Tampilkan postingan dengan label Belajar Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Hidup. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Mei 2014

Masa Lalu (III)

Copas dari web tetangga

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran, atau lebih muda

 Ini tentang menyeimbangkan hidup dan yang bisa beriringan

Yang memberi kedamaian di hati, kenyamanan di sisi, dan kasih sayang tiada henti

Tentang tertawa bersama, saling mensupport, mendo’akan satu sama lain, berbicara lepas tak berbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak

Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk pulang

Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit

Menerimamu apa adanya meskipun kamu cuma seadanya

Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus diperjuangkan

Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang membentuknya sekarang

Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik

 Tentang dia yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum/imamnya

Membuatmu bangga menjadi ibu/ayah dari anak-anaknya

Minggu, 10 Februari 2013

Go to Thailand



Bismillahirrahmaanirrahim ….

Ya ampun, parah banget deh saya. Jarang banget upload tulisan di blog sampai udah ganti tahun pula. *tepok jidat
Banyak kejutan ketika buka dasbor, tentang cerita2 upload-an teman2 blogger dan sahabat saya yang shalihah, liawati. Baru lihat tulisan tentang MerahPutih MyBest yang mengharukan sekalee. *lebayy
Oke deh, langsung ajah mau curhat banyak neh blogger. Dimulai yang mana dulu yak? Saking banyaknya atau saking buntunya mau nulis nih? *ngeles.com

Ya udah mulai cerita dari kampus saya tercinta saja yaa. Jadi begini, pas tahun lalu kemarin di bulan Desember, suatu sore Bapak Fauzi Syamsuar (dosen), memasuki kelas saya dan mengumumkan sesuatu. Beliau bilang bahwa salah satu universitas di Thailand mengundang mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia, Thailand dan Indonesia, masing-masing 10 orang. Untuk mengadakan pertemuan di universitas tersebut, dalam rangka berdiskusi tentang perkembangan kebudayaan di ASEAN. Naah… dalam rangka menjaring 10 mahasiswa tersebut, maka beliau menjelaskan ketentuan bagi siapa yang berminat untuk ikut ke Thailand. Syarat-syaratnya adalah 1) IPK minimal 3,0 , 2) Mengirimkan tulisan dalam bentuk essai yang bertemakan “The Importance of Cultural Awarness in Developing Indonesia”, minimal 500 kata dan maksimal 600 kata, 3) Dikumpulkan paling lambat tanggal 4 Januari 2013.
Beliau bilang lagi, bahwa pemberangkatan di awal bulan April dan akan memakan waktu 5 hari 4 malam disana. Waah, kedengarannya menarik banget yah?

Akhirnya beliau menuntaskan pengumumannya dengan berharap banyak bahwa di kelas saya ada salah satunya yang bisa berangkat ke Thailand. Insya Allah.
Awalnya saya benar-benar sangat semangat untuk ikut kesempatan ini. Alhamdulillah syarat atau ketentuannya bisa saya ikhtiarkan. Lagipula ini juga salah satu jalan impian saya juga bisa keluar negeri dengan prestasi. Sampai udah berunding dengan seorang sahabat bagaimana caranya bikin essai yang semaksimal mungkin. Tetapi lama-lama saya terbentur dengan ketakutan-ketakutan saya tersendiri. “Gimana izin dari sekolahnya ya kalo saya nanti pergi ke Thailand? Apakah sekolah mengizinkan saya??? Anak-anak bagaimana nanti?”

Astaghfirullah, saya tersadar. Sejak kapan ikut kesempatan ini dengan niat untuk benar perginya saja, bukan untuk ilmu? AKhirnya saya pasrahkan semua. Terpilih atau tidak, pergi atau tidaknya, saya tetap menuliskan essai itu untuk ilmu. Akhirnya pas banget tanggal 4 Januari, saya mengumpulkan karya tulis itu kepada dosen yang bersangkutan. Beliau bilang, nanti akan di informasikan lagi yaa.
Dan taraaa….. besok paginya, saya dapat pesan singkat dari Bapak Fauzi, bahwa beliau sudah membaca karya saya dan menunggu saya untuk mendiskusikan karya tulis saya secara lisan. Alhamdulillaah ya Allah…
Ketemunya sore, sehabis ashar. Akhirnya demi kelancaran nanti ketika berdiskusi dengan sang dosen, saya sempatkan untuk membahas isi essai dengan cara diskusi. Hmmm, sedikit membantu persiapan saya untuk berdiskusi nanti. Dan tibalah waktunya, saya sudah berada di hadapan dosen saya kini. Ternyata diskusinya tidak seseram yang saya bayangkan. Tidak terlalu mengupas essai saya, dan waktunya yang sangat singkat hanya 5 menit. Seusai itu saya disuruh menghadap ke ibu pembantu dekan 1, yaitu Bu Nanik. Untuk melakukan wawancara yang selanjutnya. Haa? Surprise deh saya musti ada wawancara lanjutan dengan Bu Nanik. Tapi ya bismillah aja yah. *deg2an

Ketemu Bu Nani, wawancaranya lumayan lebih lama dibanding dengan Pak Fauzi. Beliau lebih banyak memberikan masukan bagaimana nanti disana, bahwa ke10 mahasiswa yang terpilih akan menjadi duta dari Indonesia. Kita yang membawa nama baik bangsa serta universitas serta khususnya fakultas pendidikan. Seusai wawancara, Bu Nani menyuruh saya menuliskan nama, nomor mahasiswa serta nomor handphone pada secarik kertas. Ternyata saya orang ke 17, sudah ada deretan 16 nama di atas nama saya yang sudah diwawancara beliau. Saya mengenali beberapa deretan nama di kertas itu. Yang dipilih kan Cuma 10, itu berarti akan ada penyaringan lagi dari keseluruhan mahasiswa yang telah diwawancara. Saya sudah sangat jauuuh bersyukur bahwa saya dapat menuliskan essai, berdiskusi dan diwawancarai. Entah saya terpilih atau tidak, saya berdo’a sama Allah minta sebuah keputusan yang terbaik. Saya serahkan kepada keputusanNya.

Pada akhirnya, 10 nama telah diumumkan beliau di facebook. Apakah nama saya tertera disana? Ternyata tidak. Apakah saya kecewa? Ya, sedikit. Harapan saya untuk pergi memang ada, tetapi tidak menggebu dan memaksakannya. Karena dari awalnya saya memang berdo’a padaNya, meminta jalan terbaikNya. Dan mungkin ini jalan dariNya.
Meski saya tidak terpilih, saya belajar banyak hal. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi tentang kemampuan menulis saya, bahasa inggris saya, dan sebagainya. Ya, semua ada hikmahnya. Ga ada yang sia2.
Saya syukuri juga, bahwa saya tidak perlu risau untuk meminta izin dengan sekolah serta dilema meninggalkan anak didik selama sepekan. Alhamdulillah… 

Selasa, 02 Oktober 2012

Tanda Tanya


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Ada sebuah tanda tanya besar yang kini selalu mengikutiku. Dalam derap langkah, dalam degup jantung, dalam hela nafas, dalam kesendirian maupun keramaianku. Mecoba menghalau dengan melupakannya, tetapi yang ada malah semakin ingat dan terus bertahan dalam fikiranku. Hmm…. Ada apa aku?

Ada sebuah bisik yang menilisik dalam hati. Yang kian menyejukkanku. Tapi bisikan itu lembut, lembuut sekali. Nyaris tak terdengar oleh telingaku. Hanya bisa dirasakan oleh hatiku. Apakah itu?

Ada sebuah tekad untuk ingin mengurai segala benang rumit yang tanpa sadar telah kubuat sendiri. Tapi bingung bagaimana cara mengurainya? Kini serasa tali itu bagai terikat mati. Hmm… bukan terikat mati sepertinya, hanya aku yang menghindari untuk benar-benar membukanya. Membuka ikatan rumit menjadi ikatan lainnya yang lebih indah. Ikatan apakah itu?

Adakah yang bisa bantu aku berikan sebuah jawaban untukku, untuk hatiku dan diri ini. Yang seutuhnya, Prita Nurulhuda.

Bertanyaku, padaMu


Senin, 01 Oktober 2012

Kehidupan


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Awal hari di bulan ke-10 tahun 2012

Kembali aku terjatuh. Mungkin dan aku harap tidak terlalu parah dan jauh. Dilema lagi? Takut lagi? Sedih lagi? Sangat, sangaat mengganggu. Kali ini ku biarkan diri ini merenungi, meski tak bisa benar-benar diam dalam sunyi, semoga membawa perbaikan yang membawa kedamaian diri. Insya Allah, amiin.

Hmm…. Coba kita bicarakan bersama tentang kehidupan sejenak. Duduk bersama denganku, membagi semua pelik liku hidup dari hati ke hati. Hatiku dan hatimu. Marii…. Bismillah
Menurutku, hidup itu penuh dengan misteri-misteri yang Allah sediakan untuk kita. Semua yang terjadi bagai sebuah tanda tanya besar dalam diri kita. Kadang bertanya mengapa, kenapa, apa, bagaimana dan sebagainya. Pertanyaan itu kadang juga dalam bentuk sebuah protes kepadaNya. Astaghfirullah, padahal tidak ada suatu apapun yang Allah ciptakan, yang Allah pertemukan dengan kita, sia-sia. Semuanya ada manfaatnya, ada hikmahNya untuk kita. Insya Allah. Hanya yang belum sampai adalah pemahaman kita dengan maksudNya. Keterbatasan akal kita untuk menerka tujuan Allah untuk hidup kita.

Hmm….. tiap diri kita pasti punya harapan dalam hidup. Apapun itu, sekuat diri ini berusaha keras untuk mewujudkannya. Dan itulah proses hidup, proses pembelajaran sebuah pilihan-pilihan hidup yang telah kita ambil. Tiap pilihan pasti punya konsekuensinya masing-masing. Allah telah membentangkan jalan kebaikan dan juga jalan keburukan. Tinggal kita yang memilih, apakah mau mengambil jalan yang baik atau jalan yang buruk? Pilihan itu ada di tangan kita.

Allah memberikan kita sebuah kesempatan, sebagai jawaban do’a yang kita pinta padaNya. Allah tidak serta merta menurunkan kekayaan yang melimpah, ketika kita minta harta. Tetapi ya itu, Allah memberikan kita jalan untuk kita bisa mewujudkan kekayaan itu. Allah ingin memberikan pemahaman kepada kita tentang makna dari permintaan kita sendiri. Kita diharuskan untuk terua berusaha setelah berdo’a. Entah bagaimana hasilnya nanti, Allah tetap lihat sebuah proses yang kita lakukan. Semoga proses yang kita lakukan adalah sebuah proses yang baik menurutNya. Insya Allah

Oke… terlepas apapun masalah yang tengah kita hadapi kini. Tengah terjatuhkah kita dalam lubang-lubang yang kita buat sendiri. Percayalah bahwa hidup ini sebuah anugerah terindah yang Allah berikan untuk kita. Seberat apapun ujianNya, sedalam apapun kita tersungkur dalam kesalahan kita. Semoga Allah selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup ini. Semoga ketika hati serta lidah ini ingin berkeluh tentang sulitnya hidup, lebih dahulu kita di sadari bahwa ada rencana indah yang telah Allah siapkan untuk kita. Kita yang mau berproses dalam jalan kebaikanNya.

Ku teringat lagi dengan sebuah paragraf akhir sebuah buku karya Salim A. Fillah. Yang tertulis…
Laa haulaa wala quwwata illa billaah….. tidak ada upaya kita untuk teguh dan istiqamah di jalanNya tanpa bantuanNya. Tidak ada kekuatan untuk menghindari maksiat kecuali atas pertolonganNya.
Setelah melafadz kalimat itu, mari bersama teguhkan diri, kuatkan tekad, kokohkan langkah untuk menghadapi keonsekuensi pilihan-pilihan hidup kita. Meski berat, sakit, terhempas, tersakiti, terhuyung dan limbung. Cepat bangkit, terus berjuang. Kita dekap cintaNya. Kita minta kekuatanNya untuk kokohkan pijakkan. Dan raih bersama, ridhoNya. Insya Allah, amin.

Wallahu’alam hissawab


Apapun masalahmu, bersykurlah!


Sabtu, 09 Juni 2012

My New Friend


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Heeeeiiiiii…… kenalan donk sama “teman” baru saya ni. Namanya AIRA. Siapa yah dia? Dia kamera saku yang dihadiahkan bunda sama abi buat saya di tahun ini. Tadinya mau kamera SLR gitu, tapi ya saya ya nyadar diri lah. Nanti dede lahir pake biaya siapa. Biaya saya gitu? Hehe. Tidaaak…. (lebai)

AIRA itu…. Manis banget. Warnanya merah muda agak metalik gitu sih kalo menurut saya. Kenapa coba namanya AIRA? Kenapa yah? Saya juga bingung (garuk-garuk kepala). Hehehe. Pengen aja sih namanya itu, tiba2 aja. Dan  kenapa pula “benda” itu harus dinamain ta? Kan aneh…

Mungkin aneh deh bagi sebagian orang. Tapi buat saya (masih belajar juga ko) menamakan benda punya kita itu agar kita benar2 “menjaga” nya dengan segenap hati kita. Karena mereka juga “makhluk” loh. Mereka juga bisa diajak bicara dari hati ke hati (cieeeeh… galau.com). Pokoknya kitu weuh, coba aja deh ajak ngobrol benda2 yang kamu punya. Insya Allah ada hikmah syukur yang kamu temukan disana.

Finally…..

AIRA, kelak akan menemani saya menyelami pembelajaran kehidupan saya kedepannya

AIRA, yang akan turut menyertai saya dalam mengarungi perjuangan saya dalam kehidupan

AIRA, yang akan turut menjadi saksi momen-momen yang berarti dalam hidup saya

AIRA, yang akan mengabadikan tiap detailnya proses fase pembelajar kehidupan ini

Insya Allah, amiiin
*luv u AIRA ^^


Wallahu'alam hissawab



AIRA (Canon IXUS 115 HS)


Minggu, 20 Mei 2012

Sakit = Bukti CintaNya


Bismillahirrahmaanirrahim……

Tuhan….
Baru kusadar indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cintaMu

Bait lagu edcoustic itu, menyadarkan kita. Menghentak keegoisan diri. Kezaliman yang kita lakukan terhadap diri sendiri. Astaghfirullah!!

Ta… apa yang tengah kamu rasakan sekarang  tidak ada seujung kukunya pun dibanding dengan ujian para anbiya. Mau contoh? Tengok kisah Nabi Ayyub AS. Ketika Nabi Ayyub sakit,  bagaimana seharusnya respon istri, keluarga dan orang2 sekitarnya? Apakah mereka semua mengurus Nabi Ayyub ketika sakit? TIDAK! Bahkan mereka semua meninggalkan Nabi Ayyub seorang diri. Apakah Nabi Ayyub berputus asa? TIDAK! Karena apa ta? Karena Nabi Ayyub punya Allah. Dia lah tempat bergantung dan berharap. Bukan pada yang lainnya. Apalagi berharap pada makhluk. Waah…. Kita, manusia tiada kekuatan serta daya apapun kecuali atas kekuatanNya. Karena dengan kekuatanNya Allah memampukan kita menjalani semua.
Sakit… semoga menjadi kafarat atau penyucian diri kita atas segala dosa. Semoga jadi perenungan diri. Salah satu titik tolak untuk selalu bersyukur atas segala nikmatNya. Terutama nikmat sehat. Insya Allah. Amin.

Tidak ada sesuatu hal apapun yang menimpa kita kecuali Allah memberikan suatu manfaat besar bagi kita. Asal dengan kejelian mata iman kita memandangnya. Dengan berkhusnuzhan kepadaNya. Bahwa inilah bukti cinta serta kasihNya kepada kita.

Kini…. Bagimu yang terkulai lemah dengan  sakitmu. Semoga sakit ini semakin menjadikan dirimu dekat kepadaNya. Bermuhasabah kembali. Meningkatkan rasa sykurmu yang mungkin terlupa. Menunaikan hak-hak untuk kebutuhan ragamu.

Semoga sakit ini menjadikan dirimu semakin menyadari. Bahwa diri lemah sekali serta tak ada daya dan upaya kecuali atas kekuatan yang diberikanNya pada kita. Karena kekuatanNya yang memampukan kita. Karena segala hal yang telah terjadi, tengah terjadi atau yang masih menjadi misteri adalah bentuk cintaNya untuk kita, Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab…..

_syafakillah!

Minggu, 06 Mei 2012

Semua Berbicara Tentang Ibu


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Tulisan yang saya buat ini adalah sekumpulan syair-syair indah dalam lagu-lagu yang tak asing lagu siapa yang membawakan alunan ini sehingga sampai juga di telinga serta hati kita.

Tulisan yang saya buat ini terinspirasi dari seorang anak level 2, Yusuf Fatha Mubina,  “teman” saya belajar di UQ. Waktu itu ada acara pentas dari anak-anak level 1 yang diadakan di lapangan. Mereka mementaskan sebuah drama dan di iringi salah satu lagu yang saya tulis di bawah ini. Lagunya abi Haddad Alwi bersama Farhan yang judulnya “ Ibu”. Pengeras suara dari lapangan upacara di lantai 1 sangat terdengar jelas bagi kami yang ada di lantai 2.

Kemudian…….

Fatha (panggilan “teman” saya) langsung menitikkan air mata. Melinangkan bulir-bulir yang kian jatuh di pipinya. Dia mencoba menghentikan teman-teman yang lain agar tak menambah sedihnya karena mengikuti nyanyian tersebut. Fatha bilang begini….

“aku kangen sama umi, kalo denger lagu ini….” Ujarnya sambil menghapus derai air matanya dengan tangannya

Langsung deh memori saya berputar untuk mencari lagu-lagu yang bertemakan tentang ibu juga. Nah.. mari kita mulai dari Abi Haddad bersama Farhan yaa. Kata mereka berdua, ibu itu…..

Kaulah ibuku… Cinta kasihku.. pengorbananmu… tak kan pernah terhenti
Kau bagai matahari… yang selalu bersinar… sinari hidupku… dengan kehangatanmu

Lain pula dengan Bang Opick dengan amanda

Terbayang satu wajah…. Penuh cinta… penuh rindu
Terbayang satu wajah…. Penuh dengan kehangatan…
Kau ibu

Ceuk Teh Melly, ambu teh kieu….

Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku….

Itu yang asli dari Indonesia. Mau yang versi barat juga ada ko. Siapa coba?? Bro Maher Zain aja deh. He said that mother is…..

You know you are the number one for me
Number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Mum… I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day

Versi Arab juga ada. Sejak zaman saya masih SD kelas 3 kira-kira. Waktu iu yang mempopulerkan adalah Sulis. Syairnya ini….

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

Mau Abi Haddad, Opick, Amanda, Sulis, Teh Melly Goeslaw (bunda_red), ternyata mereka sepertinya kompak dalam menuangkan gambaran seorang ibu. Mengingat nama ibu disebut, kita langsung teringat dengan segenap kasih, sayang, cintanya yang tiada bertepi untuk kita anak-anaknya. Tanpa lelah beliau mengandung selama 9 bulan,. Melahirkan kita ke dunia dengan perjuangan antara hidup dan mati.  Merawat kita sejak bayi hingga dewasa. Mendidik kita dengan penuh kesabaran.  Mengenalkan kita pada dasar-dasar agama yang baik. Mengenalkan Allah, RasulNya. Mengajarkan kita membaca surat cintaNya. Menanamkan nilai-nilai kebaikan sedari kecil, dll.

Maka…..

Ibu. Seorang wanita tangguh luar biasa. Sholihah sebagai perhiasan dunia. Ketika semua orang berbicara tentangnya. Tak akan habis kata yang tepat untuk membalas kasih sayang dan cintanya. Tetapi biarlah diri kita mempersembahkan sebuah balasan cinta yang terbaik dengan membuat guratan senyum haru di wajahnya. Biarlah diri ini untuk terus berusaha menyandingkan kasih sayangnya pada kita. Meski tak sebesar cintanya. Tetapi ada sebuah wujud nyata dari kita untuk selalu mencintai, menyayangi, menghormati, membaktikan diri.

Karena sesungguhnya Ridho Allah ada pada ridho ibu kita dan jannah Allah ada bawah telapak kakinya…..


Wallahu’alam hissawab…….

Selasa, 17 April 2012

Karena Ku Cinta Kau


Bismillahirrahmaanirrahim…..

For those people who loved me
This song is really meaningful…


Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar

Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau

Reff ;      Saat kau ingat aku ku ingat kau
                Saat kau rindu aku juga rasa
                Ku tahu kau slalu ingin denganku
                Ku lakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
                Tuhan yang tahu kucinta kau

Jika kau tak percaya padaku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedihnya aku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Kau
Back to Reff
Saat kau ingat aku pun ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Kau tahu ku juga ingin denganmu
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau

                

Minggu, 15 April 2012

Jalan Juang


Bismillahirrahmaanirrahim…..


Sabarlah wahai saudaraku tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati beri iman sejati
Berpadu dengan jiwa rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan asamu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang akan pasti
_Jalan Juang, IZIS

          Barisan lagu di atas menghentak-hentak serta menyadarkan diri ini. Mencoba membangkitkan gelora semangat  untuk selalu berjuang, berani berproses dalam pembelajaran kehidupan. Untuk tetap bertahan tanpa kenal lelah mewujudkan semua harap, impian serta cita yang Insya Allah mulia. Amin

                Melewati rentang proses pencapaian semua mimpi, tak pelak Allah menghadirkan segala macam ujian untuk kita. Allah ingin mengetahui seberapa besar niat kita mewujudkan semua mimpi kita. Allah ingin membuat kita kuat dan tegar melewatinya. Maka yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujianNya diluar kemampuan kita. Segala uji yang Allah sediakan untuk kita agar kita tahu dan benar-benar menyadari bahwa jalan Allah harus ditempuh dengan semangat daya juang yang tinggi. Jalan menuju ridhoNya bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani tetapi bukan pula hal yang mustahil untuk kita lakukan.

                Degup kehidupan yang saya lakoni kini membawa harapan agar semua mimpi yang saya azzamkan bisa terwujud. Derap-derap langkah  yang saya jejakkan ketika saya di sekolah, di kampus, di rumah maupun keseluruhan segi lingkup kehidupan, merupakan medan perjuangan saya meraih segala mimpi.

                Setiap mimpi pasti ada suatu usaha untuk merealisasikannya dalam nyata. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Setiap kesulitan ada kemudahannya. Setiap masalah ada jalan keluarnya.

                Maka… sabarlah wahai Prita Nurulhuda, sabarlah wahai saudaraku dalam menggapai cita karena jalan yang kita tempuh sangat panjang. Tak hanya sekedar bongkah batu karang.

                Maka… hujamkan dengan kuat tekad kita dan jangan mudah menyerah serta mengeluh. Tetapi pastikan asa dan harap kita semakin membumbung. Kejayaan dienNya bukan hanya sekedar mimpi, namun yang utama adalah satu…. JanjiNya. Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab….. 

Sabtu, 14 April 2012

Tentang Hidup (Part III)


                                                            Bismillahirrahmaanirrahim……


Hidup adalah belajar
Belajar besyukur meki tak cukup
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar Ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Hati memang sepei gelombang air laut, pasang surut dan sering terbawa arus
Maka dari itu  tetaplah belajar untuk tetap berada di jalanNYA
Belajar menjadi lebih baik
Untuk menjadi yang terbaik
Insya Allah
Amin!




Kamis, 29 Maret 2012

Sejenak ku renungkan....


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Di tengah keriuhan, kegaduhan, kecemasan, kegalauan, ketakutan yang menyapaku kini. Semua lebur menjadi kesatuan dalam kekhawatiran diri menjadi orang yang tidak bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya dengan baik. Tidak bisa mengatur keseluruhan perangkat kehidupan yang ada. Tidak bisa menjaga keseimbangan antara body, mind and soul.

Haruskah ku mengorbankan salah satunya????

Sepertinyadi keadaan yang sangat mendesak ini, tidak ada pilihan lain. Haru s ada yang aku korbankan dan aku kalahkan. Harus ada yang terabaikan. Harus ada yang tersisih dan aku kecewakan.

Ya Allah… maafkan hamba… ini semua salahku… ini semua salahku…
Terdalam ku tersungkur dalam sujud-sujud panjangku… Faghfirli ya Rab!

Untuk makhlukMu yang ku kecewakan, maafkan diri ini, yang masih banyak kekurangan serta kekhilafan. Maafkan atas kelalaian ini. Dengan adanya kejadian ini, semoga menjadi pelajaran berharga untuk saya dan memperbaiki kepercayaan mereka dan yang terutama kepercayaanMu. Insya Allah. Amiiin

Wallahu’alam…..


_Mau nangis!!!

Minggu, 25 Maret 2012

Wanita Shalihah



Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.
(HR. Muslim)


            Sebuah matan hadits yang mengandung makna yang begitu dalam, sedalam lautan qalbu. Menyirat makna yang tinggi, setinggi langit yang terus membumbung menuju titah Tuhannya.  Anggun, indah, mempesona, menyenangkan, dan seterusnya, jika teruntai tak akan habis memujinya. Dialah Wanita.
           
            Namun,,, tak semua wanita akan menjadi terhormat dan teragung dihadapan Rabb-Nya. Masing-masing memilih jalan yang telah digariskan. Akal, nafsu, nurani menjadi nakhoda penggerak merentas bahtera kehidupan yang selalu bersahabat dengan badai. Terkadang mereka berdiri tegak dalam pijakkanya, berteriak ِAku adalah yang terbaik, bahkan ada yang berani mengatakan, keshalihan itu relatif, tidaklah perlu saling menyalahkan. Namun, nurani-fitrawi tak pernah menutup matanya tuk mengakui, intan adalah intan dan lumpur adalah lumpur. 

            Demikian wanita Shalihah,,, adalah kebaikan yang yang terwujud dalam sosok makhluk yang bernama Hawa. Wujudnya telah terukir indah dalam sabda-sabda cinta Muhammad Shallahu’alaihi wasallam. Padanya tersemat mahkota Perhiasan Dunia yang paling terindah, bukan mutiara La Peregrina, bukan Batu Zamrud, bukan Permata Cleopatra, bukan Intan Aztec, bukan pula batu emas  atau perhiasan apapun di dunia ini. Keindahannya terus kekal, abadi hingga menuju singgasana Syurgawi.

            Perhiasan itu bisa redup bisa pula mengilau jika dijaga dan terus diasah.
            Dalam sabda cintanya, Rasulullah telah menunjukkan kilauan-kilauan dan aroma mereka.

Wanita shalihah adalah sebaik-baik keindahan, menatapnya menyejukkan Kalbu, mendengarkan suarannya menghanyutkan batin, ditinggalkan menambah keyakinan.,, , Wanita shalihah adalah ibu dari anak-anak yang mulia, wanita shalihah adalah istri yang meneguhkan jihad suami, wanita shalihah penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat, wanita Shalihah adalah adalah bidadari syurga yang hadir di dunia,,,,,


            Dia begitu sempurna, Ikhlas bagai Siti Hajar, Tawadhu’  bagai Bilqis, sabar bagai Khadijah, teguh bagai Sumayya, cerdas bagai Aisyah dan santun bagai Fathima Az Zahra.

            Itulah kilauan wanita Shalihah,,, tapi sebagai manusia, pasti ada kekurangannya, namun kekurangan itu terus diikhtiar dalam penyempurnaan.

            Menjadi wanita Shalihah adalah idaman fitrawi setian muslimah,,, menjadi wanita Shalihah bukan berarti menjadi bidadari, menjadi wanita shalihah bukan menjadi putih yang tek berbekas,,, menjadi wanita shalihah adalah proses menuju keridha’an Allah. Menapaki jalan yang di atasnya tercerahi cahaya petunjuk Allah dan Rasulnya, dan terus istiqomah di atasnya.


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum
maka ia akan dibangkitkan bersama kaum itu
(HR. Abu Dawud)

Insya Allah


Wallahu’alam…..


 
“I am just the ordinary woman but I try to keep learn, learn and learn about everything ever after
To be a good one… Shalihah. Insya Allah. Amiiin….” (ta.89)
  







Pilihan Kita


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Sebuah berita yang kurang “sedap” sampai di telinga saya pekan kemarin. Seorang teman yang juga satu kelas dengan saya di kelas perkuliahan mengeluhkan keanehan kedekatan saya dengan seorang teman akhwat dikelas. Wallahu’alam apa yang ada dalam fikirannya. Sempat merasa sangat tidak menyangka jika dia bisa berbicara seperti itu. Kabar ini saya dapatkan dari orang ke berapa gitu. Jadi rutenya panjang deh.

Sempat pula agak terbawa emosi dengan apa yang katakan. Mungkin tanpa sadar juga ada sedikit perubahan dalam diri saya. Astaghfirullah!

Sekarang, lagi-lagi saya dihadapkan kepada pilihan. Apakah saya mau bersikap negative atas berita yang kurang “sedap” itu atau mengambil sikap positive? Pilihan itu sama kuatnya. Tinggal saya lah yang memilih diantara kedua pilihan tersebut.

Sebenarnya saya benar-benar ingin tertawa dengan adanya berita ini semua. Tapi okelah, mari kita pilih jalan penyelesaian terbaik untuk masalah ini. Insya Allah.

Apakah keuntungannya jika saya mengambil sikap yang negative? Misalnya, ketika saya memutuskan untuk melabrak seseorang yang merupakan sang narasumber berita kurang “sedap” ini begitu? Atau marah-marah ga jelas? Atau putus asa dan terus berlarut-larut dengan perkataan sang “narasumber” ??

Astaghfirullah! Semoga Allah menghindari saya dari sikap yang demikian. Amin.

Insya Allah saya adalah orang yang tidak mau mengambil pusing dengan masalah. Memangnya dia tahu betul begitu seperti apa saya? Interaksi saya dengan semua teman-teman? Memangnya omongannya dia berpengaruh begitu pada keberhasilan hidup saya?

Dan satu pertanyaan paling mudah yang saya tujukan kepada diri saya sendiri. Memangnya benar apa yang “narasumber “ katakan tentang kamu ta?? Jelas tidak!

Maka pilihan saya adalah mengambil sikap positive. Membiarkan sang “narasumber” dengan pemikirannya terhadap saya, membiarkan dia bertanggung jawab dengan Allah atas perbuatannya, membiarkan semua ini menjadi pemacu semangat saya. Mengubah berita kurang “sedap” ini dengan sebuah perubahan positive dalam diri saya. Tidak usah banyak bicara, cukup buktikan dengan tindakan nyata. Buktikan dengan karya terbaik!

Masih banyak harapan, impian, cita saya yang menanti untuk diwujudkan. Masih banyak hal yang saya fikirkan dan saya perjuangkan dibanding dengan mengeluarkan energi yang sia-sia untuk bersikap negative kepadanya.

Yang kini saya lakukan untuk sang “narasumber”. Mendo’akannya, semoga saya adalah orang terakhir yang menjadi bahan pemberitaannya dan yang utama agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Amiiin. Insya Allah.

                                                                                 Faghfirli ya Rabb….Faghfirli...Faghfirli....
                                                                                                Wallahu’alam hissawab…..