Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Selamat Datang (Semester VI)


Bismillahirrahmaanirrahim …

Alhamdulillahirrabil’alamin, akhirnya lega banget setelah menyelesaikan UAS semester ganjil awal Januari kemarin. Itu pertanda bahwa semester 5 telah usai. Huffh…. *menghela nafas panjang

Semester 5, merupakan semester yang “sesuatu” banget deh buat saya. Mata kuliah nya memang sama seperti semester2 sebelumnya. Cuma muatannya memang jauh lebih berbobot dan berbahasa inggris semua. Iyalah bahasa inggris? Kan memang itu jurusan kuliah saya. Hehehe, cape dehh… *nyengir

Ternyata yang merasakan kelegaan luar biasa setelah UAS semester 5 bukan saya ajah loh. Teman2 saya yang lainnya juga. Bahkan sampai ada yang benar2 menghitung detik2 berakhirnya semester 5 di ujian terakhir. Lebay yah? Hehehe.

Oke, lepas dari UAS kita punya waktu tenggang libur sejenak menuju semester 6. Sekitar 3 pekan . Masuk lagi tanggal 12 Februari untuk bimbingan akademik semester  6. Dan tanggal 18, yaa mulai masuk deh ke semester 6. Welcome… *bahasa inggrisnya keset tuh

Insya Allah di semester 6 nanti akan ketemu dengan 8 mata kuliah. Jumlah SKS nya ada 21. Salah satu SKS ada yang bobotnya sampai 4 SKS booo… *mantap
Dan jum’at kemarin menjadi hari dimana saya dan teman2 memulai bimbingan. Harusnya sih hari Selasa, tetapi karena ada kesalahan jadwal dari TU, makanya kita harus bersabar menunggu sampai jadwal benar2 fix. Ketika bimbingan, Pembimbing akademik sayah bilang, kalo semester ini butuh ekstra kerja keras untuk menempuhnya. Kita semua sudah mau mempersiapkan KKM di akhir semester 6 nanti. Jadi semester 7 ga terganggu lagi dengan kegiatan KKM. Semoga dimudahkan Allah. Aamiin.

Ketika pembimbing akademik saya mau menandatangani FRS saya, beliau tanya tentang kemerosotan nilai IP saya semester 5 kemarin. Saya jawabnya jadi ya gugup gimana gitu. Memang turun drastis. Benar2 jatuh dah pokoknya. Parrahuu. Astaghfirullah….
Saya benar2 mengakui semua kesalahan2 saya di semester kemarin. Ya ampun, ga usah ditulis akh, maluuu. *nutup muka

Akhirnya, datang juga semester 6. Semoga momentum ini bisa saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki semester 5 yang benar2 menyedihkan nilai2nya serta prestasinya. Tapi itulah proses saya belajar. Dan dari situ saya harus menerima konsekuensinya. Mempertanggungjawabkan untuk memperbaikinya. Insya Allah, belum terlambat, dan memang tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik, untuk ilmu, dan untuk Allah.

Insya Allah, semoga kekuatanNya memampukan saya menjalani perbaikan dengan baik. Aamiin.

Insya Allah, BISA!
Let’s fight! 

Selasa, 05 Juni 2012

Kejutaaan......


Bismillahirrahmaanirrahim…..
05 Juni 2012
00.00

“Teh….. bangun teh, ada yang telvon tuh”

Suara itu terlontar dari ayah saya yang kini tengah berdiri di samping tempat tidur. Sesaat saya buka mata agak samar memandang tubuhnya yang berdiri. Gelap. Kamar saya tak ada penerangan sama sekali.  Lalu saya beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan agak meraba benda yang ada di sekeliling depan serta samping saya. Menuju arah ruang TV. Masih dalam kondisi yang bingung dan bertanya dalam hati, “siapa yang telvon malam-malam buta begini??”

Tiba-tiba lampu menyala dan sudah ada kue black forest yang manis tersedia di atas meja. Waaah….. ini mah kejutan buat saya deh. Hehhee

Awalnya saya mengira ada telvon dari Ibu saya yang saat itu tengah berada di Pontianak melaksanakan tugas Negara beliau. Mau ada seminar.

Eeh…. Ga taunya ya itu deh malah jadi sebuah kejutan di hari ulang tahun saya. Yang tepat hari ini. Ya sudah mariii kita mulai acaranya dengan membaca Basmalllah…. “Bismillahirrahmaanirrahim”
Acara dibuka oleh Fathan, kemudian langsung diserahkan kepada saya selaku “yang ulang tahun” untuk menyampaikan harapan2 saya di milad kali ini. Ga usah di tulis ah, maluuu. Hihihi.

Setelah saya, kini giliran adik saya tercinta yang paling kecil yaitu Amri. Dia berpesan “Jangan pelit ya teeh, truss kalo ngomong ga pake kata iiiiiihhhh…” hehe. Saya langsung menyambut pesannya dengan gelak tawa yang diringi serta oleh ayah dan fathan.

Setelah Amri, trus Fathan deh adik saya yang pertama menyampaikan do’anya untuk saya. Yang terutama semoga saya menjadi wanita yang shalihah serta tangguh. Menjadi ibu yang baik bagi anak2 saya dan menjadi istri yang baik bagi suami saya nanti. Sukses dunia akhirat juga.

Dan selanjutnya, ayah deh. Do’anya panjang. Intinya yah, selamat bermuhasabah diri. Membaca kembali  sebuah memoar perjalan kehidupan yang telah saya lalui. Menjadi pribadi diri yang lebih baik lagi. Kata ayah, catatan2 harian yang selalu saya tulis juga bisa berperan dalam sebuah perenungan panjang bagi diri saya. Karena disitu sebuah pembelajaran2 hidup selalu saya coba tuangkan, saya tuliskan agar menjadi catatan perjalanan perbaikan diri saya untuk yang lebih baik lagi.

Ibu mana ya ucapannya??? Hehe. Walaupun raganya tak bersama saya dengan adik serta ayah dirumah. Tetapi hati serta cintanya selalu bersama saya kapanpun dan dimanapun. Beliau kirim pesan singkat dalam telvon genggam saya tuh. Isinya gini
“Met jarig
semoga menjadi anak yang shalihah yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara
Sabar dan tawakal dalam menjalani kehidupan dan cobaanNya
Aaamiiiin”

Alhamdulillahirrabil’alamiiin…. Sungguh nikmat yang tiada terperi. Nikmat yang tidak pernah terbayarkan dalam bentuk apapun. Terima kasih ya Allah atas semua limpahan nikmatMu. Ajari hamba selalu agar selalu bersyukur serta bersyukur dengan cara yang lebih baik lagi. Insya Allah, aamiiiin

Akhirnya…. Semoga do’a-do’a dari Ayah, Ibu, ade2, bunda, kakak2, abang2, guru2, teman2, serta semua yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Semua do’a kalian yang terlafadz langsung atau pun yang tidak langsung. Semoga Allah mengabulkan yang terbaik untuk saya. Karena Allah yang lebih Mengetahui segala kebaikan untuk kita. Amiin.

Oh iya, buat ayah jazakallah khoir ya yah buat “kadonya” untuk teteh tahun ini. Hihihiiiii… Alhamdulillah

Wallahu’alam hissawab….


Minggu, 06 Mei 2012

Semua Berbicara Tentang Ibu


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Tulisan yang saya buat ini adalah sekumpulan syair-syair indah dalam lagu-lagu yang tak asing lagu siapa yang membawakan alunan ini sehingga sampai juga di telinga serta hati kita.

Tulisan yang saya buat ini terinspirasi dari seorang anak level 2, Yusuf Fatha Mubina,  “teman” saya belajar di UQ. Waktu itu ada acara pentas dari anak-anak level 1 yang diadakan di lapangan. Mereka mementaskan sebuah drama dan di iringi salah satu lagu yang saya tulis di bawah ini. Lagunya abi Haddad Alwi bersama Farhan yang judulnya “ Ibu”. Pengeras suara dari lapangan upacara di lantai 1 sangat terdengar jelas bagi kami yang ada di lantai 2.

Kemudian…….

Fatha (panggilan “teman” saya) langsung menitikkan air mata. Melinangkan bulir-bulir yang kian jatuh di pipinya. Dia mencoba menghentikan teman-teman yang lain agar tak menambah sedihnya karena mengikuti nyanyian tersebut. Fatha bilang begini….

“aku kangen sama umi, kalo denger lagu ini….” Ujarnya sambil menghapus derai air matanya dengan tangannya

Langsung deh memori saya berputar untuk mencari lagu-lagu yang bertemakan tentang ibu juga. Nah.. mari kita mulai dari Abi Haddad bersama Farhan yaa. Kata mereka berdua, ibu itu…..

Kaulah ibuku… Cinta kasihku.. pengorbananmu… tak kan pernah terhenti
Kau bagai matahari… yang selalu bersinar… sinari hidupku… dengan kehangatanmu

Lain pula dengan Bang Opick dengan amanda

Terbayang satu wajah…. Penuh cinta… penuh rindu
Terbayang satu wajah…. Penuh dengan kehangatan…
Kau ibu

Ceuk Teh Melly, ambu teh kieu….

Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku….

Itu yang asli dari Indonesia. Mau yang versi barat juga ada ko. Siapa coba?? Bro Maher Zain aja deh. He said that mother is…..

You know you are the number one for me
Number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Mum… I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day

Versi Arab juga ada. Sejak zaman saya masih SD kelas 3 kira-kira. Waktu iu yang mempopulerkan adalah Sulis. Syairnya ini….

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

Mau Abi Haddad, Opick, Amanda, Sulis, Teh Melly Goeslaw (bunda_red), ternyata mereka sepertinya kompak dalam menuangkan gambaran seorang ibu. Mengingat nama ibu disebut, kita langsung teringat dengan segenap kasih, sayang, cintanya yang tiada bertepi untuk kita anak-anaknya. Tanpa lelah beliau mengandung selama 9 bulan,. Melahirkan kita ke dunia dengan perjuangan antara hidup dan mati.  Merawat kita sejak bayi hingga dewasa. Mendidik kita dengan penuh kesabaran.  Mengenalkan kita pada dasar-dasar agama yang baik. Mengenalkan Allah, RasulNya. Mengajarkan kita membaca surat cintaNya. Menanamkan nilai-nilai kebaikan sedari kecil, dll.

Maka…..

Ibu. Seorang wanita tangguh luar biasa. Sholihah sebagai perhiasan dunia. Ketika semua orang berbicara tentangnya. Tak akan habis kata yang tepat untuk membalas kasih sayang dan cintanya. Tetapi biarlah diri kita mempersembahkan sebuah balasan cinta yang terbaik dengan membuat guratan senyum haru di wajahnya. Biarlah diri ini untuk terus berusaha menyandingkan kasih sayangnya pada kita. Meski tak sebesar cintanya. Tetapi ada sebuah wujud nyata dari kita untuk selalu mencintai, menyayangi, menghormati, membaktikan diri.

Karena sesungguhnya Ridho Allah ada pada ridho ibu kita dan jannah Allah ada bawah telapak kakinya…..


Wallahu’alam hissawab…….

Selasa, 20 Maret 2012

Ya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim…

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah mengingatkan hamba pada suatu hal yang selalu hamba katakan kepada orang2 yang tengah menghadapi hal yang sama seperti hamba hadapi kini.

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah “mendidik” hamba dengan pelajaran berharga tentang berkhusnudzhan kepadaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengajari bagaimana caranya sebenar-benarnya percaya kepada kepastian janjiMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengabulkan do’a2 yang selalu hamba pinta padaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memahamkan hamba bahwa segala sesuatu ada waktunya dan indah pula di waktunya.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memproses mewujudkan sebuah kata yang selalu terngiang….

                _Seindah-indah rencana kita, ternyata jauh lebih indah rencanaNya_

Wallahu’alam….


Insya Allah ya Rabb.
Pahami hamba pada ketentuanMu yang tengah berlaku pada hidup hamba
Kuatkan hamba Ya Rabb. Amiiin

Rabu, 09 November 2011

menulis tentang pelajaran

Bismlillahirrahmaanirrahim......

            Sebuah komen singkat hadir di salah satu jejarig sosialku kemaren. Dari abang Audi. Bilang apakah aku bisa nolong dia. Baru baca tadi malem jadi langsung aja deh sms biar cepet.
Ga taunya ngajak bikin sebuah buku. Isinya tentang apa? Ya tentang pembelajaran hidup yang dia dapatkan dari ade2nya semua dan pembelajaran hidup yang ku dapatkan lewat kakak.

          Wahh... kayaknya bakal seru nih. Belum berlanjut bagaimana teknisnya. Tapi yang terpenting adalah kemauan kita untuk berbagi sekelumit pelajaran kehidupan yang telah kita lalui, semoga bisa dijadikan pelajaran bagi yang membacanya dan khususnya untuk yang mengalami pengalaman itu, agar makin teguh dalam kehidupan. Amiiin

         Kak... Alhamdulillah,  segala syukur hanya ku panjatkan pada Rabbi. Mengirim sosok yang begitu baik, penuh inspirasi, yang menguatkan , yang memotivasi, yang mengerti serta memahami.

Semoga jalinan ini terus akan menghubungkan kita dengan satu cinta yaitu cinta padaNya.

Semoga harapan bersama terus menjadi do'a indah yang selalu kita panjatkan untukNya.

Semoga kita terus saling menguatkan, mengokohkan langkah di jalanNya.

Semoga.... secuil kisah yang kita bagi atas pembelajaran hidup ini bisa menjadi landasan-landasan kokoh untuk membangun sebuah menara cahaya di surgaNya.

Hingga kelak nanti kita bertemu kembali disana... di menara cahaya.

Tempat berkumpul para pencinta saudaranya karena Allah, untuk Allah dan di jalan Allah. Amiiin
Insya Allah