Tampilkan postingan dengan label Refleksi Diriku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi Diriku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

Being Myself

Bismillahirrahmaanirrahim ....

Kesan pertama lihat foto perempuan itu, hanya tiga kata. Ceria, cantik dan modis. Begitu mungkin persisnya saya lihat. Kalau mau bilang tambahan positif lainnya lagi juga sebenarnya makin banyak, dan makin memojokkan saya. Kadang memang begitu kalau kita melihat orang lain yang “lebih” dari diri. Langsung jadi minder dan rendah diri.

Iri? Ya mungkin bisa dibilang begitu. Siapa yang ga suka sih menjadi orang yang selalu cantik, mengikuti trend fashion yang ada, biasanya akan dianggap orang yang paling keren. Apalagi kalau orangnya perempuan, hehe. Tetapi lubuh hati yang dalam menasehati, “jangan begitu”. Mungkin kelanjutannya akan berbunyi begini... Setiap makhluk yang Allah ciptakan mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kekurangan yang ada pada diri kita bukan untuk dicerca. Tetapi di syukuri, dengannya kita akan jauh lebih belajar menyeimbangi diri dengan kelebihan yang ada. Menjadikan semuanya sebuah sinergi positif dan ungkapan syukur kepada Allah. Semua juga yang melekat sama diri kita ini punyaNya kok, ga ada sehelai batang rambut sekalipun yang tumbuh ini mutlak milik kita. Atas kuasa dan kemurah hatinya Allah, maka kita dipinjamkan semua anugerah indah itu. Sungguh, semuanya itu indah yang DIA berikan. Hanya mata kita kadang silap dengan melihat apa yang orang lain punya. Dan kita jadi menzalimi diri sendiri dengan membandingkannya kepada kekurangan sendiri. Jadi deh kufur, astaghfirullah.


Sekelebat foto perempuan itu muncul lagi. Pertanyaan-pertanyaan membanjiri benak saya lagi, “mau apa saya dengan bersikap begini? Apa untungnya iri lagi? Ingin sepertinya?”. Ya bisa jadi, mau jadi seperti dia, tetapi tentu saja tidak bisa dipaksakan sepertinya. Karena buat saya, ya itu bukan saya. Dan sungguh tidak nyaman sepertinya. Dan akhirnya saya pun tersadar, saya tak perlu menjadi orang lain. Saya hanya perlu menjadi diri saya sendiri. Dengan semua kelebihan dan kekurangan yang ada. This is who I am and the way I am.

Bogor, belajar (lagi) jadi diri sendiri

Minggu, 04 November 2012

Life is a Choice


Bismillahirrahmaanirrahim …

Hidup adalah berisi tentang pilihan-pilihan hidup yang harus kita ambil lantas kita jalani.  Allah menghamparkan pilihan-pilihan itu pada tangan kita. Bebas. Kita sepenuhnya yang memilihnya. Namun, yang tidak bisa kita hindari adalah sebuah konsekuensi dari pilihan hidup yang telah kita pilih. Kita tidak bisa mengelak dari konsekuensi itu. Karena pilihan dan konsekuensi adalah satu kesatuan.

Ketika kita menghendaki sebuah kebaikan pilihan dalam hidup maupun dalam diri kita. Maka pilihan itu adalah jalan menuju Allah. Bagaimana caranya? Dengan minta diajarkan bagaimana memilih jalan dengan baik olehNya, minta diberi petunjuk agar ditunjukkan menuju jalanNya. Kemudian satu lagi, kita tidak akan sanggup menempuh konsekuensi atas pilihan jalan itu kecuali atas kehendak dan kuasaNya. Maka mintalah kekuatanNya untuk memampukan kita menjalani konsekuensi pilihan kita, menuju jalanNya demi kebaikan kita. Di dunia dan akhirat. Insya Allah, Aamiin ya Allah.

Wallahu’alam hissawab ….

Kota Hujan, semoga rahmatNya juga menghujani hati

Selasa, 02 Oktober 2012

Tanda Tanya


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Ada sebuah tanda tanya besar yang kini selalu mengikutiku. Dalam derap langkah, dalam degup jantung, dalam hela nafas, dalam kesendirian maupun keramaianku. Mecoba menghalau dengan melupakannya, tetapi yang ada malah semakin ingat dan terus bertahan dalam fikiranku. Hmm…. Ada apa aku?

Ada sebuah bisik yang menilisik dalam hati. Yang kian menyejukkanku. Tapi bisikan itu lembut, lembuut sekali. Nyaris tak terdengar oleh telingaku. Hanya bisa dirasakan oleh hatiku. Apakah itu?

Ada sebuah tekad untuk ingin mengurai segala benang rumit yang tanpa sadar telah kubuat sendiri. Tapi bingung bagaimana cara mengurainya? Kini serasa tali itu bagai terikat mati. Hmm… bukan terikat mati sepertinya, hanya aku yang menghindari untuk benar-benar membukanya. Membuka ikatan rumit menjadi ikatan lainnya yang lebih indah. Ikatan apakah itu?

Adakah yang bisa bantu aku berikan sebuah jawaban untukku, untuk hatiku dan diri ini. Yang seutuhnya, Prita Nurulhuda.

Bertanyaku, padaMu


Sabtu, 14 April 2012

Tentang Hidup (Part III)


                                                            Bismillahirrahmaanirrahim……


Hidup adalah belajar
Belajar besyukur meki tak cukup
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar Ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Hati memang sepei gelombang air laut, pasang surut dan sering terbawa arus
Maka dari itu  tetaplah belajar untuk tetap berada di jalanNYA
Belajar menjadi lebih baik
Untuk menjadi yang terbaik
Insya Allah
Amin!




Senin, 18 April 2011

Percikan Hatiku

Bismillahirrahmanirrahim.....

Setelah aku nyusun kata panjang2 di blog ini, eh lampunya mati. Blass, moodku hilang deh sesaat. Bete banget dah nulis banyak2 eh mati lampu. Hmmm, tapi gak apa mungkin aja tulisanku yang tadi kurang ngena gt. Hehe. ( ^,^ )v

Hari ini aku baca sebuah artikel yang menarik banget dari salah satu majalah islam favoritku. Judulnya " Baik Buruk Kebiasaan Membandingkan ".
Pas banget deh sama kondisiku saat ini. Bukan saat ini juga sih, dari dulu2 aku dah lama sering banget membiasakan diri untuk membandingkan diriku dengan orang lain. Dan seringnya malah membandingkan hal yang gak penting daripada hal yang penting.
Dan malah seringnya aku membandingkan masalah materi lagi. Halah, kadang pengen banget aku ketawa sendiri atas perilaku aku yang kaya gini.
Apa ya? Penyakit iri itu sering banget muncul. Udahlah ta, memangnya ga cape selalu melihat ke " atas " ?.

Berusaha ya dari sekarang menghilangkan kebiasaan membandingkan. Bahaya loh nanti bisa jadi penyakit iri hati yang berkepanjangan dan bisa menimbulkan penyakit fisik yang serius. Mau jadi sakit? Hiy, engga deh. Diberi nikmat sehat malah ga bersyukur itu namanya.

Saya yakin pasti saya bisa menghilangkan kebiasaan itu. Menghilangkan kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik merupakan sebuah awal yang baik untuk masa depan dan akhir kehidupan yang baik. Insya Allah.....

                                          Walhamdulillahirrobbil'alamiin....