Tampilkan postingan dengan label affirmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label affirmasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 September 2012

Affirmasi


Bismillahirrahmaanirrahim……

Aku punya impian, harap yang melebur dalam do’a. Telah aku lesatkan semua asa itu ke penjuru langit. Dalam keheningan kata sehabis aku bermunajat kepada pemilik bumi. Kini, semoga sedikit ikhtiar selain do’a ini bisa menghantarkan mimpiku jadi nyata. Ku abadikan serta dalam fotografi. Semoga suatu saat nanti, jika memang kehendakNya mengizinkan harap ini terwujud dalam hidup. Sungguh, aku semakin bersyukur. Setelah DIA anugerahkan aku sebuah pemikiran untuk memimpikan hal ini.

Mungkin menurut kebanyakan orang, mimpiku ini sepele. Tapi tidak denganku. Insya Allah ini akan menjelma dalam jejak kehidupanku. Entah kapan waktunya. Semoga kelak jika Allah kabulkan, aku akan tampilkan kembali gambarku bersama dengannya. Insya Allah, amin ya Rabb

Foto ini…. Affirmasiku, Insya Allah. Amin ya Rabb

Insya Allah, jadi nyata! 

Wallahu’alam hissawab

Minggu, 15 April 2012

Jalan Juang


Bismillahirrahmaanirrahim…..


Sabarlah wahai saudaraku tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati beri iman sejati
Berpadu dengan jiwa rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan asamu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang akan pasti
_Jalan Juang, IZIS

          Barisan lagu di atas menghentak-hentak serta menyadarkan diri ini. Mencoba membangkitkan gelora semangat  untuk selalu berjuang, berani berproses dalam pembelajaran kehidupan. Untuk tetap bertahan tanpa kenal lelah mewujudkan semua harap, impian serta cita yang Insya Allah mulia. Amin

                Melewati rentang proses pencapaian semua mimpi, tak pelak Allah menghadirkan segala macam ujian untuk kita. Allah ingin mengetahui seberapa besar niat kita mewujudkan semua mimpi kita. Allah ingin membuat kita kuat dan tegar melewatinya. Maka yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujianNya diluar kemampuan kita. Segala uji yang Allah sediakan untuk kita agar kita tahu dan benar-benar menyadari bahwa jalan Allah harus ditempuh dengan semangat daya juang yang tinggi. Jalan menuju ridhoNya bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani tetapi bukan pula hal yang mustahil untuk kita lakukan.

                Degup kehidupan yang saya lakoni kini membawa harapan agar semua mimpi yang saya azzamkan bisa terwujud. Derap-derap langkah  yang saya jejakkan ketika saya di sekolah, di kampus, di rumah maupun keseluruhan segi lingkup kehidupan, merupakan medan perjuangan saya meraih segala mimpi.

                Setiap mimpi pasti ada suatu usaha untuk merealisasikannya dalam nyata. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Setiap kesulitan ada kemudahannya. Setiap masalah ada jalan keluarnya.

                Maka… sabarlah wahai Prita Nurulhuda, sabarlah wahai saudaraku dalam menggapai cita karena jalan yang kita tempuh sangat panjang. Tak hanya sekedar bongkah batu karang.

                Maka… hujamkan dengan kuat tekad kita dan jangan mudah menyerah serta mengeluh. Tetapi pastikan asa dan harap kita semakin membumbung. Kejayaan dienNya bukan hanya sekedar mimpi, namun yang utama adalah satu…. JanjiNya. Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab….. 

Minggu, 25 Maret 2012

Wanita Shalihah



Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.
(HR. Muslim)


            Sebuah matan hadits yang mengandung makna yang begitu dalam, sedalam lautan qalbu. Menyirat makna yang tinggi, setinggi langit yang terus membumbung menuju titah Tuhannya.  Anggun, indah, mempesona, menyenangkan, dan seterusnya, jika teruntai tak akan habis memujinya. Dialah Wanita.
           
            Namun,,, tak semua wanita akan menjadi terhormat dan teragung dihadapan Rabb-Nya. Masing-masing memilih jalan yang telah digariskan. Akal, nafsu, nurani menjadi nakhoda penggerak merentas bahtera kehidupan yang selalu bersahabat dengan badai. Terkadang mereka berdiri tegak dalam pijakkanya, berteriak ِAku adalah yang terbaik, bahkan ada yang berani mengatakan, keshalihan itu relatif, tidaklah perlu saling menyalahkan. Namun, nurani-fitrawi tak pernah menutup matanya tuk mengakui, intan adalah intan dan lumpur adalah lumpur. 

            Demikian wanita Shalihah,,, adalah kebaikan yang yang terwujud dalam sosok makhluk yang bernama Hawa. Wujudnya telah terukir indah dalam sabda-sabda cinta Muhammad Shallahu’alaihi wasallam. Padanya tersemat mahkota Perhiasan Dunia yang paling terindah, bukan mutiara La Peregrina, bukan Batu Zamrud, bukan Permata Cleopatra, bukan Intan Aztec, bukan pula batu emas  atau perhiasan apapun di dunia ini. Keindahannya terus kekal, abadi hingga menuju singgasana Syurgawi.

            Perhiasan itu bisa redup bisa pula mengilau jika dijaga dan terus diasah.
            Dalam sabda cintanya, Rasulullah telah menunjukkan kilauan-kilauan dan aroma mereka.

Wanita shalihah adalah sebaik-baik keindahan, menatapnya menyejukkan Kalbu, mendengarkan suarannya menghanyutkan batin, ditinggalkan menambah keyakinan.,, , Wanita shalihah adalah ibu dari anak-anak yang mulia, wanita shalihah adalah istri yang meneguhkan jihad suami, wanita shalihah penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat, wanita Shalihah adalah adalah bidadari syurga yang hadir di dunia,,,,,


            Dia begitu sempurna, Ikhlas bagai Siti Hajar, Tawadhu’  bagai Bilqis, sabar bagai Khadijah, teguh bagai Sumayya, cerdas bagai Aisyah dan santun bagai Fathima Az Zahra.

            Itulah kilauan wanita Shalihah,,, tapi sebagai manusia, pasti ada kekurangannya, namun kekurangan itu terus diikhtiar dalam penyempurnaan.

            Menjadi wanita Shalihah adalah idaman fitrawi setian muslimah,,, menjadi wanita Shalihah bukan berarti menjadi bidadari, menjadi wanita shalihah bukan menjadi putih yang tek berbekas,,, menjadi wanita shalihah adalah proses menuju keridha’an Allah. Menapaki jalan yang di atasnya tercerahi cahaya petunjuk Allah dan Rasulnya, dan terus istiqomah di atasnya.


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum
maka ia akan dibangkitkan bersama kaum itu
(HR. Abu Dawud)

Insya Allah


Wallahu’alam…..


 
“I am just the ordinary woman but I try to keep learn, learn and learn about everything ever after
To be a good one… Shalihah. Insya Allah. Amiiin….” (ta.89)
  







Minggu, 18 Maret 2012

Ketika Anak Meminta


Bismillahirrahmaanirrahim…..

“Mah…. Pokoknya aku mau beli buku ini ya!” Ujar seorang gadis kecil sambil berlari menuju pada ibunya dengan membawa sebuah buku.

“Ah ade… apa sih? Kamu sok tahu aja, memangnya kamu ngerti apa isi bukunya?” Jawab sang Ibu sambil berlalu dan melihat buku di rak2 lainnya

“Iiih… pokoknya aku mau beli dan baca buku ini!!” Rengek sang anak

Akhirnya ada jawaban yang melegakan dari seseorang…..

“Iya nak, iya gak apa-apa kita beli ya. Nanti cerita ke papa ya sayang bukunya cerita tentang apa. Ok? “ ujar lelaki berkacamata yang ternyata adalah ayah dari gadis kecil itu.

“Oke pah… nanti aku certain. Pasti seru ceritanya…” ujar sang gadis kecil
###

                Percakapan di atas adalah sebuah percakapan singkat suatu keluarga kecil yang saya temui di salah satu stand buku di IBF tahun 2012 ini. Suatu siang saya dipertemukanNya dengan mereka. Saya yakin ada cerita unik serta hikmah yang bisa kita ambil dari kisah singkat ini. Insya Allah.

                Pertama, tentang respon sang ibu kepada gadis kecilnya yang meminta sebuah buku. Pantaskah seorang Ibu menanggapi respon seorang anak yang sedang ingin tahu terhadap sesuatu dengan sikap seperti itu? Bukannya pula  saya menjudge ibu itu berlaku salah atau apa pun. Setidaknya saya belajar dari beliau dan sedikit memahami jika saya di posisikan sebagai ‘gadis kecil’ itu. Saya berfikir, meski mungkin harus saya telaah lagi dan mencari teorinya tentang “gold age” seorang anak, tetapi setidaknya saya melihat ada rasa keingintahuan dari sang anak tentang hal yang belum diketahuinya. Itu merupakan hal yang sangat baik menurut saya. Dia belajar untuk mengkritisi suatu masalah yang baru baginya. Maka tugas kita sebagai orang tuanya, arahkanlah rasa keingintahuannya dengan baik. Hal ini berguna pula untuk perkembangan dirinya, kecerdasannya dan pemahamannya tentang hal yang baru.

                Kedua, tentang respon sang ayah yang sangat bijak menanggapi suatu keinginan dari anak gadisnya. Saya fikir, sang ibu harus mencontoh sang suami. Jangan terlebih dahulu kita mebuat sebuah pernyataan kepada anak jika dia mengajukan sesuatu yang dia inginkan. Pasti ada suatu alasan yang sangat mendasar dan yang membuat anak ingin tahu. Dan kedua hal inilah yang seharusnya kita gali lebih dalam dari diri anak. Inilah proses perkembangannya.
                                Dua pelajaran di atas, mungkin bisa jadi hikmah tersendiri bagi diri saya sendiri. Saya  sedikit menyimpulkan sebuah benang merah dari sebuah peristiwa yang pernah saya temui. Yang kelak, insya Allah menjadi pelajaran berharga ketika nanti saya dihadapkan dengan anak saya sendiri. Kelak mereka mengungkapkan rasa keingintahuannya pada saya. Semoga saya selalu ingat dengan kisah ini. Insya Allah. Amin.

                Dan pada akhirnya, saya selalu ingat dengan penutup kisah gadis kecil itu dengan rasa keingintahuannya yang besar, ibunya serta ayahnya. Sebuah ending yang saya miriskan sekali.

                Ketika buku-buku yang sudah dipilih oleh ibu, ayah serta gadis kecil itu hendak dihantarkan ke meja kasir, sang ibu langsung menyuruh pramuniaga stand buku tersebut untuk meletakkan kembali buku yang diambil anaknya. Ibu itu terlihat sedang berdialog singkat dengan sang anak sebelum membatalkan membeli buku pilihan anaknya. Terlihat sedikit gurat kekecewaan dari anak gadis itu. Tetapi sepertinya ibu tadi menjanjikan sesuatu yang mungkin sedikit membuat anaknya terhibur.

                Ya Allah… miris sekali lihatnya. Hmm… dan saya pun teringat selalu dengan judul buku yang diambil gadis kecil itu. Saya yakin ada sesuatu hal yang ingin sanga anak sampaikan melalui buku itu. Dan judul buku itu ternyata adalah… “MASA DEPAN ANAK”


Wallahu’alam hissawab….

Minggu, 26 Februari 2012

Kekuatan Niat


Bismillahirrahmaanirrahim…….

Targetkuwh...
                Alhamdulillah….. akhirnya sampai juga saya di akhir pekan pertama awal perkuliahan di semester 4 ini. Sepekan kemarin menyisakan ketakjuban yang luar biasa pada diri saya sendiri khususnya. Meski jumlah SKS di semester ini tidak sebanyak semester kemarin, tetapi materinya itu loh!! Hehe

                Namanya juga belajar. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa dan dari yang tidak memahami menjadi paham. Insya Allah. Amiiin

                Sepertinya saya harus benar2 menyusun waktu jadual harian dengan baik. Membagi antara waktu beribadah, mendidik, menghafal, membaca, tugas-tugas kuliah, dan waktu untuk diri sendiri. Menempelkan semua target2 yang ingin di capai dalam “dream board”, agar selalu terpacu untukbisa mewujudkan semua target dengan baik dan tak hanya sekedar coretan belaka.

                Menjaga kondisi fisik juga, agar  sehat serta fit selalu bisa menjalani akatifitas sehari-hari dengan baik. Karena sepertinya hari-hari ini hujan selalu ingin mengiringi saya. Setiap malam habis kuliah, saya dan supri membelah jalan bersamanya. Kadang deras, kadang hanya gerimis kecil. Tapiii seruuuu. Hihi

                Di awal semester ini, Insya Allah saya berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang saya lakukan di semester2 lalu. Kini harus benar-benar FOKUS! Mengoptimalkan, memaksimalkan segala potensi serta kemampuan yang telah Allah anugerahkan serta amanahkan kepada saya. Insya Allah, ajari hamba ya Rabb. Amiiin

###
                Untukmu…. Sebuah renungan bagi jiwa. Pengingatmu ketika hendak melangkah kan kakimu untuk beribadah di bumiNya. Hal yang paling utama…. NIAT. Sebuah awal pemikiran untuk apa kita melakukan ini dan itu. Untuk siapa kita berjuang untuk meraih segala hal yang kita ingin kita wujudkan. Apa manfaatnya? Hal apa yang bisa kita bagi kepada kebanyakan manusia? Apa dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya.

                Kekuatan niat ini yang kelak akan terus menguatkan kita kala kita tak kuasa menahan dera uji yang menghadang. Ketulusan hati kita untuk melafadzkan segala niatan kita hanya untuk beribadah kepadaNya. Agar tak menjadi sebuah niatan yang “dangkal” dan hanya terpaku pada hal duniawi saja. Naudzubillah

                Dangkal…. Ya benar. Kata-kata ini serasa sangat menampar saya, menyadarkan diri, memuhasabah jiwa, merenungi dan terus kembali memutar otak saya untuk selalu bertanya tentang pondasi utama saya, niat. Astaghfirullah.

                Insya Allah… tidak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan. Karena hidup itu identik dengan perubahan, karena ia adalah hukum Allah yang pasti terjadi dalam semua penciptaanNya. Setiap perubahan di alam semesta ini, dari hal yang terkecil sampai terbesar, selalu mengandung bukti akan kebesaran Allah. Wallahu’alam….

“….. kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal”

(QS Al-Imran:159)

Sabtu, 25 Februari 2012

Kesan Mereka....


Bismillahirrahmaanirrahim……..



                Muhammad Khairul Azzam Alhafidz. Nama itulah yang selalu kian mengingatkan saya di akhir pembelajaran semester ganjil kemarin. Di secarik kecil note yang saya berikan kepadanya, dia menuliskan kata-katanya untuk saya.

“ Azzam akan janji hafalannya akan nambah”

            Deg! Hati saya langsung terenyuh dalam diam. Terharu. Tanpa sadar menyisakan bulir kaca di mata saya. Hampir saja terjatuh. Hampir. Tapi saya alihkan dengan langsung membaca kertas yang lainnya. Mengapa saya begitu kian terharu membaca kertas pesan Azzam dibanding anak yang lain? Karena ketika pembelajaran saya memang selalu mengingatkan hafalan-hafalannya. Dengan agak tegas juga sepertinya. Ketika mengingatkannya, kadang dijawab malas. Tapi juga disambut semangat untuk terus menambah hafalannya.

Memang menjadi kebiasaan saya selalu menyediakan kertas-kertas kecil untuk semua anak-anak didik saya di akhir pembelajaran mereka di semester itu. Mereka menuliskan kesan-kesan selama belajar bersama dengan saya. Semua tulisan mereka romantis. Semua tulisan mereka selalu menyentuh saya. Semua tulisan mereka selalu membuat sunggingan senyum simpul di wajah saya. Semua tulisan mereka membuat saya selalu rindu kepada mereka. Semua tulisan mereka selalu mengharukan serta menyisakan bulir-bulir air yang kian jatuh. Semua tulisan mereka kini melayangkan saya ke waktu di hadapan….

Kelak nanti…. Jika saya sudah memiliki buah hati, pesan romantis apa yang mereka berikan pada saya yah? (^^)

Wallahu’alam hissawab….

Affirmasi....

# Dear anak-anakku yang shalih dan shalihah…. Kelak Allah akan mempertemukan kita ya nak. Kita nanti belajar bersama dalam ruang kelas tanpa batas bernama kehidupan. Belajar bersama menjadi generasi Qur’ani, penerus kejayaan dienNya. Belajar bersama saling memahami, mengerti, mengisi, mengasihi, mencintai dengan sepenuh hati. Belajar bersama untuk bisa meniatkan segala sesuatu hanya karenaNya, di jalanNya, dan untukNya. Belajar nak…. Dan terus belajar….. do’ain ya nak. Ibu sedang dipersiapkanNya untuk menjadi pendidik terbaik untuk kalian semua…. Insya Allah. Amiiin. Amiiin. Amiiin Ya rAbb. Ibu rindu kalian, selalu…..


Minggu, 22 Januari 2012

Semangat Mereka Tak Pernah Padam


Bismillahirrahmaanirrahim…..

            Alhamdulillah…. Di semester 2 di tahun pelajaran 2011-2012 ini, saya di amanahkan oleh Allah anak-anak didik yang sangat luar biasa bagi saya. Semangat mereka luar biasa! Itu yang membuat saya ikut juga terpacu dengan semangat belajar serta berjuang mereka untuk belajar.

            Ketika sedang mengajar, sambil menatap lekat anak didik yang sedang membaca ayat-ayatNya. Kadang malah menerbangkan pikiran saya ke 6 tahun hadapan. Membayangkan seperti apakah rupa anak saya kelak, seperti apa akhlaknya, tertawanya, sedihnya dan sebagainya. Interaksi saya akhir-akhir ini dengan anak-anak didik sering membawa saya ke sana. Lucu banget dengan kepolosan mereka. Ya Allah… semoga anakku bisa sholih serta shalihah seperti anak-anak didikku sekarang. Bahkan lebih. Harapku. Insya Allah. Amin

            Hingga suatu hari, ayatul kauni Allah dihamparkanNya di depan saya. Melalui anak didik saya. Kelas 1 SD. Namanya Muhammad Fauzan Maulana. Saya terharu dengan daya juang sera semangatnya yang tinggi. Kala itu dia tidak mengerjakan tugas membaca Cahayaku di rumah. Dan sudah menjadi kesepakatan kami bersama, jika ada yang tidak mengerjakan PR membaca Cahaya di rumah maka akan membaca sebanyak 5x di sekolah. Maka Fauzan pun melaksanakan konsekuensinya ditambah dengan tugas membaca di sekolah sebanyak 3x. Jadi dia harus membaca sebanyak 8x.

            Sungguh saya benar-benar tidak menyangka bahwa dia mau serta sanggup mengerjakan segala konsekuensinya itu. Karena agak terbata dia membaca tiap kata. Tetapi dia terus membaca. Walaupun lambat tetapi memang bacaannya betul. Bahkan ketika saya sedang mengetes bacaan Cahayaku Fauzan Kamil kemudian saya menyuruhnya untuk kembali mengulang karena kurang lancar. Dengan sigap serta penuh semangat Fauzan Maulana menawarkan dirinya untuk membantu Fauzan Kamil untuk membaca bersama dengannya! Subhanallah….. mata saya berkaca-kaca. Terharu.

            Ya Allah… saya disadarkan oleh Allah lewat dia. Fauzan Maulana. Tentang arti sebuah daya juang serta semangat yang tiada pernah padam ketika belajar dan dalam hal apapun. Terima kasih ya nak. Semoga senantiasa menjadi anak shalih yang selalu semangat ya. Amiiin
###
            Kisah lain pun ada. Masih di level yang sama. Kelas 1 SD. Namanya Zidan Kasyafa AnNaba. Siang itu bagian kelompok kelas 1 yang menjadi giliran belajar di penghujung hari menjelang Zhuhur. Ketika saya hendak menyiapkan anak-anak untuk berdo’a penutup untuk pulang, Zidan berkata dengan sedikit berteriak pada saya.

“Ibu, aku pipis….” Ujar Zidan dengan ekspresi yang menunjukkan sedikit ketakutan

“Sekarang?” tanyaku. Saya mengira Zidan akan minta izin untuk ke kamar mandi tetapi dia menjawab lagi

“Iya bu sekarang lagi pipis.. yah, yah,, aku pipis di celana bu!!!” jawabnya lagi sambil mengerutkan muka nya lantas menangis

Teman-temannya yang lain pun bertanya-tanya pada saya. Tetapi segera mereka ku alihkan serta menyuruh mereka segera pulang. Dan menjawab singkat penasaran mereka dengan…

“Zidan mau pulang bareng Bu Guru, kalian ayo pulang duluan ya…. “ ujarku sambil menyalami anak-anak lainnya

            Dan Zidan dengan segala kecamuk perasaannya. Mungkin dia takut, malu, sedih. Campur aduk lah. Sempat juga kutanyakan kenapa dia tidak minta izin sebelumnya untuk ke kamar mandi. Dan menjelaskan bahwa  aku tidak akan melarangnya jika dia mau ke kamar mandi. Tetapi dia jawab dengan….

“Pipisnya dari tadi susah Bu…. Aku malu bu…” ujarnya khawatir

“Ya udah sayang gak apa-apa. Ibu gak marah sama Zidan. Udah pipisnya? Ayo kita ke kelas yuk, Zidan 
taro sandal dimana? Ayo bareng Bu Prita yuk ke kelasnya ya….” Ujarku berusaha menenangkannya sambil mengelus kepalanya. Kasian, mungkin lagi kurang sehat yah kamu nak? Ujarku dalam hati.

            Sepanjang perjalanan Zidan sudah tidak menangis lagi. Aku salut sama Zidan. Untuk se umuran dia, dia termasuk anak yang cukup tangguh. Bahkan mungkin tadi dia tidak ingin menangis. Mungkin bentuk menangisnya tadi karena dia takut dimarahi olehku, di ketahui oleh teman-temannya dan sebagainya.

            Sesampainya di kelasnya, Zidan ga mau masuk kelas. Akhirnya aku yang masuk lantas memberitahu kepada Wali kelasnya dan aku menghampiri kembali Zidan yang ada di selasar kelas. Mau member sedikit motivasi padanya…

“Sholih sayang… sudah ya jangan nangis. Gak apa-apa kok. Bu Guru ga marah kan? Zidan juga gak apa-apa kan? Lain kali kalo mau izin gak apa ya sayang. Oke? Senyum donk. Tos sama Bu Prita….” Ujarku sambil bertos dengannya.

            Alhamdulillah…. Walau masih malu. Zidan sudah mau bertos denganku. Dan itu juga sedikit  membuatku lega dan tak membuat dia merasa down dengan kejadian barusan.

            Ya Allah…. Kejadian ini. Membawa sejuta cerita indah ke hantaran alam pikiranku. Sholih banget deh Zidan… Ada harapan kelak di masa hadapan punya anak yang sholih sepertinya. Zidan juga termasuk anak yang unggul di kelompok. Hafalannya juga yang paling tinggi dan untuk ukuran se umurnya. Alhamdulillah hafalannya sudah Al-Bayyinah.

            Dan yang lebih mengejutkannya lagi. Ketika besoknya aku bertemu dengannya lagi di pembelajaran, ada barisan kata yang makin membuatku sejuk dengannya. Dia berujar…
“Ibu…. Aku minta maaf ya kemaren merepotkan ibu…” ujarnya sambil menyalamiku.
Reaksiku Cuma 1. Speechless!

###


* Ya Allah…. Harapku kepadaMu sang satu-satunya tempat berharap serta bergantung. Karuniakanlah hamba anak-anak yang sholih serta shalihah. Yang kelak menjadi amanah yang KAU titipkan hamba bersama kelak dengan mujahidku di dalam satu biduk rumah tangga. Dan berikanlah kami kekuatan untuk mendidik mereka dengan sebaik-baik pendidikan serta sebaik-baik cinta karenaMu, di jalanMu dan hanya untukMu. Kelak KAU jadikann keturunan kami menjadi mujahid serta mujahidah penerus kejayaan DienMu Ya rabb. Amiiin. Insya Allah…





“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku….” (QS Ibrahim : 40)

Minggu, 27 November 2011

Lagi... Affirmasiku


Bismillahirrahmaanirrahim…
Aku bersama SLR dan Tigi
Menangkap Gambar...

Aku, SLR dan Tigi



Lagi… mencoba beraffirmasi dengan segala mimpiku yang ingin ku gapai
Menyatukannya dalam satu frame agar menjadi rangkaian kesatuan mimpi
Yang sekaligus bisa di capai dan ku genggam….
Makasih buat abi yang jadi fotografer foto ini
Makasih buat “neng tigi” yang jadii objek fotoku
Makasih buat kamera SLR Nikon DX 700 SD
Saya belajar pake kamera SLR jadinya….
Seruuu… ga sabar pengen punyaaa!!!!


# Sayangnya kita ga foto bareng berempat yak?

Sabtu, 05 November 2011

Sebuah Harap

Bismillahirrahmaanirrahim


Sebuah potret untuk affirmasi diri ke depan

Mengabadikannya dalam frame indah fotografi

Sekedar mengungkapkan rasa yang tertambat pada gambar

Semoga hanya Allah dan aku yang tahu

Tentang segala rasa yang kian merekah dan mekar di hati

Tapi... aku juga tak mau rasa itu kian menyebar dan menjadi sebuah virus di hati

Naudzubillah... aku tidak mau mengulangnya lagi

Kesalahan di masa lalu yang cukup menamparku sekencangnya

Malu padaNya

Merasa kian tak pantas lagi meminta

Tetapi... kepada siapa lagi aku memohon ampunan kecuali padaNya

Ya Allah... ampunilah dosa-dosa dan segala kesalahan hamba di masa lalu

Berikanlah hamba kesempatan waktu untuk menebus semua khilaf

Kini... sadarkanlah diriku sesadar-sadarnya apabila hati ini mulai terjangkit

Ingatkan selalu ku apabila mulai terjatuh lagi dalam kubang cinta belum pada saatMu

Ya Allah... kini yang ku ingin sungguh hanya RidhoMu

Jika memang dia yang terbaik untuk agamaku, hidup di dunia dan akhiratku kelak

Jika memang dia...

Pahamkanlah ia dalam memahamiMu dalam jalan terbaik menurutMu

Jika memang dia....

Pertemukan kami dalam seindah-indahnya pertemuan 

Yang hanya ada ridhoMu ya rabb...  

Amiiiin....amiiiin... Amiiin