Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2012

...............


Bismillahirrahmaanirrahim…….

(Kisah tanggal 15 di bulan Juni)


Allah tidak akan masa bodoh dengan do’a-do’a kita
Mimpi kita, harap kita yang tertulis maupun tidak
Semua terekam abadi di sisiNya
Semua tinggal masalah waktu

Dan Allah akan mewujudkanNya dalam waktu terbaikNya
Karena Allah jauuuuh lebih mengetahui segala kebaikan untuk kita
Melebihi diri kita sendiri

Di sinilah kesungguhan niat serta keyakinan kita di uji
Di sinilah perjuangan kita untuk selalu percaya
Bahwa seindah-indah rencana kita
Ternyata jauuh lebih indah rencanaNya
Insya Allah, amiin


*Berharap hanya padaMu ya Rabb!
Semoga…..amin!

Wallahu’alam hissawab



Cintahujanselalu.co.id

Minggu, 20 Mei 2012

Sakit = Bukti CintaNya


Bismillahirrahmaanirrahim……

Tuhan….
Baru kusadar indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cintaMu

Bait lagu edcoustic itu, menyadarkan kita. Menghentak keegoisan diri. Kezaliman yang kita lakukan terhadap diri sendiri. Astaghfirullah!!

Ta… apa yang tengah kamu rasakan sekarang  tidak ada seujung kukunya pun dibanding dengan ujian para anbiya. Mau contoh? Tengok kisah Nabi Ayyub AS. Ketika Nabi Ayyub sakit,  bagaimana seharusnya respon istri, keluarga dan orang2 sekitarnya? Apakah mereka semua mengurus Nabi Ayyub ketika sakit? TIDAK! Bahkan mereka semua meninggalkan Nabi Ayyub seorang diri. Apakah Nabi Ayyub berputus asa? TIDAK! Karena apa ta? Karena Nabi Ayyub punya Allah. Dia lah tempat bergantung dan berharap. Bukan pada yang lainnya. Apalagi berharap pada makhluk. Waah…. Kita, manusia tiada kekuatan serta daya apapun kecuali atas kekuatanNya. Karena dengan kekuatanNya Allah memampukan kita menjalani semua.
Sakit… semoga menjadi kafarat atau penyucian diri kita atas segala dosa. Semoga jadi perenungan diri. Salah satu titik tolak untuk selalu bersyukur atas segala nikmatNya. Terutama nikmat sehat. Insya Allah. Amin.

Tidak ada sesuatu hal apapun yang menimpa kita kecuali Allah memberikan suatu manfaat besar bagi kita. Asal dengan kejelian mata iman kita memandangnya. Dengan berkhusnuzhan kepadaNya. Bahwa inilah bukti cinta serta kasihNya kepada kita.

Kini…. Bagimu yang terkulai lemah dengan  sakitmu. Semoga sakit ini semakin menjadikan dirimu dekat kepadaNya. Bermuhasabah kembali. Meningkatkan rasa sykurmu yang mungkin terlupa. Menunaikan hak-hak untuk kebutuhan ragamu.

Semoga sakit ini menjadikan dirimu semakin menyadari. Bahwa diri lemah sekali serta tak ada daya dan upaya kecuali atas kekuatan yang diberikanNya pada kita. Karena kekuatanNya yang memampukan kita. Karena segala hal yang telah terjadi, tengah terjadi atau yang masih menjadi misteri adalah bentuk cintaNya untuk kita, Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab…..

_syafakillah!

Kamis, 29 Maret 2012

Sejenak ku renungkan....


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Di tengah keriuhan, kegaduhan, kecemasan, kegalauan, ketakutan yang menyapaku kini. Semua lebur menjadi kesatuan dalam kekhawatiran diri menjadi orang yang tidak bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya dengan baik. Tidak bisa mengatur keseluruhan perangkat kehidupan yang ada. Tidak bisa menjaga keseimbangan antara body, mind and soul.

Haruskah ku mengorbankan salah satunya????

Sepertinyadi keadaan yang sangat mendesak ini, tidak ada pilihan lain. Haru s ada yang aku korbankan dan aku kalahkan. Harus ada yang terabaikan. Harus ada yang tersisih dan aku kecewakan.

Ya Allah… maafkan hamba… ini semua salahku… ini semua salahku…
Terdalam ku tersungkur dalam sujud-sujud panjangku… Faghfirli ya Rab!

Untuk makhlukMu yang ku kecewakan, maafkan diri ini, yang masih banyak kekurangan serta kekhilafan. Maafkan atas kelalaian ini. Dengan adanya kejadian ini, semoga menjadi pelajaran berharga untuk saya dan memperbaiki kepercayaan mereka dan yang terutama kepercayaanMu. Insya Allah. Amiiin

Wallahu’alam…..


_Mau nangis!!!

Selasa, 14 Februari 2012

Memperbanyak Sujud


Bismillahirrahmaanirrahim……

Dikisahkan oleh Rabiah bin Ka’ab al-Aslami, bahwa pada suatu malam ia pernah menyediakan seember air wudhu dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan Rasulullah SAW. Melihat kebaikan yang dilakukan Rabiah, Rasulullah berkata kepadanya, “Mintalah seseuatu dariku, wahai Rabiah,”

Rabiah pun menyebutkan permintaannya. “Wahai Rasulullah, aku minta agar Allah menjadikanku sebagai pendampingmu di surge kelak.” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah tak ada permintaan lain selain itu?”

“Tidak ada, wahai Baginda Nabi. Hanya itu yang aku ingin aku minta darimu,” jawab Rabiah. “Jika demikian, maka jagalah dirimu untuk memperbanyak sujud.” (HR Muslim)

Sujud pada hakikatnya bukanlah sekedar gerakan dan ritual yang ada dalam shalat. Lebih dari itu, sujud adalah salah satu bentuk kepasrahan total dengan merendahlan diri serendah-rendahnya di hadapan keagungan Allah Yang Maha Kuasa. Sujud merupakan bentuk pengharapan ridha dan cinta dari Dzat Yang Maha Melihat, serta bentuk syukur atas beragam nikmat Allah, dan kecemasan dari azab Allah yang Maha dahsyat.

Sujud adalah bukti keimanan seorang Mukmin. “Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu, mereka segera bersujud seraya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS Al-Sajdah:15).

Selain itu, sujud juga merupakan bukti nikmat dan kasih sayang Allah kepada hambaNya. “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya’qub), dan dari orang-orang yang telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS Maryam:58).

Sujud juga momen paling intim antara hamba dan Tuhannya. “Sesungguhnya saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud.” (HR Muslim). Karena sujudlah, seorang manusia mendapat predikat Ibadurrahman, hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang, dan dijamin masuk surge. “Dan Ibadurrahman (hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang) ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan, mereka adalah orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS Al-Furqan:63-64).

Dengan sujud pula Allah mengangkat derajat para Rasul dan menjadikan golongan paling mulia dalam sejarah umat manusia. “Muhammad itu adalah utusan Allah. Dan, orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang dengan sesame mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS Al-Fath:39). Wallahu’alam.  (Penulis, Jauhar Ridloni Marzuq).

###


Membaca renungan di atas, membuat pikiran saya langsung dipenuhi oleh berbagai pertanyaan-pertanyaan ini…. Tidakkah renungan di atas membuat hati ini ingin menjadi pendamping Nabi kita yang mulia di surgaNya? Tidakkah membuat diri ini memanfaatkan sebaik-baiknya momen indah, momen yang paling dekat denganNya? Tidakkah membuat diri ini ingin selalu berusaha membuktikan cinta kita kepadaNya? Tidakkah menyentuh diri ini mengungkapkan syukur serta pengharapan hanya ridhaNya? Tidakkah hati ini tergugah untuk lebih banyak untuk melakukannya?

Setidaknya kita sujud sebanyak 34 kali dalam 1 hari. Itulah hitungan sujud pada saat shalat-shalat wajib kita dalam sehari. Cukupkah sujud-sujud kita yang hanya dengan 34 kali itu jika dibandingkan dengan beragam nikmat Allah yang selalu dilimpahkanNya tiap waktu kepada kita. Cukupkah sujud-sujud kita membalas cintaNya yang tak pernah bertepi untuk kita?

Tentu kalkulasi seluruh sujud yang kita lakukan selama kita hidup pun tidak akan pernah cukup membalas segala nikmat, anugerah, serta cinta kasih yang Allah berikan kepada kita. Tetapi setidaknya kita berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya kekuatan diri, rasa syukur kita, rasa cinta kita yang terdalam kepadaNya dengan memperbanyak sujud –sujud kita. Tidak hanya dalam shalat-shalat yang diwajibkanNya. Tetapi kita nyalakan juga semangat menambahnya dengan shalat-shalat yang disunnahkanNya. Lalu kita belajar pula untuk tetap teguh melakukannya dalam keseharian hidup kita. Bukankah Allah mencintai amal yang sedikit namun berkelanjutan terus dan menerus? Tidakkah diri ini tidak juga tergerak melakukan lebih banyak sujud untuk meraih cintaNya? Wallahu’alam.




“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung”
(Al-Hajj:77)




Minggu, 05 Februari 2012

Field Trip UIKA PBI '10 (Jogja, Klaten, Solo)


Bismillahirrahmaanrirrahim

27 Jan 2012
@ UIKA, Keberangkatan

Cerianya kaliaan
                Akhirnya sampai juga deh aku di kampus. Berusaha untuk se semangat mungkin untuk berangkat di field trip ini. Semua teman2 sudah berkumpul mdi tengah lapangan bola depan Rektorat. Puanaaas banget sih cuacanya. Tetapi melihat teman2 pada semangat, jadi sedikit menyemangati diriku yang sangat, sangat, sangat kurang bersemangat.

                Ternyata pelepasan dulu serta sambutan2 dari Ketua Panitia, Pak Karim, Bu Dekan. Beliau pesan, hati-hati di sana. Berpesan pula bahwa kita semua ini bawa nama baik Universitas khususnya FKIP dan spesifiknya lagi Jurusan Bahasa Inggris. Insya Allah bu

                Setelah sambutan-sambutan, trus berdo’a deh. Bismillah. Let’s go to the bus!!!! Alhamdulillah aku ada di bis 2, bareng sama Rose, Teh Iyank, Uminah, Njie, Mae, Mb Ery. Seru sebelum berangkat foto-foto dulu cuy. Hiihi. Ayolah berangkat. Bismillah. Jam 14.10 kita berangkat kawan2…

###

                Baru juga sampai di Tol Sentul, aku sama Teh Iyank langsung buka makanan, mau nge lunch dulu ya. Pake nugget sama sayur pepaya. Hehe. Enak looh. Mau ga?

                Akhirnya bus terus melaju. Alhamdulillah jalanan lancar euy. Tetapi agak tersendat ketika sampai di tol ke Bekasi. Ko ke Bekasi yah? Ga taunya ada demo buruh di daerah Cikarang dan mereka memblokir jalan tol sodara-sodara!!! Gubraks…

                Walhasil…. Sepanjang perjalanan hanya melihat bus yang itu lagi dan itu lagi. Muacet parrah banget. Sebelah bus 2 ada bus Laju Utama, jurusan Bekasi-Bogor. Trus kalo ga bus sampingnya truk deh. Kasian yan para bapak sopir truk. Kalau menghadapi macetnya kayak begini kan jadi bertambah biaya perjalanannya. Hmm… yang sabar ya pak.

                Kemudian bagaimana dengan aku dan teman2 menghadapi kemacetan di Bekasi ini? Foto-foto lah, makan, cerita-cerita, becanda, hehe. Jadi ga kerasa deh macetnya. Seru.

                Alhamdulillah ketika jam 18.00 bus sudah bisa melaju dengan lancar. Berangkat beneran nih kita. Berhenti juga di Rest Area KM 57, shalat Maghrib dan Isya dulu. Trus foto-foto dan makan. Mau makan apa ya mala mini? Kita malah nyari makan yang siap saji aja deh. Ke KFC akhirnya. Kalau di sini ada McD, pasti kita pilih McD. Kata The Iyank, berasa nemu rumah lagi. Hehe.

                Selesai beli makanan, pas banget busnya udah siap mau berangkat. Sempat ketemu Udin, tapi karena beda bus dan jadi panitia juga. Sibuk deh dianya. Sama achikimpriw juga deuuh. Eheeem. Hehe. Pisss akh udiiin. Ayo segera masuk bus. Kita berangkat lagii.

                Makan malam di bus bareng2, gelap2an karena lampunya di matiin. Lagi pada nonton fil horror, katanya biar seru. Hehe. Sebelum nonton film, ada hal menarik perhatianku dengan teman2 yang ada di Bus. Sepanjang jalan, mata kami di suguhkan dengan “Pemandangan” kafe remang2. Bahkan ada pula kafe yang persis ada di samping masjid. Astaghfirullah!! Negara kita loh ini sodara-sodara. Huffh… mengelus dada aja deh dan berishtighfar.

                Selamat malam semua ya teman2. Sudah malam nih. Ayo istirahat dulu. Perjalanan kita masih jauh. Semoga mimpi indah ya. Baca do’a dulu…..

###

28 Jan 2012
@ Brebes 01.30

                Bus berhenti. Di salah satu SPBU. Dimana ya? Tanyaku dalam hati. Bertanya sama teman yang lain juga pada ga tau. Turun juga deh. Mau ke kamar mandi, wudhu. Biar lebih seger sedikit. Lama duduk di bus juga pegel kan. Lagi menunggu antrian di kamar mandi, aku berusaha mencari tau sedang dimanakah aku? Hehe. Lihat aja deh sama tulisan di baju Penjaga Toiletnya. Kebetulan yang jaga waktu itu seorang petugas keamanan SPBU itu. Aha! Aku ada di Brebes deh. Hehe.
                Sejenak bersama teh Iyank duduk di pelataran parkiran SPBU, ga lama dateng Udin sama mae. Ngobrol2, bercanda2. Hihi. Seger lagi deh. Semangat lagiiii.
                Berangkat lagi busnya melanjutkan perjalanan. Jadwal yang tadinya tujuan pagi ini ke penginapan dulu, langsung berubah deh. Kita semua langsung menuju lokasi tempat kita mau belajar. Nanti subuh berhenti lagi katanya. Mandinya dimana yak??

@ Kebumen, 04.30
                Alhamdulillah…. Sudah waktunya shalat subuh nih fren. Bangun yuk. Kita shalat. Panjangnya antrian di kamar mandi SPBU ini. Haduuh…. Tapi kalo ga ngantri kapan juga dapat giliran untuk bisa buang air kecil atau pun wudhu.

                Aku berjalan kea rah depan SPBU. Bertemu dengan Ochi, Riyanti, Uminah. Pada sikat gigi dan wudhu di salah satu kran yang ada di sana. Ga lama Teh Iyank ngajakin aku sama yang lain untuk cari rumah warga untuk bisa ke kamar mandi. Ada Udin juga sama Iqbal. Mereka pergi aja bertiga. Aku bertahan di SPBU. Ga lama mereka balik lagi. Yah… gubraks deh.

                Pak Karim tiba2 dateng. Seger banget kayaknya. Beliau cerita kalau habis mandi di Balai Desa di sebelah kiri jalan sana. Trus Teh Iyank sama Udin juga bilang kalo dari sana. Ya udahlah, akhirnya aku, mae, The iyank, Udin sama Iqbal mencoba mencari Balai Desa.

                Ketemu gerbang jalan menuju Balai Desa lumayan serem. Yang tadi dikira Udin, gerbang kuburan. Hehe. Duasaaar penakuuut. Memang lumayan serem juga sih. Mana ga ada penerangan jalan lagi. Jadi jalannya kita pake feeling aja. Hehe

                Alhamdulillah. Nemu deh Balai Desanya. Ada musholla kecil di belakang Balai Desa itu dan ada 2 kamar mandi juga. Tapi ko rame orang ya di depan kamar mandinya. Aku mendapati sekitar 5 orang ada di depan kamar mandi. Oh ternyata mereka yang berhenti juga di SPBU, yang mencoba mencari alternatife lain menghindari antrian kamar mandi yang mengular di SPBU. Mereka anak-anak SMA di Cianjur yang mau study tour juga ke Jogja. Lucu deh, Udin sampe di panggil “Om” sama mereka. Aku sama yang lain ketawa aja deh. Hehe. Memang kalo muka udah tua mah ga bisa di bohongin deh. Haha. Pisss ya Udiiiin.

                Oh iya nemu lagi satu hal uniknya. Salah satu anak SMA yang dari Cianjur itu namanya juga sama dengan nama anak kelasku. Dedi! Orang Cianjur ga punya nama lain kali ya,… hehe.

                Beres shalat. Langsung bis berangkat lagi menuju kota Jogjakarta. Katanya mau berhenti lagi dengan agenda mandi serta sarapan pagi. Walah. Repotnya mandi di kamar mandi umum. Ga nyaman. Huffh….


@ Wates, Jogjakarta 06.30

                Ups… busnya udah stop lagi nih. Ayo mandi yook. Kita cari rumah warga untuk mandi. Pas minta izin sama yang punya rumah, eh yang mpunya rumah malah menyarankan kita semua mandi di masjid. Ga taunya ada masjid yang lumayan besar di seberang jalan. Ya udah deh kita ke sana aja yuuk.

                Kamar mandinya ada 3. Orang nya ada 4, aku, Teh Iyank, Mae, Rose. Mereka duluan aja deh. Ga lama dateng Udin sama Aya. Hihi. Ayo mandiii. Beres mandi, busnya udah berangkat dari SPBU. Kita aja naiknya di pinggir jalan. Dimarahin sama kondekturnya. Katanya kalau mau perginya jauh-jauh harus bilang. Kan kita udah bilang pak… sama Pak Karim tapinya. Hehe.

@ Bayat, 11.00

                Alhamdulillah… sampai di tempat tujuan yang pertama. Kampung kerajinan Gerabah dan keramik. Kami semua di sambut oleh orang-orang yang luar biasa. Perajin-perajin di sana yang punya karya cipta yang hebat. Kami belajar banyak hal di sana. Mulai dari bagaimana pembuatan gerabah2, bagaimana mereka menjualnya, bagaimana perkembangan usaha yang mereka jalani, Bagaimana menghadapi permasalahan yang ada, Bagaimana memajukan usaha mereka sampai ke luar negeri. Wuaah… hebat euy.

                Ada pembelajaran menarik pula yang saya temukan di sini. Pembelajaran tentang akhlak lebih jelasnya. Nanti lah akan saya tulis di sebuah tulisan yang lebih mendetail. Pokoknya pembelajaran yang Insya Allah, bermnfaat. Khususnya buat diri saya sendiri.

                Aaah… sudahlah forget about it! Masih banyak hal yang harus kita kerjakan serta kita pikirkan daripada hal yang ga jelas itu. Oke deh….

                Sudah adzan mari kita shalat. Dan ga jauh dari tempat pembuatan gerabah-gerabah itu ada sebuah musholla kecil. Kita semua shalat di sana dan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Gede. Menuju industri perak di sana. Yuuk…

@ Kota Gede, 15.00

Rose n Teh Iyank
                Sampailah kita di sebuah toko kerajinan perak. Turun langsung bersemangat gitu. Karena melihat ada tukang baksi mangkal di depan tokonya. Asyiiik… Seger banget kayaknya. Tapi ada yang lebih menarik deh, mending lihat-lihat kerajinan dari perak dulu di dalam toko. Kayaknya bagus-bagus deh. Pengen beli ah….

                Ke dalam toko, hasil kerajian tertata rapi di dalam etalase kaca yang cantik. Makin mempercantik tampilan kerajinan perak itu. Ditambah pula dengan harganya yang ikut bikin tambah cantik. (Muaaahaaal bangget booow). Saya kira ada gitu yang bisa di beli kisaran harga 50 ribu an deh. Ini mah.. mantap banget. Paling murah aja 400 ribu an. Waduuuh,,,, mending buat bayar SKS cuy. Tanggal 20 Feb udah masuk semester 4. Hehe. Gigit jari aja dah. Hehe



                Lihat pembuatannya aja yuk. Ternyata memang pengerjaan kerajinan perak itu memerlukan ketelitian yang luar biasa. Kesabaran serta keuletan pengrajin memang merupakan modal utamanya. Pantas lah harga-harga nya yang melejit tadi. Karena pembuatannya juga memerlukan usaha yang bukan biasa-biasa. Usaha luar biasaaa…..

                Udahan ah lihat kerajinan peraknya. Kita nyebrang aja di toko lain. Jualan kaos2 sama batik githu deh kayaknya. Nemenin Teh Iyank cari kaos buat Pak Amru. Ada tuh yang keren. Semoga beliau suka ya pak. Amiiin.

                Beres beli kaos ya kita beli bakso dulu dah. Lumayan seger buat ganjel perut sore-sore. Yuuk mariii makan. Selesai makan langsung di suruh masuk bis. Karena kita mau ke Malioboro. Ayuk segera. Kita mau jalan-jalan lagii. Hehe.

@ Malioboro 17.00

Di perjalanan, aku malah tidur dan bangun2 udah ada di pelataran Bank Indonesia. Ayo bangun, kita cow ke Malioboro. Rose langsung ngajakin ke Bringharjo. Ayo cepet udah jam 5 nih. Nanti keburu tutup.

                Sampe di Bringharjo, Teh Iyank sama Rose langsung sibuk deh cari oleh2 batik sama kaos ya. Aku beli apa yah?? Bingung ah. Beli cendol aja yuk. Puanaaas banget sore ini, enak kan kalo minum yang seger2.

                Ga lama adzan maghrib sudah berkumandang. Yuk cari masjid, kita shalat dan langsing cari makan untuk makan malam. Tadi panitianya bilang kalo kita sudah harus kumpul lagi di bis jam 20.00. Ah… masih jam 18.30. Insya Allah masih keburu kita keliling lagi sebentar. Beres shalat langsung cari makan. Dan menunya ga lain dan ga bukan selain McD lagi deh. Haha. Abis bingung mau cari makan apa lagi. Yang gampang aja deh. Nemu rumah lagi deh di Jogja. Kalo di Bogor, biasanya kan makan McD di Jogja jalan baru. Nah ini di Jogja beneran makannya McD juga. Hehe.

                Alhamdulillah…. Makan malam udah ada. Trus katanya Teh Iyank mau tuker kaos yang tadi dia beli. Ayo deh kita anterin. Ga lama masuk sms dari Njie, katanya kita bertiga udah ditunggu di bus. Tinggal tunggu kita bertiga!! Haha. Seruu, jadi anak hilang dari tadi pagi. Bikin panik orang se bus. Kan belum jam 20.00 ge….

                Nyampe di bus, langsung busnya berangkat. Katanya mau ke pabrik bakpia pathok 25 trus ke penginapan. Let’s go there!!!

@ Pabrik Bakpia Pathok 25, 20.45

                Ternyata bukan pabrik tau. Tapi toko utamanya Bakpia Pathok 25. Langsung tuh toko dikerumunin sama temen2 3 bus. Langsung tokonya berubah kaya sarang lebah. Ngiuuung ngiuung…. Pada ribut tanya harga dan segala macem. Beli ga ya? Foto-foto aja lah dulu yuk. Hehe. Eksisnya dimana-mana.

                Ngeledekin Ochi sama Itis yang ngeborong bakpia banyak banget. Hehe. Mau buat orang sekampung ya chi??? Pisss akh… Udahan yuk berangkat lagi. Masuk ke bus kita segera ke penginanapan. Merebahkan badan, meluruskan badan. Dari semalam kan tidurnya di bis. Senyaman-nyamannya tidur di bis, lebih nyaman tidur di kasur lah. Dalam perjalanan ke penginapan tidur aja yuk. Lumayan jauh loh.

@ Asrama Haji Donohudan, 22.30

Kamar 10
                Alhamdulillah… sampai juga kita di penginapannya. Besar banget tempatnya. Karena ini adalah tempat yang disediakan oleh pemerintah kota Solo untuk para jama’ah haji yang akan berangkat. Asrama ini bisa menampung hingga 1000 orang loh. Lapangannya juga luas. Cukup untuk parker bus-bus yang akan menghantarkan para jama’ah ke Bandara.

                Aku di kamar 10. Ketua coordinator pula. Karena nama paling atas, ya sudah lah gak papa. Karena sekamar juga anak magabut semua. Tapi ada juga yang terpencar sih. Mae, Esti, Riyanti, Ochi sama Itis. Mereka ga sekamar sama aku. Kalo di kamar 10 itu ada Teh Iyank, Rose, Uminah, Riris, Fitria, Merry, Putri, Njie, Diah sama Mb Ery.

                Nyampe di penginapan ada 2 hal utama yang mau aku dan teman2 kerjakan. Apa coba? Mandi dan nge charge hp. Hehe. Mandi, karena udah gerah banget seharian berpanas-panas ria dan nge charge hp karena udah low banget tuh hp.

                Udah malam gini masih aja pada On “batre” nya. Masih pada kuat ketawa-ketiwi. Gak apa deh kapan lagi magabut bisa kumpul begini. Sweet moment. Hampir tengah malam juga belum pada tidur. Ada yang takut ga bisa tidur segala lagi. Ada aku fren,, mataku belum ngantuk nih. Karena tadi udah tidur kali ya pas di bus. Habis mandi dan shalat malah tambah seger aja mataku. Tilawah sebentar… eh langsung pada tepar. Nah! Gue gimana cuy…. Sendirian deh. Nulis aja deh, tapi ko lama2 horor juga ya sendirian belum tidur? Matanya ga mau membuka lagi dan melarangku untuk melihat arah pintu keluar yang ada di samping kamar mandi dekat tempat tidurnya Riris. Ada apa yaa?? Astaghfirullah… ah Cuma persaan aja! Ayo berdo’a aja ta. Ada Allah sang Maha Penjaga…

29 Jan 2012
@ Kamar 10

                Pagi yang seru ceria bersama magabut. Teman-teman yang ga sekamar pada dateng. Cerita-cerita, ketawa, foto-foto. Waah…. Guys, senangnya berpergian bersama kalian. Sayang ga semuanya bisa ikutan ya. Hmm… next time kita semua bisa ada semua ya. Amiiin

                Selesai pada mandi, rapi dan wangi. Yuk mari kita sarapan. Bentar lagi kan mau ada seminar dan kita harus sudah rapi di tempat acara jam 08.00. Sebelum sarapan siap kita foto dulu deh di meja makan ya. Hehe. Eksiiis

                Sarapannya seger banget pake soto ayam, tempe, tahu. Ga ketinggalan sama kecap juga. Hehe. Lagi sarapan gitu aku ngobrol2 bareng Teh Iyank. Cerita2 tentang kamar yang kita tempatin trus iseng mau tanya sama Putri kalo di kamar “ada apa aja”. Putrinya dateng dan dia jawab kalo ada Papahnya disampingnya. Nah terus kan aku sama Teh Iyank tanya, kalo di deket pintu keluar deket kasurnya Riris ada sesuatunya ga. Putri jawab, Iya! Huaah…. Shock! Meski kata Putri dia hanya anak kecil dan tidak mengganggu, tapi ya tetep aja lah. Ko aku bisa lagi nih.. astaghfirullah. Maaf ya. Kita kan udah beda alam yak. Jangan saling mengganggu ya.

                Kenapa jadi sensitif lagi nih aku sama yang “begitu2”. Walaah… musti lebih banyak meruqyah diri sendiri. Banyak gangguan sepertinya. Tapi Alhamdulillah pas paginya udah ga kerasa hal yang aneh yang kaya malam tadi itu. Udah pergi sekolah kali ya anak itu. Hehe

                Selesai makan langsung ke tempat acara. Ditunggu2 lamaa banget samape nguantuk, acaranya belum dimulai juga. Katanya pembicaranya belum datang dan acara mulai jam 10.00. Nah! Masih jam 09.00. Mari kita manfaatkan waktu dengan tiduuur. Hehe. Ke kamar deh. Pada tepar, aku sih nulis dulu sebentar. Baru akhirnya tertidur dan dibangunin sama Teh Iyank jam 09.45. Katanya acara udah mau di mulai. Ayo kita seminar kawan… (walau mata masih pada riyep2). Hehe

Seminar Kewirausahaan, 10.00

Pose duluuu
                Alhamdulillah…. Hari ini kami semua mendapatkan ilmu yang luar biasa dari orang-orang yang luar biasa pula. Para pembicara ada 4 orang. Yang bertiga adalah wirausahawan dan yang satunya lagi adalah seorang Psikologi yang menjabat pula sebagai konsultan usaha. Wah pokoknya hebat deh beliau2. Ada yang awalnya tukang becak dan kini menjadi seorang pengusaha batik yang sukses,hingga dikenal Ibu Negara dan mancanegara,  pengrajin gerabah yang sudah merambah dunia internasional, pengusaha telur burung puyuh. Insya Allah ada tulisan lain yang akan coba saya ceritakan tentang beliau-beliau. Saya juga begitu kagum dengan Bapak Ajis yang sebagai seorang Psikolog itu. Saya selalu tertarik dan merasa kagum jika berinteraksi dengan orang-orang yang ahli dalam “ilmu jiwa” karena mereka paham betul bagaimana memposisikan diri mereka ketika bersosialisasi dengan lingkungannya. Kalau menurut saya looh. Pokoknya keren deh. Sssttt….. cita-cita juga bisa belajar lebih dalam tentang psikologi di S2 nanti. Insya Allah. Amiin.

                Acara seminar berakhir pukul 12.30. Kita semua langsung disuruh makan siang dan packing. Shalat berjama’ahnya di masjid depan. Alhamdulillah.,,, barang2ku sudah rapi tinggal go aja!!

                Hujan mengguyur asrama haji Donohudan. Deras banget. Alhamdulillah bis nya stay di tempat teduh dan ga kena hujan. Alhamdulillah. Ayo kita berangkat lagi menuju Solo. Katanya mau ke Keraton Solo dan Pasar Klewer. Bismillah….

                Sepanjang perjalanan, mataku disuguhkan oleh tetes-tetes hujan yang merintik di kaca bening di samping tempatku duduk. Sejuknya. Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah. Hamba selalu bersyukur tiap rahmatMu turun. Hamba selalu bersorak senang kala rintikan hujanMu membasahi bumi ini. Karena itu tanda cintaMu ya Rabb. All praises to Allah.

Keraton Solo, 15.30

                Hujan semakin deras ketika kami mulai turun untuk bergegas mengunjuungi Keraton Solo. Suasana di depan Keraton penuh sesak dengan para pedagang yang menjajakan beragam barang dagangannya. Rupanya ada tradisi Sekaten yang sedang diselenggarakan. Jadi aula Keraton sudah seperti pasar malam. Kami pun bingung menemukan Keratonnya ada dimana. Jalanan yang menggenangkan air kotor, tak menyurutkan langkahku, Teh Iyank, Rose sama Njie untuk sampai di Keraton Solo. Masa udah jauh2 ke Solo ga ke Keraton Solonya?? Hihi.

                Alhamdulillah…. Akhirnya nemu juga. Tapi katanya Keratonnya sudah di tutup. Di sana kita Cuma lihat foto2 serta info2 mengenai Keraton Solo. Yang dipamerkan di salah satu ruangan yang ada di sana. Ya gak apa deh, yang penting ga penasaran amat sama Keraton Solo. Heheh.

                Beres lihat2 pameran Keraton Solo, teman2 yang lain ngajak makan bakso. Tapi males uy, akhirnya saya pesan ice dawet aja ya. Malas makan bakso. Jam sudah menunjukan pukul 16.00. So… sebentar lagi kita harus kembali ke bus ya. Karena jam 16.30 kita mau pulang menuju Bogor.

                Sempet beli dodol juga sama gorengan buat bekel di dalam bis. Akhirnya pulang yuk pulang. Solo… saya belum sempat berkeliling lebih banyak di kotamu. Sudut2 kota yang sejuk itu, berjalan di bawah rerintikan hujan. Kayaknya seru banget melihat suasana Solo dari dalam Bis. Someday ya…. Saya ga akan buru2 begini merasakan suasana kota Solo. Insya Allah. Amiin

                It’s time to go home…… Rain city!!! I am coming…. Kangennya sama tugu kujang, genteng UIKA, gerbang UQ. Haha.

30 Jan 2012 @ UIKA, 07.30

                Alhamdulillah…. Akhirnya sampai lagi saya beserta teman2 semua di Kampus kita tercinta. Bis saya merupakan bis yang pertama kali sampai di kampus. Yang lain mana yah?? Sejenak meluruskan kaki di mesjid kampus bersama dengan teman sambil menuggu teman yang ada di bis lain. Foto dulu,,,,,Cheesee….. (Ya Allah… mukanya keliatan pada cape banget tuh..). Hehe. Met istirahat ya kawan.

                Dan pada akhirnya….. sebuah “perjalanan” ini memberikan makna kepada saya. Memberikan cerita, memberikan momen indah, memberikan warna tersendiri dalam catatan perjalanan kehidupan saya. “Perjalanan hidup” kali ini, memberikan pengalaman yang tidak akan pernah bisa saya lupakan dalam kehidupan saya yang mendatang. Semuanya menjadi saksi-saksi bahwa saya pernah ada, pernah singgah, pernah hadir, pernah berinteraksi, pernah bersosialisasi, pernah bertadabur, pernah dan pernah belajar dengan ayat-ayat kauniyahNya yang Allah bentangkan di hadapan.  Alhamdulillah…. Terima kasih ya Allah atas limpahan nikmatMu yang tiada terhingga kepada hamba. Yang selalu membuat diri ini mengamati lebih dalam, merenungi lebih jauh, mengambil pelajaran terbaik dari tiap peristiwa yang hamba lalui. Semoga, “perjalanan-perjalanan hidup” yang lain lebih hebat, lebih semarak, lebih baik, lebih bermanfaat lagi. Khususnya bagi diri saya sendiri maupun makhluk semesta alam. Amiin. Insya Allah.
Prita Lifelong Learner's photo



Allahu’alam…….



# Terima kasih untuk kalian semua “pelajaran2” kehidupan yang telah banyak berkontibusi untuk membuat saya lebih dalam belajar tentang kehidupan….. Karena kalian semua adalah perantara cinta dariNya yang ingin DIA sampaikan kepada saya, melalui pembelajaran sejati dalam kehidupan. Insya Allah…..
                

Jumat, 03 Februari 2012

Jalan Kehidupan







Bismillahirrahmaanirrahim….




Jalan masih panjang

Terbentang di hadapan

Tak hanya sekedar dunia
Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
Jadikan pemicu kalbu
Reff:

Jalan hidup takkan pernah lurus
Pasti ada salah lewati segalanya
Tapi Tuhan tak pernah berhenti
Membuka jendela maaf untuk kita

Jalan masih panjang
Jangan berputus asa
Selagi nyawa tersimpan


            Baris kata di atas adalah bait-bait lirik lagu Edcoustic yang kini selalu menemaniku untuk banyak merenung, bermuhasabah, menginterospeksi. Memperbaiki apa-apa yang telah ku lewati. Pikiranku melayang ke akhir-akhir tahun lalu. Semester ganji di sekolah dan kampus.

            Astaghfirullah…. Ya Allah, hamba harus puas dengan hasil-hasil nilai di semester ganjil ini, harus puas dengan pencapaian target anak didik di semester lalu, harus puas dengan pencapaian hafalan yang belum selesai-selesai 1 juz, harus puas dengan kondisi tubuh yang sering drop, harus puas dengan minimnya kehadiran di sekolah yang mengakibatkan kurangnya professionalan kerja untuk sekolah. Harus menangis dengan semua keadaan ini!!! Harus berbenah diri untuk memperbaiki segala yang terjadi.

            Saya sadar…. Rentetan semua peristiwa yang ada di semester kemarin. Banyak yang membuat saya down. Tapi apakah itu akan dijadikan alasan untuk menghentikan semua target-target yang ada? Apakah hanya karena 1 permasalah maka saya akan berhenti untuk melanjutkan segala degup sisi kehidupan yang lain? Apakah saya akan terus-terusan pula menyalahkan keadaan dan tidak segera berbenah diri? Apakah mau hanya berdiam diri?

            Prita Nurulhuda….. Hidup itu luas. Permasalahan hidup kita bukan hanya dalam 1 aspek saja. Ketika kita menghadapi 1 permasalahan di rumah misalnya, maka apakah lantas kita berhenti untuk menjalani kehidupan kita selain di rumah. Tentu tidak. Kita masih harus hidup dengan keinteraksian dengan lingkup ruang yang lain pula. Hidup terus berjalan. Hidup akan terus berputar. Perputaran waktu itulah yang akan memberikan jawaban-jawaban atas segala permasalahan yang sedang kita hadapi.

Life is Journey
            Apakah cukup dengan menunggu waktu yang akan terus berputar dan kita bersantai lantas tiba-tiba kita mendapatkan solusi atas masalah kita? Tentu tidak. Kita harus berusaha, berikhtiar mencari jawaban terbaik atas semua permasalahan kita. Ada Allah tempat kita mengadu yang tak pernah lelah untuk bukan hanya sekedar mendengar keluh kita tetapi memberikan jalan keluar. Ada orang-orang di sekitar kita yang lebih berpengalaman mungkin ketika menghadapi masalah yang sama dengan yang kita hadapi sekarang. Kita bisa meminta masukan berupa saran-saran terbaik yang harus kita lakukan untuk memecahkan masalah kita.

            Prita Nurulhuda…. Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Perjalanan ini masih panjang. Hidup kita tak terbatas hanya pada dunia saja. Hidup yang sesungguhnya, hidup yang sebenarnya, hidup yang abadi adalah hidup setelah mati. Kehidupan alam akhirat. Kampung halaman kita. Tempat yang akan kita tuju. Dunia ini adalah persiapan sebaik-baik bekal kita menuju kampung yang sebenarnya. SurgaNya. Insya Allah.

            Maka…. Lihatlah ke depan. Fokuskan diri. Buat lagi semua target-target terbesarmu di tahun ini. Harapan-harapanmu, cita-citamu, asa-asamu yang hendak kamu raih. Masa lalu itu telah mati. Namanya saja ma-sa la-lu. Berarti dia telah lewat dan berlalu. Jadikan saja sebagai cermin untuk tidak jatuh kembali di lubang yang sama. Karena mereka adalah pengalaman yang telah mengajari, bahwa hidup ini tak selalu lurus. Penuh liku, penuh duri, penuh luka, penuh ceria, penuh berbagai rasa. Mungkin kita sering terjatuh ketika menapaki jalan panjang hidup ini. Kita, manusia adalah tempat salah dan khilaf. Tetapi, Allah dengan segala kasih sayangNya yang tiada bertepi akan selalu membukakan jendela-jendela maafNya untuk kita. Dengan segala kemurah hatianNya, Allah selalu membentangkan jalan taubat kita untuk kembali ke haribaanNya.

            Lirik terakhir lagu Edcoustic di atas, menjadi semangat bagi saya khususnya. Agar tidak berputus asa dari rahmatNya, dari ampunanNya, dari petunjukNya, dari cintaNya. Selama kita masih diberikan nikmat hidup di dunia ini, teruslah berjuang, teruslah bergerak dan berjalan melewati liku perjalanan kehidupan ini. Karena jalan hidup itu masih panjang… tak hanya sekedar dunia…. Allahu’alam.




“Katakanlah, “Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. “
(QS Az-Zumar : 53)