Tampilkan postingan dengan label belajar kuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar kuat. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

Masa Lalu

Bismillahirrahmaanirrahim....
Sebuah catatan kecil di tengah rintik hujan

Semua orang pernah melewati masa-masa indah dalam hidup bersama orang yang disayangi. Tetapi mungkin karena suatu hal atau keputusan tertentu, bisa saja kita dipisahkan oleh orang kesayangan itu. Maka waktu yang telah terlewati pun akan menjadi sebuah lembar kenangan masa lalu.

Kemudian, mungkin hadirlah seseorang yang baru dalam kehidupannya. Mengisi hari-harinya yang dulu kosong sehingga kini menjadi lebih berwarna kembali. Kita bahagia bersama orang baru itu dan begitupun sebaliknya.

Masing-masing kita sudah mengetahui bahwa setiap kita punya masa lalu yang indah maupun buruk. Semuanya sudah kita tutup rapat dan ditinggalkan tanpa perlu lagi menolehnya kembali. Itu sudah lewat dan berlalu, yang perlu kita bawa hanyalah pembelajaran hidup dari masa itu. Sekarang kita hidup pada hari ini, jam ini, dan detik ini. Entah bersama siapapun itu, yang pasti kita berusaha untuk menjadikan waktu-waktu itu berharga bersama orang-orang terkasih di sekitar kita.

Jika memang masih ada luka di masa lalu, biarlah ia mengering dengan sendirinya. Ketika kering janganlah berusaha untuk melukainya lagi dengan jari kita sendiri. Biarkan semua itu menjadi proses pembelajaran diri kita menerima semua ketentuanNya buat kita. Syukuri anugerah hidupmu hari ini. Itu!



Sabtu, 16 Februari 2013

Selamat Datang (Semester VI)


Bismillahirrahmaanirrahim …

Alhamdulillahirrabil’alamin, akhirnya lega banget setelah menyelesaikan UAS semester ganjil awal Januari kemarin. Itu pertanda bahwa semester 5 telah usai. Huffh…. *menghela nafas panjang

Semester 5, merupakan semester yang “sesuatu” banget deh buat saya. Mata kuliah nya memang sama seperti semester2 sebelumnya. Cuma muatannya memang jauh lebih berbobot dan berbahasa inggris semua. Iyalah bahasa inggris? Kan memang itu jurusan kuliah saya. Hehehe, cape dehh… *nyengir

Ternyata yang merasakan kelegaan luar biasa setelah UAS semester 5 bukan saya ajah loh. Teman2 saya yang lainnya juga. Bahkan sampai ada yang benar2 menghitung detik2 berakhirnya semester 5 di ujian terakhir. Lebay yah? Hehehe.

Oke, lepas dari UAS kita punya waktu tenggang libur sejenak menuju semester 6. Sekitar 3 pekan . Masuk lagi tanggal 12 Februari untuk bimbingan akademik semester  6. Dan tanggal 18, yaa mulai masuk deh ke semester 6. Welcome… *bahasa inggrisnya keset tuh

Insya Allah di semester 6 nanti akan ketemu dengan 8 mata kuliah. Jumlah SKS nya ada 21. Salah satu SKS ada yang bobotnya sampai 4 SKS booo… *mantap
Dan jum’at kemarin menjadi hari dimana saya dan teman2 memulai bimbingan. Harusnya sih hari Selasa, tetapi karena ada kesalahan jadwal dari TU, makanya kita harus bersabar menunggu sampai jadwal benar2 fix. Ketika bimbingan, Pembimbing akademik sayah bilang, kalo semester ini butuh ekstra kerja keras untuk menempuhnya. Kita semua sudah mau mempersiapkan KKM di akhir semester 6 nanti. Jadi semester 7 ga terganggu lagi dengan kegiatan KKM. Semoga dimudahkan Allah. Aamiin.

Ketika pembimbing akademik saya mau menandatangani FRS saya, beliau tanya tentang kemerosotan nilai IP saya semester 5 kemarin. Saya jawabnya jadi ya gugup gimana gitu. Memang turun drastis. Benar2 jatuh dah pokoknya. Parrahuu. Astaghfirullah….
Saya benar2 mengakui semua kesalahan2 saya di semester kemarin. Ya ampun, ga usah ditulis akh, maluuu. *nutup muka

Akhirnya, datang juga semester 6. Semoga momentum ini bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki semester 5 yang benar2 menyedihkan nilai2nya serta prestasinya. Tapi itulah proses saya belajar. Dan dari situ saya harus menerima konsekuensinya. Mempertanggungjawabkan untuk memperbaikinya. Insya Allah, belum terlambat, dan memang tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik, untuk ilmu, dan untuk Allah.

Insya Allah, semoga kekuatanNya memampukan saya menjalani perbaikan dengan baik. Aamiin.

Insya Allah, BISA!
Let’s fight! 

Minggu, 20 Mei 2012

Sakit = Bukti CintaNya


Bismillahirrahmaanirrahim……

Tuhan….
Baru kusadar indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cintaMu

Bait lagu edcoustic itu, menyadarkan kita. Menghentak keegoisan diri. Kezaliman yang kita lakukan terhadap diri sendiri. Astaghfirullah!!

Ta… apa yang tengah kamu rasakan sekarang  tidak ada seujung kukunya pun dibanding dengan ujian para anbiya. Mau contoh? Tengok kisah Nabi Ayyub AS. Ketika Nabi Ayyub sakit,  bagaimana seharusnya respon istri, keluarga dan orang2 sekitarnya? Apakah mereka semua mengurus Nabi Ayyub ketika sakit? TIDAK! Bahkan mereka semua meninggalkan Nabi Ayyub seorang diri. Apakah Nabi Ayyub berputus asa? TIDAK! Karena apa ta? Karena Nabi Ayyub punya Allah. Dia lah tempat bergantung dan berharap. Bukan pada yang lainnya. Apalagi berharap pada makhluk. Waah…. Kita, manusia tiada kekuatan serta daya apapun kecuali atas kekuatanNya. Karena dengan kekuatanNya Allah memampukan kita menjalani semua.
Sakit… semoga menjadi kafarat atau penyucian diri kita atas segala dosa. Semoga jadi perenungan diri. Salah satu titik tolak untuk selalu bersyukur atas segala nikmatNya. Terutama nikmat sehat. Insya Allah. Amin.

Tidak ada sesuatu hal apapun yang menimpa kita kecuali Allah memberikan suatu manfaat besar bagi kita. Asal dengan kejelian mata iman kita memandangnya. Dengan berkhusnuzhan kepadaNya. Bahwa inilah bukti cinta serta kasihNya kepada kita.

Kini…. Bagimu yang terkulai lemah dengan  sakitmu. Semoga sakit ini semakin menjadikan dirimu dekat kepadaNya. Bermuhasabah kembali. Meningkatkan rasa sykurmu yang mungkin terlupa. Menunaikan hak-hak untuk kebutuhan ragamu.

Semoga sakit ini menjadikan dirimu semakin menyadari. Bahwa diri lemah sekali serta tak ada daya dan upaya kecuali atas kekuatan yang diberikanNya pada kita. Karena kekuatanNya yang memampukan kita. Karena segala hal yang telah terjadi, tengah terjadi atau yang masih menjadi misteri adalah bentuk cintaNya untuk kita, Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab…..

_syafakillah!

Minggu, 15 April 2012

Jalan Juang


Bismillahirrahmaanirrahim…..


Sabarlah wahai saudaraku tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati beri iman sejati
Berpadu dengan jiwa rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan asamu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang akan pasti
_Jalan Juang, IZIS

          Barisan lagu di atas menghentak-hentak serta menyadarkan diri ini. Mencoba membangkitkan gelora semangat  untuk selalu berjuang, berani berproses dalam pembelajaran kehidupan. Untuk tetap bertahan tanpa kenal lelah mewujudkan semua harap, impian serta cita yang Insya Allah mulia. Amin

                Melewati rentang proses pencapaian semua mimpi, tak pelak Allah menghadirkan segala macam ujian untuk kita. Allah ingin mengetahui seberapa besar niat kita mewujudkan semua mimpi kita. Allah ingin membuat kita kuat dan tegar melewatinya. Maka yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujianNya diluar kemampuan kita. Segala uji yang Allah sediakan untuk kita agar kita tahu dan benar-benar menyadari bahwa jalan Allah harus ditempuh dengan semangat daya juang yang tinggi. Jalan menuju ridhoNya bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani tetapi bukan pula hal yang mustahil untuk kita lakukan.

                Degup kehidupan yang saya lakoni kini membawa harapan agar semua mimpi yang saya azzamkan bisa terwujud. Derap-derap langkah  yang saya jejakkan ketika saya di sekolah, di kampus, di rumah maupun keseluruhan segi lingkup kehidupan, merupakan medan perjuangan saya meraih segala mimpi.

                Setiap mimpi pasti ada suatu usaha untuk merealisasikannya dalam nyata. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Setiap kesulitan ada kemudahannya. Setiap masalah ada jalan keluarnya.

                Maka… sabarlah wahai Prita Nurulhuda, sabarlah wahai saudaraku dalam menggapai cita karena jalan yang kita tempuh sangat panjang. Tak hanya sekedar bongkah batu karang.

                Maka… hujamkan dengan kuat tekad kita dan jangan mudah menyerah serta mengeluh. Tetapi pastikan asa dan harap kita semakin membumbung. Kejayaan dienNya bukan hanya sekedar mimpi, namun yang utama adalah satu…. JanjiNya. Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab….. 

Rabu, 04 April 2012

Yakinlah....


Bismillahirrahmaanirrahim…

Dalam riuh gaduh suasana
Tapi aku merasa sunyi dalam sepi
Sengaja menyisih serta tak mau berselisih

Segala sesal yang kini ada
Apakah aku akan bertahan dalam diam??
Hanya meratap lekat masa lalu
Hanya tergugu dalam bisu

Tak berani menatap matahari yang akan bersinar di hari esok
Tak berani melangkah karena takut untuk jatuh dan kembali terantuk

Lantas mau dikemanakan hari-hari penuh kesempatan
Untuk meraih hidup yang lebih baik?

Lantas mau dikemanakan segala potensi yang Allah telah anugerahkan??
Lantas mau dikemanakan segala kepercayaan-Nya untuk kita??

Yakinlah dengan janji Allah dalam firman-Nya
Laa yukalifullahu nafsan illa wus’ahaa
Yakinlah Allah selalu mengiringi derap-derap kita
Untuk meniti langkah-langkah ini menuju cita mulia

Yakinlah Allah selalu yang paling setia menemani kapanpun dan dimanapun
Yakinlah Allah selalu menguatkan kita dengan kekuatannNya yang tak terhingga
Yakinlah cinta Allah selalu untuk kita
Karena Allah selalu bersama kita
Insya Allah, amin!

_Prita Lifelong Learner
Someday, when I try to “bulid” myself and my guts!




Minggu, 25 Maret 2012

Pilihan Kita


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Sebuah berita yang kurang “sedap” sampai di telinga saya pekan kemarin. Seorang teman yang juga satu kelas dengan saya di kelas perkuliahan mengeluhkan keanehan kedekatan saya dengan seorang teman akhwat dikelas. Wallahu’alam apa yang ada dalam fikirannya. Sempat merasa sangat tidak menyangka jika dia bisa berbicara seperti itu. Kabar ini saya dapatkan dari orang ke berapa gitu. Jadi rutenya panjang deh.

Sempat pula agak terbawa emosi dengan apa yang katakan. Mungkin tanpa sadar juga ada sedikit perubahan dalam diri saya. Astaghfirullah!

Sekarang, lagi-lagi saya dihadapkan kepada pilihan. Apakah saya mau bersikap negative atas berita yang kurang “sedap” itu atau mengambil sikap positive? Pilihan itu sama kuatnya. Tinggal saya lah yang memilih diantara kedua pilihan tersebut.

Sebenarnya saya benar-benar ingin tertawa dengan adanya berita ini semua. Tapi okelah, mari kita pilih jalan penyelesaian terbaik untuk masalah ini. Insya Allah.

Apakah keuntungannya jika saya mengambil sikap yang negative? Misalnya, ketika saya memutuskan untuk melabrak seseorang yang merupakan sang narasumber berita kurang “sedap” ini begitu? Atau marah-marah ga jelas? Atau putus asa dan terus berlarut-larut dengan perkataan sang “narasumber” ??

Astaghfirullah! Semoga Allah menghindari saya dari sikap yang demikian. Amin.

Insya Allah saya adalah orang yang tidak mau mengambil pusing dengan masalah. Memangnya dia tahu betul begitu seperti apa saya? Interaksi saya dengan semua teman-teman? Memangnya omongannya dia berpengaruh begitu pada keberhasilan hidup saya?

Dan satu pertanyaan paling mudah yang saya tujukan kepada diri saya sendiri. Memangnya benar apa yang “narasumber “ katakan tentang kamu ta?? Jelas tidak!

Maka pilihan saya adalah mengambil sikap positive. Membiarkan sang “narasumber” dengan pemikirannya terhadap saya, membiarkan dia bertanggung jawab dengan Allah atas perbuatannya, membiarkan semua ini menjadi pemacu semangat saya. Mengubah berita kurang “sedap” ini dengan sebuah perubahan positive dalam diri saya. Tidak usah banyak bicara, cukup buktikan dengan tindakan nyata. Buktikan dengan karya terbaik!

Masih banyak harapan, impian, cita saya yang menanti untuk diwujudkan. Masih banyak hal yang saya fikirkan dan saya perjuangkan dibanding dengan mengeluarkan energi yang sia-sia untuk bersikap negative kepadanya.

Yang kini saya lakukan untuk sang “narasumber”. Mendo’akannya, semoga saya adalah orang terakhir yang menjadi bahan pemberitaannya dan yang utama agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Amiiin. Insya Allah.

                                                                                 Faghfirli ya Rabb….Faghfirli...Faghfirli....
                                                                                                Wallahu’alam hissawab…..







Selasa, 20 Maret 2012

Ya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim…

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah mengingatkan hamba pada suatu hal yang selalu hamba katakan kepada orang2 yang tengah menghadapi hal yang sama seperti hamba hadapi kini.

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah “mendidik” hamba dengan pelajaran berharga tentang berkhusnudzhan kepadaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengajari bagaimana caranya sebenar-benarnya percaya kepada kepastian janjiMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengabulkan do’a2 yang selalu hamba pinta padaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memahamkan hamba bahwa segala sesuatu ada waktunya dan indah pula di waktunya.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memproses mewujudkan sebuah kata yang selalu terngiang….

                _Seindah-indah rencana kita, ternyata jauh lebih indah rencanaNya_

Wallahu’alam….


Insya Allah ya Rabb.
Pahami hamba pada ketentuanMu yang tengah berlaku pada hidup hamba
Kuatkan hamba Ya Rabb. Amiiin

Selasa, 06 Maret 2012

Menangislah.....


Bismillahirrahmaanirrahim…..

                Kadang menangis tidak membutuhkan alasan, mengapa, kenapa, dan sebagainya. Terkadang ia nya begitu saja berjatuhan bagai derai hujan yang tak kunjung reda di penghujung malam. Terkadang ia nya mengalir semakin deras dalam isak yang kian tak tertahankan. Terkadang ia selalu memaksa kita menjebolkan pertahanan antara kekuatan dan ketidakberdayaan. Terkadang menangis tak pernah butuh penjelasan.

                Menangis, sebuah luapan perasaan yang tak keruan. Puncak klimaks dari segala kegundahan, keresahan, kebingungan,  ketakutan, ketidakberdayaan atau bahkan bisa juga kebahagiaan. Yang terus menyudutkan diri, yang kian memojokkan dan semakin menghimpit. Sesak. Ingin teriak dalam derasnya tangis yang terus mengalir.

                Dalam perasaan yang kian tak menentu itu. KepadaNya lah kita kembali memasrahkan diri. Ketika dalam kondisi tak berdayanya kita di hadapNya. Menangislah, merengeklah, mengeluhlah, bermanjalah dalam mengungkapkan segala keresahan yang menemaramkan cahayaNya di hati kita.  Mintalah cahayaNya untuk selalu menerangi dan tidak untuk redup lagi. Berharaplah kepadaNya agar selalu membukakan kita pada petunjuk-petunjuk cahayaNya. Yakinlah cahayaNya akan datang dan menghantarkan kita pada jalan-jalan kebenaran. Jalan yang selalu menunjukan kita pada ridhoNya. Jalan yang selalu  menunjukan kita pada kebenaran cintaNya….. Amin. Insya Allah
Wallahu’alam hissawab…..


“Laa takhofu wala tahzanu… Innallaha ma’ana…”

Senin, 13 Februari 2012

Penyesalanku...

Bismillahirrahmaanirrahim…..

Menangis dalam diam
                Ya Allah…. Serasa tak sanggup diri ini melihat hasil-hasil nilai semester 3 kemarin yang ada di layar computer. Meski belum lengkap semua nilai2nya. Tapi, IP nya itu loh. Astaghfirullah. Udah lah makin terpuruk aja kalo inget itu.

                Semuanya akibat kesalahan yang saya buat sendiri. Ya bener! Terlalu menganggap enteng dan berlaku asal-asalan. Asal masuk kuliah biar dapet nilai absen, asal ngerjain tugas, asal konsentrasi mendengar penjelasan dosen di kelas, asal dan asal yang lainnya.

                Ya Allah… hamba menyesal sejadi-jadinya. Sedih. Merasa sangat terpuruk, tertinggal dengan teman yang lainnya, merasa was-was juga karena bisa tidak mengikuti mata kuliah lanjutan di semester 4 ini. Karena ada salah satu dosen me warning ke saya dan teman2 jika mata kuliah yang sebelumnya belum lulus, maka dia tidak meng-allow kami untuk ikut kelas beliau. Astaghfirullah, semester kemarin aja udah nunggak 2 mata kuliah. Ya ini nambah lagi. Ya Allah, mau nangiss…

                 Duh… maaf ya postingan kali ini isinya mengeluh semuanya. Bukannya mau terus2an berkungkung dengan hal yang negative juga sebenarnya. Tetapi hanya ingin sekedar meluapkan apa yang ada di hati. Yang dirasakan. Yang kini disesalkan adanya.

                Segala sesal yang tertulis di atas, kini menjadi bagian masa yang telah terlewati dalam kehidupan seorang Prita Nurulhuda. Semua telah menjadi masa lalu yang telah mati dan terkubur bersamaan dengan waktu yang terus menggiring kita semua dalam masa-masa yang lain. 

Tiga masa kehidupan yang ada dalam kehidupan kita adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan. Yang pertama, masa lalu adalah masa yang telah kita lalui, dia telah mati dan kita pun tak bisa kembali memutar masa yang telah kita lewati, kita tidak bisa merombak ulang apa-apa yang dahulu kita lakukan dengan melakukan hal yang sam dengan cara yang lebih baik.

Yang kedua, masa kini. Ini adalah masa-masa yang terbaik, masa yang sebenar-benarnya waktu kesempatan kita menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Meninsyafi segala hal yang terjadi di masa lalu, memperbaiki segala kesalahan yang kita lakukan, berusaha tidak jatuh kembali dalam lubang yang sama. Masa kini adalah kehidupan kita yang sesungguhnya. Mengapa? Karena sejatinya, kita tak perlu lagi merisaukan betapa kelamnya masa lalu yang kita lalui sebelumnya dan yang terpenting melakukan hal terbaik di masa kini untuk hasil terbaik di masa depan.

Ya! Masa yang ketiga dalam kehidupan kita adalah masa depan. Masa depan pun masih menjadi misteri bagi kehidupan kita. Kita masih mereka-reka bagaimana kehidupan kita di masa hadapan? Bayang-bayang ketakutan pun akan pasti ada. Padahal jika kita mau sedikit berfikir lebih mendalam dan menyadari bahwa masa depan masih mengawang jauh di hadapan. Masih belum pasti terlihat adanya. Masih menjadi rahasiaNya. Lalu mengapa kita mesti terbebani dengan segala ketakutan-ketakutan yang mungkin tidak akan pernah terjadi nantinya? Mengapa kita menjadi ragu dengan kegemilangan di masa hadapan karena terhambat dengan bayang kegagalan yang belum atau mungkin tidak akan seburuk yang kita fikirkan?

Rasa takut untuk melangkah karena takut gagal, takut terjatuh lagi, takut kembali terpuruk, takut tidak kuat, takut dan takut yang lainnya. Semua ketakutan itu ada untuk mengajari kita. Mendidik kita agar bisa BERANI!!! Menghadapi segala aral rintang yang ada di hadapan, agar kita terus berharap kepadaNya dalam menyongsong masa depan yang Insya Allah lebih baik, agar langkah kita makin teguh dalam jalan-jalan meraih cita kita yang mulia.

Segala onak duri yang bertebaran dalam jalan panjang kita meretas semua harap kita, adalah penyemangat kita. Pendorong kita, pengingat kita. Allah tidak akan menguji kita diluar kemampuan kita. Allah telah menganugerahkan kepada kita segala potensi, kemampuan untuk berusaha menggapai semua harap yang ingin kita wujudkan. Yang ada mungkin malah kita yang tidak maksimal menggunakan segenap kemampuan serta potensi yang telah diamanahkanNya itu. Ya, termasuk berlaku asal-asalan dalam mengerjakan sesuatu itu tadi. Astaghfirullah.

Tidak ada jalan keluar lain lagi untuk mengatasi penyakit asal-asalan ini dengan mengoptimalkan segala anugerahNya yang DIA berikan, yang DIA amanahkan, yang DIA pinjamkan kepada kita. Mengerahkan segala potensi serta kemampuan yang kita miliki. Melahirkan semangat-semangat daya juang tinggi dalam hari-hari di kehidupan kita.

Ketika semua perubahan-perubahan yang kita lakukan berlandaskan niat mulia, hanya untukNya. Ketika semua tekad kuat kita untuk membuang jauuh penyakit asal-asalan ini telah mengakar dalam diri. Ketika azzam telah teguh dalam pijakan semangat meraih masa depan yang lebih baik. Ketika keyakinan akan harapan-harapan kita bisa terwujud….



Yang terpenting dan paling utama. Kita lafadzkan Laa haula wa laa quwwata illa billaah….. Tiada daya dalam diri ini untuk selalu istiqamah, tetap teguh dan makin kukuh. Tiada kekuatan untuk menjauhi segala maksiat, salah serta khilaf kecuali dari satu-satunya pemilik Kekuatan yang ada di seluruh jagat raya. Dan setelah melafadzkannya, maka kini kita harus memaksakan diri ini untuk tetap meniti, tetap melangkahkan kaki kita dalam jalan-jalan panjang meretas segala asa, mewujudkan segala mimpi. Walau terantuk, walau tersaruk, walau terhuyung. Walau kadang limbung digalut bingung…… Allahu’alam.
Insya Allah ta,,, makin kuat. Amin!



Sabtu, 31 Desember 2011

Bingung....


Bismillahirrahmaanirrahim…….

“ Dari waktu ke waktu Anda akan mengalami kebingungan dalam hidup
Itu adalah sesuatu yang normal dan alamiah
Tidak ada yang salah dengan kondisi bingung itu
Anda justru perlu lebih mampu  menikmati dan mensyukuri kondisi bingung itu
Kebingungan adalah sebuah ruang transisi sebelum Anda masuk ke ruamg pemahaman (pencerahan) baru
Jangan bingung dengan kebingungan Anda
Nikmati……”
(Erbe Sentanu)

            Kata-kata di atas adalah ungkapan yang dalam serta penuh dengan makna. Berbicara tentang sebuah masa transisi dari kebingungan menuju pemahaman. Bisa juga di bilang proses… pembelajaran untuk kita.

            Erbe Sentanu juga melanjutkan kata2 di atas tadi dengan kata “Help”. Apa maksudnya? Ya mungkin ketika kita menemukan kebingungan yang teramat sangat yang terjadi dalam kehidupan kita. Maka hal terbaik untuk kita adalah meminta tolong. Kepada siapa? Kepada siapa lagi kalau bukan kepadaNya, Allah.

            Kemudian Erbe Sentanu melanjutkan dengan sebuah analogi yang indah. Dia menulis jika computer saja mempunyai fasilitas tombol Help yang selalu siap kita klik ketika kita menemukan masalah. Maka Allah pun telah memberi tombol Help pada computer hayati kita. Bahkan jauh lebih canggih. Apakah itu? Dia adalah hati. Jika ada sesuatu yang membuat bingung dan ingin Anda ketahui, tanyakan saja kepada diri sendiri melalui hati.

“Istaffti qalbak, mintalah fatwa pada hatimu”
(Muhammad Saw)


            Bagaimana caranya kita bertanya kepada hati? Erbe pun menjelaskan bahwa geserlah gelombang otak Anda ke posisi ikhlas di Alfa atau Theta (dengan bantuan CD Digital Prayer) serta lepaskanlah pertanyaan Anda di sana sambil meminta bantuan pada Allah. Kemudian ikhlaskan pertanyaan Anda, jangan menyiksa diri dengan menantikan jawabannya. Rileks saja, cukup perhatikan saja pikiran-pikiran yang terlintas atau kejadian-kejadian yang terjadi setelah itu. Jika computer mesin dan search engine seperti Yahoo! Maupun Google selalu memberikan jawaban atas apa pun pertanyaan Anda, apalagi computer hayati Anda.

            Alhamdulillahirrabil’alamin…. Bacaan yang sungguh bermanfaat! Khususnya untuk diri sendiri. Apalagi ketika kita memang berada titik terjenuh, titik klimaks dalam menghadapi masalah. Ternyata…. Terkadang malah kita sendiri yang membebankan diri untuk menuntut atau pun tergesa berharap solusi atau pun terpecahkannya masalah yang kita hadapi.

            Astaghfirullah…. Harus memperbanyak kalimat ini. Atas kecerobohan diri kita yang lemah ini, atas ketergesaan kita meminta jawaban atas semua persoalan dan atas semua khilaf kita. Faghfirli ya Rabb….

            Kemudian yang harus kita lakukan adalah mencoba untuk menikmati setiap detik proses masa transisi kita. Dari kebingungan menuju pemahaman. Yakin bahwa tiap persoalan yang ada tidak di luar kemampuan kita karena Allah akan selalu memberikan jawaban terbaikNya untuk kita. Amin. Insya Allah.
PRITA BISA!!!

            Jadi… ikhlaskan hati untuk menikmatinya… Selamat menikmati!