirat makna yang tinggi, setinggi langit yang terus membumbung menuju titah Tuhannya.  Anggun, indah, mempesona, menyenangkan, dan seterusnya, jika teruntai tak akan habis memujinya. Dialah Wanita.
           
            Namun,,, tak semua wanita akan menjadi terhormat dan teragung dihadapan Rabb-Nya. Masing-masing memilih jalan yang telah digariskan. Akal, nafsu, nurani menjadi nakhoda penggerak merentas bahtera kehidupan yang selalu bersahabat dengan badai. Terkadang mereka berdiri tegak dalam pijakkanya, berteriak ِAku adalah yang terbaik, bahkan ada yang berani mengatakan, keshalihan itu relatif, tidaklah perlu saling menyalahkan. Namun, nurani-fitrawi tak pernah menutup matanya tuk mengakui, intan adalah intan dan lumpur adalah lumpur. 

            Demikian wanita Shalihah,,, adalah kebaikan yang yang terwujud dalam sosok makhluk yang bernama Hawa. Wujudnya telah terukir indah dalam sabda-sabda cinta Muhammad Shallahu’alaihi wasallam. Padanya tersemat mahkota Perhiasan Dunia yang paling terindah, bukan mutiara La Peregrina, bukan Batu Zamrud, bukan Permata Cleopatra, bukan Intan Aztec, bukan pula batu emas  atau perhiasan apapun di dunia ini. Keindahannya terus kekal, abadi hingga menuju singgasana Syurgawi.

            Perhiasan itu bisa redup bisa pula mengilau jika dijaga dan terus diasah.
            Dalam sabda cintanya, Rasulullah telah menunjukkan kilauan-kilauan dan aroma mereka.

Wanita shalihah adalah sebaik-baik keindahan, menatapnya menyejukkan Kalbu, mendengarkan suarannya menghanyutkan batin, ditinggalkan menambah keyakinan.,, , Wanita shalihah adalah ibu dari anak-anak yang mulia, wanita shalihah adalah istri yang meneguhkan jihad suami, wanita shalihah penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat, wanita Shalihah adalah adalah bidadari syurga yang hadir di dunia,,,,,


            Dia begitu sempurna, Ikhlas bagai Siti Hajar, Tawadhu’  bagai Bilqis, sabar bagai Khadijah, teguh bagai Sumayya, cerdas bagai Aisyah dan santun bagai Fathima Az Zahra.

            Itulah kilauan wanita Shalihah,,, tapi sebagai manusia, pasti ada kekurangannya, namun kekurangan itu terus diikhtiar dalam penyempurnaan.

            Menjadi wanita Shalihah adalah idaman fitrawi setian muslimah,,, menjadi wanita Shalihah bukan berarti menjadi bidadari, menjadi wanita shalihah bukan menjadi putih yang tek berbekas,,, menjadi wanita shalihah adalah proses menuju keridha’an Allah. Menapaki jalan yang di atasnya tercerahi cahaya petunjuk Allah dan Rasulnya, dan terus istiqomah di atasnya.


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum
maka ia akan dibangkitkan bersama kaum itu
(HR. Abu Dawud)

Insya Allah


Wallahu’alam…..


 
“I am just the ordinary woman but I try to keep learn, learn and learn about everything ever after
To be a good one… Shalihah. Insya Allah. Amiiin….” (ta.89)
  







Minggu, 18 Maret 2012

Ketika Anak Meminta


Bismillahirrahmaanirrahim…..

“Mah…. Pokoknya aku mau beli buku ini ya!” Ujar seorang gadis kecil sambil berlari menuju pada ibunya dengan membawa sebuah buku.

“Ah ade… apa sih? Kamu sok tahu aja, memangnya kamu ngerti apa isi bukunya?” Jawab sang Ibu sambil berlalu dan melihat buku di rak2 lainnya

“Iiih… pokoknya aku mau beli dan baca buku ini!!” Rengek sang anak

Akhirnya ada jawaban yang melegakan dari seseorang…..

“Iya nak, iya gak apa-apa kita beli ya. Nanti cerita ke papa ya sayang bukunya cerita tentang apa. Ok? “ ujar lelaki berkacamata yang ternyata adalah ayah dari gadis kecil itu.

“Oke pah… nanti aku certain. Pasti seru ceritanya…” ujar sang gadis kecil
###

                Percakapan di atas adalah sebuah percakapan singkat suatu keluarga kecil yang saya temui di salah satu stand buku di IBF tahun 2012 ini. Suatu siang saya dipertemukanNya dengan mereka. Saya yakin ada cerita unik serta hikmah yang bisa kita ambil dari kisah singkat ini. Insya Allah.

                Pertama, tentang respon sang ibu kepada gadis kecilnya yang meminta sebuah buku. Pantaskah seorang Ibu menanggapi respon seorang anak yang sedang ingin tahu terhadap sesuatu dengan sikap seperti itu? Bukannya pula  saya menjudge ibu itu berlaku salah atau apa pun. Setidaknya saya belajar dari beliau dan sedikit memahami jika saya di posisikan sebagai ‘gadis kecil’ itu. Saya berfikir, meski mungkin harus saya telaah lagi dan mencari teorinya tentang “gold age” seorang anak, tetapi setidaknya saya melihat ada rasa keingintahuan dari sang anak tentang hal yang belum diketahuinya. Itu merupakan hal yang sangat baik menurut saya. Dia belajar untuk mengkritisi suatu masalah yang baru baginya. Maka tugas kita sebagai orang tuanya, arahkanlah rasa keingintahuannya dengan baik. Hal ini berguna pula untuk perkembangan dirinya, kecerdasannya dan pemahamannya tentang hal yang baru.

                Kedua, tentang respon sang ayah yang sangat bijak menanggapi suatu keinginan dari anak gadisnya. Saya fikir, sang ibu harus mencontoh sang suami. Jangan terlebih dahulu kita mebuat sebuah pernyataan kepada anak jika dia mengajukan sesuatu yang dia inginkan. Pasti ada suatu alasan yang sangat mendasar dan yang membuat anak ingin tahu. Dan kedua hal inilah yang seharusnya kita gali lebih dalam dari diri anak. Inilah proses perkembangannya.
                                Dua pelajaran di atas, mungkin bisa jadi hikmah tersendiri bagi diri saya sendiri. Saya  sedikit menyimpulkan sebuah benang merah dari sebuah peristiwa yang pernah saya temui. Yang kelak, insya Allah menjadi pelajaran berharga ketika nanti saya dihadapkan dengan anak saya sendiri. Kelak mereka mengungkapkan rasa keingintahuannya pada saya. Semoga saya selalu ingat dengan kisah ini. Insya Allah. Amin.

                Dan pada akhirnya, saya selalu ingat dengan penutup kisah gadis kecil itu dengan rasa keingintahuannya yang besar, ibunya serta ayahnya. Sebuah ending yang saya miriskan sekali.

                Ketika buku-buku yang sudah dipilih oleh ibu, ayah serta gadis kecil itu hendak dihantarkan ke meja kasir, sang ibu langsung menyuruh pramuniaga stand buku tersebut untuk meletakkan kembali buku yang diambil anaknya. Ibu itu terlihat sedang berdialog singkat dengan sang anak sebelum membatalkan membeli buku pilihan anaknya. Terlihat sedikit gurat kekecewaan dari anak gadis itu. Tetapi sepertinya ibu tadi menjanjikan sesuatu yang mungkin sedikit membuat anaknya terhibur.

                Ya Allah… miris sekali lihatnya. Hmm… dan saya pun teringat selalu dengan judul buku yang diambil gadis kecil itu. Saya yakin ada sesuatu hal yang ingin sanga anak sampaikan melalui buku itu. Dan judul buku itu ternyata adalah… “MASA DEPAN ANAK”


Wallahu’alam hissawab….

Minggu, 04 Maret 2012

Hadiah Untuk Bu Prita


.Bismillahirrahmaanirrahiim…..
                “Hadiah-hadiah” dari anak level 3 yang akhwat. Mereka memberikan saya hasil karya mereka menggambar saya.
Inillah gambar-gambar mereka……

Gambar dari Elysia Najla

Gambar dari Syeila Afriliani

Gambar dari Faiza Yasmina A

Gambar dari Shofiya Nur Kamilah



Penantian Pernikahan


Bismillahirrahmaanirrahim…..

                Ini cerita tentang sebuah ayat kauniNya yang selalu dibentangkanNya dalam kehidupan saya. Saya selalu dipertemukanNya dengan orang-orang pilihan yang tengah sedikit gundah dan gelisah dalam “penantian”. Penantian apa lagi selain menanti pasangan hidup. Saya yakin, ini bukan suatu kebetulan dan ada hikmah atau pembelajaran berharga yang ingin Allah sampaikan kepada saya. Saya yakin, pertemuan saya dengan “orang-orang pilihan” ini adalah wujud cintaNya kepada saya. Yang kelak nanti ketika saya menghadapi hal serupa, saya diingatkanNya selalu akan cerita2 ini. Insya Allah.

                Bulan ini, begitu banyak “kabar gembira” yang hadir dari kalangan kerabat, sahabat karib, teman sejawat, bahkan teman dalam medan dakwah. Mereka yang kini tengah berbahagia, ada yang juga tengah berdebar menanti waktu bahagia. Ya! Menggenapkan setengah dien mereka. Alhamdulillah… saya pun turut berbahagia mendengar kabar ini. Turut bersemarak dalam kebahagiaan yang berserak di antara mereka. Turut mendo’akan. Barakallah yaa ukhti….

                Di satu sisi saya juga menghadapi teman-teman yang tengah resah “menanti” . Bertanya-tanya dalam hati, dalam do’a. “Kapankah pendamping hidup saya datang?”.

                Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang juga sering saya ajukan mungkin dalam hati. Malah ditambah lagi dengan  pertanyaan-pertanyaan yang lain, seperti apakah rupanya? Akhlaknya? Karakternya? Sholihnya? Dan yang lainnya, malu ah ditulis di sini. Hihi.

                Menikah…. Siapa yang tidak mau? Menikah…. Ah sekiranya tidak usah lagi saya menceritakan indahnya kehidupan pernikahan. Meski saya juga belum tahu seperti apa indahnya. Tetapi setidaknya saya sudah bisa melihat, merasakan rona-rona kebahagiaan orang-orang di sekitar saya ketika mereka akan atau telah menikah. Selain indah juga berkah. Insya Allah. Amin.

                Tetapi pernikahan membuka lembar-lembar tabir dalam hidup. Pernikahan adalah awal gerbang kehidupan kita yang sesungguhnya. Dengan berbagai proses di awal-awal waktu sebelum kita memutuskan untuk pernikahan. Memilih pasangan terbaik, ber istikharah meminta segala ketentuanNya yang terbaik, saling mengenal dalam proses ta’aruf, hingga ke tahap yang lebih lanjut yaitu ke pengenalan keluarga, khitbah dan akhirnya menikah.

                Pernikahan membuka tabir tentang segala konsekuensi hidup atas pilihan-pilah yang telah kita pilih. Pernikahan menyingkap segala cakupan hidup kita yang lebih luas dan jangka yang sangat panjang. Pernikahan itu tidak untuk satu hari atau dua hari, tetapi kelak sampai akhir hayat kita. Sekali dalam seumur hidup kita. Insya Allah. Amiiin.

                Maka… untuk sebuah keputusan jangka panjang ini, kita harus benar-benar mempersiapkannya dengan baik. Mulai kapan mempersiapkannya? Ya itu dia tuh pertanyaan yang kian mengusik saya. Kapan harus mempersiapkannya? Bagaimana mempersiapkannya? Apa yang harus kita persiapkan? Pertanyaan-pertanyaan ini bukanlah hal kecil loh karena keputusan untuk menikah itu keputusan besar yang di ikuti dengan tanggung jawab yang besar pula.

                Akhirnya sampailah saya kepada sebuah bacaan dalam sebuah Koran harian Jakarta. Ada hal menarik sarat makna yang saya temukan di sana. Sebuah pesan dari seorang sahabat baginda Rasulullah SAW, Utsman bin Affan.

“ Wahai anak-anakku, sesungguhnya orang yang hendak menikah itu ibarat orang yang hendak menanam benih. Maka, hendaknya ia memperhatikan di mana ia akan menyemainya. Dan, ingatlah bahwa wanita yang berasal dari keturunan yang jelek jarang sekali melahirkan keturunan yang baik. Maka, pilih-pilahlah terlebih dahulu meskipun sejenak”

            Hmmm….. teruntuk diri saya sendiri, dan kita semua. Nasihat di atas sekiranya mengingatkan kita bahwa sekali lagi pernikahan bukan hal yang main-main, sepele dan dianggap enteng. Pernikahan kelak akan melahirkan generasi-generasi kelanjutan kita. Penerus kita yang merupakan perpanjangan tangan kita mewujudkan cita yang mulia, kejayaan DienNya. Amiin. Insya Allah

                Untuk diri saya sendiri khususnya, dan untukmu yang tengah kian gundah “menanti”. Tak usah kian merisaukan akan pertanyaan kapan, kapan dan kapan?? Manusiawi sih, apalagi lingkungan sekitar juga kian “menyulut” kita. Hmm…. Pesanku, jangan lah kita tergesa-gesa dalam soal menikah. Mungkin karena umur yang kian mendesak, teman-teman telah banyak mendahului kita, bahkan yang usianya jauh di bawah kita, desakan orang tua dan lain sebagainya. Jangan sampai berfikir begini, “Udahlah, apa yang ada aja….” . Naudzubillah…. Semoga Allah menghindari kita dari fikiran yang demikian. Amin

                Tetapi…. Alangkah baiknya jika kita mau sejenak menyelami diri kita. Menyadari hakikat niat kita menikah untuk apa. Meluruskan segala azzam yang ada pada diri. Bertanya dan terus bertanya tentang tujuan kita dalam pernikahan. Ketahuilah bahwa kelak kita akan menjadi pendidik yang paling pertama bagi anak-anak kita. Sebelum anak-anak kita berguru kepada orang lain, kapan pun dan dimana pun. Khususnya untuk kita para muslimah, “Ibu, madrasah yang pertama….” . Maka, marilah sama-sama kita menyiapkan diri untuk bisa menjadi sebaik-baik pendidik bagi anak-anak kita nanti. Marilah sama-sama kita untuk terus mengembangkan diri dengan sebaik-baik pendidikan. Marilah sama-sama untuk terus menginsyafi diri bahwa ibadah kita mungkin masih banyak yang belum maksimal. Marilah sama-sama kita terus menginterospeksi diri bahwa kita masih banyak kekurangan. Maka mari terus kita bersemangat untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Mari memantaskan diri untuk bisa menjadi pendamping yang baik bagi pasangan kita. Mari kita belajar agar kelak mendapatkan pasangan yang memang pantas mendampingi kita. Jikalau kita menginginkan pasangan yang terbaik, maka marilah kita mulai dari diri kita sendiri untuk menjadi yang terbaik.

Dan sabarlah serta berpegang kuatlah pada taliNya dalam menjalani sebuah proses panjang perbaikan diri ini. Ketahuilah, tiap detail proses perbaikan diri yang kita lakukan selalu dilihat oleh Allah. Seberapa kuat kah tekad kita untuk bisa menjalani setiap proses. Insya Allah…. Dengan kekuatan serta izinNya, kita bisa melewati rangkaian alur proses yang terus menerus ini. Karena yang Allah lihat adalah PROSES kita… bukan hasil. Allah lihat proses kita…. Allah lihat proses kita.

Dan tentang pasangan kita, belahan jiwa kita, mujahid atau bidadari kita…. Insya Allah di waktuNya yang tepat. Kita akan dipertemukanNya di caraNya yang terindah. Insya Allah, amin.
Wallahu’alam




“Dan diantara tanda-tanda (kebesaranNya) ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan DIA menjadikan  diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”
(QS Ar-Rum : 21)


Gambar Bebek


Bismillahirrahmaanirrahim…….

“ Bu, ibu bisa gambar bebek ga bu?”

                Pertanyaan itu terlontar polos dari Amalia Fitriah Salsabila, anak didikku di level 2. Waktu itu dia sepertinya sedang berfikir keras untuk menggambar salah satu objek hewan. Setelah bertanya kepada saya, yang dijawab oleh saya

“Coba aja atuh Amel buat dulu gambar bebeknya, nanti kalo ada kesulitan baru ibu bantu ya…..” ujarku sambil memperhatikan anakku sedang membaca jilid Cahayaku di depanku.

Mata Amel langsung mengarah ke atas. Nampaknya sedang berimajinasi dengan pikirannya tentang bebek. Tak lama dia bertanya lagi kepada saya.

“ Bu, kalo bebek itu ada kan ya bu yang makan apel?” Tanya Amel

“Makan apel? Hmm…. Mungkin ada ya nak. Bebeknya biar sehat, banyak makan buah-buahan. Hehe….” Jawabku sambil tertawa kecil pada Amel, yang disambut senyum pula olehnya

                Tahu tidak apa yang saya fikirkan saat itu? Saya kira itulah masa emas anak-anak dalam tahap proses perkembangan kecerdasannya. Meski saya belum tahu teori  jelasnya seperti apa. Tapi akhirnya saya bisa sedikit memahami dan membiarkan prose itu berlangsung. Nikmati waktumu ya nak….

                Tidak selang berapa lama, Amel  bertanya pada dirinya sendiri lagi sambil memegang pensil yang diketuk-ketukkan pelan kea rah kepalanya, tanda lagi berfikir. Hihi…

“Gimana yah caranya gambar bebek yang bisa terbang???” tanyanya pada dirinya sendiri.

Kemudian dia berujar lagi….. “ Aha! Aku tahu deh….” Ujarnya senang sambil langsung mengarahkan pensilnya ke media yang sudah menuangkan segala imajinasi di alur fikirannya.

                Melihatnya berhasil mendapatkan momen “Aha”, Alhamdulillah… ada bahagia yang tak terkira. Dua hari kemudian, saya tanya lagi tuh sama Amel perihal gambar bebeknya kemarin . Dia tersenyum dan langsung menyerahkan gambarnya untuk saya sambil berujar…

“Ini gambar bebeknya buat Ibu….. Maaf ya bu kalo jelek, Amel lagi belajar gambar bagus” ujar Amel sambil tersenyum

Saya pun menjawab sambil menahan haru, “Ya makasih ya nak, ini juga sudah hebat nak! Gambarnya bagus, nanti gambar yang lain lagi ya sayang…” ujarku sambil mengelus kepalanya dan tersenyum.


Selasa, 14 Februari 2012

Memperbanyak Sujud


Bismillahirrahmaanirrahim……

Dikisahkan oleh Rabiah bin Ka’ab al-Aslami, bahwa pada suatu malam ia pernah menyediakan seember air wudhu dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan Rasulullah SAW. Melihat kebaikan yang dilakukan Rabiah, Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah seseuatu dariku, wahai Rabiah,”

Rabiah pun menyebutkan permintaannya. “Wahai Rasulullah, aku minta agar Allah menjadikanku sebagai pendampingmu di surge kelak.” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah tak ada permintaan lain selain itu?”

“Tidak ada, wahai Baginda Nabi. Hanya itu yang aku ingin aku minta darimu,” jawab Rabiah. “Jika demikian, maka jagalah dirimu untuk memperbanyak sujud.” (HR Muslim)

Sujud pada hakikatnya bukanlah sekedar gerakan dan ritual yang ada dalam shalat. Lebih dari itu, sujud adalah salah satu bentuk kepasrahan total dengan merendahlan diri serendah-rendahnya di hadapan keagungan Allah Yang Maha Kuasa. Sujud merupakan bentuk pengharapan ridha dan cinta dari Dzat Yang Maha Melihat, serta bentuk syukur atas beragam nikmat Allah, dan kecemasan dari azab Allah yang Maha dahsyat.

Sujud adalah bukti keimanan seorang Mukmin. “Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu, mereka segera bersujud seraya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS Al-Sajdah:15).

Selain itu, sujud juga merupakan bukti nikmat dan kasih sayang Allah kepada hambaNya. “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya’qub), dan dari orang-orang yang telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam:58).

Sujud juga momen paling intim antara hamba dan Tuhannya. “Sesungguhnya saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud.” (HR Muslim). Karena sujudlah, seorang manusia mendapat predikat Ibadurrahman, hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang, dan dijamin masuk surge. “Dan Ibadurrahman (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang) ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan, mereka adalah orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS Al-Furqan:63-64).

Dengan sujud pula Allah mengangkat derajat para Rasul dan menjadikan golongan paling mulia dalam sejarah umat manusia. “Muhammad itu adalah utusan Allah. Dan, orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang dengan sesame mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS Al-Fath:39). Wallahu’alam.  (Penulis, Jauhar Ridloni Marzuq).

###


Membaca renungan di atas, membuat pikiran saya langsung dipenuhi oleh berbagai pertanyaan-pertanyaan ini…. Tidakkah renungan di atas membuat hati ini ingin menjadi pendamping Nabi kita yang mulia di surgaNya? Tidakkah membuat diri ini memanfaatkan sebaik-baiknya momen indah, momen yang paling dekat denganNya? Tidakkah membuat diri ini ingin selalu berusaha membuktikan cinta kita kepadaNya? Tidakkah menyentuh diri ini mengungkapkan syukur serta pengharapan hanya ridhaNya? Tidakkah hati ini tergugah untuk lebih banyak untuk melakukannya?

Setidaknya kita sujud sebanyak 34 kali dalam 1 hari. Itulah hitungan sujud pada saat shalat-shalat wajib kita dalam sehari. Cukupkah sujud-sujud kita yang hanya dengan 34 kali itu jika dibandingkan dengan beragam nikmat Allah yang selalu dilimpahkanNya tiap waktu kepada kita. Cukupkah sujud-sujud kita membalas cintaNya yang tak pernah bertepi untuk kita?

Tentu kalkulasi seluruh sujud yang kita lakukan selama kita hidup pun tidak akan pernah cukup membalas segala nikmat, anugerah, serta cinta kasih yang Allah berikan kepada kita. Tetapi setidaknya kita berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya kekuatan diri, rasa syukur kita, rasa cinta kita yang terdalam kepadaNya dengan memperbanyak sujud –sujud kita. Tidak hanya dalam shalat-shalat yang diwajibkanNya. Tetapi kita nyalakan juga semangat menambahnya dengan shalat-shalat yang disunnahkanNya. Lalu kita belajar pula untuk tetap teguh melakukannya dalam keseharian hidup kita. Bukankah Allah mencintai amal yang sedikit namun berkelanjutan terus dan menerus? Tidakkah diri ini tidak juga tergerak melakukan lebih banyak sujud untuk meraih cintaNya? Wallahu’alam.




“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung”
(Al-Hajj:77)




Minggu, 05 Februari 2012

Field Trip UIKA PBI '10 (Jogja, Klaten, Solo)


Bismillahirrahmaanrirrahim

27 Jan 2012
@ UIKA, Keberangkatan

Cerianya kaliaan
                Akhirnya sampai juga deh aku di kampus. Berusaha untuk se semangat mungkin untuk berangkat di field trip ini. Semua teman2 sudah berkumpul mdi tengah lapangan bola depan Rektorat. Puanaaas banget sih cuacanya. Tetapi melihat teman2 pada semangat, jadi sedikit menyemangati diriku yang sangat, sangat, sangat kurang bersemangat.

                Ternyata pelepasan dulu serta sambutan2 dari Ketua Panitia, Pak Karim, Bu Dekan. Beliau pesan, hati-hati di sana. Berpesan pula bahwa kita semua ini bawa nama baik Universitas khususnya FKIP dan spesifiknya lagi Jurusan Bahasa Inggris. Insya Allah bu

                Setelah sambutan-sambutan, trus berdo’a deh. Bismillah. Let’s go to the bus!!!! Alhamdulillah aku ada di bis 2, bareng sama Rose, Teh Iyank, Uminah, Njie, Mae, Mb Ery. Seru sebelum berangkat foto-foto dulu cuy. Hiihi. Ayolah berangkat. Bismillah. Jam 14.10 kita berangkat kawan2…

###

                Baru juga sampai di Tol Sentul, aku sama Teh Iyank langsung buka makanan, mau nge lunch dulu ya. Pake nugget sama sayur pepaya. Hehe. Enak looh. Mau ga?

                Akhirnya bus terus melaju. Alhamdulillah jalanan lancar euy. Tetapi agak tersendat ketika sampai di tol ke Bekasi. Ko ke Bekasi yah? Ga taunya ada demo buruh di daerah Cikarang dan mereka memblokir jalan tol sodara-sodara!!! Gubraks…

                Walhasil…. Sepanjang perjalanan hanya melihat bus yang itu lagi dan itu lagi. Muacet parrah banget. Sebelah bus 2 ada bus Laju Utama, jurusan Bekasi-Bogor. Trus kalo ga bus sampingnya truk deh. Kasian yan para bapak sopir truk. Kalau menghadapi macetnya kayak begini kan jadi bertambah biaya perjalanannya. Hmm… yang sabar ya pak.

                Kemudian bagaimana dengan aku dan teman2 menghadapi kemacetan di Bekasi ini? Foto-foto lah, makan, cerita-cerita, becanda, hehe. Jadi ga kerasa deh macetnya. Seru.

                Alhamdulillah ketika jam 18.00 bus sudah bisa melaju dengan lancar. Berangkat beneran nih kita. Berhenti juga di Rest Area KM 57, shalat Maghrib dan Isya dulu. Trus foto-foto dan makan. Mau makan apa ya mala mini? Kita malah nyari makan yang siap saji aja deh. Ke KFC akhirnya. Kalau di sini ada McD, pasti kita pilih McD. Kata The Iyank, berasa nemu rumah lagi. Hehe.

                Selesai beli makanan, pas banget busnya udah siap mau berangkat. Sempat ketemu Udin, tapi karena beda bus dan jadi panitia juga. Sibuk deh dianya. Sama achikimpriw juga deuuh. Eheeem. Hehe. Pisss akh udiiin. Ayo segera masuk bus. Kita berangkat lagii.

                Makan malam di bus bareng2, gelap2an karena lampunya di matiin. Lagi pada nonton fil horror, katanya biar seru. Hehe. Sebelum nonton film, ada hal menarik perhatianku dengan teman2 yang ada di Bus. Sepanjang jalan, mata kami di suguhkan dengan “Pemandangan” kafe remang2. Bahkan ada pula kafe yang persis ada di samping masjid. Astaghfirullah!! Negara kita loh ini sodara-sodara. Huffh… mengelus dada aja deh dan berishtighfar.

                Selamat malam semua ya teman2. Sudah malam nih. Ayo istirahat dulu. Perjalanan kita masih jauh. Semoga mimpi indah ya. Baca do’a dulu…..

###

28 Jan 2012
@ Brebes 01.30

                Bus berhenti. Di salah satu SPBU. Dimana ya? Tanyaku dalam hati. Bertanya sama teman yang lain juga pada ga tau. Turun juga deh. Mau ke kamar mandi, wudhu. Biar lebih seger sedikit. Lama duduk di bus juga pegel kan. Lagi menunggu antrian di kamar mandi, aku berusaha mencari tau sedang dimanakah aku? Hehe. Lihat aja deh sama tulisan di baju Penjaga Toiletnya. Kebetulan yang jaga waktu itu seorang petugas keamanan SPBU itu. Aha! Aku ada di Brebes deh. Hehe.
                Sejenak bersama teh Iyank duduk di pelataran parkiran SPBU, ga lama dateng Udin sama mae. Ngobrol2, bercanda2. Hihi. Seger lagi deh. Semangat lagiiii.
                Berangkat lagi busnya melanjutkan perjalanan. Jadwal yang tadinya tujuan pagi ini ke penginapan dulu, langsung berubah deh. Kita semua langsung menuju lokasi tempat kita mau belajar. Nanti subuh berhenti lagi katanya. Mandinya dimana yak??

@ Kebumen, 04.30
                Alhamdulillah…. Sudah waktunya shalat subuh nih fren. Bangun yuk. Kita shalat. Panjangnya antrian di kamar mandi SPBU ini. Haduuh…. Tapi kalo ga ngantri kapan juga dapat giliran untuk bisa buang air kecil atau pun wudhu.

                Aku berjalan kea rah depan SPBU. Bertemu dengan Ochi, Riyanti, Uminah. Pada sikat gigi dan wudhu di salah satu kran yang ada di sana. Ga lama Teh Iyank ngajakin aku sama yang lain untuk cari rumah warga untuk bisa ke kamar mandi. Ada Udin juga sama Iqbal. Mereka pergi aja bertiga. Aku bertahan di SPBU. Ga lama mereka balik lagi. Yah… gubraks deh.

                Pak Karim tiba2 dateng. Seger banget kayaknya. Beliau cerita kalau habis mandi di Balai Desa di sebelah kiri jalan sana. Trus Teh Iyank sama Udin juga bilang kalo dari sana. Ya udahlah, akhirnya aku, mae, The iyank, Udin sama Iqbal mencoba mencari Balai Desa.

                Ketemu gerbang jalan menuju Balai Desa lumayan serem. Yang tadi dikira Udin, gerbang kuburan. Hehe. Duasaaar penakuuut. Memang lumayan serem juga sih. Mana ga ada penerangan jalan lagi. Jadi jalannya kita pake feeling aja. Hehe

                Alhamdulillah. Nemu deh Balai Desanya. Ada musholla kecil di belakang Balai Desa itu dan ada 2 kamar mandi juga. Tapi ko rame orang ya di depan kamar mandinya. Aku mendapati sekitar 5 orang ada di depan kamar mandi. Oh ternyata mereka yang berhenti juga di SPBU, yang mencoba mencari alternatife lain menghindari antrian kamar mandi yang mengular di SPBU. Mereka anak-anak SMA di Cianjur yang mau study tour juga ke Jogja. Lucu deh, Udin sampe di panggil “Om” sama mereka. Aku sama yang lain ketawa aja deh. Hehe. Memang kalo muka udah tua mah ga bisa di bohongin deh. Haha. Pisss ya Udiiiin.

                Oh iya nemu lagi satu hal uniknya. Salah satu anak SMA yang dari Cianjur itu namanya juga sama dengan nama anak kelasku. Dedi! Orang Cianjur ga punya nama lain kali ya,… hehe.

                Beres shalat. Langsung bis berangkat lagi menuju kota Jogjakarta. Katanya mau berhenti lagi dengan agenda mandi serta sarapan pagi. Walah. Repotnya mandi di kamar mandi umum. Ga nyaman. Huffh….


@ Wates, Jogjakarta 06.30

                Ups… busnya udah stop lagi nih. Ayo mandi yook. Kita cari rumah warga untuk mandi. Pas minta izin sama yang punya rumah, eh yang mpunya rumah malah menyarankan kita semua mandi di masjid. Ga taunya ada masjid yang lumayan besar di seberang jalan. Ya udah deh kita ke sana aja yuuk.

                Kamar mandinya ada 3. Orang nya ada 4, aku, Teh Iyank, Mae, Rose. Mereka duluan aja deh. Ga lama dateng Udin sama Aya. Hihi. Ayo mandiii. Beres mandi, busnya udah berangkat dari SPBU. Kita aja naiknya di pinggir jalan. Dimarahin sama kondekturnya. Katanya kalau mau perginya jauh-jauh harus bilang. Kan kita udah bilang pak… sama Pak Karim tapinya. Hehe.

@ Bayat, 11.00

                Alhamdulillah… sampai di tempat tujuan yang pertama. Kampung kerajinan Gerabah dan keramik. Kami semua di sambut oleh orang-orang yang luar biasa. Perajin-perajin di sana yang punya karya cipta yang hebat. Kami belajar banyak hal di sana. Mulai dari bagaimana pembuatan gerabah2, bagaimana mereka menjualnya, bagaimana perkembangan usaha yang mereka jalani, Bagaimana menghadapi permasalahan yang ada, Bagaimana memajukan usaha mereka sampai ke luar negeri. Wuaah… hebat euy.

                Ada pembelajaran menarik pula yang saya temukan di sini. Pembelajaran tentang akhlak lebih jelasnya. Nanti lah akan saya tulis di sebuah tulisan yang lebih mendetail. Pokoknya pembelajaran yang Insya Allah, bermnfaat. Khususnya buat diri saya sendiri.

                Aaah… sudahlah forget about it! Masih banyak hal yang harus kita kerjakan serta kita pikirkan daripada hal yang ga jelas itu. Oke deh….

                Sudah adzan mari kita shalat. Dan ga jauh dari tempat pembuatan gerabah-gerabah itu ada sebuah musholla kecil. Kita semua shalat di sana dan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Gede. Menuju industri perak di sana. Yuuk…

@ Kota Gede, 15.00

Rose n Teh Iyank
                Sampailah kita di sebuah toko kerajinan perak. Turun langsung bersemangat gitu. Karena melihat ada tukang baksi mangkal di depan tokonya. Asyiiik… Seger banget kayaknya. Tapi ada yang lebih menarik deh, mending lihat-lihat kerajinan dari perak dulu di dalam toko. Kayaknya bagus-bagus deh. Pengen beli ah….

                Ke dalam toko, hasil kerajian tertata rapi di dalam etalase kaca yang cantik. Makin mempercantik tampilan kerajinan perak itu. Ditambah pula dengan harganya yang ikut bikin tambah cantik. (Muaaahaaal bangget booow). Saya kira ada gitu yang bisa di beli kisaran harga 50 ribu an deh. Ini mah.. mantap banget. Paling murah aja 400 ribu an. Waduuuh,,,, mending buat bayar SKS cuy. Tanggal 20 Feb udah masuk semester 4. Hehe. Gigit jari aja dah. Hehe



                Lihat pembuatannya aja yuk. Ternyata memang pengerjaan kerajinan perak itu memerlukan ketelitian yang luar biasa. Kesabaran serta keuletan pengrajin memang merupakan modal utamanya. Pantas lah harga-harga nya yang melejit tadi. Karena pembuatannya juga memerlukan usaha yang bukan biasa-biasa. Usaha luar biasaaa…..

                Udahan ah lihat kerajinan peraknya. Kita nyebrang aja di toko lain. Jualan kaos2 sama batik githu deh kayaknya. Nemenin Teh Iyank cari kaos buat Pak Amru. Ada tuh yang keren. Semoga beliau suka ya pak. Amiiin.

                Beres beli kaos ya kita beli bakso dulu dah. Lumayan seger buat ganjel perut sore-sore. Yuuk mariii makan. Selesai makan langsung di suruh masuk bis. Karena kita mau ke Malioboro. Ayuk segera. Kita mau jalan-jalan lagii. Hehe.

@ Malioboro 17.00

Di perjalanan, aku malah tidur dan bangun2 udah ada di pelataran Bank Indonesia. Ayo bangun, kita cow ke Malioboro. Rose langsung ngajakin ke Bringharjo. Ayo cepet udah jam 5 nih. Nanti keburu tutup.

                Sampe di Bringharjo, Teh Iyank sama Rose langsung sibuk deh cari oleh2 batik sama kaos ya. Aku beli apa yah?? Bingung ah. Beli cendol aja yuk. Puanaaas banget sore ini, enak kan kalo minum yang seger2.

                Ga lama adzan maghrib sudah berkumandang. Yuk cari masjid, kita shalat dan langsing cari makan untuk makan malam. Tadi panitianya bilang kalo kita sudah harus kumpul lagi di bis jam 20.00. Ah… masih jam 18.30. Insya Allah masih keburu kita keliling lagi sebentar. Beres shalat langsung cari makan. Dan menunya ga lain dan ga bukan selain McD lagi deh. Haha. Abis bingung mau cari makan apa lagi. Yang gampang aja deh. Nemu rumah lagi deh di Jogja. Kalo di Bogor, biasanya kan makan McD di Jogja jalan baru. Nah ini di Jogja beneran makannya McD juga. Hehe.

                Alhamdulillah…. Makan malam udah ada. Trus katanya Teh Iyank mau tuker kaos yang tadi dia beli. Ayo deh kita anterin. Ga lama masuk sms dari Njie, katanya kita bertiga udah ditunggu di bus. Tinggal tunggu kita bertiga!! Haha. Seruu, jadi anak hilang dari tadi pagi. Bikin panik orang se bus. Kan belum jam 20.00 ge….

                Nyampe di bus, langsung busnya berangkat. Katanya mau ke pabrik bakpia pathok 25 trus ke penginapan. Let’s go there!!!

@ Pabrik Bakpia Pathok 25, 20.45

                Ternyata bukan pabrik tau. Tapi toko utamanya Bakpia Pathok 25. Langsung tuh toko dikerumunin sama temen2 3 bus. Langsung tokonya berubah kaya sarang lebah. Ngiuuung ngiuung…. Pada ribut tanya harga dan segala macem. Beli ga ya? Foto-foto aja lah dulu yuk. Hehe. Eksisnya dimana-mana.

                Ngeledekin Ochi sama Itis yang ngeborong bakpia banyak banget. Hehe. Mau buat orang sekampung ya chi??? Pisss akh… Udahan yuk berangkat lagi. Masuk ke bus kita segera ke penginanapan. Merebahkan badan, meluruskan badan. Dari semalam kan tidurnya di bis. Senyaman-nyamannya tidur di bis, lebih nyaman tidur di kasur lah. Dalam perjalanan ke penginapan tidur aja yuk. Lumayan jauh loh.

@ Asrama Haji Donohudan, 22.30

Kamar 10
                Alhamdulillah… sampai juga kita di penginapannya. Besar banget tempatnya. Karena ini adalah tempat yang disediakan oleh pemerintah kota Solo untuk para jama’ah haji yang akan berangkat. Asrama ini bisa menampung hingga 1000 orang loh. Lapangannya juga luas. Cukup untuk parker bus-bus yang akan menghantarkan para jama’ah ke Bandara.

                Aku di kamar 10. Ketua coordinator pula. Karena nama paling atas, ya sudah lah gak papa. Karena sekamar juga anak magabut semua. Tapi ada juga yang terpencar sih. Mae, Esti, Riyanti, Ochi sama Itis. Mereka ga sekamar sama aku. Kalo di kamar 10 itu ada Teh Iyank, Rose, Uminah, Riris, Fitria, Merry, Putri, Njie, Diah sama Mb Ery.

                Nyampe di penginapan ada 2 hal utama yang mau aku dan teman2 kerjakan. Apa coba? Mandi dan nge charge hp. Hehe. Mandi, karena udah gerah banget seharian berpanas-panas ria dan nge charge hp karena udah low banget tuh hp.

                Udah malam gini masih aja pada On “batre” nya. Masih pada kuat ketawa-ketiwi. Gak apa deh kapan lagi magabut bisa kumpul begini. Sweet moment. Hampir tengah malam juga belum pada tidur. Ada yang takut ga bisa tidur segala lagi. Ada aku fren,, mataku belum ngantuk nih. Karena tadi udah tidur kali ya pas di bus. Habis mandi dan shalat malah tambah seger aja mataku. Tilawah sebentar… eh langsung pada tepar. Nah! Gue gimana cuy…. Sendirian deh. Nulis aja deh, tapi ko lama2 horor juga ya sendirian belum tidur? Matanya ga mau membuka lagi dan melarangku untuk melihat arah pintu keluar yang ada di samping kamar mandi dekat tempat tidurnya Riris. Ada apa yaa?? Astaghfirullah… ah Cuma persaan aja! Ayo berdo’a aja ta. Ada Allah sang Maha Penjaga…

29 Jan 2012
@ Kamar 10

                Pagi yang seru ceria bersama magabut. Teman-teman yang ga sekamar pada dateng. Cerita-cerita, ketawa, foto-foto. Waah…. Guys, senangnya berpergian bersama kalian. Sayang ga semuanya bisa ikutan ya. Hmm… next time kita semua bisa ada semua ya. Amiiin

                Selesai pada mandi, rapi dan wangi. Yuk mari kita sarapan. Bentar lagi kan mau ada seminar dan kita harus sudah rapi di tempat acara jam 08.00. Sebelum sarapan siap kita foto dulu deh di meja makan ya. Hehe. Eksiiis

                Sarapannya seger banget pake soto ayam, tempe, tahu. Ga ketinggalan sama kecap juga. Hehe. Lagi sarapan gitu aku ngobrol2 bareng Teh Iyank. Cerita2 tentang kamar yang kita tempatin trus iseng mau tanya sama Putri kalo di kamar “ada apa aja”. Putrinya dateng dan dia jawab kalo ada Papahnya disampingnya. Nah terus kan aku sama Teh Iyank tanya, kalo di deket pintu keluar deket kasurnya Riris ada sesuatunya ga. Putri jawab, Iya! Huaah…. Shock! Meski kata Putri dia hanya anak kecil dan tidak mengganggu, tapi ya tetep aja lah. Ko aku bisa lagi nih.. astaghfirullah. Maaf ya. Kita kan udah beda alam yak. Jangan saling mengganggu ya.

                Kenapa jadi sensitif lagi nih aku sama yang “begitu2”. Walaah… musti lebih banyak meruqyah diri sendiri. Banyak gangguan sepertinya. Tapi Alhamdulillah pas paginya udah ga kerasa hal yang aneh yang kaya malam tadi itu. Udah pergi sekolah kali ya anak itu. Hehe

                Selesai makan langsung ke tempat acara. Ditunggu2 lamaa banget samape nguantuk, acaranya belum dimulai juga. Katanya pembicaranya belum datang dan acara mulai jam 10.00. Nah! Masih jam 09.00. Mari kita manfaatkan waktu dengan tiduuur. Hehe. Ke kamar deh. Pada tepar, aku sih nulis dulu sebentar. Baru akhirnya tertidur dan dibangunin sama Teh Iyank jam 09.45. Katanya acara udah mau di mulai. Ayo kita seminar kawan… (walau mata masih pada riyep2). Hehe

Seminar Kewirausahaan, 10.00

Pose duluuu
                Alhamdulillah…. Hari ini kami semua mendapatkan ilmu yang luar biasa dari orang-orang yang luar biasa pula. Para pembicara ada 4 orang. Yang bertiga adalah wirausahawan dan yang satunya lagi adalah seorang Psikologi yang menjabat pula sebagai konsultan usaha. Wah pokoknya hebat deh beliau2. Ada yang awalnya tukang becak dan kini menjadi seorang pengusaha batik yang sukses,hingga dikenal Ibu Negara dan mancanegara,  pengrajin gerabah yang sudah merambah dunia internasional, pengusaha telur burung puyuh. Insya Allah ada tulisan lain yang akan coba saya ceritakan tentang beliau-beliau. Saya juga begitu kagum dengan Bapak Ajis yang sebagai seorang Psikolog itu. Saya selalu tertarik dan merasa kagum jika berinteraksi dengan orang-orang yang ahli dalam “ilmu jiwa” karena mereka paham betul bagaimana memposisikan diri mereka ketika bersosialisasi dengan lingkungannya. Kalau menurut saya looh. Pokoknya keren deh. Sssttt….. cita-cita juga bisa belajar lebih dalam tentang psikologi di S2 nanti. Insya Allah. Amiin.

                Acara seminar berakhir pukul 12.30. Kita semua langsung disuruh makan siang dan packing. Shalat berjama’ahnya di masjid depan. Alhamdulillah.,,, barang2ku sudah rapi tinggal go aja!!

                Hujan mengguyur asrama haji Donohudan. Deras banget. Alhamdulillah bis nya stay di tempat teduh dan ga kena hujan. Alhamdulillah. Ayo kita berangkat lagi menuju Solo. Katanya mau ke Keraton Solo dan Pasar Klewer. Bismillah….

                Sepanjang perjalanan, mataku disuguhkan oleh tetes-tetes hujan yang merintik di kaca bening di samping tempatku duduk. Sejuknya. Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah. Hamba selalu bersyukur tiap rahmatMu turun. Hamba selalu bersorak senang kala rintikan hujanMu membasahi bumi ini. Karena itu tanda cintaMu ya Rabb. All praises to Allah.

Keraton Solo, 15.30

                Hujan semakin deras ketika kami mulai turun untuk bergegas mengunjuungi Keraton Solo. Suasana di depan Keraton penuh sesak dengan para pedagang yang menjajakan beragam barang dagangannya. Rupanya ada tradisi Sekaten yang sedang diselenggarakan. Jadi aula Keraton sudah seperti pasar malam. Kami pun bingung menemukan Keratonnya ada dimana. Jalanan yang menggenangkan air kotor, tak menyurutkan langkahku, Teh Iyank, Rose sama Njie untuk sampai di Keraton Solo. Masa udah jauh2 ke Solo ga ke Keraton Solonya?? Hihi.

                Alhamdulillah…. Akhirnya nemu juga. Tapi katanya Keratonnya sudah di tutup. Di sana kita Cuma lihat foto2 serta info2 mengenai Keraton Solo. Yang dipamerkan di salah satu ruangan yang ada di sana. Ya gak apa deh, yang penting ga penasaran amat sama Keraton Solo. Heheh.

                Beres lihat2 pameran Keraton Solo, teman2 yang lain ngajak makan bakso. Tapi males uy, akhirnya saya pesan ice dawet aja ya. Malas makan bakso. Jam sudah menunjukan pukul 16.00. So… sebentar lagi kita harus kembali ke bus ya. Karena jam 16.30 kita mau pulang menuju Bogor.

                Sempet beli dodol juga sama gorengan buat bekel di dalam bis. Akhirnya pulang yuk pulang. Solo… saya belum sempat berkeliling lebih banyak di kotamu. Sudut2 kota yang sejuk itu, berjalan di bawah rerintikan hujan. Kayaknya seru banget melihat suasana Solo dari dalam Bis. Someday ya…. Saya ga akan buru2 begini merasakan suasana kota Solo. Insya Allah. Amiin

                It’s time to go home…… Rain city!!! I am coming…. Kangennya sama tugu kujang, genteng UIKA, gerbang UQ. Haha.

30 Jan 2012 @ UIKA, 07.30

                Alhamdulillah…. Akhirnya sampai lagi saya beserta teman2 semua di Kampus kita tercinta. Bis saya merupakan bis yang pertama kali sampai di kampus. Yang lain mana yah?? Sejenak meluruskan kaki di mesjid kampus bersama dengan teman sambil menuggu teman yang ada di bis lain. Foto dulu,,,,,Cheesee….. (Ya Allah… mukanya keliatan pada cape banget tuh..). Hehe. Met istirahat ya kawan.

                Dan pada akhirnya….. sebuah “perjalanan” ini memberikan makna kepada saya. Memberikan cerita, memberikan momen indah, memberikan warna tersendiri dalam catatan perjalanan kehidupan saya. “Perjalanan hidup” kali ini, memberikan pengalaman yang tidak akan pernah bisa saya lupakan dalam kehidupan saya yang mendatang. Semuanya menjadi saksi-saksi bahwa saya pernah ada, pernah singgah, pernah hadir, pernah berinteraksi, pernah bersosialisasi, pernah bertadabur, pernah dan pernah belajar dengan ayat-ayat kauniyahNya yang Allah bentangkan di hadapan.  Alhamdulillah…. Terima kasih ya Allah atas limpahan nikmatMu yang tiada terhingga kepada hamba. Yang selalu membuat diri ini mengamati lebih dalam, merenungi lebih jauh, mengambil pelajaran terbaik dari tiap peristiwa yang hamba lalui. Semoga, “perjalanan-perjalanan hidup” yang lain lebih hebat, lebih semarak, lebih baik, lebih bermanfaat lagi. Khususnya bagi diri saya sendiri maupun makhluk semesta alam. Amiin. Insya Allah.
Prita Lifelong Learner's photo



Allahu’alam…….



# Terima kasih untuk kalian semua “pelajaran2” kehidupan yang telah banyak berkontibusi untuk membuat saya lebih dalam belajar tentang kehidupan….. Karena kalian semua adalah perantara cinta dariNya yang ingin DIA sampaikan kepada saya, melalui pembelajaran sejati dalam kehidupan. Insya Allah…..