Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Kehidupan


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Awal hari di bulan ke-10 tahun 2012

Kembali aku terjatuh. Mungkin dan aku harap tidak terlalu parah dan jauh. Dilema lagi? Takut lagi? Sedih lagi? Sangat, sangaat mengganggu. Kali ini ku biarkan diri ini merenungi, meski tak bisa benar-benar diam dalam sunyi, semoga membawa perbaikan yang membawa kedamaian diri. Insya Allah, amiin.

Hmm…. Coba kita bicarakan bersama tentang kehidupan sejenak. Duduk bersama denganku, membagi semua pelik liku hidup dari hati ke hati. Hatiku dan hatimu. Marii…. Bismillah
Menurutku, hidup itu penuh dengan misteri-misteri yang Allah sediakan untuk kita. Semua yang terjadi bagai sebuah tanda tanya besar dalam diri kita. Kadang bertanya mengapa, kenapa, apa, bagaimana dan sebagainya. Pertanyaan itu kadang juga dalam bentuk sebuah protes kepadaNya. Astaghfirullah, padahal tidak ada suatu apapun yang Allah ciptakan, yang Allah pertemukan dengan kita, sia-sia. Semuanya ada manfaatnya, ada hikmahNya untuk kita. Insya Allah. Hanya yang belum sampai adalah pemahaman kita dengan maksudNya. Keterbatasan akal kita untuk menerka tujuan Allah untuk hidup kita.

Hmm….. tiap diri kita pasti punya harapan dalam hidup. Apapun itu, sekuat diri ini berusaha keras untuk mewujudkannya. Dan itulah proses hidup, proses pembelajaran sebuah pilihan-pilihan hidup yang telah kita ambil. Tiap pilihan pasti punya konsekuensinya masing-masing. Allah telah membentangkan jalan kebaikan dan juga jalan keburukan. Tinggal kita yang memilih, apakah mau mengambil jalan yang baik atau jalan yang buruk? Pilihan itu ada di tangan kita.

Allah memberikan kita sebuah kesempatan, sebagai jawaban do’a yang kita pinta padaNya. Allah tidak serta merta menurunkan kekayaan yang melimpah, ketika kita minta harta. Tetapi ya itu, Allah memberikan kita jalan untuk kita bisa mewujudkan kekayaan itu. Allah ingin memberikan pemahaman kepada kita tentang makna dari permintaan kita sendiri. Kita diharuskan untuk terua berusaha setelah berdo’a. Entah bagaimana hasilnya nanti, Allah tetap lihat sebuah proses yang kita lakukan. Semoga proses yang kita lakukan adalah sebuah proses yang baik menurutNya. Insya Allah

Oke… terlepas apapun masalah yang tengah kita hadapi kini. Tengah terjatuhkah kita dalam lubang-lubang yang kita buat sendiri. Percayalah bahwa hidup ini sebuah anugerah terindah yang Allah berikan untuk kita. Seberat apapun ujianNya, sedalam apapun kita tersungkur dalam kesalahan kita. Semoga Allah selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup ini. Semoga ketika hati serta lidah ini ingin berkeluh tentang sulitnya hidup, lebih dahulu kita di sadari bahwa ada rencana indah yang telah Allah siapkan untuk kita. Kita yang mau berproses dalam jalan kebaikanNya.

Ku teringat lagi dengan sebuah paragraf akhir sebuah buku karya Salim A. Fillah. Yang tertulis…
Laa haulaa wala quwwata illa billaah….. tidak ada upaya kita untuk teguh dan istiqamah di jalanNya tanpa bantuanNya. Tidak ada kekuatan untuk menghindari maksiat kecuali atas pertolonganNya.
Setelah melafadz kalimat itu, mari bersama teguhkan diri, kuatkan tekad, kokohkan langkah untuk menghadapi keonsekuensi pilihan-pilihan hidup kita. Meski berat, sakit, terhempas, tersakiti, terhuyung dan limbung. Cepat bangkit, terus berjuang. Kita dekap cintaNya. Kita minta kekuatanNya untuk kokohkan pijakkan. Dan raih bersama, ridhoNya. Insya Allah, amin.

Wallahu’alam hissawab


Apapun masalahmu, bersykurlah!


Rabu, 09 Mei 2012

Sedihku


Bismillahirrahmaanirrahim……

Saya merasa bahwa kali ini saya sedang berada dalam kondisi puncak suatu titik klimaks atas semua persoalan hidup yang tengah saya hadapi. Merasa sangat tak berdaya dan memang tak ada kuasa sama sekali. Berada di suatu tempat terpojok yang kian menghimpit dan makin menjepit. Sempit. Tak bisa bernafas. Tak sanggup bergerak. Terpaku. Tergugu dan dalam diam yang membisu.

Mencoba bangkit berdiri mencari kedamaian dariNya. Menghadap di atas bentangan sajadah yang telah terhampar. Ya Allah, izinkanku berdialog denganMu. Berkeluh kesah dalam untaian kalimat syahdu dalam do’a. Bukan bermaksud mengeluh tetapi meminta selalu bimbinganmu. PetunjukMu. CahayaMu yang mungkin kini tengah temaram di jalan hidupku.

Membuka lembaran kalamMu. Berikhtiar mencari ketenangan dengan mengingatMu. Alhamdulillah….kutemukan! Itulah firmanMu untukku  kini. Menjadi sebuah penguat. Melahirkan gelora semangat. Ku lafadzkan berulang kali. Terus dan terus agar tertanam dalam hati hingga ku paham menjalani. Hingga terobati rasa gundahku kini. Perlahan terus ku baca dan semakin mengabur ayat-ayatMu. Terbata ku mengulanginya lagi. Hingga tak sanggup ku lanjutkan lagi.

……………………………………

Hening
Hanya menyisakan pecahan tangis dalam bulir-bulir yang kian jatuh berantakan dan tak keruan. Sesenggukkan. Tertumpah segala kecamuk perasaan dalam jiwa. Meninggalkan sebuah keharuan yang begitu mendalam.

Dan sejenak setelah semua gemuruh diri telah terhempas. Kembali ku buka. Aku membaca. Ayatul QauliNya. Tanda cintaNya. Untukku…. Insya Allah. Amin!

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

“….Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…”

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

(At Taubah;40)


Wallahu’alam hissawab…..

Kamis, 03 Mei 2012

Kesendirian

Bismillahirrahmaanirrahim…..

_terkadang di dalam derap kesendirian
kita ditemani dengan riak kerinduan  yang mendalam_


Sabtu, 28 April 2012

Sendiri Menyepi (edcoustic_red)




Bismillahirrahmaanirrahim....

Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku..

Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi

Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..

sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahyaMu
benderang di hidupku..

* saat diri ini belum benar-benar bisa “menyendiri”
   Berikan waktuMu ya rabb

Ada Apa Yaa??


Bismillahirrahmaanirrahim….

Ya Allah….. hari Jum’at kemarin kenapa terasa begitu beraaaat bagi saya? Ada apa yah? Karena banyak tugas gitu? Ah… ga juga. Laporan pekanan, perkembangan kelompok di sekolah beres. Bahkan laporan bulanan juga sudah beres. Alhamdulillah...

Trus kenapa donk?

Oh iya saya tahu! Pemicunya ini nih ada. Dilema. Antara kewajiban di sekolah dan di kampus. Tanggal 14-16 Mei 2012, kampus saya mewajibkan seluruh mahasiswa-mahasiswinya untuk studi banding ke UPI Bandung. Tau ga sih tanggal itu adalah hari efektif saya mengajar. Senin, Selasa dan Rabu. Ya Allah, gimana cara izinnya?

Sedangkan hari-hari terakhir di bulan Mei merupakan hari-hari terakhir saya menutup pembelajaran di semester genap ini. Ditutup dengan UAS Al-Qur’an di akhir Mei. Trus saya juga ga enak karena sudah banyak izin karena sakit. Hadduuuuh…. Gimana doonk???

*garuk-garuk kepala…

Bismillah ta… coba aja ngomong dulu sama Kepala Sekolah, apapun keputusan beliau semoga itu yang terbaik. Tahun ini atau tahun depan, semoga itu yang berkah dari pengijabahan Allah. Insya Allah. Amin!

…….

Kayaknya masih ada yang aneh deh. Ada yang masih perlu ditelisik lebih dalam nih tentang “ada apa dengan Prita?”

Beberapa hari kebelakang saya mencoba mengorek diri saya sendiri. Lebih banyak lagi berbenah. Sepertinya saya butuh “ruang” tersendiri saat ini. Mencoba lebih banyak menapaki apa yang telah saya lakukan. Merenungi semuanya. Ketika berjalan, menatap cermin bening besar, menatap gerbang utama kampus, berdiam di “rumah-Nya”, tapi kenapa belum ketemu juga?

Astaghfirullah….!

Harus menangis dengan kebingungan ini

 Harus berbenah diri dengan segala kedilemaan hati

 Harus lebih banyak menyadari bahwa diri ini masih jauuh dari baik

Harus lebih banyak bermujahadah lagi untuk selalu berusaha menjadi diri yang lebih baik lagi

 Ya Allah tuntunlah cahaya ini selalu dalam jalanMu. Aaamiiin

Wallahu’alam hissawab….

Sabtu, 12 November 2011

Ampera...

Bismillahirrahmaanirrahim......

           
          Hari ini.... seneng banget deh. Banyak orang tua murid yang hadir. Seolah

mereka semua mendukung tepat anak2 mereka. Alhamdulillah... orang tua yang 

saya harapkan datang juga. Anaknya sudah mengulang jilid 3, kalo dia malas2an 

dan tidak saya push maka semester depan dia akan mengulang lagi di jilid yang

sama. Makanya sayang banget deh kalo ga di push dari sekarang. Semangat ya 

nak.... Ibu bantu kamu!!!

           Sore ini... males banget mau kuliah. Tapi.. UTS cuy!!! Mau ga mau 

harus masuk dah. Lagian kan ada bunda yang mau jenguk datang sama abi

sama ade. Yeee.... Met you for the first time de. Cant help waiting for met you 

bro!!! 

         Bunda sama abi datang pas aku dah selesai ngerjain UTS. Seneng 

banget lihat bunda pake gamis pink. Seger banget. Bunda kaget lihat aku

exited ketemu dia. Sampe heran dengan ekspresi aku pertama kali turun 

tangga lihat bunda. Kangen nda...

        
         Abi dah langsung ngajakin makan aja tuh. Akhirnya kita ke ampera deh.

Sekalian aja deh aku pulang nanti abis makan. Niat banget ya kaga mau 

masuk kuliah. heheh.

         
         Makannya disuapin sama bunda. Alhamdulillah ya rabb... hari ini bisa 

bertemu mereka kembali. Seneng banget deh. Ngobrol2 tentang banyak hal.

Pertama kalinya megang calon adeku di perut bunda. Hiiy... lucu!!

        
        Hujan!! Neduh ajalah. Sekalian shalat maghrib dulu di Ampera. Seru 

banget deh. Pas pulang udah sun cipika cipiki sama bunda dan bunda tanya 

kapan mau ceritanya. Kenapa ga sms aja trus cerita yang banyak sama bunda.

Hiks... Bukan begitu nda, lewat sms itu ga seru. Teteh pengen kayak dulu

waktu kita masih tinggal sama2. Sambil di peluk, di sun, di nasehatin dan 

banyak deh.Rindu sekali dengan suasana itu. 

Karena sekarang kalo nginep pun kita masing-masing sudah lelah dengan 

aktifitas kita seharian. Bahkan ga sempat untuk bertanya tentang kejadian

di hari ini. Hmmm... sedih banget dah

        
           Mungkin Allah sedang mengajariku nda... Allah mendidikku. Dan 

mungkin ini sebuah konsekuensi dari do'a2 anakmu. Seperti katamu yang 
selalu ku 

ingat hingga kini. Allah tidak serta merta mengabulkan do'a kita. Tetapi

pengijabahan do'a kita ada di dalam konsekuensi dari do'a yang kita minta 

nak. Terwujud dalam usahamu menjalani proses konsekuensi itu.

          
            Hmm... ya nda. Perlahan tapi pasti teteh akan paham. Sejalan dengan 

proses hidup. Do'ain aja ya nda. Biar Allah kian memahami teteh dengan 

segala hikmahNya, agar Allah semakin mengokohkan langkah teteh di jalanNya

menjadi mujahidahNya yang terbaik. Amiiin

        
            Untuk calon adeku tersayang... Alhamdulillah segala puji hanya teteh

panjatkan pada Allah. Karena Allah telah mengirim kamu calon mujahidNya

kebanggaanNya. Cinta Allah, Al-Qur'an, Rasul serta abi dan bunda. De... teteh

seneng banget pegang kamu di perut bunda tadi. Serasa ga sabar mau lihat 

kamu terlahir dan bermain serta belajar Al-Qur'an bersama. Sehat selalu ya 

de... Hingga kelak waktuNya kamu terlahir nanti di dunia. Teteh tunggu ade

untuk belajar bersama. Belajar Al-Qur'an dan kehidupan.

Luv u because Allah...




         

Rabu, 06 April 2011

Sedihku


Bismillahirrahmaanirrahim……

Saya merasa bahwa kali ini saya sedang berada dalam kondisi puncak suatu titik klimaks atas semua persoalan hidup yang tengah saya hadapi. Merasa sangat tak berdaya dan memang tak ada kuasa sama sekali. Berada di suatu tempat terpojok yang kian menghimpit dan makin menjepit. Sempit. Tak bisa bernafas. Tak sanggup bergerak. Terpaku. Tergugu dan dalam diam yang membisu.

Mencoba bangkit berdiri mencari kedamaian dariNya. Menghadap di atas bentangan sajadah yang telah terhampar. Ya Allah, izinkanku berdialog denganMu. Berkeluh kesah dalam untaian kalimat syahdu dalam do’a. Bukan bermaksud mengeluh tetapi meminta selalu bimbinganmu. PetunjukMu. CahayaMu yang mungkin kini tengah temaram di jalan hidupku.

Membuka lembaran kalamMu. Berikhtiar mencari ketenangan dengan mengingatMu. Alhamdulillah….kutemukan! Itulah firmanMu untukku yang kini. Menjadi sebuah penguat. Melahirkan gelora semangat. Ku lafadzkan berulang kali. Terus dan terus agar tertanam dalam hati hingga ku paham menjalani. Hingga terobati rasa gundahku kini. Perlahan terus ku baca dan semakin mengabur ayat-ayatMu. Terbata ku mengulanginya lagi. Hingga tak sanggup ku lanjutkan lagi.

……………………………………

Hening

Hanya menyisakan pecahan tangis dalam bulir-bulir yang kian jatuh berantakan dan tak keruan. Sesenggukkan. Tertumpah segala kecamuk perasaan dalam jiwa. Meninggalkan sebuah keharuan yang begitu mendalam.

Dan sejenak setelah semua gemuruh diri telah terhempas. Kembali ku buka. Aku membaca. Ayatul QauliNya. Tanda cintaNya. Untukku…. Insya Allah. Amin! 


“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

“….Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…”

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”
(At Taubah;40)


Wallahu’alam hissawab…..