Tampilkan postingan dengan label Mimpiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpiku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

Rindu Anak-anakku (kelak) Insya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim ….

Tadi malam saya melihat TL nya mba Oki Setiana Dewi tentang pesan-pesan dalam ayat Al-Qur’an. Dari urutan yang pertama sampai ke 20 atau 23 gitu, saya lupa dan pesan terakhir adalah untuk anak surat Luqman ayat sekian. Lalu lanjutan TL beliau malah tentang kilasan balik tentang seminar parenting yang beliau ikuti tadi sepertinya. Sepertinya dalam kegiatan seminar tadi, mba Oki serta peserta lainnya diarahkan untuk menuliskan surat untuk anak-anaknya. Dan mba Oki pun bilang, meski mereka (anak-anaknya kelak) belum ada tapi dia tuliskan surat ini yang akan beliau berikan bertahun-tahun nanti. Kemudian ada 2 nama yang menjadi pilihan mba Oki, yaitu Abdullah dan Abdurrahman. Kemudian mb Oki meng-upload foto surat untuk anaknya itu. Duuh…. Saya jadi terharu. T_T

Saya jadi terinspirasi deh mba Oki, mau ya ikut jejaknya! ^^

Entah mengapa memang dari pekan yang lalu, saya juga merasakan keanehan yang luar biasa pada diri saya sendiri. Ada perasaan rindu pada sosok-sosok yang mungkin belum ada pada wujud konkritnya di dunia, tetapi mungkin sudah ada di Lauhful MahfudzNya, wallahu’alam.

Saya rindu pada (yang akan, insya Allah jadi anak saya kelak) AlFatih, beserta adik-adiknya. Saya memang punya harapan jika kelak nanti dianugerahkan anak laki-laki maka akan saya namakan dia dengan nama Muhammad AlFatih, karena saya ingin dia punya semangat yang sama seperti penakluk konstatinopel itu. Saya bahkan sampai menangis kala mengingatnya. Masya Allah, benar-benar aneh banget deh apa yang saya rasa. 

Dalam do’a saya padaNya, saya berharap agar diberikan kekuatan agar Allah memampukan saya menjadi seorang ibu yang baik buat anak-anak saya nanti. Mungkin apa yang rasa tentang kerinduan sosok mereka, karena saya merasa diri ini belum menjadi diri yang baik bahkan untuk diri saya sendiri. Astaghfirullah…. Kadang memang ketika down, saya mudah sekali putus asa begitu. Padahal kan kita ga boleh berputus asa dari rahmatNya yah? Astaghfirullah, ampuniku ya Rabb.

Hmm…. Oke deh, sekarang untuk sebuah kerinduan yang mendalam. Saya akan tulis surat buat mereka, harapan saya untuk diri saya, harapan saya untuk mereka dan harapan kami bersama beserta abinya. Insya Allah

_to be continued 

Minggu, 10 Februari 2013

Go to Thailand



Bismillahirrahmaanirrahim ….

Ya ampun, parah banget deh saya. Jarang banget upload tulisan di blog sampai udah ganti tahun pula. *tepok jidat
Banyak kejutan ketika buka dasbor, tentang cerita2 upload-an teman2 blogger dan sahabat saya yang shalihah, liawati. Baru lihat tulisan tentang MerahPutih MyBest yang mengharukan sekalee. *lebayy
Oke deh, langsung ajah mau curhat banyak neh blogger. Dimulai yang mana dulu yak? Saking banyaknya atau saking buntunya mau nulis nih? *ngeles.com

Ya udah mulai cerita dari kampus saya tercinta saja yaa. Jadi begini, pas tahun lalu kemarin di bulan Desember, suatu sore Bapak Fauzi Syamsuar (dosen), memasuki kelas saya dan mengumumkan sesuatu. Beliau bilang bahwa salah satu universitas di Thailand mengundang mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia, Thailand dan Indonesia, masing-masing 10 orang. Untuk mengadakan pertemuan di universitas tersebut, dalam rangka berdiskusi tentang perkembangan kebudayaan di ASEAN. Naah… dalam rangka menjaring 10 mahasiswa tersebut, maka beliau menjelaskan ketentuan bagi siapa yang berminat untuk ikut ke Thailand. Syarat-syaratnya adalah 1) IPK minimal 3,0 , 2) Mengirimkan tulisan dalam bentuk essai yang bertemakan “The Importance of Cultural Awarness in Developing Indonesia”, minimal 500 kata dan maksimal 600 kata, 3) Dikumpulkan paling lambat tanggal 4 Januari 2013.
Beliau bilang lagi, bahwa pemberangkatan di awal bulan April dan akan memakan waktu 5 hari 4 malam disana. Waah, kedengarannya menarik banget yah?

Akhirnya beliau menuntaskan pengumumannya dengan berharap banyak bahwa di kelas saya ada salah satunya yang bisa berangkat ke Thailand. Insya Allah.
Awalnya saya benar-benar sangat semangat untuk ikut kesempatan ini. Alhamdulillah syarat atau ketentuannya bisa saya ikhtiarkan. Lagipula ini juga salah satu jalan impian saya juga bisa keluar negeri dengan prestasi. Sampai udah berunding dengan seorang sahabat bagaimana caranya bikin essai yang semaksimal mungkin. Tetapi lama-lama saya terbentur dengan ketakutan-ketakutan saya tersendiri. “Gimana izin dari sekolahnya ya kalo saya nanti pergi ke Thailand? Apakah sekolah mengizinkan saya??? Anak-anak bagaimana nanti?”

Astaghfirullah, saya tersadar. Sejak kapan ikut kesempatan ini dengan niat untuk benar perginya saja, bukan untuk ilmu? AKhirnya saya pasrahkan semua. Terpilih atau tidak, pergi atau tidaknya, saya tetap menuliskan essai itu untuk ilmu. Akhirnya pas banget tanggal 4 Januari, saya mengumpulkan karya tulis itu kepada dosen yang bersangkutan. Beliau bilang, nanti akan di informasikan lagi yaa.
Dan taraaa….. besok paginya, saya dapat pesan singkat dari Bapak Fauzi, bahwa beliau sudah membaca karya saya dan menunggu saya untuk mendiskusikan karya tulis saya secara lisan. Alhamdulillaah ya Allah…
Ketemunya sore, sehabis ashar. Akhirnya demi kelancaran nanti ketika berdiskusi dengan sang dosen, saya sempatkan untuk membahas isi essai dengan cara diskusi. Hmmm, sedikit membantu persiapan saya untuk berdiskusi nanti. Dan tibalah waktunya, saya sudah berada di hadapan dosen saya kini. Ternyata diskusinya tidak seseram yang saya bayangkan. Tidak terlalu mengupas essai saya, dan waktunya yang sangat singkat hanya 5 menit. Seusai itu saya disuruh menghadap ke ibu pembantu dekan 1, yaitu Bu Nanik. Untuk melakukan wawancara yang selanjutnya. Haa? Surprise deh saya musti ada wawancara lanjutan dengan Bu Nanik. Tapi ya bismillah aja yah. *deg2an

Ketemu Bu Nani, wawancaranya lumayan lebih lama dibanding dengan Pak Fauzi. Beliau lebih banyak memberikan masukan bagaimana nanti disana, bahwa ke10 mahasiswa yang terpilih akan menjadi duta dari Indonesia. Kita yang membawa nama baik bangsa serta universitas serta khususnya fakultas pendidikan. Seusai wawancara, Bu Nani menyuruh saya menuliskan nama, nomor mahasiswa serta nomor handphone pada secarik kertas. Ternyata saya orang ke 17, sudah ada deretan 16 nama di atas nama saya yang sudah diwawancara beliau. Saya mengenali beberapa deretan nama di kertas itu. Yang dipilih kan Cuma 10, itu berarti akan ada penyaringan lagi dari keseluruhan mahasiswa yang telah diwawancara. Saya sudah sangat jauuuh bersyukur bahwa saya dapat menuliskan essai, berdiskusi dan diwawancarai. Entah saya terpilih atau tidak, saya berdo’a sama Allah minta sebuah keputusan yang terbaik. Saya serahkan kepada keputusanNya.

Pada akhirnya, 10 nama telah diumumkan beliau di facebook. Apakah nama saya tertera disana? Ternyata tidak. Apakah saya kecewa? Ya, sedikit. Harapan saya untuk pergi memang ada, tetapi tidak menggebu dan memaksakannya. Karena dari awalnya saya memang berdo’a padaNya, meminta jalan terbaikNya. Dan mungkin ini jalan dariNya.
Meski saya tidak terpilih, saya belajar banyak hal. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi tentang kemampuan menulis saya, bahasa inggris saya, dan sebagainya. Ya, semua ada hikmahnya. Ga ada yang sia2.
Saya syukuri juga, bahwa saya tidak perlu risau untuk meminta izin dengan sekolah serta dilema meninggalkan anak didik selama sepekan. Alhamdulillah… 

Minggu, 30 September 2012

Ter-Gantung (sudah)


Bismillahirrahmaanirrahim……

Sebuah affirmasi diri kini sudah ku gantung rapi. Tadinya dia terlipat manis dalam lemari. Tetapi kini perlahan ku yakini, aku Insya Allah siap untuk menyongsongnya. Ku siap merengkuhnya. Kini dia yang tergantung, bisa selalu ku pandangi, kadang malah menyunggingkan senyum di pipi.

Entah kapan bisa terwujud. Semoga kelak nanti ketika Allah benar-benar mengizinkan mimpiku itu menjadi nyata. Semoga waktu itu , adalah waktu terbaikNya. Insya Allah. Amiiin.
_Semangat ya ta!!!

Wallahu’alam hissawab



Mimpiku, akan menjadi nyata, Insya Allah di waktuNya

Jumat, 14 September 2012

My New Water Mark


Bismillahirrahmaanirrahim……

Ya Allah, lama banget saya ga update tulisan, cerita, foto dan kisah unik lainnya dalam blog ini. Jadi kangen banget deh. Untuk memulai kekakuan setelah sekian lama vacuum ga menulis, jadi saya upload yang ringan dulu yah. Hehehe.. Memangnya ada yah ta, upload versi berat? Kayak beras aja. Oke deh.

Gini loh para blogger, saya mau cerita tentang salah satu hobby saya nih. Apa coba? Fotografi. Hihi.

Saya masih sangat “hijau” dalam hal ini. Pokoknya ya jepret-jepret aja gitu. Sekalian melatih mata untuk bisa melihat sisi-sisi yang bagus untuk di foto. Truuuus…. Kabar selanjutnya itu tentang pergantian water mark saya dalam foto koleksi saya.

Pada awalnya saya membubuhkan water mark dalam foto itu bertuliskan “illuvia’s photograph”. Yang artinya fotografinya illuvia. Eh iya, illuvia itu bahasa Spanyol yang artinya hujan. Kenapa saya kasih nama itu ya kira2? Yaa… karena saya sangat suka hujan. Cinta bahkan! Hehehe

Dan akhirnya water mark “illuvia’s photograph” berubah menjadi “lifelong learner’s”. Nah, apa pula itu artinya????
Hehehe…. Tenang sodara2. Kalo blogger itu pernah mampir di blog saya sebelumnya, insya Allah pasti blogger sedikit paham deh. Lifelong Learner itu judul blog saya. Sekaligus nama saya gitu. Bukan nama asli sih, Cuma saya kira nama itu juga menjadi do’a buat saya. Selain nama asli saya.

Gitu deh blogger ceritanya. Nih deh saya kasih contoh sebagian koleksi foto pribadi saya dengan water mark yang dulu dan yang baru. Semoga para blogger suka ya…. ^^


Water mark terdahulu

My New Water Mark!!!!!


Jumat, 22 Juni 2012

UIKA -My Story-


Bismillahirrahmaanirrahim…….

Alhamdulillahirrabil’alamin….

Sampai juga di penghujung tahun kedua saya di kampus saya tercinta. Akhir pembelajaran saya di semester 4 tahun 2011/2012. Kemarin selama sepekan tuh baru saja saya selesai UAS. Bagaimana rasanya ta ujiannya? Mantep…. Kayak makan permen nano-nano. Manis, asam, asin, ramai rasanya. –iklan banget c???- hehe

Ujian hari terakhir, pengawas menyebarkan  kertas berisi keterangan studi di semester depan. Semester ganjil tahun  pembelajaran 2012-2013. Jadi, insya Allah besok bulan September saya sudah berada di semester 5. Insya Allah, kalau Allah sampaikan umur saya di bulan tersebut. Insya Allah.

Lihat kertas itu, jadi mengawangkan pikiran saya di suatu hari di tahun 2008. Yuk mari kita rewind sebentar ke salah satu hari di tahun 2008…..

My flash back in 2008

Hari itu saya tengah berdiri di halte shelter UIKA bus trans pakuan Bogor. Menunggu kedatangan bus yang tak kunjung tiba meski saya sudah berdiam disana selama kurang lebih 10 menit. Armada busnya memang tidak sebanyak bus-bus lain atau angkutan kota yang sedari tadi berseliweran menawarkan saya untuk naik. Tapi saya tolak dengan senyum sambil menggelengkan kepala. Bukan arah tujuan saya sih masalahnya.

Sembari menunggu bus pakuan yang belum tiba, akhirnya saya hempaskan diri untuk duduk. Mengedarkan pandangan saya ke jalan raya di hadapan yang ramai lancar. Lalu saya menoleh ke arah tempat saya duduk. Saya menangkap sebuah gedung tinggi berlantai 3 dengan tulisan besar di salah satu lantainya bertuliskan “Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan”.

Entah kenapa terlintas dalam benak dan kemudian saya berujar pada diri saya sendiri bahwa kelak saya akan berada di dalam Fakultas itu. Menuntut ilmu di Universitas yang namanya menjadi salah satu shelter bus yang tengah saya duduki kini.

Semasa kecil, pelajaran yang paling saya senangi adalah bahasa inggris. Mungkin ini sebuah ambisi diri saya untuk terus memperdalamnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Mungkin.

Lamunan saya terbuyarkan karena bus yang saya tunggu telah datang.

Dan akhirnya atas izin serta kehendaknya bulan Juli 2010 pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Universitas itu, mendaftarkan diri menjadi mahasiswi di sana. Alhamdulillah, Allah jawab do’a saya.

Bulan-bulan pertama saya di awal perkuliahan memang agak berat. Karena pagi harinya saya harus kerja mengajar di salah satu sekolah dan sorenya saya sudah harus berada dalam kelas mengikuti perkuliahan. Menjelang pukul 21.00 saya baru sampai di rumah dengan rasa lelah yang luar biasa. Belum lagi jika di tengah jalan sopir angkot menurunkan saya di tengah jalan, karena alasan ingin segera pulang lah, atau tidak mau ditagih uang tambahan, menghindari amukkan tukang ojek, dan sebagainya. Bisa dipastikan sesampainya saya di rumah lebih dari jam 21.00. Tetapi saya benar-benar menikmati semuanya. Karena Allah yang menguatkan saya untuk selalu bertahan. Insya Allah.

Perlahan saya menyadari bahwa, apa yang tengah saya pelajari di perkuliahan semuanya menjuru kepada pendidikan. Parahnya saya benar-benar ga ngeh banget ketika mendaftar.

Balik lagi ya ke tahun 2012….

Akhirnya saya yang sekarang, sering bertanya-tanya dalam hati deh. Berfikir dan merasa bahwa sepertinya saya salah jurusan. Apakah masih ingin lanjut? Berhenti dan mengulang dari awal lagi di jurusan yang lain? Apakah tujuan saya di perkuliahan yang tengah saya jalani kini? Apakah hanya sekedar ambisi saya ingin kuliah?

Pertanyaan it uterus menari-nari dalam benak saya. Tapi saya juga berfikir, bahwa ini adalah tahun kedua saya kuliah. Berarti sudah setengah jalan menuju kelulusan, insya Allah. Kenapa saya bingung gini yah? Garuk-garuk kepala aja deh. Hehehe.

Eh, ga lama saya dipertemukan Allah oleh teman ayah seorang psikolog, lulusan dari UNPAD. Kami sudah lama tidak bertemu, sekitar 4 tahun an deh. Beliau banyak cerita-cerita dan akhirnya menanyakan bagaimana keseharian saya sekarang. Trus…. Kesempetan deh saya curhat aja sama beliau. Perihal kebingungan saya yang seperti salah ambil jurusan. Eh beliau malah bilang gini…

“ Gak apa-apa ta, lanjutin aja kuliahnya. Insya Allah, kamu tidak sama sekali salah dalam mengambil jurusan. Dulu saya juga sama kayak kamu deh. Insya Allah, semuanya Allah yang tunjukkan kamu ta. Bismillah aja….” Ujar beliau dengan sangat antusiasnya

“oh begitu ya bu, iya deh Insya Allah saya lanjut…. Makasih ya bu sarannya” jawabku dengan senyuman

Alhamdulillah….. saya sangat bersyukur sekali waktu itu. Saya merasa bahwa do’a saya di bayar kontan oleh Allah. Pertanyaan saya langsung di jawab oleh Allah. Terima kasih ya Allah, atas jawabanMu yang makin menguatkan hamba.

Sekarang, ya ga ada istilah salah jurusan dan sebagainya. Inilah sebuah jalan yang Allah tunjukkan kepada saya. Semoga Allah senatiasa menguatkan saya dalam menjalani semua proses pembelajaran di jurusan, fakultas, dan universitas yang telah saya pilih.

Semua pilihan yang kita pilih ada konsekuensinya yang harus kita jalani. Sebagai wujud tanggung jawab kita atas pilihan hidup yang ingin kita tempuh. Juga sebagai ungkapan syukur kita kepada Allah atas seluruh anugerah yang Allah titipkan pada kita. Insya Allah, amiiin.

*Kuatkanku ya Rabb….

Minggu, 15 April 2012

Jalan Juang


Bismillahirrahmaanirrahim…..


Sabarlah wahai saudaraku tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati beri iman sejati
Berpadu dengan jiwa rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan asamu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang akan pasti
_Jalan Juang, IZIS

          Barisan lagu di atas menghentak-hentak serta menyadarkan diri ini. Mencoba membangkitkan gelora semangat  untuk selalu berjuang, berani berproses dalam pembelajaran kehidupan. Untuk tetap bertahan tanpa kenal lelah mewujudkan semua harap, impian serta cita yang Insya Allah mulia. Amin

                Melewati rentang proses pencapaian semua mimpi, tak pelak Allah menghadirkan segala macam ujian untuk kita. Allah ingin mengetahui seberapa besar niat kita mewujudkan semua mimpi kita. Allah ingin membuat kita kuat dan tegar melewatinya. Maka yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujianNya diluar kemampuan kita. Segala uji yang Allah sediakan untuk kita agar kita tahu dan benar-benar menyadari bahwa jalan Allah harus ditempuh dengan semangat daya juang yang tinggi. Jalan menuju ridhoNya bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani tetapi bukan pula hal yang mustahil untuk kita lakukan.

                Degup kehidupan yang saya lakoni kini membawa harapan agar semua mimpi yang saya azzamkan bisa terwujud. Derap-derap langkah  yang saya jejakkan ketika saya di sekolah, di kampus, di rumah maupun keseluruhan segi lingkup kehidupan, merupakan medan perjuangan saya meraih segala mimpi.

                Setiap mimpi pasti ada suatu usaha untuk merealisasikannya dalam nyata. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Setiap kesulitan ada kemudahannya. Setiap masalah ada jalan keluarnya.

                Maka… sabarlah wahai Prita Nurulhuda, sabarlah wahai saudaraku dalam menggapai cita karena jalan yang kita tempuh sangat panjang. Tak hanya sekedar bongkah batu karang.

                Maka… hujamkan dengan kuat tekad kita dan jangan mudah menyerah serta mengeluh. Tetapi pastikan asa dan harap kita semakin membumbung. Kejayaan dienNya bukan hanya sekedar mimpi, namun yang utama adalah satu…. JanjiNya. Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab….. 

Sabtu, 14 April 2012

Tentang Hidup (Part III)


                                                            Bismillahirrahmaanirrahim……


Hidup adalah belajar
Belajar besyukur meki tak cukup
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar Ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Hati memang sepei gelombang air laut, pasang surut dan sering terbawa arus
Maka dari itu  tetaplah belajar untuk tetap berada di jalanNYA
Belajar menjadi lebih baik
Untuk menjadi yang terbaik
Insya Allah
Amin!




Minggu, 01 Januari 2012

Ternate and Tidore island


Bismillahirrahmaanirrahim……

The Entrancement of Ternate Island
Ternate. Pada awalnya saya hanya tahu bahwa pulau itu adalah tempat tinggal paman saya. Beliau terpisahkan jauh dari paman2 saya yang lainnya. Yang kesemuanya masih tinggal satu pulau dengan saya di Jawa. Tetapi paradigm saya berubah ketika Allah mengizinkan ayah suatu waktu untuk bisa sampai di sana, pulau Ternate. Waaaw…..



Emangnya saya ga pengen gitu kesana? Pengen banget lah. Setelah ayah membawa pulang oleh2 foto-fotonya ketika beliau ada di Ternate. Saya berdecak kagum seraya memujiNya, Subhanallah… indah!

Sunset in Tidore Island
Ternyata tidak hanya sekedar pulau biasa. Dan pesona gambar yang ada di salah satu pecahan uang Indonesia pun nampak di belakang ayah. Itu Tidore. Dan dari google saya copy tentang Ternate dan Tidore…


            


Ternate dan Tidore adalah dua pulau kecil yang hampir sama, di sebelah barat adalah pulau besar Halmahera, yang hampir berhadapan satu sama lain, masing-masing dibentuk oleh gunung berapi yang muncul dari Laut Maluku yang dalam. Sedangkan Ternate didominasi oleh Gunung Gamalama, di Tidore.

Saat ini, kota Ternate adalah ibu kota provinsi Maluku Utara, rumah bagi dua pertiga dari penduduk pulau, yang umumnya beragama Muslim. Di sini, Anda dapat mengunjungi peninggalan sejarah dan menyaksikan tradisi budaya lokal. Kota ini merupakan pusat dan basis modern untuk kegiatan perdagangan pulau. Kota Ini memiliki pusat bisnis, wisata sejarah, jaringan transportasi, dan jasa pariwisata. Kota ini juga sedang dalam pembangunan kerusakan struktural selama konflik 1999 antara Muslim dan Kristen. Sebaliknya Tidore dipenuhi dengan desa-desa kecil di sekitar pulau.

What does it mean ya???
 Ada suatu foto yang bikin saya penasaran deh. Saya dapet foto itu dari google dan apa ya kira2 rahasianya? Gambar nya seperti di ambil di salah satu puncak bukit atau gunung yang ada di pulau Ternate (mungkin). Semoga waktuNya mengantarkan agar tahu tentang gambar ini. Sabar sabar…. Insya Allah ada waktunya ta kamu tahu! Hehehe.

Dan foto ini sepertinya tempat ayah naik sampan bersama Ka Hendra, kakak sepupu saya yang tinggal di sana. Ayah juga cerita banyak hal tentang pesona pulau Ternate. Kebeningan lautnya yang tidak ayah temukan di Jawa, naik sampan, naik boat ke Tidore, orang-orangnya, masyarakatnya, makanannya, katanya ayah pernah disuguhi ikan kerapu dengan bumbu khas daerah sana oleh Ka Hendra. Apa namanya tuh? Sebutannya lupa! Pokoknya lucu aja namanya. 

Asyik ya bisa nge bolang ke tempat2 lain yang ada di Indonesia. Asyik ya bisa banyak bercerita tentang ke khas an masing-masing pulau yang ada di dunia, khususnya Indonesia. Ternate dan Tidore, 2 pulau yang begitu menarik hati saya untuk bisa mengunjunginya satu waktu. Jika Allah mengizinkannya….  Melihat langsung pesona ciptaanNya. Merasakan naik sampan, snorkeling, melihat dasar laut yang bening, melihat senja (romantiiis), melihat ikan2 berenang dengan tenangnya, diving.  Wiiih… pengen banget!!!

Sunset in Tidore Island....
Foto yang paling saya senangi adalah foto pulau Ternate yang paling atas dan foto dermaga di Tidore ini. Lagi sunset. Indah Ya? Apalagi lihatnya bareng mujahid saya. Hehe. Affirmasi nih yee. Amin. Insya Allah. 

Ternate…. Tidore… Insya Allah, perputaran waktuNya akan menyediakan diri saya untuk bisa langsung ada di sana. Entah kapan waktuNya, entah dengan siapa, entah dengan tujuan apa, entah dan entah. Dengan segala kelemahan diri ini…. tapi saya yakin saya bisa ke sana. Suatu saat ada hal yang bisa mengharuskan saya berada di sana. Ternate…. Tidore…. Insya Allah. Amin


# Masih menjadi rahasiaNya….entah kapan dan siapa yang membawaku ke pulau2 ini….Bawa aku dan kita bersama mentadaburi alam… memahami maknaNya yang tersirat pada alam… Insya Allah. Amiiin





Minggu, 27 November 2011

Lagi... Affirmasiku


Bismillahirrahmaanirrahim…
Aku bersama SLR dan Tigi
Menangkap Gambar...

Aku, SLR dan Tigi



Lagi… mencoba beraffirmasi dengan segala mimpiku yang ingin ku gapai
Menyatukannya dalam satu frame agar menjadi rangkaian kesatuan mimpi
Yang sekaligus bisa di capai dan ku genggam….
Makasih buat abi yang jadi fotografer foto ini
Makasih buat “neng tigi” yang jadii objek fotoku
Makasih buat kamera SLR Nikon DX 700 SD
Saya belajar pake kamera SLR jadinya….
Seruuu… ga sabar pengen punyaaa!!!!


# Sayangnya kita ga foto bareng berempat yak?