Tampilkan postingan dengan label Full of love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Full of love. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

Kesendirian

Bismillahirrahmaanirrahim…..

_terkadang di dalam derap kesendirian
kita ditemani dengan riak kerinduan  yang mendalam_


Selasa, 17 April 2012

Karena Ku Cinta Kau


Bismillahirrahmaanirrahim…..

For those people who loved me
This song is really meaningful…


Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar

Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau

Reff ;      Saat kau ingat aku ku ingat kau
                Saat kau rindu aku juga rasa
                Ku tahu kau slalu ingin denganku
                Ku lakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
                Tuhan yang tahu kucinta kau

Jika kau tak percaya padaku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedihnya aku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena kucinta kau
Kau
Back to Reff
Saat kau ingat aku pun ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Kau tahu ku juga ingin denganmu
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa kulakukan
Tuhan yang tahu kucinta kau

                

Kamis, 12 April 2012

Mengenangmu, selalu...


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Hari ini , Kamis tanggal 12 April 2012 tak terasa telah satu tahun lamanya beliau pergi meninggalkan kita semua. Berbilang 365 hari untuk rentang waktu terus mengenang jasa-jasanya. Terus ingat dengan semangat juangnya yang tinggi tak kenal lelah. Nasihat bijaknya dari seorang yang berpengalaman dalam kehidupan. Celotehan humornya yang ringan, yang kelak membuat gelak tawa seluruh isi kelas. Terekam selalu dalam ingatan kita senyum khas beliau yang tulus serta kesabarannya beliau untuk rela yang menunggu kita di dalam kelas.

Pak Bahar almarhum, telah 1 tahun tak berada di sisi kita lagi. Mendidik kita dengan segala semangat yang tiada pernah terhenti. Teringat saya dengan kisah istri almarhum yang bercerita tentang sebuah niat mulia almarhum. Bahwa beliau ingin secepatnya focus untuk mendidik di almamaternya tercinta. Meninggalkan pekerjaannya segera. Tetapi Allah berkehendak lain. Semoga niat beliau kelak Allah ganti dengan ganjaran yang lebih baik. Insya Allah. Amin.

Mengenangmu, menjadi sebuah ungkapan haru luar biasa. Memendam rindu untukmu selalu yang kini di sisiNya.

Insya Allah pak! Kami tidak akan pernah mau meninggalkan torehan kecewa untukmu. Karena dulu bapak telah mengajari kami, mendidik kami tentang arti perjuangan. Sebuah semangat belajar yang tiada pernah terhenti. Kami ingin selalu membuat sebuah guratan senyummu yang selalu akan kami ingat sampai kapan pun jua. Insya Allah. Amin

Meski tak lagi bersama. Meski telah berbeda dunia. Tetapi kami yakin bapak dan senyum tulus itu selalu ada untuk kami dan kita semua….

Wallahu’alam hissawab…

*         Ya Allah… selaksa cinta penuh rindu
Walau berpisah dunia tetapi kami tetap bertemu
Dalam satu harap dekap pada Ilahi
Agar Allah selalu menghujani

Seluruh amalan jariyah yang telah engkau kerjakan
Yang tiada pernah terputus
Sampai kapanpun jua
Bahkan sampai engkau kini di sisiNya

Insya Allah, Amin!
_We always miss u Mr Baharudin Pasaribu


Minggu, 25 September 2011

Goresan Hatiku


Bismillahirrahmanirrahim

            Malam ini, sejuk banget deh. Setelah diguyur hujan deras tadi sore. Aku yang bergegas, mau pulang sudah malam ternyata. Habis bermalam di rumah bunda. Setelah “ritual” rutin sebelum pulang, aku malah nangis sesenggukan. Masih kangen, masih pengen nginep sebenarnya. Tapi aku takut malah besoknya lebih kangen lagi. Hiks
            
             Ya Rabb, perasaan itu muncul lagi. Takut kehilangan. Jadi inget dengan teman saya kemarin di sekolah. Waktu saya menyebarkan kertas cantik berwarna merah muda itu kepada guru2 di UQ, saya tertangkap basah oleh teman saya itu. “Kenapa Bu Prita ko malah kaya murung? Takut yak arena ditinggal nikah sama Bu Ridha?” ujarnya. Kata2nya sangat mengejutkan saya. Bagaimana ibu itu bisa tahu??. Apakah memang saya terlihat ketakutan kehilangan?.
           
              Walaupun bunda yang malah takut kalau aku yang akan berubah ketika bunda sudah menikah nanti. Tapi malah aku yang merasa takut sekarang. Tetap saja beda, walau bagaimanapun jyga. Jujur di dalam hati, aku takut. Takut tidak tahan menahan air mata di hari H nanti. Masa iya aku ga turut berbahagia??. Jahat amat yah aku. Astaghfirullah…
           
           Aku yang memahami dan bilang sendiri pada bunda. Ketika dia risau kalau aku akan berubah ketika bunda menikah nanti, bahwa segala sesuatu ada waktuNya. Dan memang ini sudah waktuNya bunda untuk memulai kehidupan baru, membina keluarga ditemani seorang Imam pilihanNya. Insya Allah. Tapi ternyata malah aku yang belum paham sekarang.
            
        Ya Allah ya Rabb, pahamilah hamba atas segala ketentuanMu yang terjadi dalam hidup hambaMu ini. Kuatkanlah hamba agar mampu menahan air mata untuk tidak kutumpahkan di hari akad nanti. Berikan hikmah yang terbaik pada hamba ya Rabb. Dan untuk bunda sama abi, yang tinggal menghitung hari. Hari sebuah ikrar mengukuhkan janji suci. Perjanjian sacral, mitstaqan ghalizho. Sebuah catatan kecil yang telah dibuat. Menjadi awal dari niat suci dan kemudian diaplikasikan di dalam kehidupan.
          
       Allah selalu menyertai bunda sama abi. Kasih dan CintaNya, selalu  menjadi penguat untuk merealisasikan catatan kecil menjadi sebuah jihad abadi sampai nanti bertemu di surgaNya.


_Rumah, 250911
Penuh rindu, selalu