Tampilkan postingan dengan label menangis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menangis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2012

...............


Bismillahirrahmaanirrahim…….

(Kisah tanggal 15 di bulan Juni)


Allah tidak akan masa bodoh dengan do’a-do’a kita
Mimpi kita, harap kita yang tertulis maupun tidak
Semua terekam abadi di sisiNya
Semua tinggal masalah waktu

Dan Allah akan mewujudkanNya dalam waktu terbaikNya
Karena Allah jauuuuh lebih mengetahui segala kebaikan untuk kita
Melebihi diri kita sendiri

Di sinilah kesungguhan niat serta keyakinan kita di uji
Di sinilah perjuangan kita untuk selalu percaya
Bahwa seindah-indah rencana kita
Ternyata jauuh lebih indah rencanaNya
Insya Allah, amiin


*Berharap hanya padaMu ya Rabb!
Semoga…..amin!

Wallahu’alam hissawab



Cintahujanselalu.co.id

Rabu, 09 Mei 2012

Sedihku


Bismillahirrahmaanirrahim……

Saya merasa bahwa kali ini saya sedang berada dalam kondisi puncak suatu titik klimaks atas semua persoalan hidup yang tengah saya hadapi. Merasa sangat tak berdaya dan memang tak ada kuasa sama sekali. Berada di suatu tempat terpojok yang kian menghimpit dan makin menjepit. Sempit. Tak bisa bernafas. Tak sanggup bergerak. Terpaku. Tergugu dan dalam diam yang membisu.

Mencoba bangkit berdiri mencari kedamaian dariNya. Menghadap di atas bentangan sajadah yang telah terhampar. Ya Allah, izinkanku berdialog denganMu. Berkeluh kesah dalam untaian kalimat syahdu dalam do’a. Bukan bermaksud mengeluh tetapi meminta selalu bimbinganmu. PetunjukMu. CahayaMu yang mungkin kini tengah temaram di jalan hidupku.

Membuka lembaran kalamMu. Berikhtiar mencari ketenangan dengan mengingatMu. Alhamdulillah….kutemukan! Itulah firmanMu untukku  kini. Menjadi sebuah penguat. Melahirkan gelora semangat. Ku lafadzkan berulang kali. Terus dan terus agar tertanam dalam hati hingga ku paham menjalani. Hingga terobati rasa gundahku kini. Perlahan terus ku baca dan semakin mengabur ayat-ayatMu. Terbata ku mengulanginya lagi. Hingga tak sanggup ku lanjutkan lagi.

……………………………………

Hening
Hanya menyisakan pecahan tangis dalam bulir-bulir yang kian jatuh berantakan dan tak keruan. Sesenggukkan. Tertumpah segala kecamuk perasaan dalam jiwa. Meninggalkan sebuah keharuan yang begitu mendalam.

Dan sejenak setelah semua gemuruh diri telah terhempas. Kembali ku buka. Aku membaca. Ayatul QauliNya. Tanda cintaNya. Untukku…. Insya Allah. Amin!

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

“….Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…”

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

(At Taubah;40)


Wallahu’alam hissawab…..

Sabtu, 28 April 2012

Sendiri Menyepi (edcoustic_red)




Bismillahirrahmaanirrahim....

Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku..

Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi

Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..

sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahyaMu
benderang di hidupku..

* saat diri ini belum benar-benar bisa “menyendiri”
   Berikan waktuMu ya rabb

Selasa, 20 Maret 2012

Ya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim…

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah mengingatkan hamba pada suatu hal yang selalu hamba katakan kepada orang2 yang tengah menghadapi hal yang sama seperti hamba hadapi kini.

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah “mendidik” hamba dengan pelajaran berharga tentang berkhusnudzhan kepadaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengajari bagaimana caranya sebenar-benarnya percaya kepada kepastian janjiMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengabulkan do’a2 yang selalu hamba pinta padaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memahamkan hamba bahwa segala sesuatu ada waktunya dan indah pula di waktunya.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memproses mewujudkan sebuah kata yang selalu terngiang….

                _Seindah-indah rencana kita, ternyata jauh lebih indah rencanaNya_

Wallahu’alam….


Insya Allah ya Rabb.
Pahami hamba pada ketentuanMu yang tengah berlaku pada hidup hamba
Kuatkan hamba Ya Rabb. Amiiin

Selasa, 06 Maret 2012

Menangislah.....


Bismillahirrahmaanirrahim…..

                Kadang menangis tidak membutuhkan alasan, mengapa, kenapa, dan sebagainya. Terkadang ia nya begitu saja berjatuhan bagai derai hujan yang tak kunjung reda di penghujung malam. Terkadang ia nya mengalir semakin deras dalam isak yang kian tak tertahankan. Terkadang ia selalu memaksa kita menjebolkan pertahanan antara kekuatan dan ketidakberdayaan. Terkadang menangis tak pernah butuh penjelasan.

                Menangis, sebuah luapan perasaan yang tak keruan. Puncak klimaks dari segala kegundahan, keresahan, kebingungan,  ketakutan, ketidakberdayaan atau bahkan bisa juga kebahagiaan. Yang terus menyudutkan diri, yang kian memojokkan dan semakin menghimpit. Sesak. Ingin teriak dalam derasnya tangis yang terus mengalir.

                Dalam perasaan yang kian tak menentu itu. KepadaNya lah kita kembali memasrahkan diri. Ketika dalam kondisi tak berdayanya kita di hadapNya. Menangislah, merengeklah, mengeluhlah, bermanjalah dalam mengungkapkan segala keresahan yang menemaramkan cahayaNya di hati kita.  Mintalah cahayaNya untuk selalu menerangi dan tidak untuk redup lagi. Berharaplah kepadaNya agar selalu membukakan kita pada petunjuk-petunjuk cahayaNya. Yakinlah cahayaNya akan datang dan menghantarkan kita pada jalan-jalan kebenaran. Jalan yang selalu menunjukan kita pada ridhoNya. Jalan yang selalu  menunjukan kita pada kebenaran cintaNya….. Amin. Insya Allah
Wallahu’alam hissawab…..


“Laa takhofu wala tahzanu… Innallaha ma’ana…”

Minggu, 27 November 2011

Tentangmu.... Tentangku... Tentang semua


Bismillahirrahmaanirrahim......

Abi dan Bunda
         Pekan ini.... begitu mengharu biru banget buatku. Mulai dari akhir pekan kemarin tentang begitu banyak kejutan yang terhidangkann untukku. Dari kepergian Uwa Itoh, "pengakuan" abi di pernikahannya tante yang bikin aku terharu bahkan menangis. Mungkin terkesan kecil tapi aku bahagia sekali mendengarnya. Tentang bunda yang sedang adaptasi dengan kondisi barunya. Keharuan Mang Endang ketika menjadi wali Tante. Wuaaah... buanyaak banget kejutan2Nya yang tak terduga. Aku yakin rangkaian peristiwa itu semua adalah pembelajaran hidup untukku dariNya. Allah sedang mendidikku. Allah sedang mengajariku...

         Kini aku yang sedang mencoba belajar dan terus belajar menikmati tiap detik dari proses pembelajaran dariNya. Menjalani semua konsekuensi atas do'a yang ku pinta padaNya. Jujur... sangat ingin ku katakan... Ya Rabb, ini berat untukku! Aku menangis... aku merasa lemah, aku tak berdaya Rabb. Aku malu padaMu, pada bunda, pada semua orang! Aku tak seperti yangg mereka kira, aku tak sehebat yang mereka duga! Aku menangis Rabb... Aku maluuuu......
Tetapi jauh di dasar hatiku dia berkata bahwa.... hamba yakin sekali kepadaMu bahwa Engkau tidak akan pernah memberikan ujian untuk hambaMu diluar kemampuan. Engkau lah yang lebih Mengetahui kadar kemampuan semua hambaMu. Hamba yakin YA Rabb.. hamba PASTI KUAT.

           Meski kini masih bertanya2 dalam kebingungan yang luar biasa. Proses masa transisi menuju pemahaman pembelajaran untukku dalam tahap ini Ya Allah. Segalanya sekarang begitu terasa. Aku mulai tersadar bahwa satu per satu peristiwa yang terjadi adalah cara-caraMu untuk mendidik hamba. 

          Rabbi... inginku melepas segala tangis ini. Boleh kah ku menumpahkannya? Aku kira ini manusiawi. Aku ingin rasa malu ini terhempas dan lepas tak terikat lagi denganku. Aku tidak ingin terus dikejar perasaan bersalah padaMu rabb. Jangan tinggalkan aku Ya Allah....
Aku ingin kembali dan benar2 meniti jalanMu, izinkan ku Rabb. Menebus segala khilafku dengan sebaik2nya. Aku berusaha ya Rabb... aku berusaha menghindari segala salahku dulu dan tak mau jatuh lagi dalam kesalahan yang sama. 

          Hanya Engkau ya Rabb... satu-satunya Penolong bagi seluruh makhluk. Hanya Engkau tempat bergantung, tempat meminta kekuatan.

        Buat Bunda.... Maafin atas segala kesalahan teteh ya. Soal sms "Guntur" yang kemarin benar2 bikin teteh takut untuk tergelincir lagi. Mohon maaf teteh mengakui teteh salah lagi dan teteh memang ga mau melakukan pembelaan apapun atas kesalahan teteh tetap membalas sms itu. Tetapi sms terakhir penegasan itu setidaknya menunjukkan keseriusan teteh untuk tidak menanggapi dia lagi. Terima kasih telah percaya tapi jujur teteh menangis. Ga menyangka kalo ternyata itu bunda yang tengah "menguji" teteh. 

         Semoga bunda sama dede juga makin fit dan bisa terus beraktifitas seperti biasa. Jujur… ingin sekali bisa mengurus kalian seperti pekan lalu kala teteh menginap di rumah. Teteh minta maaf yaa… tidak bisa merengkuh dalam dekap kalian setiap hari. Tapi kita bertemu dalam satu takupan dekap indah bernama do’a. Selalu.

             Bunda… teteh akui teteh kangen dimanja sama bunda. Mungkin ini waktuNya teteh untuk belajar mandiri dari kondisi bunda yang sekarang. Teteh seneng bisa selalu berikan yang terbaik untuk dede dan bunda. Mohon maaf ya kalo teteh belum bisa berikan yang terbaik. Sedih juga sih tadi ga jadi pergi… karena sejak lama teteh membayangkan kebahagiaan yang akan dirasakan ketika berjalan2… tetapi.. teteh maklum ko. Teteh paham (proses memahami). Maafkan teteh ya… teteh butuh waktu untuk memahami semuanya.

Teteh minta maaf…
Yang terdalam, atas semua salah yang dulu membuat bunda selalu sedih, down, kecewa, sakit hati, nangis. Semua itu bikin teteh belajar agar tidak mengulanginya dan membuat bunda sedih lagi. Terima kasih masih mau menerima teteh jadi anakmu…

Teteh sayang bunda, sekarang dan selamanya…



#dalam derai air mata yang tak kunjung reda
dalam bayang memelukmu...

Rabu, 06 April 2011

Sedihku


Bismillahirrahmaanirrahim……

Saya merasa bahwa kali ini saya sedang berada dalam kondisi puncak suatu titik klimaks atas semua persoalan hidup yang tengah saya hadapi. Merasa sangat tak berdaya dan memang tak ada kuasa sama sekali. Berada di suatu tempat terpojok yang kian menghimpit dan makin menjepit. Sempit. Tak bisa bernafas. Tak sanggup bergerak. Terpaku. Tergugu dan dalam diam yang membisu.

Mencoba bangkit berdiri mencari kedamaian dariNya. Menghadap di atas bentangan sajadah yang telah terhampar. Ya Allah, izinkanku berdialog denganMu. Berkeluh kesah dalam untaian kalimat syahdu dalam do’a. Bukan bermaksud mengeluh tetapi meminta selalu bimbinganmu. PetunjukMu. CahayaMu yang mungkin kini tengah temaram di jalan hidupku.

Membuka lembaran kalamMu. Berikhtiar mencari ketenangan dengan mengingatMu. Alhamdulillah….kutemukan! Itulah firmanMu untukku yang kini. Menjadi sebuah penguat. Melahirkan gelora semangat. Ku lafadzkan berulang kali. Terus dan terus agar tertanam dalam hati hingga ku paham menjalani. Hingga terobati rasa gundahku kini. Perlahan terus ku baca dan semakin mengabur ayat-ayatMu. Terbata ku mengulanginya lagi. Hingga tak sanggup ku lanjutkan lagi.

……………………………………

Hening

Hanya menyisakan pecahan tangis dalam bulir-bulir yang kian jatuh berantakan dan tak keruan. Sesenggukkan. Tertumpah segala kecamuk perasaan dalam jiwa. Meninggalkan sebuah keharuan yang begitu mendalam.

Dan sejenak setelah semua gemuruh diri telah terhempas. Kembali ku buka. Aku membaca. Ayatul QauliNya. Tanda cintaNya. Untukku…. Insya Allah. Amin! 


“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

“….Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…”

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”
(At Taubah;40)


Wallahu’alam hissawab…..