Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2012

Kembali


Bismillahirrahmaanirrahim……


Harapan dari setiap insan
Kesenangan serta ketenangan
Menjalani hidup ini
T
anpa ada cubaan

Sayang harapan itu tak pasti
Kerna cubaan akan terjadi
‘Tuk menguji sabar diri
Dan ketaqwaan

Akan kah kita tetap tegar menjalaninya dgn keikhlasan
Ataukah terjerumus ke dalam keputus asaan

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
Yang akan kembali kepadaNya
Kapan dan dimana sahaja
Dan berdoalah mohon ampunan
Dari semua kesalahan

Agar mendapat keredhaan
Dan pertolongan 

*Maka kembalilah hanya kepadaNya

Jumat, 08 Juni 2012

Kadonya niii......


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Met milad ya taa……

Ciye ciye,,,, udah 23 tahun niii. Idiih,,, sebentar lagi umurnya seperempat abad donk (ga penting). Hehe.
Kadonya apa ta tahun ini? Inilah cerita saya tentang kenanehan diri saya suka bungkus kado sendiri untuk diri saya sendiri. (kasiaan amat). Tapi ada keseruan sendiri aja sih menurut saya. Yaa… hitung2 tidak merepotkan orang lain. (ciyee… baiknya).

Let’s check it out….

Hmmm…. Milad saya tahun ini tepat di hari selasa. Pengennya cari kadonya tuh pas sebelum saya milad. Tapiiii, karena kesibukan yang luarrrr biasa antara kerjaan sekolah, rumah dan kuliah yang buanyaak itu (alesan) jadi aja sampe di hari miladnya saya belum sempet membeli kado buat diri saya sendiri.

Pada akhirnya saya memutuskan untuk membeli kado ketika tanggal 8 Juni kemarin (udah telat 3 hari). Kemana coba saya cari kadonya? Yang deket aja lah kita ke toko buku Al Amin, Baranangsiang. Loh buku lagi ta kadonya? Iyalah… mang mau apa? SLR, SLR, SLR (dalem hati). Halaaah…. Nanti lah itu, walaupun di papan impian saya sudah terpampang SLR EOS 550D. Tapiiii,,, belum juga sampai di tangan sayah. (sabaarrrr….) hehehe.

Sesampainya saya di Al amin jam 10.50 WIB. Waduuh…. Saya lupa hari ini kan hari Jum’at yah. Berarti saya musti extra express nih belinya. Kan abang-abangya mau jum’atan yah…Oke capcuss….^^

Udah deh ini aja yah….
Bukunya ada 2 nih tahun ini. Yang satu judulnya “Diriku, Bagaimana kabarmu?” dan yang satu lagi apa hayoooo…… ga ah malu. (malu2in kale). Gubrakss

Yaa… pokoknya kedua buku ini yang saya pilih adalah buku yang isinya “saya banget”. Maksudnyaaa, ya buat motivasi keadaan yang saya hadapi kini dan kedepannya nanti. Insya Allah. Semoga bermanfaat ya ta. Insya Allah. Amin


Wallahu’alam hissawab…..

Selasa, 05 Juni 2012

Kejutaaan......


Bismillahirrahmaanirrahim…..
05 Juni 2012
00.00

“Teh….. bangun teh, ada yang telvon tuh”

Suara itu terlontar dari ayah saya yang kini tengah berdiri di samping tempat tidur. Sesaat saya buka mata agak samar memandang tubuhnya yang berdiri. Gelap. Kamar saya tak ada penerangan sama sekali.  Lalu saya beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan agak meraba benda yang ada di sekeliling depan serta samping saya. Menuju arah ruang TV. Masih dalam kondisi yang bingung dan bertanya dalam hati, “siapa yang telvon malam-malam buta begini??”

Tiba-tiba lampu menyala dan sudah ada kue black forest yang manis tersedia di atas meja. Waaah….. ini mah kejutan buat saya deh. Hehhee

Awalnya saya mengira ada telvon dari Ibu saya yang saat itu tengah berada di Pontianak melaksanakan tugas Negara beliau. Mau ada seminar.

Eeh…. Ga taunya ya itu deh malah jadi sebuah kejutan di hari ulang tahun saya. Yang tepat hari ini. Ya sudah mariii kita mulai acaranya dengan membaca Basmalllah…. “Bismillahirrahmaanirrahim”
Acara dibuka oleh Fathan, kemudian langsung diserahkan kepada saya selaku “yang ulang tahun” untuk menyampaikan harapan2 saya di milad kali ini. Ga usah di tulis ah, maluuu. Hihihi.

Setelah saya, kini giliran adik saya tercinta yang paling kecil yaitu Amri. Dia berpesan “Jangan pelit ya teeh, truss kalo ngomong ga pake kata iiiiiihhhh…” hehe. Saya langsung menyambut pesannya dengan gelak tawa yang diringi serta oleh ayah dan fathan.

Setelah Amri, trus Fathan deh adik saya yang pertama menyampaikan do’anya untuk saya. Yang terutama semoga saya menjadi wanita yang shalihah serta tangguh. Menjadi ibu yang baik bagi anak2 saya dan menjadi istri yang baik bagi suami saya nanti. Sukses dunia akhirat juga.

Dan selanjutnya, ayah deh. Do’anya panjang. Intinya yah, selamat bermuhasabah diri. Membaca kembali  sebuah memoar perjalan kehidupan yang telah saya lalui. Menjadi pribadi diri yang lebih baik lagi. Kata ayah, catatan2 harian yang selalu saya tulis juga bisa berperan dalam sebuah perenungan panjang bagi diri saya. Karena disitu sebuah pembelajaran2 hidup selalu saya coba tuangkan, saya tuliskan agar menjadi catatan perjalanan perbaikan diri saya untuk yang lebih baik lagi.

Ibu mana ya ucapannya??? Hehe. Walaupun raganya tak bersama saya dengan adik serta ayah dirumah. Tetapi hati serta cintanya selalu bersama saya kapanpun dan dimanapun. Beliau kirim pesan singkat dalam telvon genggam saya tuh. Isinya gini
“Met jarig
semoga menjadi anak yang shalihah yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara
Sabar dan tawakal dalam menjalani kehidupan dan cobaanNya
Aaamiiiin”

Alhamdulillahirrabil’alamiiin…. Sungguh nikmat yang tiada terperi. Nikmat yang tidak pernah terbayarkan dalam bentuk apapun. Terima kasih ya Allah atas semua limpahan nikmatMu. Ajari hamba selalu agar selalu bersyukur serta bersyukur dengan cara yang lebih baik lagi. Insya Allah, aamiiiin

Akhirnya…. Semoga do’a-do’a dari Ayah, Ibu, ade2, bunda, kakak2, abang2, guru2, teman2, serta semua yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Semua do’a kalian yang terlafadz langsung atau pun yang tidak langsung. Semoga Allah mengabulkan yang terbaik untuk saya. Karena Allah yang lebih Mengetahui segala kebaikan untuk kita. Amiin.

Oh iya, buat ayah jazakallah khoir ya yah buat “kadonya” untuk teteh tahun ini. Hihihiiiii… Alhamdulillah

Wallahu’alam hissawab….


Milad 23


Bismillahirrahmaanirrahim…….

05 Juni 1989-05 Juni 2012
(23 tahun)

Alhamdulillahirrabil’alamin…….
Tiada henti syukur ini hamba haturkan kepadaMu rabbku
Sungguh nikmat yang tiada bertepi
Sungguh curahan hidayah yang berlimpah
Sungguh derasnya aliran cintaMu untukku

Telah 23 tahun aku diberikan nikmat kehidupan
Sebuah anugerah luar biasa yang telah KAU pinjamkan
Kesempatan untuk menjadi seorang khalifah di bumiMu
Membawa panji-panji kemenangan dienMu
Perpanjangan tangan estafeta dakwah rasulMu

23 tahun bukanlah waktu yang sebentar
Sebuah proses fase pembelajaran yang telah dilalui
Dan muncul lah tanda tanya ini
Dihabiskan untuk apa sajakah waktu 23 tahun itu?
Untuk amalan baikkah atau sebaliknya?

23 tahun bukanlah waktu yang lama
Tahun yang telah berlalu, bulan yang telah pergi, hari yang terlewati
Adalah serangkaian waktu yang telah diamanahkanNya
Yang telah lalu yang tidak akan pernah kembali

Untukmu yang kini berusia 23 tahun itu…..
Inilah rizkiMu di hari ini
Inilah “kado” Nya yang diberikanNya hari ini
Inilah waktumu, kesempatanmu, sebuah titik awalmu di awal tahun 23
Menyelami relung-relung sanubari
Memuhasabahi semua yang telah terjadi
Kelak sisa umur mu ke depannya semakin bertambah berkah
Menjadi pribadi yang lebih baik serta semakin shalihah
Insya Allah, aaamiiiin


*Makin semangat menjalani pembelajaran kehidupan!!!

Jumat, 06 April 2012

Do'a Rabithah.....


Bismillahirrahmaanirrahim…….

Sesungguhnya Engkau tahu…. Bahwa hati ini telah berpadu… Berhimpun dalam naungan cintaMu… Bertemu dalam ketaatan… Bersatu dalam perjuangan… Menegakkan syari’at dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya…. Kekalkanlah cintanya… Tunjukilah jalan-jalannya… Terangilah dengan cahyaMu… Yang tiada pernah padam… Ya Rabbi, bimbinglah kami…

Lapangkanlah dada kami… dengan karunia iman… dan indahnya tawakal padaMu… Hidupkan dengan ma’rifatMu… Matikanlah dalam syahid di jalanMu…Engkaulah pelindung dan pembela…
_Izzis, Rabithah

Barisan kata di atas adalah syair dalam salah satu lagu Izzatul Islam. Barisan kata di atas juga merupakan bait-bait sebuah do’a. Yang terangkai indah, penuh makna dan mendalam artinya.

Do’a pengikat hati kita bersama dengan orang-orang yang tercinta, orang-orang yang berjuang atas nama dienNya, orang-orang yang selalu mencari cahayaNya, orang-orang yang selalu meminta bimbingan RabbNya, orang-orang yang hanya selalu mengandalkan Allah sebagai sebaik-baik pelindung dan pembela.

Agar disatukan hati kami dalam himpunan naungan cintaNya yang abadi serta suci

Agar disatukan hati kami dalam ketaatan yang mulia

Agar disatukan hati kami selalu dalam perjuangan hanya menggapai ridhoNya, dalam menegakkan syari’atNya dalam degup kehidupan

Agar dikuatkanNya ikatan hati kami yang telah berpadu dan berhimpun ini

Agar dikekalkanNya selalu cinta kami ini hanya untukNya saja

Agar ditunjukiNya selalu jalan-jalan menuju jalan kebenaranNya

Agar diterangiNya selalu dengan cahayaNya yang selalu berpijar dan yang tak akan pernah padam

Agar dibimbingNya selalu dalam titian cita kami menuju menara cahaya di surgaNya

Agar dilapangkanNya selalu dada kami selalu dengan iman tanda karunia dariNya

Agar dianugerahkanNya selalu kepada kami betapa indahnya bertawakal kepadaNya

Agar dihidupkanNya selalu kami dalam ma’rifatNya

Agar dimatikanNya kami dalam syahid di jalanNya

Agar hanya kepadaNya selalu kami berlindung dan dibela

Barisan do’a ini… semoga selalu terlafadz dalam kesyahduan kita bermunajat kepadaNya

Barisan do’a ini… insya Allah semoga menjadi penghantar kita menuju
menara-menara cahaya yang telah disiapkan Allah di jannahNya

Untuk kita semua… yang selalu mengharapkan pertemuan yang abadi dengan para pecintaNya serta yang saling mencinta karenaNya, dijalanNya dan hanya untukNya

Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab…..


“dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana”
(QS Al-Anfal:63)

Minggu, 18 Maret 2012

Ketika Anak Meminta


Bismillahirrahmaanirrahim…..

“Mah…. Pokoknya aku mau beli buku ini ya!” Ujar seorang gadis kecil sambil berlari menuju pada ibunya dengan membawa sebuah buku.

“Ah ade… apa sih? Kamu sok tahu aja, memangnya kamu ngerti apa isi bukunya?” Jawab sang Ibu sambil berlalu dan melihat buku di rak2 lainnya

“Iiih… pokoknya aku mau beli dan baca buku ini!!” Rengek sang anak

Akhirnya ada jawaban yang melegakan dari seseorang…..

“Iya nak, iya gak apa-apa kita beli ya. Nanti cerita ke papa ya sayang bukunya cerita tentang apa. Ok? “ ujar lelaki berkacamata yang ternyata adalah ayah dari gadis kecil itu.

“Oke pah… nanti aku certain. Pasti seru ceritanya…” ujar sang gadis kecil
###

                Percakapan di atas adalah sebuah percakapan singkat suatu keluarga kecil yang saya temui di salah satu stand buku di IBF tahun 2012 ini. Suatu siang saya dipertemukanNya dengan mereka. Saya yakin ada cerita unik serta hikmah yang bisa kita ambil dari kisah singkat ini. Insya Allah.

                Pertama, tentang respon sang ibu kepada gadis kecilnya yang meminta sebuah buku. Pantaskah seorang Ibu menanggapi respon seorang anak yang sedang ingin tahu terhadap sesuatu dengan sikap seperti itu? Bukannya pula  saya menjudge ibu itu berlaku salah atau apa pun. Setidaknya saya belajar dari beliau dan sedikit memahami jika saya di posisikan sebagai ‘gadis kecil’ itu. Saya berfikir, meski mungkin harus saya telaah lagi dan mencari teorinya tentang “gold age” seorang anak, tetapi setidaknya saya melihat ada rasa keingintahuan dari sang anak tentang hal yang belum diketahuinya. Itu merupakan hal yang sangat baik menurut saya. Dia belajar untuk mengkritisi suatu masalah yang baru baginya. Maka tugas kita sebagai orang tuanya, arahkanlah rasa keingintahuannya dengan baik. Hal ini berguna pula untuk perkembangan dirinya, kecerdasannya dan pemahamannya tentang hal yang baru.

                Kedua, tentang respon sang ayah yang sangat bijak menanggapi suatu keinginan dari anak gadisnya. Saya fikir, sang ibu harus mencontoh sang suami. Jangan terlebih dahulu kita mebuat sebuah pernyataan kepada anak jika dia mengajukan sesuatu yang dia inginkan. Pasti ada suatu alasan yang sangat mendasar dan yang membuat anak ingin tahu. Dan kedua hal inilah yang seharusnya kita gali lebih dalam dari diri anak. Inilah proses perkembangannya.
                                Dua pelajaran di atas, mungkin bisa jadi hikmah tersendiri bagi diri saya sendiri. Saya  sedikit menyimpulkan sebuah benang merah dari sebuah peristiwa yang pernah saya temui. Yang kelak, insya Allah menjadi pelajaran berharga ketika nanti saya dihadapkan dengan anak saya sendiri. Kelak mereka mengungkapkan rasa keingintahuannya pada saya. Semoga saya selalu ingat dengan kisah ini. Insya Allah. Amin.

                Dan pada akhirnya, saya selalu ingat dengan penutup kisah gadis kecil itu dengan rasa keingintahuannya yang besar, ibunya serta ayahnya. Sebuah ending yang saya miriskan sekali.

                Ketika buku-buku yang sudah dipilih oleh ibu, ayah serta gadis kecil itu hendak dihantarkan ke meja kasir, sang ibu langsung menyuruh pramuniaga stand buku tersebut untuk meletakkan kembali buku yang diambil anaknya. Ibu itu terlihat sedang berdialog singkat dengan sang anak sebelum membatalkan membeli buku pilihan anaknya. Terlihat sedikit gurat kekecewaan dari anak gadis itu. Tetapi sepertinya ibu tadi menjanjikan sesuatu yang mungkin sedikit membuat anaknya terhibur.

                Ya Allah… miris sekali lihatnya. Hmm… dan saya pun teringat selalu dengan judul buku yang diambil gadis kecil itu. Saya yakin ada sesuatu hal yang ingin sanga anak sampaikan melalui buku itu. Dan judul buku itu ternyata adalah… “MASA DEPAN ANAK”


Wallahu’alam hissawab….

Rabu, 29 Februari 2012

Semua akan indah pada waktuNya


Bismillahirrahmaanirrahim……

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Semua akan indah pada waktuNya

Amin….. Amin….. Amin….. Amin….. Amin…..

 Amin….. Amin….. Amin….. Amin….. Amin.....

Amin….. Amin….. Amin….. Amin….. Amin….. 

Ya Allah.....



Minggu, 05 Februari 2012

Field Trip UIKA PBI '10 (Jogja, Klaten, Solo)


Bismillahirrahmaanrirrahim

27 Jan 2012
@ UIKA, Keberangkatan

Cerianya kaliaan
                Akhirnya sampai juga deh aku di kampus. Berusaha untuk se semangat mungkin untuk berangkat di field trip ini. Semua teman2 sudah berkumpul mdi tengah lapangan bola depan Rektorat. Puanaaas banget sih cuacanya. Tetapi melihat teman2 pada semangat, jadi sedikit menyemangati diriku yang sangat, sangat, sangat kurang bersemangat.

                Ternyata pelepasan dulu serta sambutan2 dari Ketua Panitia, Pak Karim, Bu Dekan. Beliau pesan, hati-hati di sana. Berpesan pula bahwa kita semua ini bawa nama baik Universitas khususnya FKIP dan spesifiknya lagi Jurusan Bahasa Inggris. Insya Allah bu

                Setelah sambutan-sambutan, trus berdo’a deh. Bismillah. Let’s go to the bus!!!! Alhamdulillah aku ada di bis 2, bareng sama Rose, Teh Iyank, Uminah, Njie, Mae, Mb Ery. Seru sebelum berangkat foto-foto dulu cuy. Hiihi. Ayolah berangkat. Bismillah. Jam 14.10 kita berangkat kawan2…

###

                Baru juga sampai di Tol Sentul, aku sama Teh Iyank langsung buka makanan, mau nge lunch dulu ya. Pake nugget sama sayur pepaya. Hehe. Enak looh. Mau ga?

                Akhirnya bus terus melaju. Alhamdulillah jalanan lancar euy. Tetapi agak tersendat ketika sampai di tol ke Bekasi. Ko ke Bekasi yah? Ga taunya ada demo buruh di daerah Cikarang dan mereka memblokir jalan tol sodara-sodara!!! Gubraks…

                Walhasil…. Sepanjang perjalanan hanya melihat bus yang itu lagi dan itu lagi. Muacet parrah banget. Sebelah bus 2 ada bus Laju Utama, jurusan Bekasi-Bogor. Trus kalo ga bus sampingnya truk deh. Kasian yan para bapak sopir truk. Kalau menghadapi macetnya kayak begini kan jadi bertambah biaya perjalanannya. Hmm… yang sabar ya pak.

                Kemudian bagaimana dengan aku dan teman2 menghadapi kemacetan di Bekasi ini? Foto-foto lah, makan, cerita-cerita, becanda, hehe. Jadi ga kerasa deh macetnya. Seru.

                Alhamdulillah ketika jam 18.00 bus sudah bisa melaju dengan lancar. Berangkat beneran nih kita. Berhenti juga di Rest Area KM 57, shalat Maghrib dan Isya dulu. Trus foto-foto dan makan. Mau makan apa ya mala mini? Kita malah nyari makan yang siap saji aja deh. Ke KFC akhirnya. Kalau di sini ada McD, pasti kita pilih McD. Kata The Iyank, berasa nemu rumah lagi. Hehe.

                Selesai beli makanan, pas banget busnya udah siap mau berangkat. Sempat ketemu Udin, tapi karena beda bus dan jadi panitia juga. Sibuk deh dianya. Sama achikimpriw juga deuuh. Eheeem. Hehe. Pisss akh udiiin. Ayo segera masuk bus. Kita berangkat lagii.

                Makan malam di bus bareng2, gelap2an karena lampunya di matiin. Lagi pada nonton fil horror, katanya biar seru. Hehe. Sebelum nonton film, ada hal menarik perhatianku dengan teman2 yang ada di Bus. Sepanjang jalan, mata kami di suguhkan dengan “Pemandangan” kafe remang2. Bahkan ada pula kafe yang persis ada di samping masjid. Astaghfirullah!! Negara kita loh ini sodara-sodara. Huffh… mengelus dada aja deh dan berishtighfar.

                Selamat malam semua ya teman2. Sudah malam nih. Ayo istirahat dulu. Perjalanan kita masih jauh. Semoga mimpi indah ya. Baca do’a dulu…..

###

28 Jan 2012
@ Brebes 01.30

                Bus berhenti. Di salah satu SPBU. Dimana ya? Tanyaku dalam hati. Bertanya sama teman yang lain juga pada ga tau. Turun juga deh. Mau ke kamar mandi, wudhu. Biar lebih seger sedikit. Lama duduk di bus juga pegel kan. Lagi menunggu antrian di kamar mandi, aku berusaha mencari tau sedang dimanakah aku? Hehe. Lihat aja deh sama tulisan di baju Penjaga Toiletnya. Kebetulan yang jaga waktu itu seorang petugas keamanan SPBU itu. Aha! Aku ada di Brebes deh. Hehe.
                Sejenak bersama teh Iyank duduk di pelataran parkiran SPBU, ga lama dateng Udin sama mae. Ngobrol2, bercanda2. Hihi. Seger lagi deh. Semangat lagiiii.
                Berangkat lagi busnya melanjutkan perjalanan. Jadwal yang tadinya tujuan pagi ini ke penginapan dulu, langsung berubah deh. Kita semua langsung menuju lokasi tempat kita mau belajar. Nanti subuh berhenti lagi katanya. Mandinya dimana yak??

@ Kebumen, 04.30
                Alhamdulillah…. Sudah waktunya shalat subuh nih fren. Bangun yuk. Kita shalat. Panjangnya antrian di kamar mandi SPBU ini. Haduuh…. Tapi kalo ga ngantri kapan juga dapat giliran untuk bisa buang air kecil atau pun wudhu.

                Aku berjalan kea rah depan SPBU. Bertemu dengan Ochi, Riyanti, Uminah. Pada sikat gigi dan wudhu di salah satu kran yang ada di sana. Ga lama Teh Iyank ngajakin aku sama yang lain untuk cari rumah warga untuk bisa ke kamar mandi. Ada Udin juga sama Iqbal. Mereka pergi aja bertiga. Aku bertahan di SPBU. Ga lama mereka balik lagi. Yah… gubraks deh.

                Pak Karim tiba2 dateng. Seger banget kayaknya. Beliau cerita kalau habis mandi di Balai Desa di sebelah kiri jalan sana. Trus Teh Iyank sama Udin juga bilang kalo dari sana. Ya udahlah, akhirnya aku, mae, The iyank, Udin sama Iqbal mencoba mencari Balai Desa.

                Ketemu gerbang jalan menuju Balai Desa lumayan serem. Yang tadi dikira Udin, gerbang kuburan. Hehe. Duasaaar penakuuut. Memang lumayan serem juga sih. Mana ga ada penerangan jalan lagi. Jadi jalannya kita pake feeling aja. Hehe

                Alhamdulillah. Nemu deh Balai Desanya. Ada musholla kecil di belakang Balai Desa itu dan ada 2 kamar mandi juga. Tapi ko rame orang ya di depan kamar mandinya. Aku mendapati sekitar 5 orang ada di depan kamar mandi. Oh ternyata mereka yang berhenti juga di SPBU, yang mencoba mencari alternatife lain menghindari antrian kamar mandi yang mengular di SPBU. Mereka anak-anak SMA di Cianjur yang mau study tour juga ke Jogja. Lucu deh, Udin sampe di panggil “Om” sama mereka. Aku sama yang lain ketawa aja deh. Hehe. Memang kalo muka udah tua mah ga bisa di bohongin deh. Haha. Pisss ya Udiiiin.

                Oh iya nemu lagi satu hal uniknya. Salah satu anak SMA yang dari Cianjur itu namanya juga sama dengan nama anak kelasku. Dedi! Orang Cianjur ga punya nama lain kali ya,… hehe.

                Beres shalat. Langsung bis berangkat lagi menuju kota Jogjakarta. Katanya mau berhenti lagi dengan agenda mandi serta sarapan pagi. Walah. Repotnya mandi di kamar mandi umum. Ga nyaman. Huffh….


@ Wates, Jogjakarta 06.30

                Ups… busnya udah stop lagi nih. Ayo mandi yook. Kita cari rumah warga untuk mandi. Pas minta izin sama yang punya rumah, eh yang mpunya rumah malah menyarankan kita semua mandi di masjid. Ga taunya ada masjid yang lumayan besar di seberang jalan. Ya udah deh kita ke sana aja yuuk.

                Kamar mandinya ada 3. Orang nya ada 4, aku, Teh Iyank, Mae, Rose. Mereka duluan aja deh. Ga lama dateng Udin sama Aya. Hihi. Ayo mandiii. Beres mandi, busnya udah berangkat dari SPBU. Kita aja naiknya di pinggir jalan. Dimarahin sama kondekturnya. Katanya kalau mau perginya jauh-jauh harus bilang. Kan kita udah bilang pak… sama Pak Karim tapinya. Hehe.

@ Bayat, 11.00

                Alhamdulillah… sampai di tempat tujuan yang pertama. Kampung kerajinan Gerabah dan keramik. Kami semua di sambut oleh orang-orang yang luar biasa. Perajin-perajin di sana yang punya karya cipta yang hebat. Kami belajar banyak hal di sana. Mulai dari bagaimana pembuatan gerabah2, bagaimana mereka menjualnya, bagaimana perkembangan usaha yang mereka jalani, Bagaimana menghadapi permasalahan yang ada, Bagaimana memajukan usaha mereka sampai ke luar negeri. Wuaah… hebat euy.

                Ada pembelajaran menarik pula yang saya temukan di sini. Pembelajaran tentang akhlak lebih jelasnya. Nanti lah akan saya tulis di sebuah tulisan yang lebih mendetail. Pokoknya pembelajaran yang Insya Allah, bermnfaat. Khususnya buat diri saya sendiri.

                Aaah… sudahlah forget about it! Masih banyak hal yang harus kita kerjakan serta kita pikirkan daripada hal yang ga jelas itu. Oke deh….

                Sudah adzan mari kita shalat. Dan ga jauh dari tempat pembuatan gerabah-gerabah itu ada sebuah musholla kecil. Kita semua shalat di sana dan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Gede. Menuju industri perak di sana. Yuuk…

@ Kota Gede, 15.00

Rose n Teh Iyank
                Sampailah kita di sebuah toko kerajinan perak. Turun langsung bersemangat gitu. Karena melihat ada tukang baksi mangkal di depan tokonya. Asyiiik… Seger banget kayaknya. Tapi ada yang lebih menarik deh, mending lihat-lihat kerajinan dari perak dulu di dalam toko. Kayaknya bagus-bagus deh. Pengen beli ah….

                Ke dalam toko, hasil kerajian tertata rapi di dalam etalase kaca yang cantik. Makin mempercantik tampilan kerajinan perak itu. Ditambah pula dengan harganya yang ikut bikin tambah cantik. (Muaaahaaal bangget booow). Saya kira ada gitu yang bisa di beli kisaran harga 50 ribu an deh. Ini mah.. mantap banget. Paling murah aja 400 ribu an. Waduuuh,,,, mending buat bayar SKS cuy. Tanggal 20 Feb udah masuk semester 4. Hehe. Gigit jari aja dah. Hehe



                Lihat pembuatannya aja yuk. Ternyata memang pengerjaan kerajinan perak itu memerlukan ketelitian yang luar biasa. Kesabaran serta keuletan pengrajin memang merupakan modal utamanya. Pantas lah harga-harga nya yang melejit tadi. Karena pembuatannya juga memerlukan usaha yang bukan biasa-biasa. Usaha luar biasaaa…..

                Udahan ah lihat kerajinan peraknya. Kita nyebrang aja di toko lain. Jualan kaos2 sama batik githu deh kayaknya. Nemenin Teh Iyank cari kaos buat Pak Amru. Ada tuh yang keren. Semoga beliau suka ya pak. Amiiin.

                Beres beli kaos ya kita beli bakso dulu dah. Lumayan seger buat ganjel perut sore-sore. Yuuk mariii makan. Selesai makan langsung di suruh masuk bis. Karena kita mau ke Malioboro. Ayuk segera. Kita mau jalan-jalan lagii. Hehe.

@ Malioboro 17.00

Di perjalanan, aku malah tidur dan bangun2 udah ada di pelataran Bank Indonesia. Ayo bangun, kita cow ke Malioboro. Rose langsung ngajakin ke Bringharjo. Ayo cepet udah jam 5 nih. Nanti keburu tutup.

                Sampe di Bringharjo, Teh Iyank sama Rose langsung sibuk deh cari oleh2 batik sama kaos ya. Aku beli apa yah?? Bingung ah. Beli cendol aja yuk. Puanaaas banget sore ini, enak kan kalo minum yang seger2.

                Ga lama adzan maghrib sudah berkumandang. Yuk cari masjid, kita shalat dan langsing cari makan untuk makan malam. Tadi panitianya bilang kalo kita sudah harus kumpul lagi di bis jam 20.00. Ah… masih jam 18.30. Insya Allah masih keburu kita keliling lagi sebentar. Beres shalat langsung cari makan. Dan menunya ga lain dan ga bukan selain McD lagi deh. Haha. Abis bingung mau cari makan apa lagi. Yang gampang aja deh. Nemu rumah lagi deh di Jogja. Kalo di Bogor, biasanya kan makan McD di Jogja jalan baru. Nah ini di Jogja beneran makannya McD juga. Hehe.

                Alhamdulillah…. Makan malam udah ada. Trus katanya Teh Iyank mau tuker kaos yang tadi dia beli. Ayo deh kita anterin. Ga lama masuk sms dari Njie, katanya kita bertiga udah ditunggu di bus. Tinggal tunggu kita bertiga!! Haha. Seruu, jadi anak hilang dari tadi pagi. Bikin panik orang se bus. Kan belum jam 20.00 ge….

                Nyampe di bus, langsung busnya berangkat. Katanya mau ke pabrik bakpia pathok 25 trus ke penginapan. Let’s go there!!!

@ Pabrik Bakpia Pathok 25, 20.45

                Ternyata bukan pabrik tau. Tapi toko utamanya Bakpia Pathok 25. Langsung tuh toko dikerumunin sama temen2 3 bus. Langsung tokonya berubah kaya sarang lebah. Ngiuuung ngiuung…. Pada ribut tanya harga dan segala macem. Beli ga ya? Foto-foto aja lah dulu yuk. Hehe. Eksisnya dimana-mana.

                Ngeledekin Ochi sama Itis yang ngeborong bakpia banyak banget. Hehe. Mau buat orang sekampung ya chi??? Pisss akh… Udahan yuk berangkat lagi. Masuk ke bus kita segera ke penginanapan. Merebahkan badan, meluruskan badan. Dari semalam kan tidurnya di bis. Senyaman-nyamannya tidur di bis, lebih nyaman tidur di kasur lah. Dalam perjalanan ke penginapan tidur aja yuk. Lumayan jauh loh.

@ Asrama Haji Donohudan, 22.30

Kamar 10
                Alhamdulillah… sampai juga kita di penginapannya. Besar banget tempatnya. Karena ini adalah tempat yang disediakan oleh pemerintah kota Solo untuk para jama’ah haji yang akan berangkat. Asrama ini bisa menampung hingga 1000 orang loh. Lapangannya juga luas. Cukup untuk parker bus-bus yang akan menghantarkan para jama’ah ke Bandara.

                Aku di kamar 10. Ketua coordinator pula. Karena nama paling atas, ya sudah lah gak papa. Karena sekamar juga anak magabut semua. Tapi ada juga yang terpencar sih. Mae, Esti, Riyanti, Ochi sama Itis. Mereka ga sekamar sama aku. Kalo di kamar 10 itu ada Teh Iyank, Rose, Uminah, Riris, Fitria, Merry, Putri, Njie, Diah sama Mb Ery.

                Nyampe di penginapan ada 2 hal utama yang mau aku dan teman2 kerjakan. Apa coba? Mandi dan nge charge hp. Hehe. Mandi, karena udah gerah banget seharian berpanas-panas ria dan nge charge hp karena udah low banget tuh hp.

                Udah malam gini masih aja pada On “batre” nya. Masih pada kuat ketawa-ketiwi. Gak apa deh kapan lagi magabut bisa kumpul begini. Sweet moment. Hampir tengah malam juga belum pada tidur. Ada yang takut ga bisa tidur segala lagi. Ada aku fren,, mataku belum ngantuk nih. Karena tadi udah tidur kali ya pas di bus. Habis mandi dan shalat malah tambah seger aja mataku. Tilawah sebentar… eh langsung pada tepar. Nah! Gue gimana cuy…. Sendirian deh. Nulis aja deh, tapi ko lama2 horor juga ya sendirian belum tidur? Matanya ga mau membuka lagi dan melarangku untuk melihat arah pintu keluar yang ada di samping kamar mandi dekat tempat tidurnya Riris. Ada apa yaa?? Astaghfirullah… ah Cuma persaan aja! Ayo berdo’a aja ta. Ada Allah sang Maha Penjaga…

29 Jan 2012
@ Kamar 10

                Pagi yang seru ceria bersama magabut. Teman-teman yang ga sekamar pada dateng. Cerita-cerita, ketawa, foto-foto. Waah…. Guys, senangnya berpergian bersama kalian. Sayang ga semuanya bisa ikutan ya. Hmm… next time kita semua bisa ada semua ya. Amiiin

                Selesai pada mandi, rapi dan wangi. Yuk mari kita sarapan. Bentar lagi kan mau ada seminar dan kita harus sudah rapi di tempat acara jam 08.00. Sebelum sarapan siap kita foto dulu deh di meja makan ya. Hehe. Eksiiis

                Sarapannya seger banget pake soto ayam, tempe, tahu. Ga ketinggalan sama kecap juga. Hehe. Lagi sarapan gitu aku ngobrol2 bareng Teh Iyank. Cerita2 tentang kamar yang kita tempatin trus iseng mau tanya sama Putri kalo di kamar “ada apa aja”. Putrinya dateng dan dia jawab kalo ada Papahnya disampingnya. Nah terus kan aku sama Teh Iyank tanya, kalo di deket pintu keluar deket kasurnya Riris ada sesuatunya ga. Putri jawab, Iya! Huaah…. Shock! Meski kata Putri dia hanya anak kecil dan tidak mengganggu, tapi ya tetep aja lah. Ko aku bisa lagi nih.. astaghfirullah. Maaf ya. Kita kan udah beda alam yak. Jangan saling mengganggu ya.

                Kenapa jadi sensitif lagi nih aku sama yang “begitu2”. Walaah… musti lebih banyak meruqyah diri sendiri. Banyak gangguan sepertinya. Tapi Alhamdulillah pas paginya udah ga kerasa hal yang aneh yang kaya malam tadi itu. Udah pergi sekolah kali ya anak itu. Hehe

                Selesai makan langsung ke tempat acara. Ditunggu2 lamaa banget samape nguantuk, acaranya belum dimulai juga. Katanya pembicaranya belum datang dan acara mulai jam 10.00. Nah! Masih jam 09.00. Mari kita manfaatkan waktu dengan tiduuur. Hehe. Ke kamar deh. Pada tepar, aku sih nulis dulu sebentar. Baru akhirnya tertidur dan dibangunin sama Teh Iyank jam 09.45. Katanya acara udah mau di mulai. Ayo kita seminar kawan… (walau mata masih pada riyep2). Hehe

Seminar Kewirausahaan, 10.00

Pose duluuu
                Alhamdulillah…. Hari ini kami semua mendapatkan ilmu yang luar biasa dari orang-orang yang luar biasa pula. Para pembicara ada 4 orang. Yang bertiga adalah wirausahawan dan yang satunya lagi adalah seorang Psikologi yang menjabat pula sebagai konsultan usaha. Wah pokoknya hebat deh beliau2. Ada yang awalnya tukang becak dan kini menjadi seorang pengusaha batik yang sukses,hingga dikenal Ibu Negara dan mancanegara,  pengrajin gerabah yang sudah merambah dunia internasional, pengusaha telur burung puyuh. Insya Allah ada tulisan lain yang akan coba saya ceritakan tentang beliau-beliau. Saya juga begitu kagum dengan Bapak Ajis yang sebagai seorang Psikolog itu. Saya selalu tertarik dan merasa kagum jika berinteraksi dengan orang-orang yang ahli dalam “ilmu jiwa” karena mereka paham betul bagaimana memposisikan diri mereka ketika bersosialisasi dengan lingkungannya. Kalau menurut saya looh. Pokoknya keren deh. Sssttt….. cita-cita juga bisa belajar lebih dalam tentang psikologi di S2 nanti. Insya Allah. Amiin.

                Acara seminar berakhir pukul 12.30. Kita semua langsung disuruh makan siang dan packing. Shalat berjama’ahnya di masjid depan. Alhamdulillah.,,, barang2ku sudah rapi tinggal go aja!!

                Hujan mengguyur asrama haji Donohudan. Deras banget. Alhamdulillah bis nya stay di tempat teduh dan ga kena hujan. Alhamdulillah. Ayo kita berangkat lagi menuju Solo. Katanya mau ke Keraton Solo dan Pasar Klewer. Bismillah….

                Sepanjang perjalanan, mataku disuguhkan oleh tetes-tetes hujan yang merintik di kaca bening di samping tempatku duduk. Sejuknya. Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah. Hamba selalu bersyukur tiap rahmatMu turun. Hamba selalu bersorak senang kala rintikan hujanMu membasahi bumi ini. Karena itu tanda cintaMu ya Rabb. All praises to Allah.

Keraton Solo, 15.30

                Hujan semakin deras ketika kami mulai turun untuk bergegas mengunjuungi Keraton Solo. Suasana di depan Keraton penuh sesak dengan para pedagang yang menjajakan beragam barang dagangannya. Rupanya ada tradisi Sekaten yang sedang diselenggarakan. Jadi aula Keraton sudah seperti pasar malam. Kami pun bingung menemukan Keratonnya ada dimana. Jalanan yang menggenangkan air kotor, tak menyurutkan langkahku, Teh Iyank, Rose sama Njie untuk sampai di Keraton Solo. Masa udah jauh2 ke Solo ga ke Keraton Solonya?? Hihi.

                Alhamdulillah…. Akhirnya nemu juga. Tapi katanya Keratonnya sudah di tutup. Di sana kita Cuma lihat foto2 serta info2 mengenai Keraton Solo. Yang dipamerkan di salah satu ruangan yang ada di sana. Ya gak apa deh, yang penting ga penasaran amat sama Keraton Solo. Heheh.

                Beres lihat2 pameran Keraton Solo, teman2 yang lain ngajak makan bakso. Tapi males uy, akhirnya saya pesan ice dawet aja ya. Malas makan bakso. Jam sudah menunjukan pukul 16.00. So… sebentar lagi kita harus kembali ke bus ya. Karena jam 16.30 kita mau pulang menuju Bogor.

                Sempet beli dodol juga sama gorengan buat bekel di dalam bis. Akhirnya pulang yuk pulang. Solo… saya belum sempat berkeliling lebih banyak di kotamu. Sudut2 kota yang sejuk itu, berjalan di bawah rerintikan hujan. Kayaknya seru banget melihat suasana Solo dari dalam Bis. Someday ya…. Saya ga akan buru2 begini merasakan suasana kota Solo. Insya Allah. Amiin

                It’s time to go home…… Rain city!!! I am coming…. Kangennya sama tugu kujang, genteng UIKA, gerbang UQ. Haha.

30 Jan 2012 @ UIKA, 07.30

                Alhamdulillah…. Akhirnya sampai lagi saya beserta teman2 semua di Kampus kita tercinta. Bis saya merupakan bis yang pertama kali sampai di kampus. Yang lain mana yah?? Sejenak meluruskan kaki di mesjid kampus bersama dengan teman sambil menuggu teman yang ada di bis lain. Foto dulu,,,,,Cheesee….. (Ya Allah… mukanya keliatan pada cape banget tuh..). Hehe. Met istirahat ya kawan.

                Dan pada akhirnya….. sebuah “perjalanan” ini memberikan makna kepada saya. Memberikan cerita, memberikan momen indah, memberikan warna tersendiri dalam catatan perjalanan kehidupan saya. “Perjalanan hidup” kali ini, memberikan pengalaman yang tidak akan pernah bisa saya lupakan dalam kehidupan saya yang mendatang. Semuanya menjadi saksi-saksi bahwa saya pernah ada, pernah singgah, pernah hadir, pernah berinteraksi, pernah bersosialisasi, pernah bertadabur, pernah dan pernah belajar dengan ayat-ayat kauniyahNya yang Allah bentangkan di hadapan.  Alhamdulillah…. Terima kasih ya Allah atas limpahan nikmatMu yang tiada terhingga kepada hamba. Yang selalu membuat diri ini mengamati lebih dalam, merenungi lebih jauh, mengambil pelajaran terbaik dari tiap peristiwa yang hamba lalui. Semoga, “perjalanan-perjalanan hidup” yang lain lebih hebat, lebih semarak, lebih baik, lebih bermanfaat lagi. Khususnya bagi diri saya sendiri maupun makhluk semesta alam. Amiin. Insya Allah.
Prita Lifelong Learner's photo



Allahu’alam…….



# Terima kasih untuk kalian semua “pelajaran2” kehidupan yang telah banyak berkontibusi untuk membuat saya lebih dalam belajar tentang kehidupan….. Karena kalian semua adalah perantara cinta dariNya yang ingin DIA sampaikan kepada saya, melalui pembelajaran sejati dalam kehidupan. Insya Allah…..