Tampilkan postingan dengan label berproses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berproses. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 November 2014

Skripsi (III)

Bismillahirrahmaanirrahim ...

Hari ini, bukan hari biasa-biasa buat saya. Meski tanggal nya 13 tapi buat saya, ini tanggal yang baik. Semua tanggal baik, insya Allah.

Hari ini, saya mengazzamkan diri. Untuk tidak memaksakan diri saya sendiri menjadi yang sempurna. Sempurna dengan tugas akhir yang akan saya kerjakan, yang masih ditunda. Mungkin karena ada beberapa alasan penundaannya. Yang menunda mungkin inginkan saya untuk lebih banyak belajar bagaimana untuk jauh lebih bersabar dan berusaha dengan baik serta berdo’a yang maksimal.

Hari ini, saya juga belajar. Untuk tidak pernah menyalahkan orang lain tiap apa yang terjadi dalam kehidupan yang saya jalani. Karena inilah pilihan yang saya pilih dan saya jalani. Ini hidup saya, dan semua konsekuensinya ya saya yang tanggung. Ada yang komen ga dengan pilihan hidup yang saya jalani? Wah... ya buanyak banget. Yang ngiri juga buanyak. Ada aja lah orang yang kaya begitu. Kalau saya malah bersyukur ada orang yang seperti itu, buat saya mereka pelecut semangat prestasi dalam hidup saya. Insya Allah.

Hari ini, saya juga belajar (lagi). Bahwa hidup adalah tentang kisah perjuangan yang tiada pernah berhenti. Meski kadang ingin menyudahi, tetapi tetaplah bergerak untuk hidup! Tak penting selambat apapun kau bergerak, pastikan diri kita selalu berusaha. Allah telah berikan kekuatan untuk memampukan kita melakukan semua hal yang kita ingin wujudkan. Allah yang Paling Tahu, bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita akan bisa kita lalui dengan baik. Setiap kita ada takarannya masing-masing, dan Allah tidak akan menguji kita diluar kemampuan.

Hari ini, saya juga tersadar bahwa ini baru awal. Perjuangan masih panjang, tantangan pun akan datang menghadang. Tetap bersiap untuk menghadapi semuanya dengan baik. Persiapkan mental, jiwa, dan juga hati.

Hari ini, saya juga menyimpan haru kepada semua orang-orang yang selalu setia dan ada mendukung saya. Mendo’akan yang terbaik buat saya. Terima kasih, semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang jauh lebih baik.

Hari ini, saya juga sangat bersyukur atas ketentuan terbaikNya yang terjadi. Semoga kekuatanNya selalu memampukan saya untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat waktu. Aamiin.

Hari ini, saya hanya ingin berkata... Alhamdulillah ya Allah. Lalu, tersenyum bahagia...

Pembimbing 1 : M. Rusli Hidayat, Drs
Pembimbing 2 : Eva Nurmayasari, S.Pd


Senin, 12 Mei 2014

Masa Lalu (III)

Copas dari web tetangga

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran, atau lebih muda

 Ini tentang menyeimbangkan hidup dan yang bisa beriringan

Yang memberi kedamaian di hati, kenyamanan di sisi, dan kasih sayang tiada henti

Tentang tertawa bersama, saling mensupport, mendo’akan satu sama lain, berbicara lepas tak berbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak

Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk pulang

Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit

Menerimamu apa adanya meskipun kamu cuma seadanya

Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus diperjuangkan

Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang membentuknya sekarang

Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik

 Tentang dia yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum/imamnya

Membuatmu bangga menjadi ibu/ayah dari anak-anaknya

Minggu, 10 Februari 2013

Go to Thailand



Bismillahirrahmaanirrahim ….

Ya ampun, parah banget deh saya. Jarang banget upload tulisan di blog sampai udah ganti tahun pula. *tepok jidat
Banyak kejutan ketika buka dasbor, tentang cerita2 upload-an teman2 blogger dan sahabat saya yang shalihah, liawati. Baru lihat tulisan tentang MerahPutih MyBest yang mengharukan sekalee. *lebayy
Oke deh, langsung ajah mau curhat banyak neh blogger. Dimulai yang mana dulu yak? Saking banyaknya atau saking buntunya mau nulis nih? *ngeles.com

Ya udah mulai cerita dari kampus saya tercinta saja yaa. Jadi begini, pas tahun lalu kemarin di bulan Desember, suatu sore Bapak Fauzi Syamsuar (dosen), memasuki kelas saya dan mengumumkan sesuatu. Beliau bilang bahwa salah satu universitas di Thailand mengundang mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia, Thailand dan Indonesia, masing-masing 10 orang. Untuk mengadakan pertemuan di universitas tersebut, dalam rangka berdiskusi tentang perkembangan kebudayaan di ASEAN. Naah… dalam rangka menjaring 10 mahasiswa tersebut, maka beliau menjelaskan ketentuan bagi siapa yang berminat untuk ikut ke Thailand. Syarat-syaratnya adalah 1) IPK minimal 3,0 , 2) Mengirimkan tulisan dalam bentuk essai yang bertemakan “The Importance of Cultural Awarness in Developing Indonesia”, minimal 500 kata dan maksimal 600 kata, 3) Dikumpulkan paling lambat tanggal 4 Januari 2013.
Beliau bilang lagi, bahwa pemberangkatan di awal bulan April dan akan memakan waktu 5 hari 4 malam disana. Waah, kedengarannya menarik banget yah?

Akhirnya beliau menuntaskan pengumumannya dengan berharap banyak bahwa di kelas saya ada salah satunya yang bisa berangkat ke Thailand. Insya Allah.
Awalnya saya benar-benar sangat semangat untuk ikut kesempatan ini. Alhamdulillah syarat atau ketentuannya bisa saya ikhtiarkan. Lagipula ini juga salah satu jalan impian saya juga bisa keluar negeri dengan prestasi. Sampai udah berunding dengan seorang sahabat bagaimana caranya bikin essai yang semaksimal mungkin. Tetapi lama-lama saya terbentur dengan ketakutan-ketakutan saya tersendiri. “Gimana izin dari sekolahnya ya kalo saya nanti pergi ke Thailand? Apakah sekolah mengizinkan saya??? Anak-anak bagaimana nanti?”

Astaghfirullah, saya tersadar. Sejak kapan ikut kesempatan ini dengan niat untuk benar perginya saja, bukan untuk ilmu? AKhirnya saya pasrahkan semua. Terpilih atau tidak, pergi atau tidaknya, saya tetap menuliskan essai itu untuk ilmu. Akhirnya pas banget tanggal 4 Januari, saya mengumpulkan karya tulis itu kepada dosen yang bersangkutan. Beliau bilang, nanti akan di informasikan lagi yaa.
Dan taraaa….. besok paginya, saya dapat pesan singkat dari Bapak Fauzi, bahwa beliau sudah membaca karya saya dan menunggu saya untuk mendiskusikan karya tulis saya secara lisan. Alhamdulillaah ya Allah…
Ketemunya sore, sehabis ashar. Akhirnya demi kelancaran nanti ketika berdiskusi dengan sang dosen, saya sempatkan untuk membahas isi essai dengan cara diskusi. Hmmm, sedikit membantu persiapan saya untuk berdiskusi nanti. Dan tibalah waktunya, saya sudah berada di hadapan dosen saya kini. Ternyata diskusinya tidak seseram yang saya bayangkan. Tidak terlalu mengupas essai saya, dan waktunya yang sangat singkat hanya 5 menit. Seusai itu saya disuruh menghadap ke ibu pembantu dekan 1, yaitu Bu Nanik. Untuk melakukan wawancara yang selanjutnya. Haa? Surprise deh saya musti ada wawancara lanjutan dengan Bu Nanik. Tapi ya bismillah aja yah. *deg2an

Ketemu Bu Nani, wawancaranya lumayan lebih lama dibanding dengan Pak Fauzi. Beliau lebih banyak memberikan masukan bagaimana nanti disana, bahwa ke10 mahasiswa yang terpilih akan menjadi duta dari Indonesia. Kita yang membawa nama baik bangsa serta universitas serta khususnya fakultas pendidikan. Seusai wawancara, Bu Nani menyuruh saya menuliskan nama, nomor mahasiswa serta nomor handphone pada secarik kertas. Ternyata saya orang ke 17, sudah ada deretan 16 nama di atas nama saya yang sudah diwawancara beliau. Saya mengenali beberapa deretan nama di kertas itu. Yang dipilih kan Cuma 10, itu berarti akan ada penyaringan lagi dari keseluruhan mahasiswa yang telah diwawancara. Saya sudah sangat jauuuh bersyukur bahwa saya dapat menuliskan essai, berdiskusi dan diwawancarai. Entah saya terpilih atau tidak, saya berdo’a sama Allah minta sebuah keputusan yang terbaik. Saya serahkan kepada keputusanNya.

Pada akhirnya, 10 nama telah diumumkan beliau di facebook. Apakah nama saya tertera disana? Ternyata tidak. Apakah saya kecewa? Ya, sedikit. Harapan saya untuk pergi memang ada, tetapi tidak menggebu dan memaksakannya. Karena dari awalnya saya memang berdo’a padaNya, meminta jalan terbaikNya. Dan mungkin ini jalan dariNya.
Meski saya tidak terpilih, saya belajar banyak hal. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi tentang kemampuan menulis saya, bahasa inggris saya, dan sebagainya. Ya, semua ada hikmahnya. Ga ada yang sia2.
Saya syukuri juga, bahwa saya tidak perlu risau untuk meminta izin dengan sekolah serta dilema meninggalkan anak didik selama sepekan. Alhamdulillah… 

Selasa, 02 Oktober 2012

Tanda Tanya


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Ada sebuah tanda tanya besar yang kini selalu mengikutiku. Dalam derap langkah, dalam degup jantung, dalam hela nafas, dalam kesendirian maupun keramaianku. Mecoba menghalau dengan melupakannya, tetapi yang ada malah semakin ingat dan terus bertahan dalam fikiranku. Hmm…. Ada apa aku?

Ada sebuah bisik yang menilisik dalam hati. Yang kian menyejukkanku. Tapi bisikan itu lembut, lembuut sekali. Nyaris tak terdengar oleh telingaku. Hanya bisa dirasakan oleh hatiku. Apakah itu?

Ada sebuah tekad untuk ingin mengurai segala benang rumit yang tanpa sadar telah kubuat sendiri. Tapi bingung bagaimana cara mengurainya? Kini serasa tali itu bagai terikat mati. Hmm… bukan terikat mati sepertinya, hanya aku yang menghindari untuk benar-benar membukanya. Membuka ikatan rumit menjadi ikatan lainnya yang lebih indah. Ikatan apakah itu?

Adakah yang bisa bantu aku berikan sebuah jawaban untukku, untuk hatiku dan diri ini. Yang seutuhnya, Prita Nurulhuda.

Bertanyaku, padaMu


Jumat, 22 Juni 2012

UIKA -My Story-


Bismillahirrahmaanirrahim…….

Alhamdulillahirrabil’alamin….

Sampai juga di penghujung tahun kedua saya di kampus saya tercinta. Akhir pembelajaran saya di semester 4 tahun 2011/2012. Kemarin selama sepekan tuh baru saja saya selesai UAS. Bagaimana rasanya ta ujiannya? Mantep…. Kayak makan permen nano-nano. Manis, asam, asin, ramai rasanya. –iklan banget c???- hehe

Ujian hari terakhir, pengawas menyebarkan  kertas berisi keterangan studi di semester depan. Semester ganjil tahun  pembelajaran 2012-2013. Jadi, insya Allah besok bulan September saya sudah berada di semester 5. Insya Allah, kalau Allah sampaikan umur saya di bulan tersebut. Insya Allah.

Lihat kertas itu, jadi mengawangkan pikiran saya di suatu hari di tahun 2008. Yuk mari kita rewind sebentar ke salah satu hari di tahun 2008…..

My flash back in 2008

Hari itu saya tengah berdiri di halte shelter UIKA bus trans pakuan Bogor. Menunggu kedatangan bus yang tak kunjung tiba meski saya sudah berdiam disana selama kurang lebih 10 menit. Armada busnya memang tidak sebanyak bus-bus lain atau angkutan kota yang sedari tadi berseliweran menawarkan saya untuk naik. Tapi saya tolak dengan senyum sambil menggelengkan kepala. Bukan arah tujuan saya sih masalahnya.

Sembari menunggu bus pakuan yang belum tiba, akhirnya saya hempaskan diri untuk duduk. Mengedarkan pandangan saya ke jalan raya di hadapan yang ramai lancar. Lalu saya menoleh ke arah tempat saya duduk. Saya menangkap sebuah gedung tinggi berlantai 3 dengan tulisan besar di salah satu lantainya bertuliskan “Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan”.

Entah kenapa terlintas dalam benak dan kemudian saya berujar pada diri saya sendiri bahwa kelak saya akan berada di dalam Fakultas itu. Menuntut ilmu di Universitas yang namanya menjadi salah satu shelter bus yang tengah saya duduki kini.

Semasa kecil, pelajaran yang paling saya senangi adalah bahasa inggris. Mungkin ini sebuah ambisi diri saya untuk terus memperdalamnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Mungkin.

Lamunan saya terbuyarkan karena bus yang saya tunggu telah datang.

Dan akhirnya atas izin serta kehendaknya bulan Juli 2010 pertama kalinya saya menjejakkan kaki di Universitas itu, mendaftarkan diri menjadi mahasiswi di sana. Alhamdulillah, Allah jawab do’a saya.

Bulan-bulan pertama saya di awal perkuliahan memang agak berat. Karena pagi harinya saya harus kerja mengajar di salah satu sekolah dan sorenya saya sudah harus berada dalam kelas mengikuti perkuliahan. Menjelang pukul 21.00 saya baru sampai di rumah dengan rasa lelah yang luar biasa. Belum lagi jika di tengah jalan sopir angkot menurunkan saya di tengah jalan, karena alasan ingin segera pulang lah, atau tidak mau ditagih uang tambahan, menghindari amukkan tukang ojek, dan sebagainya. Bisa dipastikan sesampainya saya di rumah lebih dari jam 21.00. Tetapi saya benar-benar menikmati semuanya. Karena Allah yang menguatkan saya untuk selalu bertahan. Insya Allah.

Perlahan saya menyadari bahwa, apa yang tengah saya pelajari di perkuliahan semuanya menjuru kepada pendidikan. Parahnya saya benar-benar ga ngeh banget ketika mendaftar.

Balik lagi ya ke tahun 2012….

Akhirnya saya yang sekarang, sering bertanya-tanya dalam hati deh. Berfikir dan merasa bahwa sepertinya saya salah jurusan. Apakah masih ingin lanjut? Berhenti dan mengulang dari awal lagi di jurusan yang lain? Apakah tujuan saya di perkuliahan yang tengah saya jalani kini? Apakah hanya sekedar ambisi saya ingin kuliah?

Pertanyaan it uterus menari-nari dalam benak saya. Tapi saya juga berfikir, bahwa ini adalah tahun kedua saya kuliah. Berarti sudah setengah jalan menuju kelulusan, insya Allah. Kenapa saya bingung gini yah? Garuk-garuk kepala aja deh. Hehehe.

Eh, ga lama saya dipertemukan Allah oleh teman ayah seorang psikolog, lulusan dari UNPAD. Kami sudah lama tidak bertemu, sekitar 4 tahun an deh. Beliau banyak cerita-cerita dan akhirnya menanyakan bagaimana keseharian saya sekarang. Trus…. Kesempetan deh saya curhat aja sama beliau. Perihal kebingungan saya yang seperti salah ambil jurusan. Eh beliau malah bilang gini…

“ Gak apa-apa ta, lanjutin aja kuliahnya. Insya Allah, kamu tidak sama sekali salah dalam mengambil jurusan. Dulu saya juga sama kayak kamu deh. Insya Allah, semuanya Allah yang tunjukkan kamu ta. Bismillah aja….” Ujar beliau dengan sangat antusiasnya

“oh begitu ya bu, iya deh Insya Allah saya lanjut…. Makasih ya bu sarannya” jawabku dengan senyuman

Alhamdulillah….. saya sangat bersyukur sekali waktu itu. Saya merasa bahwa do’a saya di bayar kontan oleh Allah. Pertanyaan saya langsung di jawab oleh Allah. Terima kasih ya Allah, atas jawabanMu yang makin menguatkan hamba.

Sekarang, ya ga ada istilah salah jurusan dan sebagainya. Inilah sebuah jalan yang Allah tunjukkan kepada saya. Semoga Allah senatiasa menguatkan saya dalam menjalani semua proses pembelajaran di jurusan, fakultas, dan universitas yang telah saya pilih.

Semua pilihan yang kita pilih ada konsekuensinya yang harus kita jalani. Sebagai wujud tanggung jawab kita atas pilihan hidup yang ingin kita tempuh. Juga sebagai ungkapan syukur kita kepada Allah atas seluruh anugerah yang Allah titipkan pada kita. Insya Allah, amiiin.

*Kuatkanku ya Rabb….

Rabu, 06 Juni 2012

Cermin itu Berbeda


Bismillahirrahmaanirrahim………

Cermin bening besar itu berbeda
Biasanya dia selalu cemerlang dalam nyata
Hingga kulihat jelas pantulan hatiku
Kala ku menoleh padanya
Hingga Nampak hamparan jutaan semangat di hadapan
Tapi malam ini dia berbeda
Dia mengaburkan rintik gerimis yang menitik perlahan
Dia membuyarkan rinduku pada hujan
Dia menahanku bertemu hujan
Mengapa?
Mengapa hai cermin bening besar???

*Allah,,,, please guide me always


Selasa, 05 Juni 2012

Kejutaaan......


Bismillahirrahmaanirrahim…..
05 Juni 2012
00.00

“Teh….. bangun teh, ada yang telvon tuh”

Suara itu terlontar dari ayah saya yang kini tengah berdiri di samping tempat tidur. Sesaat saya buka mata agak samar memandang tubuhnya yang berdiri. Gelap. Kamar saya tak ada penerangan sama sekali.  Lalu saya beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan agak meraba benda yang ada di sekeliling depan serta samping saya. Menuju arah ruang TV. Masih dalam kondisi yang bingung dan bertanya dalam hati, “siapa yang telvon malam-malam buta begini??”

Tiba-tiba lampu menyala dan sudah ada kue black forest yang manis tersedia di atas meja. Waaah….. ini mah kejutan buat saya deh. Hehhee

Awalnya saya mengira ada telvon dari Ibu saya yang saat itu tengah berada di Pontianak melaksanakan tugas Negara beliau. Mau ada seminar.

Eeh…. Ga taunya ya itu deh malah jadi sebuah kejutan di hari ulang tahun saya. Yang tepat hari ini. Ya sudah mariii kita mulai acaranya dengan membaca Basmalllah…. “Bismillahirrahmaanirrahim”
Acara dibuka oleh Fathan, kemudian langsung diserahkan kepada saya selaku “yang ulang tahun” untuk menyampaikan harapan2 saya di milad kali ini. Ga usah di tulis ah, maluuu. Hihihi.

Setelah saya, kini giliran adik saya tercinta yang paling kecil yaitu Amri. Dia berpesan “Jangan pelit ya teeh, truss kalo ngomong ga pake kata iiiiiihhhh…” hehe. Saya langsung menyambut pesannya dengan gelak tawa yang diringi serta oleh ayah dan fathan.

Setelah Amri, trus Fathan deh adik saya yang pertama menyampaikan do’anya untuk saya. Yang terutama semoga saya menjadi wanita yang shalihah serta tangguh. Menjadi ibu yang baik bagi anak2 saya dan menjadi istri yang baik bagi suami saya nanti. Sukses dunia akhirat juga.

Dan selanjutnya, ayah deh. Do’anya panjang. Intinya yah, selamat bermuhasabah diri. Membaca kembali  sebuah memoar perjalan kehidupan yang telah saya lalui. Menjadi pribadi diri yang lebih baik lagi. Kata ayah, catatan2 harian yang selalu saya tulis juga bisa berperan dalam sebuah perenungan panjang bagi diri saya. Karena disitu sebuah pembelajaran2 hidup selalu saya coba tuangkan, saya tuliskan agar menjadi catatan perjalanan perbaikan diri saya untuk yang lebih baik lagi.

Ibu mana ya ucapannya??? Hehe. Walaupun raganya tak bersama saya dengan adik serta ayah dirumah. Tetapi hati serta cintanya selalu bersama saya kapanpun dan dimanapun. Beliau kirim pesan singkat dalam telvon genggam saya tuh. Isinya gini
“Met jarig
semoga menjadi anak yang shalihah yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara
Sabar dan tawakal dalam menjalani kehidupan dan cobaanNya
Aaamiiiin”

Alhamdulillahirrabil’alamiiin…. Sungguh nikmat yang tiada terperi. Nikmat yang tidak pernah terbayarkan dalam bentuk apapun. Terima kasih ya Allah atas semua limpahan nikmatMu. Ajari hamba selalu agar selalu bersyukur serta bersyukur dengan cara yang lebih baik lagi. Insya Allah, aamiiiin

Akhirnya…. Semoga do’a-do’a dari Ayah, Ibu, ade2, bunda, kakak2, abang2, guru2, teman2, serta semua yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Semua do’a kalian yang terlafadz langsung atau pun yang tidak langsung. Semoga Allah mengabulkan yang terbaik untuk saya. Karena Allah yang lebih Mengetahui segala kebaikan untuk kita. Amiin.

Oh iya, buat ayah jazakallah khoir ya yah buat “kadonya” untuk teteh tahun ini. Hihihiiiii… Alhamdulillah

Wallahu’alam hissawab….


Milad 23


Bismillahirrahmaanirrahim…….

05 Juni 1989-05 Juni 2012
(23 tahun)

Alhamdulillahirrabil’alamin…….
Tiada henti syukur ini hamba haturkan kepadaMu rabbku
Sungguh nikmat yang tiada bertepi
Sungguh curahan hidayah yang berlimpah
Sungguh derasnya aliran cintaMu untukku

Telah 23 tahun aku diberikan nikmat kehidupan
Sebuah anugerah luar biasa yang telah KAU pinjamkan
Kesempatan untuk menjadi seorang khalifah di bumiMu
Membawa panji-panji kemenangan dienMu
Perpanjangan tangan estafeta dakwah rasulMu

23 tahun bukanlah waktu yang sebentar
Sebuah proses fase pembelajaran yang telah dilalui
Dan muncul lah tanda tanya ini
Dihabiskan untuk apa sajakah waktu 23 tahun itu?
Untuk amalan baikkah atau sebaliknya?

23 tahun bukanlah waktu yang lama
Tahun yang telah berlalu, bulan yang telah pergi, hari yang terlewati
Adalah serangkaian waktu yang telah diamanahkanNya
Yang telah lalu yang tidak akan pernah kembali

Untukmu yang kini berusia 23 tahun itu…..
Inilah rizkiMu di hari ini
Inilah “kado” Nya yang diberikanNya hari ini
Inilah waktumu, kesempatanmu, sebuah titik awalmu di awal tahun 23
Menyelami relung-relung sanubari
Memuhasabahi semua yang telah terjadi
Kelak sisa umur mu ke depannya semakin bertambah berkah
Menjadi pribadi yang lebih baik serta semakin shalihah
Insya Allah, aaamiiiin


*Makin semangat menjalani pembelajaran kehidupan!!!

Minggu, 20 Mei 2012

Sakit = Bukti CintaNya


Bismillahirrahmaanirrahim……

Tuhan….
Baru kusadar indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cintaMu

Bait lagu edcoustic itu, menyadarkan kita. Menghentak keegoisan diri. Kezaliman yang kita lakukan terhadap diri sendiri. Astaghfirullah!!

Ta… apa yang tengah kamu rasakan sekarang  tidak ada seujung kukunya pun dibanding dengan ujian para anbiya. Mau contoh? Tengok kisah Nabi Ayyub AS. Ketika Nabi Ayyub sakit,  bagaimana seharusnya respon istri, keluarga dan orang2 sekitarnya? Apakah mereka semua mengurus Nabi Ayyub ketika sakit? TIDAK! Bahkan mereka semua meninggalkan Nabi Ayyub seorang diri. Apakah Nabi Ayyub berputus asa? TIDAK! Karena apa ta? Karena Nabi Ayyub punya Allah. Dia lah tempat bergantung dan berharap. Bukan pada yang lainnya. Apalagi berharap pada makhluk. Waah…. Kita, manusia tiada kekuatan serta daya apapun kecuali atas kekuatanNya. Karena dengan kekuatanNya Allah memampukan kita menjalani semua.
Sakit… semoga menjadi kafarat atau penyucian diri kita atas segala dosa. Semoga jadi perenungan diri. Salah satu titik tolak untuk selalu bersyukur atas segala nikmatNya. Terutama nikmat sehat. Insya Allah. Amin.

Tidak ada sesuatu hal apapun yang menimpa kita kecuali Allah memberikan suatu manfaat besar bagi kita. Asal dengan kejelian mata iman kita memandangnya. Dengan berkhusnuzhan kepadaNya. Bahwa inilah bukti cinta serta kasihNya kepada kita.

Kini…. Bagimu yang terkulai lemah dengan  sakitmu. Semoga sakit ini semakin menjadikan dirimu dekat kepadaNya. Bermuhasabah kembali. Meningkatkan rasa sykurmu yang mungkin terlupa. Menunaikan hak-hak untuk kebutuhan ragamu.

Semoga sakit ini menjadikan dirimu semakin menyadari. Bahwa diri lemah sekali serta tak ada daya dan upaya kecuali atas kekuatan yang diberikanNya pada kita. Karena kekuatanNya yang memampukan kita. Karena segala hal yang telah terjadi, tengah terjadi atau yang masih menjadi misteri adalah bentuk cintaNya untuk kita, Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab…..

_syafakillah!

Rabu, 09 Mei 2012

Sedihku


Bismillahirrahmaanirrahim……

Saya merasa bahwa kali ini saya sedang berada dalam kondisi puncak suatu titik klimaks atas semua persoalan hidup yang tengah saya hadapi. Merasa sangat tak berdaya dan memang tak ada kuasa sama sekali. Berada di suatu tempat terpojok yang kian menghimpit dan makin menjepit. Sempit. Tak bisa bernafas. Tak sanggup bergerak. Terpaku. Tergugu dan dalam diam yang membisu.

Mencoba bangkit berdiri mencari kedamaian dariNya. Menghadap di atas bentangan sajadah yang telah terhampar. Ya Allah, izinkanku berdialog denganMu. Berkeluh kesah dalam untaian kalimat syahdu dalam do’a. Bukan bermaksud mengeluh tetapi meminta selalu bimbinganmu. PetunjukMu. CahayaMu yang mungkin kini tengah temaram di jalan hidupku.

Membuka lembaran kalamMu. Berikhtiar mencari ketenangan dengan mengingatMu. Alhamdulillah….kutemukan! Itulah firmanMu untukku  kini. Menjadi sebuah penguat. Melahirkan gelora semangat. Ku lafadzkan berulang kali. Terus dan terus agar tertanam dalam hati hingga ku paham menjalani. Hingga terobati rasa gundahku kini. Perlahan terus ku baca dan semakin mengabur ayat-ayatMu. Terbata ku mengulanginya lagi. Hingga tak sanggup ku lanjutkan lagi.

……………………………………

Hening
Hanya menyisakan pecahan tangis dalam bulir-bulir yang kian jatuh berantakan dan tak keruan. Sesenggukkan. Tertumpah segala kecamuk perasaan dalam jiwa. Meninggalkan sebuah keharuan yang begitu mendalam.

Dan sejenak setelah semua gemuruh diri telah terhempas. Kembali ku buka. Aku membaca. Ayatul QauliNya. Tanda cintaNya. Untukku…. Insya Allah. Amin!

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

“….Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…”

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

(At Taubah;40)


Wallahu’alam hissawab…..

Minggu, 06 Mei 2012

Semua Berbicara Tentang Ibu


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Tulisan yang saya buat ini adalah sekumpulan syair-syair indah dalam lagu-lagu yang tak asing lagu siapa yang membawakan alunan ini sehingga sampai juga di telinga serta hati kita.

Tulisan yang saya buat ini terinspirasi dari seorang anak level 2, Yusuf Fatha Mubina,  “teman” saya belajar di UQ. Waktu itu ada acara pentas dari anak-anak level 1 yang diadakan di lapangan. Mereka mementaskan sebuah drama dan di iringi salah satu lagu yang saya tulis di bawah ini. Lagunya abi Haddad Alwi bersama Farhan yang judulnya “ Ibu”. Pengeras suara dari lapangan upacara di lantai 1 sangat terdengar jelas bagi kami yang ada di lantai 2.

Kemudian…….

Fatha (panggilan “teman” saya) langsung menitikkan air mata. Melinangkan bulir-bulir yang kian jatuh di pipinya. Dia mencoba menghentikan teman-teman yang lain agar tak menambah sedihnya karena mengikuti nyanyian tersebut. Fatha bilang begini….

“aku kangen sama umi, kalo denger lagu ini….” Ujarnya sambil menghapus derai air matanya dengan tangannya

Langsung deh memori saya berputar untuk mencari lagu-lagu yang bertemakan tentang ibu juga. Nah.. mari kita mulai dari Abi Haddad bersama Farhan yaa. Kata mereka berdua, ibu itu…..

Kaulah ibuku… Cinta kasihku.. pengorbananmu… tak kan pernah terhenti
Kau bagai matahari… yang selalu bersinar… sinari hidupku… dengan kehangatanmu

Lain pula dengan Bang Opick dengan amanda

Terbayang satu wajah…. Penuh cinta… penuh rindu
Terbayang satu wajah…. Penuh dengan kehangatan…
Kau ibu

Ceuk Teh Melly, ambu teh kieu….

Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku….

Itu yang asli dari Indonesia. Mau yang versi barat juga ada ko. Siapa coba?? Bro Maher Zain aja deh. He said that mother is…..

You know you are the number one for me
Number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Mum… I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day

Versi Arab juga ada. Sejak zaman saya masih SD kelas 3 kira-kira. Waktu iu yang mempopulerkan adalah Sulis. Syairnya ini….

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

Mau Abi Haddad, Opick, Amanda, Sulis, Teh Melly Goeslaw (bunda_red), ternyata mereka sepertinya kompak dalam menuangkan gambaran seorang ibu. Mengingat nama ibu disebut, kita langsung teringat dengan segenap kasih, sayang, cintanya yang tiada bertepi untuk kita anak-anaknya. Tanpa lelah beliau mengandung selama 9 bulan,. Melahirkan kita ke dunia dengan perjuangan antara hidup dan mati.  Merawat kita sejak bayi hingga dewasa. Mendidik kita dengan penuh kesabaran.  Mengenalkan kita pada dasar-dasar agama yang baik. Mengenalkan Allah, RasulNya. Mengajarkan kita membaca surat cintaNya. Menanamkan nilai-nilai kebaikan sedari kecil, dll.

Maka…..

Ibu. Seorang wanita tangguh luar biasa. Sholihah sebagai perhiasan dunia. Ketika semua orang berbicara tentangnya. Tak akan habis kata yang tepat untuk membalas kasih sayang dan cintanya. Tetapi biarlah diri kita mempersembahkan sebuah balasan cinta yang terbaik dengan membuat guratan senyum haru di wajahnya. Biarlah diri ini untuk terus berusaha menyandingkan kasih sayangnya pada kita. Meski tak sebesar cintanya. Tetapi ada sebuah wujud nyata dari kita untuk selalu mencintai, menyayangi, menghormati, membaktikan diri.

Karena sesungguhnya Ridho Allah ada pada ridho ibu kita dan jannah Allah ada bawah telapak kakinya…..


Wallahu’alam hissawab…….

Minggu, 15 April 2012

Jalan Juang


Bismillahirrahmaanirrahim…..


Sabarlah wahai saudaraku tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati beri iman sejati
Berpadu dengan jiwa rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan asamu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang akan pasti
_Jalan Juang, IZIS

          Barisan lagu di atas menghentak-hentak serta menyadarkan diri ini. Mencoba membangkitkan gelora semangat  untuk selalu berjuang, berani berproses dalam pembelajaran kehidupan. Untuk tetap bertahan tanpa kenal lelah mewujudkan semua harap, impian serta cita yang Insya Allah mulia. Amin

                Melewati rentang proses pencapaian semua mimpi, tak pelak Allah menghadirkan segala macam ujian untuk kita. Allah ingin mengetahui seberapa besar niat kita mewujudkan semua mimpi kita. Allah ingin membuat kita kuat dan tegar melewatinya. Maka yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujianNya diluar kemampuan kita. Segala uji yang Allah sediakan untuk kita agar kita tahu dan benar-benar menyadari bahwa jalan Allah harus ditempuh dengan semangat daya juang yang tinggi. Jalan menuju ridhoNya bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani tetapi bukan pula hal yang mustahil untuk kita lakukan.

                Degup kehidupan yang saya lakoni kini membawa harapan agar semua mimpi yang saya azzamkan bisa terwujud. Derap-derap langkah  yang saya jejakkan ketika saya di sekolah, di kampus, di rumah maupun keseluruhan segi lingkup kehidupan, merupakan medan perjuangan saya meraih segala mimpi.

                Setiap mimpi pasti ada suatu usaha untuk merealisasikannya dalam nyata. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Setiap kesulitan ada kemudahannya. Setiap masalah ada jalan keluarnya.

                Maka… sabarlah wahai Prita Nurulhuda, sabarlah wahai saudaraku dalam menggapai cita karena jalan yang kita tempuh sangat panjang. Tak hanya sekedar bongkah batu karang.

                Maka… hujamkan dengan kuat tekad kita dan jangan mudah menyerah serta mengeluh. Tetapi pastikan asa dan harap kita semakin membumbung. Kejayaan dienNya bukan hanya sekedar mimpi, namun yang utama adalah satu…. JanjiNya. Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab….. 

Sabtu, 14 April 2012

Tentang Hidup (Part III)


                                                            Bismillahirrahmaanirrahim……


Hidup adalah belajar
Belajar besyukur meki tak cukup
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar Ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Hati memang sepei gelombang air laut, pasang surut dan sering terbawa arus
Maka dari itu  tetaplah belajar untuk tetap berada di jalanNYA
Belajar menjadi lebih baik
Untuk menjadi yang terbaik
Insya Allah
Amin!




Rabu, 04 April 2012

Yakinlah....


Bismillahirrahmaanirrahim…

Dalam riuh gaduh suasana
Tapi aku merasa sunyi dalam sepi
Sengaja menyisih serta tak mau berselisih

Segala sesal yang kini ada
Apakah aku akan bertahan dalam diam??
Hanya meratap lekat masa lalu
Hanya tergugu dalam bisu

Tak berani menatap matahari yang akan bersinar di hari esok
Tak berani melangkah karena takut untuk jatuh dan kembali terantuk

Lantas mau dikemanakan hari-hari penuh kesempatan
Untuk meraih hidup yang lebih baik?

Lantas mau dikemanakan segala potensi yang Allah telah anugerahkan??
Lantas mau dikemanakan segala kepercayaan-Nya untuk kita??

Yakinlah dengan janji Allah dalam firman-Nya
Laa yukalifullahu nafsan illa wus’ahaa
Yakinlah Allah selalu mengiringi derap-derap kita
Untuk meniti langkah-langkah ini menuju cita mulia

Yakinlah Allah selalu yang paling setia menemani kapanpun dan dimanapun
Yakinlah Allah selalu menguatkan kita dengan kekuatannNya yang tak terhingga
Yakinlah cinta Allah selalu untuk kita
Karena Allah selalu bersama kita
Insya Allah, amin!

_Prita Lifelong Learner
Someday, when I try to “bulid” myself and my guts!