Tampilkan postingan dengan label ruhiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruhiyah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

Kadonya niii......


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Met milad ya taa……

Ciye ciye,,,, udah 23 tahun niii. Idiih,,, sebentar lagi umurnya seperempat abad donk (ga penting). Hehe.
Kadonya apa ta tahun ini? Inilah cerita saya tentang kenanehan diri saya suka bungkus kado sendiri untuk diri saya sendiri. (kasiaan amat). Tapi ada keseruan sendiri aja sih menurut saya. Yaa… hitung2 tidak merepotkan orang lain. (ciyee… baiknya).

Let’s check it out….

Hmmm…. Milad saya tahun ini tepat di hari selasa. Pengennya cari kadonya tuh pas sebelum saya milad. Tapiiii, karena kesibukan yang luarrrr biasa antara kerjaan sekolah, rumah dan kuliah yang buanyaak itu (alesan) jadi aja sampe di hari miladnya saya belum sempet membeli kado buat diri saya sendiri.

Pada akhirnya saya memutuskan untuk membeli kado ketika tanggal 8 Juni kemarin (udah telat 3 hari). Kemana coba saya cari kadonya? Yang deket aja lah kita ke toko buku Al Amin, Baranangsiang. Loh buku lagi ta kadonya? Iyalah… mang mau apa? SLR, SLR, SLR (dalem hati). Halaaah…. Nanti lah itu, walaupun di papan impian saya sudah terpampang SLR EOS 550D. Tapiiii,,, belum juga sampai di tangan sayah. (sabaarrrr….) hehehe.

Sesampainya saya di Al amin jam 10.50 WIB. Waduuh…. Saya lupa hari ini kan hari Jum’at yah. Berarti saya musti extra express nih belinya. Kan abang-abangya mau jum’atan yah…Oke capcuss….^^

Udah deh ini aja yah….
Bukunya ada 2 nih tahun ini. Yang satu judulnya “Diriku, Bagaimana kabarmu?” dan yang satu lagi apa hayoooo…… ga ah malu. (malu2in kale). Gubrakss

Yaa… pokoknya kedua buku ini yang saya pilih adalah buku yang isinya “saya banget”. Maksudnyaaa, ya buat motivasi keadaan yang saya hadapi kini dan kedepannya nanti. Insya Allah. Semoga bermanfaat ya ta. Insya Allah. Amin


Wallahu’alam hissawab…..

Sabtu, 14 April 2012

Tentang Hidup (Part III)


                                                            Bismillahirrahmaanirrahim……


Hidup adalah belajar
Belajar besyukur meki tak cukup
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar Ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Hati memang sepei gelombang air laut, pasang surut dan sering terbawa arus
Maka dari itu  tetaplah belajar untuk tetap berada di jalanNYA
Belajar menjadi lebih baik
Untuk menjadi yang terbaik
Insya Allah
Amin!




Minggu, 25 Maret 2012

Wanita Shalihah



Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.
(HR. Muslim)


            Sebuah matan hadits yang mengandung makna yang begitu dalam, sedalam lautan qalbu. Menyirat makna yang tinggi, setinggi langit yang terus membumbung menuju titah Tuhannya.  Anggun, indah, mempesona, menyenangkan, dan seterusnya, jika teruntai tak akan habis memujinya. Dialah Wanita.
           
            Namun,,, tak semua wanita akan menjadi terhormat dan teragung dihadapan Rabb-Nya. Masing-masing memilih jalan yang telah digariskan. Akal, nafsu, nurani menjadi nakhoda penggerak merentas bahtera kehidupan yang selalu bersahabat dengan badai. Terkadang mereka berdiri tegak dalam pijakkanya, berteriak ِAku adalah yang terbaik, bahkan ada yang berani mengatakan, keshalihan itu relatif, tidaklah perlu saling menyalahkan. Namun, nurani-fitrawi tak pernah menutup matanya tuk mengakui, intan adalah intan dan lumpur adalah lumpur. 

            Demikian wanita Shalihah,,, adalah kebaikan yang yang terwujud dalam sosok makhluk yang bernama Hawa. Wujudnya telah terukir indah dalam sabda-sabda cinta Muhammad Shallahu’alaihi wasallam. Padanya tersemat mahkota Perhiasan Dunia yang paling terindah, bukan mutiara La Peregrina, bukan Batu Zamrud, bukan Permata Cleopatra, bukan Intan Aztec, bukan pula batu emas  atau perhiasan apapun di dunia ini. Keindahannya terus kekal, abadi hingga menuju singgasana Syurgawi.

            Perhiasan itu bisa redup bisa pula mengilau jika dijaga dan terus diasah.
            Dalam sabda cintanya, Rasulullah telah menunjukkan kilauan-kilauan dan aroma mereka.

Wanita shalihah adalah sebaik-baik keindahan, menatapnya menyejukkan Kalbu, mendengarkan suarannya menghanyutkan batin, ditinggalkan menambah keyakinan.,, , Wanita shalihah adalah ibu dari anak-anak yang mulia, wanita shalihah adalah istri yang meneguhkan jihad suami, wanita shalihah penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat, wanita Shalihah adalah adalah bidadari syurga yang hadir di dunia,,,,,


            Dia begitu sempurna, Ikhlas bagai Siti Hajar, Tawadhu’  bagai Bilqis, sabar bagai Khadijah, teguh bagai Sumayya, cerdas bagai Aisyah dan santun bagai Fathima Az Zahra.

            Itulah kilauan wanita Shalihah,,, tapi sebagai manusia, pasti ada kekurangannya, namun kekurangan itu terus diikhtiar dalam penyempurnaan.

            Menjadi wanita Shalihah adalah idaman fitrawi setian muslimah,,, menjadi wanita Shalihah bukan berarti menjadi bidadari, menjadi wanita shalihah bukan menjadi putih yang tek berbekas,,, menjadi wanita shalihah adalah proses menuju keridha’an Allah. Menapaki jalan yang di atasnya tercerahi cahaya petunjuk Allah dan Rasulnya, dan terus istiqomah di atasnya.


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum
maka ia akan dibangkitkan bersama kaum itu
(HR. Abu Dawud)

Insya Allah


Wallahu’alam…..


 
“I am just the ordinary woman but I try to keep learn, learn and learn about everything ever after
To be a good one… Shalihah. Insya Allah. Amiiin….” (ta.89)
  







Selasa, 20 Maret 2012

Ya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim…

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah mengingatkan hamba pada suatu hal yang selalu hamba katakan kepada orang2 yang tengah menghadapi hal yang sama seperti hamba hadapi kini.

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah “mendidik” hamba dengan pelajaran berharga tentang berkhusnudzhan kepadaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengajari bagaimana caranya sebenar-benarnya percaya kepada kepastian janjiMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengabulkan do’a2 yang selalu hamba pinta padaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memahamkan hamba bahwa segala sesuatu ada waktunya dan indah pula di waktunya.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memproses mewujudkan sebuah kata yang selalu terngiang….

                _Seindah-indah rencana kita, ternyata jauh lebih indah rencanaNya_

Wallahu’alam….


Insya Allah ya Rabb.
Pahami hamba pada ketentuanMu yang tengah berlaku pada hidup hamba
Kuatkan hamba Ya Rabb. Amiiin

Selasa, 14 Februari 2012

Memperbanyak Sujud


Bismillahirrahmaanirrahim……

Dikisahkan oleh Rabiah bin Ka’ab al-Aslami, bahwa pada suatu malam ia pernah menyediakan seember air wudhu dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan Rasulullah SAW. Melihat kebaikan yang dilakukan Rabiah, Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah seseuatu dariku, wahai Rabiah,”

Rabiah pun menyebutkan permintaannya. “Wahai Rasulullah, aku minta agar Allah menjadikanku sebagai pendampingmu di surge kelak.” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah tak ada permintaan lain selain itu?”

“Tidak ada, wahai Baginda Nabi. Hanya itu yang aku ingin aku minta darimu,” jawab Rabiah. “Jika demikian, maka jagalah dirimu untuk memperbanyak sujud.” (HR Muslim)

Sujud pada hakikatnya bukanlah sekedar gerakan dan ritual yang ada dalam shalat. Lebih dari itu, sujud adalah salah satu bentuk kepasrahan total dengan merendahlan diri serendah-rendahnya di hadapan keagungan Allah Yang Maha Kuasa. Sujud merupakan bentuk pengharapan ridha dan cinta dari Dzat Yang Maha Melihat, serta bentuk syukur atas beragam nikmat Allah, dan kecemasan dari azab Allah yang Maha dahsyat.

Sujud adalah bukti keimanan seorang Mukmin. “Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu, mereka segera bersujud seraya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS Al-Sajdah:15).

Selain itu, sujud juga merupakan bukti nikmat dan kasih sayang Allah kepada hambaNya. “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya’qub), dan dari orang-orang yang telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam:58).

Sujud juga momen paling intim antara hamba dan Tuhannya. “Sesungguhnya saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud.” (HR Muslim). Karena sujudlah, seorang manusia mendapat predikat Ibadurrahman, hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang, dan dijamin masuk surge. “Dan Ibadurrahman (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang) ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan, mereka adalah orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS Al-Furqan:63-64).

Dengan sujud pula Allah mengangkat derajat para Rasul dan menjadikan golongan paling mulia dalam sejarah umat manusia. “Muhammad itu adalah utusan Allah. Dan, orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang dengan sesame mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS Al-Fath:39). Wallahu’alam.  (Penulis, Jauhar Ridloni Marzuq).

###


Membaca renungan di atas, membuat pikiran saya langsung dipenuhi oleh berbagai pertanyaan-pertanyaan ini…. Tidakkah renungan di atas membuat hati ini ingin menjadi pendamping Nabi kita yang mulia di surgaNya? Tidakkah membuat diri ini memanfaatkan sebaik-baiknya momen indah, momen yang paling dekat denganNya? Tidakkah membuat diri ini ingin selalu berusaha membuktikan cinta kita kepadaNya? Tidakkah menyentuh diri ini mengungkapkan syukur serta pengharapan hanya ridhaNya? Tidakkah hati ini tergugah untuk lebih banyak untuk melakukannya?

Setidaknya kita sujud sebanyak 34 kali dalam 1 hari. Itulah hitungan sujud pada saat shalat-shalat wajib kita dalam sehari. Cukupkah sujud-sujud kita yang hanya dengan 34 kali itu jika dibandingkan dengan beragam nikmat Allah yang selalu dilimpahkanNya tiap waktu kepada kita. Cukupkah sujud-sujud kita membalas cintaNya yang tak pernah bertepi untuk kita?

Tentu kalkulasi seluruh sujud yang kita lakukan selama kita hidup pun tidak akan pernah cukup membalas segala nikmat, anugerah, serta cinta kasih yang Allah berikan kepada kita. Tetapi setidaknya kita berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya kekuatan diri, rasa syukur kita, rasa cinta kita yang terdalam kepadaNya dengan memperbanyak sujud –sujud kita. Tidak hanya dalam shalat-shalat yang diwajibkanNya. Tetapi kita nyalakan juga semangat menambahnya dengan shalat-shalat yang disunnahkanNya. Lalu kita belajar pula untuk tetap teguh melakukannya dalam keseharian hidup kita. Bukankah Allah mencintai amal yang sedikit namun berkelanjutan terus dan menerus? Tidakkah diri ini tidak juga tergerak melakukan lebih banyak sujud untuk meraih cintaNya? Wallahu’alam.




“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung”
(Al-Hajj:77)




Jumat, 03 Februari 2012

Tentang Hidup (Part II)


Bismillah......




Jalan panjang itu bernama kehidupan

Jalan dalam hidup yang tak akan pernah lurus

Penuh liku, dan kian terus mendaki

Tak jarang kita terperosok dalam lubang kekalahan

Tak jarang kita terjatuh dalam keputus asaan

Tak jarang pula kita tegap berdiri dalam pijakan  kemenangan





Jalan panjang kehidupan ini mengajarkan banyak hal pada kita

Bahwa jalan hidup kita bukan  hanya sekedar dunia

Jalan kita yang utama

Kampung halaman yang abadi

Kampung akhirat

Di sana lah tujuan hidup kita

Persiapkan sebaik-baik bekal untuk menggapai kebahagiaan haqiqi

Di sana…. Di surgaNya

Insya Allah. Amiiiin






* Semangat ya ta.... cepet sembuh!!!!
030212

Jalan Kehidupan







Bismillahirrahmaanirrahim….




Jalan masih panjang

Terbentang di hadapan

Tak hanya sekedar dunia
Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
Jadikan pemicu kalbu
Reff:

Jalan hidup takkan pernah lurus
Pasti ada salah lewati segalanya
Tapi Tuhan tak pernah berhenti
Membuka jendela maaf untuk kita

Jalan masih panjang
Jangan berputus asa
Selagi nyawa tersimpan


            Baris kata di atas adalah bait-bait lirik lagu Edcoustic yang kini selalu menemaniku untuk banyak merenung, bermuhasabah, menginterospeksi. Memperbaiki apa-apa yang telah ku lewati. Pikiranku melayang ke akhir-akhir tahun lalu. Semester ganji di sekolah dan kampus.

            Astaghfirullah…. Ya Allah, hamba harus puas dengan hasil-hasil nilai di semester ganjil ini, harus puas dengan pencapaian target anak didik di semester lalu, harus puas dengan pencapaian hafalan yang belum selesai-selesai 1 juz, harus puas dengan kondisi tubuh yang sering drop, harus puas dengan minimnya kehadiran di sekolah yang mengakibatkan kurangnya professionalan kerja untuk sekolah. Harus menangis dengan semua keadaan ini!!! Harus berbenah diri untuk memperbaiki segala yang terjadi.

            Saya sadar…. Rentetan semua peristiwa yang ada di semester kemarin. Banyak yang membuat saya down. Tapi apakah itu akan dijadikan alasan untuk menghentikan semua target-target yang ada? Apakah hanya karena 1 permasalah maka saya akan berhenti untuk melanjutkan segala degup sisi kehidupan yang lain? Apakah saya akan terus-terusan pula menyalahkan keadaan dan tidak segera berbenah diri? Apakah mau hanya berdiam diri?

            Prita Nurulhuda….. Hidup itu luas. Permasalahan hidup kita bukan hanya dalam 1 aspek saja. Ketika kita menghadapi 1 permasalahan di rumah misalnya, maka apakah lantas kita berhenti untuk menjalani kehidupan kita selain di rumah. Tentu tidak. Kita masih harus hidup dengan keinteraksian dengan lingkup ruang yang lain pula. Hidup terus berjalan. Hidup akan terus berputar. Perputaran waktu itulah yang akan memberikan jawaban-jawaban atas segala permasalahan yang sedang kita hadapi.

Life is Journey
            Apakah cukup dengan menunggu waktu yang akan terus berputar dan kita bersantai lantas tiba-tiba kita mendapatkan solusi atas masalah kita? Tentu tidak. Kita harus berusaha, berikhtiar mencari jawaban terbaik atas semua permasalahan kita. Ada Allah tempat kita mengadu yang tak pernah lelah untuk bukan hanya sekedar mendengar keluh kita tetapi memberikan jalan keluar. Ada orang-orang di sekitar kita yang lebih berpengalaman mungkin ketika menghadapi masalah yang sama dengan yang kita hadapi sekarang. Kita bisa meminta masukan berupa saran-saran terbaik yang harus kita lakukan untuk memecahkan masalah kita.

            Prita Nurulhuda…. Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Perjalanan ini masih panjang. Hidup kita tak terbatas hanya pada dunia saja. Hidup yang sesungguhnya, hidup yang sebenarnya, hidup yang abadi adalah hidup setelah mati. Kehidupan alam akhirat. Kampung halaman kita. Tempat yang akan kita tuju. Dunia ini adalah persiapan sebaik-baik bekal kita menuju kampung yang sebenarnya. SurgaNya. Insya Allah.

            Maka…. Lihatlah ke depan. Fokuskan diri. Buat lagi semua target-target terbesarmu di tahun ini. Harapan-harapanmu, cita-citamu, asa-asamu yang hendak kamu raih. Masa lalu itu telah mati. Namanya saja ma-sa la-lu. Berarti dia telah lewat dan berlalu. Jadikan saja sebagai cermin untuk tidak jatuh kembali di lubang yang sama. Karena mereka adalah pengalaman yang telah mengajari, bahwa hidup ini tak selalu lurus. Penuh liku, penuh duri, penuh luka, penuh ceria, penuh berbagai rasa. Mungkin kita sering terjatuh ketika menapaki jalan panjang hidup ini. Kita, manusia adalah tempat salah dan khilaf. Tetapi, Allah dengan segala kasih sayangNya yang tiada bertepi akan selalu membukakan jendela-jendela maafNya untuk kita. Dengan segala kemurah hatianNya, Allah selalu membentangkan jalan taubat kita untuk kembali ke haribaanNya.

            Lirik terakhir lagu Edcoustic di atas, menjadi semangat bagi saya khususnya. Agar tidak berputus asa dari rahmatNya, dari ampunanNya, dari petunjukNya, dari cintaNya. Selama kita masih diberikan nikmat hidup di dunia ini, teruslah berjuang, teruslah bergerak dan berjalan melewati liku perjalanan kehidupan ini. Karena jalan hidup itu masih panjang… tak hanya sekedar dunia…. Allahu’alam.




“Katakanlah, “Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. “
(QS Az-Zumar : 53)