Tampilkan postingan dengan label Ruhiyahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruhiyahku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

Ya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim…

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah mengingatkan hamba pada suatu hal yang selalu hamba katakan kepada orang2 yang tengah menghadapi hal yang sama seperti hamba hadapi kini.

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah “mendidik” hamba dengan pelajaran berharga tentang berkhusnudzhan kepadaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengajari bagaimana caranya sebenar-benarnya percaya kepada kepastian janjiMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengabulkan do’a2 yang selalu hamba pinta padaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memahamkan hamba bahwa segala sesuatu ada waktunya dan indah pula di waktunya.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memproses mewujudkan sebuah kata yang selalu terngiang….

                _Seindah-indah rencana kita, ternyata jauh lebih indah rencanaNya_

Wallahu’alam….


Insya Allah ya Rabb.
Pahami hamba pada ketentuanMu yang tengah berlaku pada hidup hamba
Kuatkan hamba Ya Rabb. Amiiin

Minggu, 15 Januari 2012

Tentang Cinta (Part I)







Bismillahirrahmaanirrahim......

jika kita menghijrahkan cinta, dari kata benda menjadi kata kerja
maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah
jika kita menghijrahkan cinta, dari jatuh cinta menuju bangun cinta
maka cinta menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga
(Salim A. Fillah_Jalan Cinta Para Pejuang)


            Topik tentang cinta adalah yang hal yang selalu menarik untuk dibahas. Hingga Allah mengizinkan saya untuk membuka lembar-lembar buku Salim A Fillah. Tentang cinta. Judulnya Jalan Cinta Para Pejuang. Buku ini berisi tentang liku perjalanan panjang seorang pejuang dalam meniti, meraih cinta. Buku ini bukan sekedar tentang cinta yang biasa-biasa. Buku ini mengaitkan cinta dengan daya semangat juang tinggi yang kian mengokohkan langkah kaki untuk tetap menyusuri, jalan-jalan panjang dalam meraihnya. Inilah tentang sebuah cinta yang hidup, yang bersemarak, yang bermanfaat, yang kuat. Inilah cinta yang suci, yang segar, yang menggugah, yang mengubah. 

Cinta Rasul
                Seperti yang di tulis oleh sang penulis di Tapak Kedua buku ini, judulnya Cinta, Sebuah Kata Kerja. Salim A Fillah mengawali tulisannya dengan kisah sayyidina ‘Umar ibn Khattab dengan baginda Nabi Muhammad SAW….

“ Ya Rasulallah”, kata ‘Umar perlahan, “Aku mencintaimu seperti kucintai diriku sendiri.”

Kemudian beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersenyum. “Tidak wahai ‘Umar. Engkau harus mencintaiku melebihi cintamu pada diri dan keluargamu.”  

“Ya Rasulallah”, kata ‘Umar, “ Mulai saat ini engkau lebih kucintai darpada apapun di dunia ini.”

“Nah, begitulah wahai ‘Umar.”

                Salim menuliskan ketika dia membaca kisah ini, dia takjub dan bertanya. Sebegitu mudahkah bagi orang semacam ‘Umar ibn Khattab menata ulang cintanya dalam sekejap? Sebegitu mudahkah cinta diri digeser ke bawah untuk member ruang lebih besar bagi cinta pada sang Nabi? Dalam waktu yang sangat singkat. Hanya sekejap. Salim berujar, alangkah indahnya andaikan ia bisa seperti itu. 

                Lantai ia melanjutkan bahwa cinta berhunungan dengan ketertawanan hati yang tak gampang dialihkan. Tetapi ‘Umar bisa. Dan mengapa dia bisa?

                Jawabannya adalah karena bagi ‘Umar cinta adalah kata kerja. Menata ulang cinta baginya hanyalah menata ulang kerja dan amalnya dalam mencintai. Ia tak berumit-rumit dengan apa yang ada di dalam hati. Biarlah hati menjadi makmum bagi kerja-kerja cinta yang dilakukan oleh amal shalihnya. 

                Lantas sang penulis pun melanjutkannya tentang pemahaman yang ada tentang cinta pada saat ini. Erich Fromm mengemukakan bahwa “Cinta merupakan seni”, yang ditulisnya dalam The Art of Loving, “ maka cinta memerlukan pengetahuan dan perjuangan. Sayang, pada masa ini cinta lebih merupakan masalah di cintai ( to be loved ), bukan mencinta ( to love ) atau kemampuan untuk mencintai.”

                Persoalan cinta menjadi sesuatu hal yang sangat rumit dan tidak sederhana lagi. Karena cinta dalam latar piker kita adalah persoalan “dicintai”. Itu adalah sesuatu yang diluar kendali penuh jiwa kita. Kita dicinta atau tidak bukanlah suatu hal yang kita paksakan. Dunia di luar sana punya perasaannya sendiri, yang kadang secara aneh memutuskan siapa yang layak dan layak dicintai. 

                Salim A Fillah pun menuliskan kembali berisi kalimat ajakan untuk menyederhanakan tentang cinta. Bahwa cinta sebagaimana ‘Umar memahaminya adalah persoalan berusaha untuk mencintai. Cinta bukanlah gejolak hati yang datang karena paras ayu atau jenggot rapi. Tetapi sebagaimana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita, setiap cinta memang harus kita upayakan. Dengan kerja, dengan pengorbanan, dengan air mata, dan bahkan darah.



                Ada sebuah contoh kalimat yang terlontar dari seorang suami yang mengadu untuk bercerai. Dan kata-katany ini sangat menjadi tidak relevan, “Aku sudah tidak mencintainya lagi!” Nah… justru karena kau sudah tak mencintai lagi, maka cintailah dia. Karena sekali lagi cinta adalah kata kerja. Lakukanlah kerja jiwa dan raga untuk mencintainya. Kerjakan cinta yang ku maksudkan agar kau temukan cinta yanga kau maksudkan. Karena cinta adalah kata kerja. 

                Ada lagi kalimat seorang istri yang menerima seorang lelaki dengan keterpaksaan juga tak mempan. “Aku tidak mencintainya.” Engkau bisa memilih. Untuk mencintai atau membenci. Dan dalam keadaan kini, mencintai adalah pilihan yang masuk akal. Bukan perasaan itu. Mungkin ia memang belum hadir. Yang kumaksudkan adalah sebuah kata kerja untuk mencintai. Karena cinta adalah kata kerja. 

                Mencintai Allah, mencintai RasulNya, mencintai jihad di jalanNya juga berada dalam logika yang sama. Ia melampaui batas-batas perasaan suka dan tak suka. Mungkin ia sulit atau bahkan kalah jika dibandingkan dengan kecendrungan hati untuk mencintai ayah, anak, saudara, isteri, simpanan kekayaan, perniagaan, dan kediaman-kediaman indah. Tetapi ia mungkin dan masuk akal untuk digapai. Karena bukan “perasaan cinta” yang dituntut di sini. Melainkan “kerja cinta”. 

                “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah:216)

                Dalam jihad, cinta menjadi sederhana. Bukan karena kita suka melihat darah tumpah, bukan karena kita menyukai anyir peperangan. Perasaan kita boleh tetap membencinya. Tetapi cinta adalah kata kerja seperti yang terungkap dalam bai’at para sahabat, “Kami siap untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan rajin maupun malas, baik dalam suka maupun duka, dalam keadaan rela maupun terpaksa.” Inilah kerja untuk mencintai. Karena kita beriman kepada Allah, karena kita percaya pada ilmuNya, dan percaya pada kebaikan-kebaikan yang dijanjikanNya.

                Di jalan cinta para pejuang, cinta adalah kata kerja. Biarlah perasaan hati menjadi makmum bagi kerja-kerja cinta yang dilakukan oleh amal shalih kita.

                Sebuah lecutan semangat yang tiada terkira. Mengartikan cinta kepada sebuah kata kerja. Mengutamakan kerja cinta dibandingkan perasaan cinta. Karena cinta itu harus di upayakan, harus di usahakan, harus diperjuangkan. Maka perasaan cinta pun akan mengikutinya. Dan bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan!!! Bismillah…. Aku berangkat dari terminal keberangkatan…. Menuju jalan cintaNya. Insya Allah. Amiin


_Sumber : Buku Jalan Cinta Para Pejuang
Karya Salim A Fillah, semoga Allah memberkahi tulisan akhi
Amiiin. Jazakallah atas inspirasinya!!




Kamis, 05 Januari 2012

Hati


Bismillahirrahmaanirrahim…….



Cinta Allah....
“Ketahuilah, di dalam tubuh itu terdapat segumpal daging. Jikalau segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruh tubuh, dan jikalau segumpal daging itu buruk, maka buruk pula seluruh tubuh manusia. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah Hati”
(HR Bukhari dan Muslim)


               Hati…. Lagi lagi tentang hati. Dimana ada segala campur baur rasa, pertarungan batin antara hawa nafsu. Ya Allah… hamba yang masih terus bertanya dan belajar lebih banyak tentang hati. Bismillah…. Kuatkan hamba ya Rabb, meghadapi segala uji yang akan hamba hadapi di hadapan. Yang berkaitan dengan H A T I. Insya Allah. Amiiin

            Hati… mengingatkan saya kepada sebuah senandung lagu indah. Yang di ciptakan serta dinyanyikan oleh seorang yang taka sing lagi bagi kita… Aa Gym


Jaga.. Jaga... Jaga... Jaga... Jagalah hatimu
Jangan... Jangan... Jangan biarkan kotori hatimu

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya illahi

Bila hati kian bersih, pikiran pun kian jernih
Semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Ahlak kian terpuruk, jadi mahluk terkutuk

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh

Bila hati kian lapang, hidup sempit tetap senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya makin rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit


Jaga hati ta....
Jaga Allah maka Allah pun akan menjagamu
Insya Allah, Amiiin



Sabtu, 31 Desember 2011

Kejutan-KejutanNya


    Bismillahirrahmaanirrahiim.....
        
          Seorang sahabat  saya di facebook mengungkapkan suatu hal pada saya. Tentang kebiasaan saya selalu mengganti profile picture. Ya pokoknya profile picture saya itu tidak bertahan lama deh. Dan analisa dia saya kira benar juga.

            Dia bilang kalo sepertinya saya punya kepribadian yang cepat bosenan dan senang dengan suasana baru. Kemudian dia menambahkan beberapa kalimat lagi sebagai lanjutan kalimat tadi. Katanya obatnya biar ga gampang bosen adalah punya suami yang humoris, kreatif dan easy going.

            Walaah… saya ketawa menanggapi komennya. Tapi sedikit mengiyakan juga sih dan sedikit mengaminkan. Dia ada benarnya. Sejujurnya kenapa saya sering mengganti Profile Picture adalah…. Salah satu media mengungkapkan segala hal detail yang sedang saya alami saat itu. Dan sahabat saya bilang lagi, bahwa pasti saya mengungkap hal detail itu lewat photografi, tulisan maupun do’a.

            Saya tanya deh sama dia kenapa alasannya dia bilang saya orangnya bosenan? Jawabannya adalah, untuk hal2 yang bukan menyangkut prinsip saya orangnya mudah tergoyahkan. Tetapi untuk hal2 yang menyangkut dengan prinsip, saya akan setia serta memegang prinsip itu kuat2. Dan dia bilang lagi karena saya suka fotografi dan saya menganggap bahwa fotografi adalah salah satu cara mengekspresikan jiwa maka saya jadi sering deh ganti2 Profile Picture. Sebagai perwakilan ekspresi jiwa katanya.

            Lagi-lagi saya harus tersenyum dengan analisanya. Benar! Kemudian saya tanya sama dia, belajar dimana tentang analisis yang hebat tadi tentang saya. Eh dia malah jawab dengan kutipan kata2 saya juga…
 Saya belajar di sebuah sekolah maha luas bernama kehidupan
 Berguru kepada guru maha bijak yaitu pengalaman
Belajar setiap saat kepada hal apapun dan siapapun
Mengambil hikmah yang terbaik buat diri sendiri maupun orang banyak

                 Alhamdulillah…segala puji dan syukur hanya saya tujukan kepadaNya. Sekelumit kisah kecil di atas menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Saya belajar banyak hal dari mereka, orang-orang yang ada, yang hadir dalam kehidupan saya. Yang kian menyemarakkan kehidupan saya hingga menjadi kian berarti. Mereka lah guru kehidupan saya. Dari mereka saya belajar bagaimana menjalani kehidupan ini, dari mereka saya mendapatkan kejutan-kejutanNya yang tak terkira. Sungguh… hidup ini indah! Dengan segala liku dinamika masalah yang tertumpah ruah. Dengan segala perputaran roda waktuNya yang mempertemukan kita dengan misteri-misteri tarbiyah yang Allah sediakan untuk kita. Semuanya indah…

            Allah telah membuat kehidupan ini kian beragam dan berwarna. Dengan keberagaman hayati yang ada di alam jagat raya ini. Allah ingin kita memahami segala peristiwa yang terjadi di alam ini telah tercatat semua dalam kitabNya. Allah ingin kita bisa menikmati tiap detailnya proses kehidupan yang kita jalani dengan tulus hati serta berusaha melakukan segala sesuatu karenaNya, di jalanNya dan hanya untukNya. Insya Allah. Amiiin

            Saya sedang merasakan itu semua. “Kejutan-kejutanNya”  yang tak terduga. Semua serasa seperti mimpi dan tak pernah saya sangka-sangka. Layaknya keajaiban!! Tetapi ini nyata. Alhamdulillah ya Rabbi…
  
            Saya berdo’a agar saya dipahamiNya dengan segala “kejutan-kejutanNya” ini. Saya juga Insya Allah menarik satu benang merah dari segala “kejutanNya”. Allah mengajari saya, mendidik saya agar bisa jauh mencintaiNya lagi… Insya Allah. Semoga saya bisa mencintaiMu ya Rabb dengan segala ketulusan niat suci serta keikhlasan hati ini. Insya Allah. Amiiin

 # catatan ini terinspirasi dari "seseorang" yang selalu menyatakan dengan keyakinan serta ketulusan hatinya… melakukan sesuatu karena Allah…
Terinspirasi juga ketika dia berujar tentang sesuatu dengan ucapan… “Insya Allah”





Senin, 15 Agustus 2011

Qiyam Lail Yang Indah

Bismillahirrahmanirrahim......

Alhamdulillah Ya Allah, tadi malam dengan perjuangan keras melawan rasa kantuk serta kemalasan yang biasa hamba rasakan kala alarm Hp berbunyi, tetapi tidak di malam tadi.

Alhamdulillah, dengan sigap hamba langsung meraih Hp dan bergegas menuju kamar mandi dan tidak tidur lagi seperti biasa.

YA!!! Hamba HARUS BISA MELAWAN HAWA NAFSU yang datang dari DIRI SENDIRI, Melawan godaan syaitan yang selalu menjerumuskan manusia pada kesesatan dan penyesalan pada akhirnya. Naudzubillah, lindungilah hamba dari kejahatan Syaitan yang terkutuk.

Alhamdulillah, hamba yang sedang belajar Ya Allah. Agar Ramadhan ini sebagai madrasah jiwa, titik awal perubahan hamba menjadi manusia yang lebih baik. MujahidahMu yang semakin shalihah, istiqamah dan cukuplah Engkau Ya Allah bagiku.

Dan tidak hanya pada bulan ini saja, tetapi terus berusaha melakukan yang terbaik dalam bulan2 berikutnya. Amiiin. Insya Allah

Subhanallah,,,, ternyata memang benar semua firman2MU. Bahwa, bacaan Al-Qur'an di sepertiga malam sangat menyentuh di hati. Sungguh nikmat yang luar biasa. Alhamdulillah...

Air Mata Tahajud
Engkau langsung mengabulkan do'a hamba....
Tiada pernah hamba rasakan sebelumnya, jika hamba bangun malam untuk shalat malam hamba bisa menitikkan air mata. Tapi tidak tadi malam. Apalagi ketika kubaca "surat cintaMU", subhanallah!!! langsung mengalir bulir2 rasa syukur hamba akan keMaha BesaranMu.

Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah karena Engkau pula Yang telah memudahkan hamba untuk melakukan amal2 shalih. TanpaMu, hamba tidak dapat berbuat apapun, tanpa petunjuk dan hidayahMu hamba ini tersesat di tengah dunia yang makin menggila ini.

Alhamdulillah Ya Allah....
Alhamdulillah, jadikanlan hamba menjadi golongan hambaMu yang selalu bersyukur atas nikmat2Mu dan ajarilah hamba agar memahami, menghayati, mempercayai arti yang penuh makna dari....
Cukuplah Allah Bagiku....

Cukuplah Allah Bagiku

* Amiiin Ya Rabb