Tampilkan postingan dengan label bersyukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bersyukur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2012

My New Friend


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Heeeeiiiiii…… kenalan donk sama “teman” baru saya ni. Namanya AIRA. Siapa yah dia? Dia kamera saku yang dihadiahkan bunda sama abi buat saya di tahun ini. Tadinya mau kamera SLR gitu, tapi ya saya ya nyadar diri lah. Nanti dede lahir pake biaya siapa. Biaya saya gitu? Hehe. Tidaaak…. (lebai)

AIRA itu…. Manis banget. Warnanya merah muda agak metalik gitu sih kalo menurut saya. Kenapa coba namanya AIRA? Kenapa yah? Saya juga bingung (garuk-garuk kepala). Hehehe. Pengen aja sih namanya itu, tiba2 aja. Dan  kenapa pula “benda” itu harus dinamain ta? Kan aneh…

Mungkin aneh deh bagi sebagian orang. Tapi buat saya (masih belajar juga ko) menamakan benda punya kita itu agar kita benar2 “menjaga” nya dengan segenap hati kita. Karena mereka juga “makhluk” loh. Mereka juga bisa diajak bicara dari hati ke hati (cieeeeh… galau.com). Pokoknya kitu weuh, coba aja deh ajak ngobrol benda2 yang kamu punya. Insya Allah ada hikmah syukur yang kamu temukan disana.

Finally…..

AIRA, kelak akan menemani saya menyelami pembelajaran kehidupan saya kedepannya

AIRA, yang akan turut menyertai saya dalam mengarungi perjuangan saya dalam kehidupan

AIRA, yang akan turut menjadi saksi momen-momen yang berarti dalam hidup saya

AIRA, yang akan mengabadikan tiap detailnya proses fase pembelajar kehidupan ini

Insya Allah, amiiin
*luv u AIRA ^^


Wallahu'alam hissawab



AIRA (Canon IXUS 115 HS)


Jumat, 08 Juni 2012

Kadonya niii......


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Met milad ya taa……

Ciye ciye,,,, udah 23 tahun niii. Idiih,,, sebentar lagi umurnya seperempat abad donk (ga penting). Hehe.
Kadonya apa ta tahun ini? Inilah cerita saya tentang kenanehan diri saya suka bungkus kado sendiri untuk diri saya sendiri. (kasiaan amat). Tapi ada keseruan sendiri aja sih menurut saya. Yaa… hitung2 tidak merepotkan orang lain. (ciyee… baiknya).

Let’s check it out….

Hmmm…. Milad saya tahun ini tepat di hari selasa. Pengennya cari kadonya tuh pas sebelum saya milad. Tapiiii, karena kesibukan yang luarrrr biasa antara kerjaan sekolah, rumah dan kuliah yang buanyaak itu (alesan) jadi aja sampe di hari miladnya saya belum sempet membeli kado buat diri saya sendiri.

Pada akhirnya saya memutuskan untuk membeli kado ketika tanggal 8 Juni kemarin (udah telat 3 hari). Kemana coba saya cari kadonya? Yang deket aja lah kita ke toko buku Al Amin, Baranangsiang. Loh buku lagi ta kadonya? Iyalah… mang mau apa? SLR, SLR, SLR (dalem hati). Halaaah…. Nanti lah itu, walaupun di papan impian saya sudah terpampang SLR EOS 550D. Tapiiii,,, belum juga sampai di tangan sayah. (sabaarrrr….) hehehe.

Sesampainya saya di Al amin jam 10.50 WIB. Waduuh…. Saya lupa hari ini kan hari Jum’at yah. Berarti saya musti extra express nih belinya. Kan abang-abangya mau jum’atan yah…Oke capcuss….^^

Udah deh ini aja yah….
Bukunya ada 2 nih tahun ini. Yang satu judulnya “Diriku, Bagaimana kabarmu?” dan yang satu lagi apa hayoooo…… ga ah malu. (malu2in kale). Gubrakss

Yaa… pokoknya kedua buku ini yang saya pilih adalah buku yang isinya “saya banget”. Maksudnyaaa, ya buat motivasi keadaan yang saya hadapi kini dan kedepannya nanti. Insya Allah. Semoga bermanfaat ya ta. Insya Allah. Amin


Wallahu’alam hissawab…..

Selasa, 05 Juni 2012

Kejutaaan......


Bismillahirrahmaanirrahim…..
05 Juni 2012
00.00

“Teh….. bangun teh, ada yang telvon tuh”

Suara itu terlontar dari ayah saya yang kini tengah berdiri di samping tempat tidur. Sesaat saya buka mata agak samar memandang tubuhnya yang berdiri. Gelap. Kamar saya tak ada penerangan sama sekali.  Lalu saya beranjak bangun dari tempat tidur dan berjalan agak meraba benda yang ada di sekeliling depan serta samping saya. Menuju arah ruang TV. Masih dalam kondisi yang bingung dan bertanya dalam hati, “siapa yang telvon malam-malam buta begini??”

Tiba-tiba lampu menyala dan sudah ada kue black forest yang manis tersedia di atas meja. Waaah….. ini mah kejutan buat saya deh. Hehhee

Awalnya saya mengira ada telvon dari Ibu saya yang saat itu tengah berada di Pontianak melaksanakan tugas Negara beliau. Mau ada seminar.

Eeh…. Ga taunya ya itu deh malah jadi sebuah kejutan di hari ulang tahun saya. Yang tepat hari ini. Ya sudah mariii kita mulai acaranya dengan membaca Basmalllah…. “Bismillahirrahmaanirrahim”
Acara dibuka oleh Fathan, kemudian langsung diserahkan kepada saya selaku “yang ulang tahun” untuk menyampaikan harapan2 saya di milad kali ini. Ga usah di tulis ah, maluuu. Hihihi.

Setelah saya, kini giliran adik saya tercinta yang paling kecil yaitu Amri. Dia berpesan “Jangan pelit ya teeh, truss kalo ngomong ga pake kata iiiiiihhhh…” hehe. Saya langsung menyambut pesannya dengan gelak tawa yang diringi serta oleh ayah dan fathan.

Setelah Amri, trus Fathan deh adik saya yang pertama menyampaikan do’anya untuk saya. Yang terutama semoga saya menjadi wanita yang shalihah serta tangguh. Menjadi ibu yang baik bagi anak2 saya dan menjadi istri yang baik bagi suami saya nanti. Sukses dunia akhirat juga.

Dan selanjutnya, ayah deh. Do’anya panjang. Intinya yah, selamat bermuhasabah diri. Membaca kembali  sebuah memoar perjalan kehidupan yang telah saya lalui. Menjadi pribadi diri yang lebih baik lagi. Kata ayah, catatan2 harian yang selalu saya tulis juga bisa berperan dalam sebuah perenungan panjang bagi diri saya. Karena disitu sebuah pembelajaran2 hidup selalu saya coba tuangkan, saya tuliskan agar menjadi catatan perjalanan perbaikan diri saya untuk yang lebih baik lagi.

Ibu mana ya ucapannya??? Hehe. Walaupun raganya tak bersama saya dengan adik serta ayah dirumah. Tetapi hati serta cintanya selalu bersama saya kapanpun dan dimanapun. Beliau kirim pesan singkat dalam telvon genggam saya tuh. Isinya gini
“Met jarig
semoga menjadi anak yang shalihah yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara
Sabar dan tawakal dalam menjalani kehidupan dan cobaanNya
Aaamiiiin”

Alhamdulillahirrabil’alamiiin…. Sungguh nikmat yang tiada terperi. Nikmat yang tidak pernah terbayarkan dalam bentuk apapun. Terima kasih ya Allah atas semua limpahan nikmatMu. Ajari hamba selalu agar selalu bersyukur serta bersyukur dengan cara yang lebih baik lagi. Insya Allah, aamiiiin

Akhirnya…. Semoga do’a-do’a dari Ayah, Ibu, ade2, bunda, kakak2, abang2, guru2, teman2, serta semua yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Semua do’a kalian yang terlafadz langsung atau pun yang tidak langsung. Semoga Allah mengabulkan yang terbaik untuk saya. Karena Allah yang lebih Mengetahui segala kebaikan untuk kita. Amiin.

Oh iya, buat ayah jazakallah khoir ya yah buat “kadonya” untuk teteh tahun ini. Hihihiiiii… Alhamdulillah

Wallahu’alam hissawab….


Milad 23


Bismillahirrahmaanirrahim…….

05 Juni 1989-05 Juni 2012
(23 tahun)

Alhamdulillahirrabil’alamin…….
Tiada henti syukur ini hamba haturkan kepadaMu rabbku
Sungguh nikmat yang tiada bertepi
Sungguh curahan hidayah yang berlimpah
Sungguh derasnya aliran cintaMu untukku

Telah 23 tahun aku diberikan nikmat kehidupan
Sebuah anugerah luar biasa yang telah KAU pinjamkan
Kesempatan untuk menjadi seorang khalifah di bumiMu
Membawa panji-panji kemenangan dienMu
Perpanjangan tangan estafeta dakwah rasulMu

23 tahun bukanlah waktu yang sebentar
Sebuah proses fase pembelajaran yang telah dilalui
Dan muncul lah tanda tanya ini
Dihabiskan untuk apa sajakah waktu 23 tahun itu?
Untuk amalan baikkah atau sebaliknya?

23 tahun bukanlah waktu yang lama
Tahun yang telah berlalu, bulan yang telah pergi, hari yang terlewati
Adalah serangkaian waktu yang telah diamanahkanNya
Yang telah lalu yang tidak akan pernah kembali

Untukmu yang kini berusia 23 tahun itu…..
Inilah rizkiMu di hari ini
Inilah “kado” Nya yang diberikanNya hari ini
Inilah waktumu, kesempatanmu, sebuah titik awalmu di awal tahun 23
Menyelami relung-relung sanubari
Memuhasabahi semua yang telah terjadi
Kelak sisa umur mu ke depannya semakin bertambah berkah
Menjadi pribadi yang lebih baik serta semakin shalihah
Insya Allah, aaamiiiin


*Makin semangat menjalani pembelajaran kehidupan!!!

Minggu, 06 Mei 2012

Semua Berbicara Tentang Ibu


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Tulisan yang saya buat ini adalah sekumpulan syair-syair indah dalam lagu-lagu yang tak asing lagu siapa yang membawakan alunan ini sehingga sampai juga di telinga serta hati kita.

Tulisan yang saya buat ini terinspirasi dari seorang anak level 2, Yusuf Fatha Mubina,  “teman” saya belajar di UQ. Waktu itu ada acara pentas dari anak-anak level 1 yang diadakan di lapangan. Mereka mementaskan sebuah drama dan di iringi salah satu lagu yang saya tulis di bawah ini. Lagunya abi Haddad Alwi bersama Farhan yang judulnya “ Ibu”. Pengeras suara dari lapangan upacara di lantai 1 sangat terdengar jelas bagi kami yang ada di lantai 2.

Kemudian…….

Fatha (panggilan “teman” saya) langsung menitikkan air mata. Melinangkan bulir-bulir yang kian jatuh di pipinya. Dia mencoba menghentikan teman-teman yang lain agar tak menambah sedihnya karena mengikuti nyanyian tersebut. Fatha bilang begini….

“aku kangen sama umi, kalo denger lagu ini….” Ujarnya sambil menghapus derai air matanya dengan tangannya

Langsung deh memori saya berputar untuk mencari lagu-lagu yang bertemakan tentang ibu juga. Nah.. mari kita mulai dari Abi Haddad bersama Farhan yaa. Kata mereka berdua, ibu itu…..

Kaulah ibuku… Cinta kasihku.. pengorbananmu… tak kan pernah terhenti
Kau bagai matahari… yang selalu bersinar… sinari hidupku… dengan kehangatanmu

Lain pula dengan Bang Opick dengan amanda

Terbayang satu wajah…. Penuh cinta… penuh rindu
Terbayang satu wajah…. Penuh dengan kehangatan…
Kau ibu

Ceuk Teh Melly, ambu teh kieu….

Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku….

Itu yang asli dari Indonesia. Mau yang versi barat juga ada ko. Siapa coba?? Bro Maher Zain aja deh. He said that mother is…..

You know you are the number one for me
Number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Mum… I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day

Versi Arab juga ada. Sejak zaman saya masih SD kelas 3 kira-kira. Waktu iu yang mempopulerkan adalah Sulis. Syairnya ini….

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

Mau Abi Haddad, Opick, Amanda, Sulis, Teh Melly Goeslaw (bunda_red), ternyata mereka sepertinya kompak dalam menuangkan gambaran seorang ibu. Mengingat nama ibu disebut, kita langsung teringat dengan segenap kasih, sayang, cintanya yang tiada bertepi untuk kita anak-anaknya. Tanpa lelah beliau mengandung selama 9 bulan,. Melahirkan kita ke dunia dengan perjuangan antara hidup dan mati.  Merawat kita sejak bayi hingga dewasa. Mendidik kita dengan penuh kesabaran.  Mengenalkan kita pada dasar-dasar agama yang baik. Mengenalkan Allah, RasulNya. Mengajarkan kita membaca surat cintaNya. Menanamkan nilai-nilai kebaikan sedari kecil, dll.

Maka…..

Ibu. Seorang wanita tangguh luar biasa. Sholihah sebagai perhiasan dunia. Ketika semua orang berbicara tentangnya. Tak akan habis kata yang tepat untuk membalas kasih sayang dan cintanya. Tetapi biarlah diri kita mempersembahkan sebuah balasan cinta yang terbaik dengan membuat guratan senyum haru di wajahnya. Biarlah diri ini untuk terus berusaha menyandingkan kasih sayangnya pada kita. Meski tak sebesar cintanya. Tetapi ada sebuah wujud nyata dari kita untuk selalu mencintai, menyayangi, menghormati, membaktikan diri.

Karena sesungguhnya Ridho Allah ada pada ridho ibu kita dan jannah Allah ada bawah telapak kakinya…..


Wallahu’alam hissawab…….

Sabtu, 28 April 2012

Sendiri Menyepi (edcoustic_red)




Bismillahirrahmaanirrahim....

Sendiri Menyepi..
Tenggelam dalam renungan
Ada apa aku seakan kujauh dari ketenangan

perlahan kucari, mengapa diriku hampa…
mungkin ada salah, mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi…

Oh Tuhan aku merasa
sendiri menyepi
ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

benderang di hidupku..

Perlahan kucari, mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat,
mungkin dan mungkin lagi

Oh Tuhan aku merasa..
sendiri menyepi…
Ingin ku menangis, menyesali diri, mengapa terjadi

sampai kapan ku begini
resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yang sempat menyala

Oh Tuhan aku merasaaaaaaaa……
seeeeendiri….aku merasa sendiri..

sampai kapan begini
resah tiada bertepi…Ooohh..
Kuingin cahyaMu
benderang di hidupku..

* saat diri ini belum benar-benar bisa “menyendiri”
   Berikan waktuMu ya rabb

Kamis, 19 Januari 2012

Tentang Hidup (Part I)


Bismillahirrahmaanirrahim….



Sejarah diri kita bermula dari pertama kalinya kita terlahir di dunia ini

Kita bersyukur bahwa kita dilahirkan dengan sempurna tanpa suatu cacat apapun

Maka ungkapan syukur itu menjadi penyemangat serta pendorong kita

Untuk memberikan arti terbaik pada kehidupan kita

Hidup itu indah….

Dengan segala dinamika peristiwa, kisah, momen, pengalaman

Yang pernah singgah serta terekam abadi dalam memori diri

Apapun yang menjadi kerumitan hidup

Akan berubah senyum di kemudian hari

Kelak kita akan memahami hikmahNya

Lewat roda-roda kehidupan yang terus membawa kita

Untuk terus bergerak, terus berjuang, terus melangkah ke depan

Menyambut hari-hari di hadapan dengan penuh suka cita dan rasa cinta

Semua terasa begitu berarti

Kala kita menikmati tiap detailnya momen dalam proses kehidupan ini...

Karena itu adalah ungkapan syukur kita kepada Sang Pencipta kita

Allah….

Cinta dari Langit


BumiNya…
_Lifelong Learner