Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semangat. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2013

Muhammad Al Fatih


Bismillahirrahmaanirrahim ….


Muhammad Al Fatih, sebuah nama yang tak  asing lagi di telinga ini mendengarnya. Dialah seorang sosok yang sejak masa kanak-kanaknya telah ditanamkan untuk menjadi seorang pemimpin besar. Seorang yang telah ditanamkan kuat dengan ajaran Islam serta ilmu pengetahuan lainnya, serta memiliki impian besar untuk penaklukan sebuah benteng, yaitu Konstantinopel.  Sang guru pun seringkali mengajak Al Fatih kecil untuk melihat benteng itu dari kejauhan, sambil berkata, “Lihatlah di seberang sana, Rasulullah pernah bersabda bahwa benteng itu akan ditaklukkan seorang pemimpin yang merupakan sebaik-baiknya pemimpin dan tentaranya adalah sebaik-baik tentara. Saya percaya, pemimpin itu adalah kamu.”

Itulah kalimat penyemangat, dari seorang guru untuk Al Fatih yang setiap hari dia tumbuhkan. Demi sebuah keyakinan yang akan terus menguat di dalam diri Al Fatih. Catatan sejarah 800 tahun sejak masa para sahabat, Konstantinopel tidak pernah tertaklukkan. Bahkan Ayah, kakek, atau pendeknya banyak pihak sebelumnya gagal menaklukkan kota ini. Yang dilindungi benteng dengan dinding setebal 10 meter. Di sekeliling benteng masih terdapat parit selebar tujuh meter. Jika diserang lewat Barat, ada benteng dua lapis. Dari Selatan, ada pelaut Genoa yang kuat dan berpengalaman. Sementara, masuk dari arah Timur nyaris tidak mungkin karena armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang dilindungi rantai besar hingga kapal perang kecil pun tak bisa lewat. Lalu, bagaimana mungkin Al Fatih bisa berhasil?

Ketika ratusan ribu pasukannya selama berpekan-pekan tidak juga berhasil menaklukkan Konstantinopel, Al Fatih yang tak ingin menyerah akhirnya menemukan kelemahan pertahanan lawan di selat sempit Golden Horn. Karena terlalu yakin tidak ada kapal yang sanggup melewati rantai yang dipasang di lautan, pertahanan di bagian ini agak lemah.

Al Fatih memerintahkan pasukannya menarik dan menggotong kapal mereka melalui jalur darat, melewati pegunungan. Dalam semalam, 70 kapal laut pindah dari selat Bosphorus menuju Selat Tanduk untuk kemudian melancarkan serangan tidak terduga yang berakhir dengan kemenangan yang dinanti selama berabad-abad lamanya.

Pastinya ada banyak rangkaian catatan perjuangan dibalik kesuksesan tersebut. Selain impian yang ditanamkan sejak kecil, pola asuh yang diterapkan sang ayah sangat berpengaruh kuat sehingga tertanam kuat dalam dirinya sebuah tekad untuk menaklukkan benteng yang menjadi kunci penyebaran Islam di Eropa Timur.

Sang ayah pun mencarikan guru terbaik dan memberikan kekuasaan kepada sang guru untuk mendisiplinkan putra mahkota. (Sumber; Resonansi Asma Nadia 020213)
***

Muhammad Al Fatih, telah begitu banyak memberikan saya inspirasi dan pemahaman. Bahwa seorang pemimpin besar itu tidak lahir begitu saja tanpa adanya pengajaran dan pendidikan terbaik dari orang tuanya. Pendidikan terbaik itu juga tidak tersedia begitu saja dalam diri setiap orang tua. Semuanya itu berawal dari sebuah kesadaran diri masing-masing seorang wanita dan pria yang bersatu dalam ikatan suci pernikahan, yang bersama mempunyai sebuah cita kelak melahirkan generasi mulia. Semua itu butuh perjuangan gigih dari calon orang tua untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang paling pertama bagi anak mereka nanti. Yang menjadi tongkat estafeta perpanjangan kemenangan dien agama ini. Bahkan jauh sebelum mereka merencanakan pernikahan sekalipun.

Bagaimana kelak kita akan melahirkan generasi terbaik jika diri kita sendiri tidak pernah menjadi pribadi yang baik pula? Tidak pernah selalu bermujahadah untuk selalu berbenah memperbaiki diri, lalu bagaimana kita bisa mewujudkan cita-cita kita?

Setiap harapan maupun cita-cita yang kita azzamkan, dengan ikhtiar serta do’a yang maksimal serta atas  izin, kekuasaan dan kekuatanNya lah dapat kita wujudkan. Apalagi untuk sebuah niat mulia yang kita landaskan untuk beribadah kepadaNya. Menjadi pendidik bagi diri sendiri, keluarga maupun ummat untuk menjadi generasi terbaik, penyeru dan penegak agama ini di bumi.

Setiap kita punya keinginan, harapan, azzam ataupun cita-cita yang unik dan berbeda. Apapun itu semoga semua cita itu berdasarkan atas keinginan kita dalam rangka ibadah kepadaNya. Semoga cita itu kita kuatkan selalu juga dengan ilmu, serta yang terutama iman.

Anda punya impian, harapan, cita-cita ataupun azzam yang besar kan? Saya pun begitu. Dan tulisan ini adalah salah satu bentuk upaya mujahadah saya dalam mewujudkannya. Sebuah nama yang memberikan saya inspirasi. Sebuah nama yang memberikan saya semangat serta keyakinan yang begitu kuat. Sepenggal sejarah yang termahsyur hingga kini, dan kelak ingin saya lanjutkan pula dengan cerita yang berbeda tetapi dengan sebuah rasa semangat yang sama.

_our dream's_
Semoga ini bukan sekedar hanya impian saya semata, tetapi juga cita saya dengannya. Seseorang yang kelak nanti Allah pinjamkan menjadi pendamping saya, dan saya dipinjamkan Allah untuk mendampinginya. Berdua, bersama melahirkan sosok serupa sang penakluk benteng yang telah dinanti berabad lamanya. Semoga Allah izinkan, Aamiin.    




*Muhammad Al Fatih, adalah do’a serta cita-cita kita bersama


Sabtu, 16 Februari 2013

Selamat Datang (Semester VI)


Bismillahirrahmaanirrahim …

Alhamdulillahirrabil’alamin, akhirnya lega banget setelah menyelesaikan UAS semester ganjil awal Januari kemarin. Itu pertanda bahwa semester 5 telah usai. Huffh…. *menghela nafas panjang

Semester 5, merupakan semester yang “sesuatu” banget deh buat saya. Mata kuliah nya memang sama seperti semester2 sebelumnya. Cuma muatannya memang jauh lebih berbobot dan berbahasa inggris semua. Iyalah bahasa inggris? Kan memang itu jurusan kuliah saya. Hehehe, cape dehh… *nyengir

Ternyata yang merasakan kelegaan luar biasa setelah UAS semester 5 bukan saya ajah loh. Teman2 saya yang lainnya juga. Bahkan sampai ada yang benar2 menghitung detik2 berakhirnya semester 5 di ujian terakhir. Lebay yah? Hehehe.

Oke, lepas dari UAS kita punya waktu tenggang libur sejenak menuju semester 6. Sekitar 3 pekan . Masuk lagi tanggal 12 Februari untuk bimbingan akademik semester  6. Dan tanggal 18, yaa mulai masuk deh ke semester 6. Welcome… *bahasa inggrisnya keset tuh

Insya Allah di semester 6 nanti akan ketemu dengan 8 mata kuliah. Jumlah SKS nya ada 21. Salah satu SKS ada yang bobotnya sampai 4 SKS booo… *mantap
Dan jum’at kemarin menjadi hari dimana saya dan teman2 memulai bimbingan. Harusnya sih hari Selasa, tetapi karena ada kesalahan jadwal dari TU, makanya kita harus bersabar menunggu sampai jadwal benar2 fix. Ketika bimbingan, Pembimbing akademik sayah bilang, kalo semester ini butuh ekstra kerja keras untuk menempuhnya. Kita semua sudah mau mempersiapkan KKM di akhir semester 6 nanti. Jadi semester 7 ga terganggu lagi dengan kegiatan KKM. Semoga dimudahkan Allah. Aamiin.

Ketika pembimbing akademik saya mau menandatangani FRS saya, beliau tanya tentang kemerosotan nilai IP saya semester 5 kemarin. Saya jawabnya jadi ya gugup gimana gitu. Memang turun drastis. Benar2 jatuh dah pokoknya. Parrahuu. Astaghfirullah….
Saya benar2 mengakui semua kesalahan2 saya di semester kemarin. Ya ampun, ga usah ditulis akh, maluuu. *nutup muka

Akhirnya, datang juga semester 6. Semoga momentum ini bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki semester 5 yang benar2 menyedihkan nilai2nya serta prestasinya. Tapi itulah proses saya belajar. Dan dari situ saya harus menerima konsekuensinya. Mempertanggungjawabkan untuk memperbaikinya. Insya Allah, belum terlambat, dan memang tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik, untuk ilmu, dan untuk Allah.

Insya Allah, semoga kekuatanNya memampukan saya menjalani perbaikan dengan baik. Aamiin.

Insya Allah, BISA!
Let’s fight! 

Jumat, 22 Juni 2012

UIKA -My Story-


Bismillahirrahmaanirrahim…….

Alhamdulillahirrabil’alamin….

Sampai juga di penghujung tahun kedua saya di kampus saya tercinta. Akhir pembelajaran saya di semester 4 tahun 2011/2012. Kemarin selama sepekan tuh baru saja saya selesai UAS. Bagaimana rasanya ta ujiannya? Mantep…. Kayak makan permen nano-nano. Manis, asam, asin, ramai rasanya. –iklan banget c???- hehe

Ujian hari terakhir, pengawas menyebarkan  kertas berisi keterangan studi di semester depan. Semester ganjil tahun  pembelajaran 2012-2013. Jadi, insya Allah besok bulan September saya sudah berada di semester 5. Insya Allah, kalau Allah sampaikan umur saya di bulan tersebut. Insya Allah.

Lihat kertas itu, jadi mengawangkan pikiran saya di suatu hari di tahun 2008. Yuk mari kita rewind sebentar ke salah satu hari di tahun 2008…..

My flash back in 2008

Hari itu saya tengah berdiri di halte shelter UIKA bus trans pakuan Bogor. Menunggu kedatangan bus yang tak kunjung tiba meski saya sudah berdiam disana selama kurang lebih 10 menit. Armada busnya memang tidak sebanyak bus-bus lain atau angkutan kota yang sedari tadi berseliweran menawarkan saya untuk naik. Tapi saya tolak dengan senyum sambil menggelengkan kepala. Bukan arah tujuan saya sih masalahnya.

Sembari menunggu bus pakuan yang belum tiba, akhirnya saya hempaskan diri untuk duduk. Mengedarkan pandangan saya ke jalan raya di hadapan yang ramai lancar. Lalu saya menoleh ke arah tempat saya duduk. Saya menangkap sebuah gedung tinggi berlantai 3 dengan tulisan besar di salah satu lantainya bertuliskan “Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan”.

Entah kenapa terlintas dalam benak dan kemudian saya berujar pada diri saya sendiri bahwa kelak saya akan berada di dalam Fakultas itu. Menuntut ilmu di Universitas yang namanya menjadi salah satu shelter bus yang tengah saya duduki kini.

Semasa kecil, pelajaran yang paling saya senangi adalah bahasa inggris. Mungkin ini sebuah ambisi diri saya untuk terus memperdalamnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Mungkin.

Lamunan saya terbuyarkan karena bus yang saya tunggu telah datang.

Dan akhirnya atas izin serta kehendaknya bulan Juli 2010 pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Universitas itu, mendaftarkan diri menjadi mahasiswi di sana. Alhamdulillah, Allah jawab do’a saya.

Bulan-bulan pertama saya di awal perkuliahan memang agak berat. Karena pagi harinya saya harus kerja mengajar di salah satu sekolah dan sorenya saya sudah harus berada dalam kelas mengikuti perkuliahan. Menjelang pukul 21.00 saya baru sampai di rumah dengan rasa lelah yang luar biasa. Belum lagi jika di tengah jalan sopir angkot menurunkan saya di tengah jalan, karena alasan ingin segera pulang lah, atau tidak mau ditagih uang tambahan, menghindari amukkan tukang ojek, dan sebagainya. Bisa dipastikan sesampainya saya di rumah lebih dari jam 21.00. Tetapi saya benar-benar menikmati semuanya. Karena Allah yang menguatkan saya untuk selalu bertahan. Insya Allah.

Perlahan saya menyadari bahwa, apa yang tengah saya pelajari di perkuliahan semuanya menjuru kepada pendidikan. Parahnya saya benar-benar ga ngeh banget ketika mendaftar.

Balik lagi ya ke tahun 2012….

Akhirnya saya yang sekarang, sering bertanya-tanya dalam hati deh. Berfikir dan merasa bahwa sepertinya saya salah jurusan. Apakah masih ingin lanjut? Berhenti dan mengulang dari awal lagi di jurusan yang lain? Apakah tujuan saya di perkuliahan yang tengah saya jalani kini? Apakah hanya sekedar ambisi saya ingin kuliah?

Pertanyaan it uterus menari-nari dalam benak saya. Tapi saya juga berfikir, bahwa ini adalah tahun kedua saya kuliah. Berarti sudah setengah jalan menuju kelulusan, insya Allah. Kenapa saya bingung gini yah? Garuk-garuk kepala aja deh. Hehehe.

Eh, ga lama saya dipertemukan Allah oleh teman ayah seorang psikolog, lulusan dari UNPAD. Kami sudah lama tidak bertemu, sekitar 4 tahun an deh. Beliau banyak cerita-cerita dan akhirnya menanyakan bagaimana keseharian saya sekarang. Trus…. Kesempetan deh saya curhat aja sama beliau. Perihal kebingungan saya yang seperti salah ambil jurusan. Eh beliau malah bilang gini…

“ Gak apa-apa ta, lanjutin aja kuliahnya. Insya Allah, kamu tidak sama sekali salah dalam mengambil jurusan. Dulu saya juga sama kayak kamu deh. Insya Allah, semuanya Allah yang tunjukkan kamu ta. Bismillah aja….” Ujar beliau dengan sangat antusiasnya

“oh begitu ya bu, iya deh Insya Allah saya lanjut…. Makasih ya bu sarannya” jawabku dengan senyuman

Alhamdulillah….. saya sangat bersyukur sekali waktu itu. Saya merasa bahwa do’a saya di bayar kontan oleh Allah. Pertanyaan saya langsung di jawab oleh Allah. Terima kasih ya Allah, atas jawabanMu yang makin menguatkan hamba.

Sekarang, ya ga ada istilah salah jurusan dan sebagainya. Inilah sebuah jalan yang Allah tunjukkan kepada saya. Semoga Allah senatiasa menguatkan saya dalam menjalani semua proses pembelajaran di jurusan, fakultas, dan universitas yang telah saya pilih.

Semua pilihan yang kita pilih ada konsekuensinya yang harus kita jalani. Sebagai wujud tanggung jawab kita atas pilihan hidup yang ingin kita tempuh. Juga sebagai ungkapan syukur kita kepada Allah atas seluruh anugerah yang Allah titipkan pada kita. Insya Allah, amiiin.

*Kuatkanku ya Rabb….

Jumat, 08 Juni 2012

Kadonya niii......


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Met milad ya taa……

Ciye ciye,,,, udah 23 tahun niii. Idiih,,, sebentar lagi umurnya seperempat abad donk (ga penting). Hehe.
Kadonya apa ta tahun ini? Inilah cerita saya tentang kenanehan diri saya suka bungkus kado sendiri untuk diri saya sendiri. (kasiaan amat). Tapi ada keseruan sendiri aja sih menurut saya. Yaa… hitung2 tidak merepotkan orang lain. (ciyee… baiknya).

Let’s check it out….

Hmmm…. Milad saya tahun ini tepat di hari selasa. Pengennya cari kadonya tuh pas sebelum saya milad. Tapiiii, karena kesibukan yang luarrrr biasa antara kerjaan sekolah, rumah dan kuliah yang buanyaak itu (alesan) jadi aja sampe di hari miladnya saya belum sempet membeli kado buat diri saya sendiri.

Pada akhirnya saya memutuskan untuk membeli kado ketika tanggal 8 Juni kemarin (udah telat 3 hari). Kemana coba saya cari kadonya? Yang deket aja lah kita ke toko buku Al Amin, Baranangsiang. Loh buku lagi ta kadonya? Iyalah… mang mau apa? SLR, SLR, SLR (dalem hati). Halaaah…. Nanti lah itu, walaupun di papan impian saya sudah terpampang SLR EOS 550D. Tapiiii,,, belum juga sampai di tangan sayah. (sabaarrrr….) hehehe.

Sesampainya saya di Al amin jam 10.50 WIB. Waduuh…. Saya lupa hari ini kan hari Jum’at yah. Berarti saya musti extra express nih belinya. Kan abang-abangya mau jum’atan yah…Oke capcuss….^^

Udah deh ini aja yah….
Bukunya ada 2 nih tahun ini. Yang satu judulnya “Diriku, Bagaimana kabarmu?” dan yang satu lagi apa hayoooo…… ga ah malu. (malu2in kale). Gubrakss

Yaa… pokoknya kedua buku ini yang saya pilih adalah buku yang isinya “saya banget”. Maksudnyaaa, ya buat motivasi keadaan yang saya hadapi kini dan kedepannya nanti. Insya Allah. Semoga bermanfaat ya ta. Insya Allah. Amin


Wallahu’alam hissawab…..

Minggu, 25 Maret 2012

Wanita Shalihah



Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.
(HR. Muslim)


            Sebuah matan hadits yang mengandung makna yang begitu dalam, sedalam lautan qalbu. Menyirat makna yang tinggi, setinggi langit yang terus membumbung menuju titah Tuhannya.  Anggun, indah, mempesona, menyenangkan, dan seterusnya, jika teruntai tak akan habis memujinya. Dialah Wanita.
           
            Namun,,, tak semua wanita akan menjadi terhormat dan teragung dihadapan Rabb-Nya. Masing-masing memilih jalan yang telah digariskan. Akal, nafsu, nurani menjadi nakhoda penggerak merentas bahtera kehidupan yang selalu bersahabat dengan badai. Terkadang mereka berdiri tegak dalam pijakkanya, berteriak ِAku adalah yang terbaik, bahkan ada yang berani mengatakan, keshalihan itu relatif, tidaklah perlu saling menyalahkan. Namun, nurani-fitrawi tak pernah menutup matanya tuk mengakui, intan adalah intan dan lumpur adalah lumpur. 

            Demikian wanita Shalihah,,, adalah kebaikan yang yang terwujud dalam sosok makhluk yang bernama Hawa. Wujudnya telah terukir indah dalam sabda-sabda cinta Muhammad Shallahu’alaihi wasallam. Padanya tersemat mahkota Perhiasan Dunia yang paling terindah, bukan mutiara La Peregrina, bukan Batu Zamrud, bukan Permata Cleopatra, bukan Intan Aztec, bukan pula batu emas  atau perhiasan apapun di dunia ini. Keindahannya terus kekal, abadi hingga menuju singgasana Syurgawi.

            Perhiasan itu bisa redup bisa pula mengilau jika dijaga dan terus diasah.
            Dalam sabda cintanya, Rasulullah telah menunjukkan kilauan-kilauan dan aroma mereka.

Wanita shalihah adalah sebaik-baik keindahan, menatapnya menyejukkan Kalbu, mendengarkan suarannya menghanyutkan batin, ditinggalkan menambah keyakinan.,, , Wanita shalihah adalah ibu dari anak-anak yang mulia, wanita shalihah adalah istri yang meneguhkan jihad suami, wanita shalihah penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat, wanita Shalihah adalah adalah bidadari syurga yang hadir di dunia,,,,,


            Dia begitu sempurna, Ikhlas bagai Siti Hajar, Tawadhu’  bagai Bilqis, sabar bagai Khadijah, teguh bagai Sumayya, cerdas bagai Aisyah dan santun bagai Fathima Az Zahra.

            Itulah kilauan wanita Shalihah,,, tapi sebagai manusia, pasti ada kekurangannya, namun kekurangan itu terus diikhtiar dalam penyempurnaan.

            Menjadi wanita Shalihah adalah idaman fitrawi setian muslimah,,, menjadi wanita Shalihah bukan berarti menjadi bidadari, menjadi wanita shalihah bukan menjadi putih yang tek berbekas,,, menjadi wanita shalihah adalah proses menuju keridha’an Allah. Menapaki jalan yang di atasnya tercerahi cahaya petunjuk Allah dan Rasulnya, dan terus istiqomah di atasnya.


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum
maka ia akan dibangkitkan bersama kaum itu
(HR. Abu Dawud)

Insya Allah


Wallahu’alam…..


 
“I am just the ordinary woman but I try to keep learn, learn and learn about everything ever after
To be a good one… Shalihah. Insya Allah. Amiiin….” (ta.89)
  







Pilihan Kita


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Sebuah berita yang kurang “sedap” sampai di telinga saya pekan kemarin. Seorang teman yang juga satu kelas dengan saya di kelas perkuliahan mengeluhkan keanehan kedekatan saya dengan seorang teman akhwat dikelas. Wallahu’alam apa yang ada dalam fikirannya. Sempat merasa sangat tidak menyangka jika dia bisa berbicara seperti itu. Kabar ini saya dapatkan dari orang ke berapa gitu. Jadi rutenya panjang deh.

Sempat pula agak terbawa emosi dengan apa yang katakan. Mungkin tanpa sadar juga ada sedikit perubahan dalam diri saya. Astaghfirullah!

Sekarang, lagi-lagi saya dihadapkan kepada pilihan. Apakah saya mau bersikap negative atas berita yang kurang “sedap” itu atau mengambil sikap positive? Pilihan itu sama kuatnya. Tinggal saya lah yang memilih diantara kedua pilihan tersebut.

Sebenarnya saya benar-benar ingin tertawa dengan adanya berita ini semua. Tapi okelah, mari kita pilih jalan penyelesaian terbaik untuk masalah ini. Insya Allah.

Apakah keuntungannya jika saya mengambil sikap yang negative? Misalnya, ketika saya memutuskan untuk melabrak seseorang yang merupakan sang narasumber berita kurang “sedap” ini begitu? Atau marah-marah ga jelas? Atau putus asa dan terus berlarut-larut dengan perkataan sang “narasumber” ??

Astaghfirullah! Semoga Allah menghindari saya dari sikap yang demikian. Amin.

Insya Allah saya adalah orang yang tidak mau mengambil pusing dengan masalah. Memangnya dia tahu betul begitu seperti apa saya? Interaksi saya dengan semua teman-teman? Memangnya omongannya dia berpengaruh begitu pada keberhasilan hidup saya?

Dan satu pertanyaan paling mudah yang saya tujukan kepada diri saya sendiri. Memangnya benar apa yang “narasumber “ katakan tentang kamu ta?? Jelas tidak!

Maka pilihan saya adalah mengambil sikap positive. Membiarkan sang “narasumber” dengan pemikirannya terhadap saya, membiarkan dia bertanggung jawab dengan Allah atas perbuatannya, membiarkan semua ini menjadi pemacu semangat saya. Mengubah berita kurang “sedap” ini dengan sebuah perubahan positive dalam diri saya. Tidak usah banyak bicara, cukup buktikan dengan tindakan nyata. Buktikan dengan karya terbaik!

Masih banyak harapan, impian, cita saya yang menanti untuk diwujudkan. Masih banyak hal yang saya fikirkan dan saya perjuangkan dibanding dengan mengeluarkan energi yang sia-sia untuk bersikap negative kepadanya.

Yang kini saya lakukan untuk sang “narasumber”. Mendo’akannya, semoga saya adalah orang terakhir yang menjadi bahan pemberitaannya dan yang utama agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Amiiin. Insya Allah.

                                                                                 Faghfirli ya Rabb….Faghfirli...Faghfirli....
                                                                                                Wallahu’alam hissawab…..







Jumat, 03 Februari 2012

Tentang Hidup (Part II)


Bismillah......




Jalan panjang itu bernama kehidupan

Jalan dalam hidup yang tak akan pernah lurus

Penuh liku, dan kian terus mendaki

Tak jarang kita terperosok dalam lubang kekalahan

Tak jarang kita terjatuh dalam keputus asaan

Tak jarang pula kita tegap berdiri dalam pijakan  kemenangan





Jalan panjang kehidupan ini mengajarkan banyak hal pada kita

Bahwa jalan hidup kita bukan  hanya sekedar dunia

Jalan kita yang utama

Kampung halaman yang abadi

Kampung akhirat

Di sana lah tujuan hidup kita

Persiapkan sebaik-baik bekal untuk menggapai kebahagiaan haqiqi

Di sana…. Di surgaNya

Insya Allah. Amiiiin






* Semangat ya ta.... cepet sembuh!!!!
030212

Rabu, 09 November 2011

menulis tentang pelajaran

Bismlillahirrahmaanirrahim......

            Sebuah komen singkat hadir di salah satu jejarig sosialku kemaren. Dari abang Audi. Bilang apakah aku bisa nolong dia. Baru baca tadi malem jadi langsung aja deh sms biar cepet.
Ga taunya ngajak bikin sebuah buku. Isinya tentang apa? Ya tentang pembelajaran hidup yang dia dapatkan dari ade2nya semua dan pembelajaran hidup yang ku dapatkan lewat kakak.

          Wahh... kayaknya bakal seru nih. Belum berlanjut bagaimana teknisnya. Tapi yang terpenting adalah kemauan kita untuk berbagi sekelumit pelajaran kehidupan yang telah kita lalui, semoga bisa dijadikan pelajaran bagi yang membacanya dan khususnya untuk yang mengalami pengalaman itu, agar makin teguh dalam kehidupan. Amiiin

         Kak... Alhamdulillah,  segala syukur hanya ku panjatkan pada Rabbi. Mengirim sosok yang begitu baik, penuh inspirasi, yang menguatkan , yang memotivasi, yang mengerti serta memahami.

Semoga jalinan ini terus akan menghubungkan kita dengan satu cinta yaitu cinta padaNya.

Semoga harapan bersama terus menjadi do'a indah yang selalu kita panjatkan untukNya.

Semoga kita terus saling menguatkan, mengokohkan langkah di jalanNya.

Semoga.... secuil kisah yang kita bagi atas pembelajaran hidup ini bisa menjadi landasan-landasan kokoh untuk membangun sebuah menara cahaya di surgaNya.

Hingga kelak nanti kita bertemu kembali disana... di menara cahaya.

Tempat berkumpul para pencinta saudaranya karena Allah, untuk Allah dan di jalan Allah. Amiiin
Insya Allah