Tampilkan postingan dengan label Ayatul Kauni Therapy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayatul Kauni Therapy. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

Kehidupan


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Awal hari di bulan ke-10 tahun 2012

Kembali aku terjatuh. Mungkin dan aku harap tidak terlalu parah dan jauh. Dilema lagi? Takut lagi? Sedih lagi? Sangat, sangaat mengganggu. Kali ini ku biarkan diri ini merenungi, meski tak bisa benar-benar diam dalam sunyi, semoga membawa perbaikan yang membawa kedamaian diri. Insya Allah, amiin.

Hmm…. Coba kita bicarakan bersama tentang kehidupan sejenak. Duduk bersama denganku, membagi semua pelik liku hidup dari hati ke hati. Hatiku dan hatimu. Marii…. Bismillah
Menurutku, hidup itu penuh dengan misteri-misteri yang Allah sediakan untuk kita. Semua yang terjadi bagai sebuah tanda tanya besar dalam diri kita. Kadang bertanya mengapa, kenapa, apa, bagaimana dan sebagainya. Pertanyaan itu kadang juga dalam bentuk sebuah protes kepadaNya. Astaghfirullah, padahal tidak ada suatu apapun yang Allah ciptakan, yang Allah pertemukan dengan kita, sia-sia. Semuanya ada manfaatnya, ada hikmahNya untuk kita. Insya Allah. Hanya yang belum sampai adalah pemahaman kita dengan maksudNya. Keterbatasan akal kita untuk menerka tujuan Allah untuk hidup kita.

Hmm….. tiap diri kita pasti punya harapan dalam hidup. Apapun itu, sekuat diri ini berusaha keras untuk mewujudkannya. Dan itulah proses hidup, proses pembelajaran sebuah pilihan-pilihan hidup yang telah kita ambil. Tiap pilihan pasti punya konsekuensinya masing-masing. Allah telah membentangkan jalan kebaikan dan juga jalan keburukan. Tinggal kita yang memilih, apakah mau mengambil jalan yang baik atau jalan yang buruk? Pilihan itu ada di tangan kita.

Allah memberikan kita sebuah kesempatan, sebagai jawaban do’a yang kita pinta padaNya. Allah tidak serta merta menurunkan kekayaan yang melimpah, ketika kita minta harta. Tetapi ya itu, Allah memberikan kita jalan untuk kita bisa mewujudkan kekayaan itu. Allah ingin memberikan pemahaman kepada kita tentang makna dari permintaan kita sendiri. Kita diharuskan untuk terua berusaha setelah berdo’a. Entah bagaimana hasilnya nanti, Allah tetap lihat sebuah proses yang kita lakukan. Semoga proses yang kita lakukan adalah sebuah proses yang baik menurutNya. Insya Allah

Oke… terlepas apapun masalah yang tengah kita hadapi kini. Tengah terjatuhkah kita dalam lubang-lubang yang kita buat sendiri. Percayalah bahwa hidup ini sebuah anugerah terindah yang Allah berikan untuk kita. Seberat apapun ujianNya, sedalam apapun kita tersungkur dalam kesalahan kita. Semoga Allah selalu mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat hidup ini. Semoga ketika hati serta lidah ini ingin berkeluh tentang sulitnya hidup, lebih dahulu kita di sadari bahwa ada rencana indah yang telah Allah siapkan untuk kita. Kita yang mau berproses dalam jalan kebaikanNya.

Ku teringat lagi dengan sebuah paragraf akhir sebuah buku karya Salim A. Fillah. Yang tertulis…
Laa haulaa wala quwwata illa billaah….. tidak ada upaya kita untuk teguh dan istiqamah di jalanNya tanpa bantuanNya. Tidak ada kekuatan untuk menghindari maksiat kecuali atas pertolonganNya.
Setelah melafadz kalimat itu, mari bersama teguhkan diri, kuatkan tekad, kokohkan langkah untuk menghadapi keonsekuensi pilihan-pilihan hidup kita. Meski berat, sakit, terhempas, tersakiti, terhuyung dan limbung. Cepat bangkit, terus berjuang. Kita dekap cintaNya. Kita minta kekuatanNya untuk kokohkan pijakkan. Dan raih bersama, ridhoNya. Insya Allah, amin.

Wallahu’alam hissawab


Apapun masalahmu, bersykurlah!


Minggu, 06 Mei 2012

Semua Berbicara Tentang Ibu


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Tulisan yang saya buat ini adalah sekumpulan syair-syair indah dalam lagu-lagu yang tak asing lagu siapa yang membawakan alunan ini sehingga sampai juga di telinga serta hati kita.

Tulisan yang saya buat ini terinspirasi dari seorang anak level 2, Yusuf Fatha Mubina,  “teman” saya belajar di UQ. Waktu itu ada acara pentas dari anak-anak level 1 yang diadakan di lapangan. Mereka mementaskan sebuah drama dan di iringi salah satu lagu yang saya tulis di bawah ini. Lagunya abi Haddad Alwi bersama Farhan yang judulnya “ Ibu”. Pengeras suara dari lapangan upacara di lantai 1 sangat terdengar jelas bagi kami yang ada di lantai 2.

Kemudian…….

Fatha (panggilan “teman” saya) langsung menitikkan air mata. Melinangkan bulir-bulir yang kian jatuh di pipinya. Dia mencoba menghentikan teman-teman yang lain agar tak menambah sedihnya karena mengikuti nyanyian tersebut. Fatha bilang begini….

“aku kangen sama umi, kalo denger lagu ini….” Ujarnya sambil menghapus derai air matanya dengan tangannya

Langsung deh memori saya berputar untuk mencari lagu-lagu yang bertemakan tentang ibu juga. Nah.. mari kita mulai dari Abi Haddad bersama Farhan yaa. Kata mereka berdua, ibu itu…..

Kaulah ibuku… Cinta kasihku.. pengorbananmu… tak kan pernah terhenti
Kau bagai matahari… yang selalu bersinar… sinari hidupku… dengan kehangatanmu

Lain pula dengan Bang Opick dengan amanda

Terbayang satu wajah…. Penuh cinta… penuh rindu
Terbayang satu wajah…. Penuh dengan kehangatan…
Kau ibu

Ceuk Teh Melly, ambu teh kieu….

Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku….

Itu yang asli dari Indonesia. Mau yang versi barat juga ada ko. Siapa coba?? Bro Maher Zain aja deh. He said that mother is…..

You know you are the number one for me
Number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Mum… I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day

Versi Arab juga ada. Sejak zaman saya masih SD kelas 3 kira-kira. Waktu iu yang mempopulerkan adalah Sulis. Syairnya ini….

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

Mau Abi Haddad, Opick, Amanda, Sulis, Teh Melly Goeslaw (bunda_red), ternyata mereka sepertinya kompak dalam menuangkan gambaran seorang ibu. Mengingat nama ibu disebut, kita langsung teringat dengan segenap kasih, sayang, cintanya yang tiada bertepi untuk kita anak-anaknya. Tanpa lelah beliau mengandung selama 9 bulan,. Melahirkan kita ke dunia dengan perjuangan antara hidup dan mati.  Merawat kita sejak bayi hingga dewasa. Mendidik kita dengan penuh kesabaran.  Mengenalkan kita pada dasar-dasar agama yang baik. Mengenalkan Allah, RasulNya. Mengajarkan kita membaca surat cintaNya. Menanamkan nilai-nilai kebaikan sedari kecil, dll.

Maka…..

Ibu. Seorang wanita tangguh luar biasa. Sholihah sebagai perhiasan dunia. Ketika semua orang berbicara tentangnya. Tak akan habis kata yang tepat untuk membalas kasih sayang dan cintanya. Tetapi biarlah diri kita mempersembahkan sebuah balasan cinta yang terbaik dengan membuat guratan senyum haru di wajahnya. Biarlah diri ini untuk terus berusaha menyandingkan kasih sayangnya pada kita. Meski tak sebesar cintanya. Tetapi ada sebuah wujud nyata dari kita untuk selalu mencintai, menyayangi, menghormati, membaktikan diri.

Karena sesungguhnya Ridho Allah ada pada ridho ibu kita dan jannah Allah ada bawah telapak kakinya…..


Wallahu’alam hissawab…….

Minggu, 25 Maret 2012

Pilihan Kita


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Sebuah berita yang kurang “sedap” sampai di telinga saya pekan kemarin. Seorang teman yang juga satu kelas dengan saya di kelas perkuliahan mengeluhkan keanehan kedekatan saya dengan seorang teman akhwat dikelas. Wallahu’alam apa yang ada dalam fikirannya. Sempat merasa sangat tidak menyangka jika dia bisa berbicara seperti itu. Kabar ini saya dapatkan dari orang ke berapa gitu. Jadi rutenya panjang deh.

Sempat pula agak terbawa emosi dengan apa yang katakan. Mungkin tanpa sadar juga ada sedikit perubahan dalam diri saya. Astaghfirullah!

Sekarang, lagi-lagi saya dihadapkan kepada pilihan. Apakah saya mau bersikap negative atas berita yang kurang “sedap” itu atau mengambil sikap positive? Pilihan itu sama kuatnya. Tinggal saya lah yang memilih diantara kedua pilihan tersebut.

Sebenarnya saya benar-benar ingin tertawa dengan adanya berita ini semua. Tapi okelah, mari kita pilih jalan penyelesaian terbaik untuk masalah ini. Insya Allah.

Apakah keuntungannya jika saya mengambil sikap yang negative? Misalnya, ketika saya memutuskan untuk melabrak seseorang yang merupakan sang narasumber berita kurang “sedap” ini begitu? Atau marah-marah ga jelas? Atau putus asa dan terus berlarut-larut dengan perkataan sang “narasumber” ??

Astaghfirullah! Semoga Allah menghindari saya dari sikap yang demikian. Amin.

Insya Allah saya adalah orang yang tidak mau mengambil pusing dengan masalah. Memangnya dia tahu betul begitu seperti apa saya? Interaksi saya dengan semua teman-teman? Memangnya omongannya dia berpengaruh begitu pada keberhasilan hidup saya?

Dan satu pertanyaan paling mudah yang saya tujukan kepada diri saya sendiri. Memangnya benar apa yang “narasumber “ katakan tentang kamu ta?? Jelas tidak!

Maka pilihan saya adalah mengambil sikap positive. Membiarkan sang “narasumber” dengan pemikirannya terhadap saya, membiarkan dia bertanggung jawab dengan Allah atas perbuatannya, membiarkan semua ini menjadi pemacu semangat saya. Mengubah berita kurang “sedap” ini dengan sebuah perubahan positive dalam diri saya. Tidak usah banyak bicara, cukup buktikan dengan tindakan nyata. Buktikan dengan karya terbaik!

Masih banyak harapan, impian, cita saya yang menanti untuk diwujudkan. Masih banyak hal yang saya fikirkan dan saya perjuangkan dibanding dengan mengeluarkan energi yang sia-sia untuk bersikap negative kepadanya.

Yang kini saya lakukan untuk sang “narasumber”. Mendo’akannya, semoga saya adalah orang terakhir yang menjadi bahan pemberitaannya dan yang utama agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Amiiin. Insya Allah.

                                                                                 Faghfirli ya Rabb….Faghfirli...Faghfirli....
                                                                                                Wallahu’alam hissawab…..







Minggu, 04 Maret 2012

Hadiah Untuk Bu Prita


.Bismillahirrahmaanirrahiim…..
                “Hadiah-hadiah” dari anak level 3 yang akhwat. Mereka memberikan saya hasil karya mereka menggambar saya.
Inillah gambar-gambar mereka……

Gambar dari Elysia Najla

Gambar dari Syeila Afriliani

Gambar dari Faiza Yasmina A

Gambar dari Shofiya Nur Kamilah



Minggu, 26 Februari 2012

Kekuatan Niat


Bismillahirrahmaanirrahim…….

Targetkuwh...
                Alhamdulillah….. akhirnya sampai juga saya di akhir pekan pertama awal perkuliahan di semester 4 ini. Sepekan kemarin menyisakan ketakjuban yang luar biasa pada diri saya sendiri khususnya. Meski jumlah SKS di semester ini tidak sebanyak semester kemarin, tetapi materinya itu loh!! Hehe

                Namanya juga belajar. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa dan dari yang tidak memahami menjadi paham. Insya Allah. Amiiin

                Sepertinya saya harus benar2 menyusun waktu jadual harian dengan baik. Membagi antara waktu beribadah, mendidik, menghafal, membaca, tugas-tugas kuliah, dan waktu untuk diri sendiri. Menempelkan semua target2 yang ingin di capai dalam “dream board”, agar selalu terpacu untukbisa mewujudkan semua target dengan baik dan tak hanya sekedar coretan belaka.

                Menjaga kondisi fisik juga, agar  sehat serta fit selalu bisa menjalani akatifitas sehari-hari dengan baik. Karena sepertinya hari-hari ini hujan selalu ingin mengiringi saya. Setiap malam habis kuliah, saya dan supri membelah jalan bersamanya. Kadang deras, kadang hanya gerimis kecil. Tapiii seruuuu. Hihi

                Di awal semester ini, Insya Allah saya berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang saya lakukan di semester2 lalu. Kini harus benar-benar FOKUS! Mengoptimalkan, memaksimalkan segala potensi serta kemampuan yang telah Allah anugerahkan serta amanahkan kepada saya. Insya Allah, ajari hamba ya Rabb. Amiiin

###
                Untukmu…. Sebuah renungan bagi jiwa. Pengingatmu ketika hendak melangkah kan kakimu untuk beribadah di bumiNya. Hal yang paling utama…. NIAT. Sebuah awal pemikiran untuk apa kita melakukan ini dan itu. Untuk siapa kita berjuang untuk meraih segala hal yang kita ingin kita wujudkan. Apa manfaatnya? Hal apa yang bisa kita bagi kepada kebanyakan manusia? Apa dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya.

                Kekuatan niat ini yang kelak akan terus menguatkan kita kala kita tak kuasa menahan dera uji yang menghadang. Ketulusan hati kita untuk melafadzkan segala niatan kita hanya untuk beribadah kepadaNya. Agar tak menjadi sebuah niatan yang “dangkal” dan hanya terpaku pada hal duniawi saja. Naudzubillah

                Dangkal…. Ya benar. Kata-kata ini serasa sangat menampar saya, menyadarkan diri, memuhasabah jiwa, merenungi dan terus kembali memutar otak saya untuk selalu bertanya tentang pondasi utama saya, niat. Astaghfirullah.

                Insya Allah… tidak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan. Karena hidup itu identik dengan perubahan, karena ia adalah hukum Allah yang pasti terjadi dalam semua penciptaanNya. Setiap perubahan di alam semesta ini, dari hal yang terkecil sampai terbesar, selalu mengandung bukti akan kebesaran Allah. Wallahu’alam….

“….. kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal”

(QS Al-Imran:159)

Minggu, 05 Februari 2012

Field Trip UIKA PBI '10 (Jogja, Klaten, Solo)


Bismillahirrahmaanrirrahim

27 Jan 2012
@ UIKA, Keberangkatan

Cerianya kaliaan
                Akhirnya sampai juga deh aku di kampus. Berusaha untuk se semangat mungkin untuk berangkat di field trip ini. Semua teman2 sudah berkumpul mdi tengah lapangan bola depan Rektorat. Puanaaas banget sih cuacanya. Tetapi melihat teman2 pada semangat, jadi sedikit menyemangati diriku yang sangat, sangat, sangat kurang bersemangat.

                Ternyata pelepasan dulu serta sambutan2 dari Ketua Panitia, Pak Karim, Bu Dekan. Beliau pesan, hati-hati di sana. Berpesan pula bahwa kita semua ini bawa nama baik Universitas khususnya FKIP dan spesifiknya lagi Jurusan Bahasa Inggris. Insya Allah bu

                Setelah sambutan-sambutan, trus berdo’a deh. Bismillah. Let’s go to the bus!!!! Alhamdulillah aku ada di bis 2, bareng sama Rose, Teh Iyank, Uminah, Njie, Mae, Mb Ery. Seru sebelum berangkat foto-foto dulu cuy. Hiihi. Ayolah berangkat. Bismillah. Jam 14.10 kita berangkat kawan2…

###

                Baru juga sampai di Tol Sentul, aku sama Teh Iyank langsung buka makanan, mau nge lunch dulu ya. Pake nugget sama sayur pepaya. Hehe. Enak looh. Mau ga?

                Akhirnya bus terus melaju. Alhamdulillah jalanan lancar euy. Tetapi agak tersendat ketika sampai di tol ke Bekasi. Ko ke Bekasi yah? Ga taunya ada demo buruh di daerah Cikarang dan mereka memblokir jalan tol sodara-sodara!!! Gubraks…

                Walhasil…. Sepanjang perjalanan hanya melihat bus yang itu lagi dan itu lagi. Muacet parrah banget. Sebelah bus 2 ada bus Laju Utama, jurusan Bekasi-Bogor. Trus kalo ga bus sampingnya truk deh. Kasian yan para bapak sopir truk. Kalau menghadapi macetnya kayak begini kan jadi bertambah biaya perjalanannya. Hmm… yang sabar ya pak.

                Kemudian bagaimana dengan aku dan teman2 menghadapi kemacetan di Bekasi ini? Foto-foto lah, makan, cerita-cerita, becanda, hehe. Jadi ga kerasa deh macetnya. Seru.

                Alhamdulillah ketika jam 18.00 bus sudah bisa melaju dengan lancar. Berangkat beneran nih kita. Berhenti juga di Rest Area KM 57, shalat Maghrib dan Isya dulu. Trus foto-foto dan makan. Mau makan apa ya mala mini? Kita malah nyari makan yang siap saji aja deh. Ke KFC akhirnya. Kalau di sini ada McD, pasti kita pilih McD. Kata The Iyank, berasa nemu rumah lagi. Hehe.

                Selesai beli makanan, pas banget busnya udah siap mau berangkat. Sempat ketemu Udin, tapi karena beda bus dan jadi panitia juga. Sibuk deh dianya. Sama achikimpriw juga deuuh. Eheeem. Hehe. Pisss akh udiiin. Ayo segera masuk bus. Kita berangkat lagii.

                Makan malam di bus bareng2, gelap2an karena lampunya di matiin. Lagi pada nonton fil horror, katanya biar seru. Hehe. Sebelum nonton film, ada hal menarik perhatianku dengan teman2 yang ada di Bus. Sepanjang jalan, mata kami di suguhkan dengan “Pemandangan” kafe remang2. Bahkan ada pula kafe yang persis ada di samping masjid. Astaghfirullah!! Negara kita loh ini sodara-sodara. Huffh… mengelus dada aja deh dan berishtighfar.

                Selamat malam semua ya teman2. Sudah malam nih. Ayo istirahat dulu. Perjalanan kita masih jauh. Semoga mimpi indah ya. Baca do’a dulu…..

###

28 Jan 2012
@ Brebes 01.30

                Bus berhenti. Di salah satu SPBU. Dimana ya? Tanyaku dalam hati. Bertanya sama teman yang lain juga pada ga tau. Turun juga deh. Mau ke kamar mandi, wudhu. Biar lebih seger sedikit. Lama duduk di bus juga pegel kan. Lagi menunggu antrian di kamar mandi, aku berusaha mencari tau sedang dimanakah aku? Hehe. Lihat aja deh sama tulisan di baju Penjaga Toiletnya. Kebetulan yang jaga waktu itu seorang petugas keamanan SPBU itu. Aha! Aku ada di Brebes deh. Hehe.
                Sejenak bersama teh Iyank duduk di pelataran parkiran SPBU, ga lama dateng Udin sama mae. Ngobrol2, bercanda2. Hihi. Seger lagi deh. Semangat lagiiii.
                Berangkat lagi busnya melanjutkan perjalanan. Jadwal yang tadinya tujuan pagi ini ke penginapan dulu, langsung berubah deh. Kita semua langsung menuju lokasi tempat kita mau belajar. Nanti subuh berhenti lagi katanya. Mandinya dimana yak??

@ Kebumen, 04.30
                Alhamdulillah…. Sudah waktunya shalat subuh nih fren. Bangun yuk. Kita shalat. Panjangnya antrian di kamar mandi SPBU ini. Haduuh…. Tapi kalo ga ngantri kapan juga dapat giliran untuk bisa buang air kecil atau pun wudhu.

                Aku berjalan kea rah depan SPBU. Bertemu dengan Ochi, Riyanti, Uminah. Pada sikat gigi dan wudhu di salah satu kran yang ada di sana. Ga lama Teh Iyank ngajakin aku sama yang lain untuk cari rumah warga untuk bisa ke kamar mandi. Ada Udin juga sama Iqbal. Mereka pergi aja bertiga. Aku bertahan di SPBU. Ga lama mereka balik lagi. Yah… gubraks deh.

                Pak Karim tiba2 dateng. Seger banget kayaknya. Beliau cerita kalau habis mandi di Balai Desa di sebelah kiri jalan sana. Trus Teh Iyank sama Udin juga bilang kalo dari sana. Ya udahlah, akhirnya aku, mae, The iyank, Udin sama Iqbal mencoba mencari Balai Desa.

                Ketemu gerbang jalan menuju Balai Desa lumayan serem. Yang tadi dikira Udin, gerbang kuburan. Hehe. Duasaaar penakuuut. Memang lumayan serem juga sih. Mana ga ada penerangan jalan lagi. Jadi jalannya kita pake feeling aja. Hehe

                Alhamdulillah. Nemu deh Balai Desanya. Ada musholla kecil di belakang Balai Desa itu dan ada 2 kamar mandi juga. Tapi ko rame orang ya di depan kamar mandinya. Aku mendapati sekitar 5 orang ada di depan kamar mandi. Oh ternyata mereka yang berhenti juga di SPBU, yang mencoba mencari alternatife lain menghindari antrian kamar mandi yang mengular di SPBU. Mereka anak-anak SMA di Cianjur yang mau study tour juga ke Jogja. Lucu deh, Udin sampe di panggil “Om” sama mereka. Aku sama yang lain ketawa aja deh. Hehe. Memang kalo muka udah tua mah ga bisa di bohongin deh. Haha. Pisss ya Udiiiin.

                Oh iya nemu lagi satu hal uniknya. Salah satu anak SMA yang dari Cianjur itu namanya juga sama dengan nama anak kelasku. Dedi! Orang Cianjur ga punya nama lain kali ya,… hehe.

                Beres shalat. Langsung bis berangkat lagi menuju kota Jogjakarta. Katanya mau berhenti lagi dengan agenda mandi serta sarapan pagi. Walah. Repotnya mandi di kamar mandi umum. Ga nyaman. Huffh….


@ Wates, Jogjakarta 06.30

                Ups… busnya udah stop lagi nih. Ayo mandi yook. Kita cari rumah warga untuk mandi. Pas minta izin sama yang punya rumah, eh yang mpunya rumah malah menyarankan kita semua mandi di masjid. Ga taunya ada masjid yang lumayan besar di seberang jalan. Ya udah deh kita ke sana aja yuuk.

                Kamar mandinya ada 3. Orang nya ada 4, aku, Teh Iyank, Mae, Rose. Mereka duluan aja deh. Ga lama dateng Udin sama Aya. Hihi. Ayo mandiii. Beres mandi, busnya udah berangkat dari SPBU. Kita aja naiknya di pinggir jalan. Dimarahin sama kondekturnya. Katanya kalau mau perginya jauh-jauh harus bilang. Kan kita udah bilang pak… sama Pak Karim tapinya. Hehe.

@ Bayat, 11.00

                Alhamdulillah… sampai di tempat tujuan yang pertama. Kampung kerajinan Gerabah dan keramik. Kami semua di sambut oleh orang-orang yang luar biasa. Perajin-perajin di sana yang punya karya cipta yang hebat. Kami belajar banyak hal di sana. Mulai dari bagaimana pembuatan gerabah2, bagaimana mereka menjualnya, bagaimana perkembangan usaha yang mereka jalani, Bagaimana menghadapi permasalahan yang ada, Bagaimana memajukan usaha mereka sampai ke luar negeri. Wuaah… hebat euy.

                Ada pembelajaran menarik pula yang saya temukan di sini. Pembelajaran tentang akhlak lebih jelasnya. Nanti lah akan saya tulis di sebuah tulisan yang lebih mendetail. Pokoknya pembelajaran yang Insya Allah, bermnfaat. Khususnya buat diri saya sendiri.

                Aaah… sudahlah forget about it! Masih banyak hal yang harus kita kerjakan serta kita pikirkan daripada hal yang ga jelas itu. Oke deh….

                Sudah adzan mari kita shalat. Dan ga jauh dari tempat pembuatan gerabah-gerabah itu ada sebuah musholla kecil. Kita semua shalat di sana dan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Gede. Menuju industri perak di sana. Yuuk…

@ Kota Gede, 15.00

Rose n Teh Iyank
                Sampailah kita di sebuah toko kerajinan perak. Turun langsung bersemangat gitu. Karena melihat ada tukang baksi mangkal di depan tokonya. Asyiiik… Seger banget kayaknya. Tapi ada yang lebih menarik deh, mending lihat-lihat kerajinan dari perak dulu di dalam toko. Kayaknya bagus-bagus deh. Pengen beli ah….

                Ke dalam toko, hasil kerajian tertata rapi di dalam etalase kaca yang cantik. Makin mempercantik tampilan kerajinan perak itu. Ditambah pula dengan harganya yang ikut bikin tambah cantik. (Muaaahaaal bangget booow). Saya kira ada gitu yang bisa di beli kisaran harga 50 ribu an deh. Ini mah.. mantap banget. Paling murah aja 400 ribu an. Waduuuh,,,, mending buat bayar SKS cuy. Tanggal 20 Feb udah masuk semester 4. Hehe. Gigit jari aja dah. Hehe



                Lihat pembuatannya aja yuk. Ternyata memang pengerjaan kerajinan perak itu memerlukan ketelitian yang luar biasa. Kesabaran serta keuletan pengrajin memang merupakan modal utamanya. Pantas lah harga-harga nya yang melejit tadi. Karena pembuatannya juga memerlukan usaha yang bukan biasa-biasa. Usaha luar biasaaa…..

                Udahan ah lihat kerajinan peraknya. Kita nyebrang aja di toko lain. Jualan kaos2 sama batik githu deh kayaknya. Nemenin Teh Iyank cari kaos buat Pak Amru. Ada tuh yang keren. Semoga beliau suka ya pak. Amiiin.

                Beres beli kaos ya kita beli bakso dulu dah. Lumayan seger buat ganjel perut sore-sore. Yuuk mariii makan. Selesai makan langsung di suruh masuk bis. Karena kita mau ke Malioboro. Ayuk segera. Kita mau jalan-jalan lagii. Hehe.

@ Malioboro 17.00

Di perjalanan, aku malah tidur dan bangun2 udah ada di pelataran Bank Indonesia. Ayo bangun, kita cow ke Malioboro. Rose langsung ngajakin ke Bringharjo. Ayo cepet udah jam 5 nih. Nanti keburu tutup.

                Sampe di Bringharjo, Teh Iyank sama Rose langsung sibuk deh cari oleh2 batik sama kaos ya. Aku beli apa yah?? Bingung ah. Beli cendol aja yuk. Puanaaas banget sore ini, enak kan kalo minum yang seger2.

                Ga lama adzan maghrib sudah berkumandang. Yuk cari masjid, kita shalat dan langsing cari makan untuk makan malam. Tadi panitianya bilang kalo kita sudah harus kumpul lagi di bis jam 20.00. Ah… masih jam 18.30. Insya Allah masih keburu kita keliling lagi sebentar. Beres shalat langsung cari makan. Dan menunya ga lain dan ga bukan selain McD lagi deh. Haha. Abis bingung mau cari makan apa lagi. Yang gampang aja deh. Nemu rumah lagi deh di Jogja. Kalo di Bogor, biasanya kan makan McD di Jogja jalan baru. Nah ini di Jogja beneran makannya McD juga. Hehe.

                Alhamdulillah…. Makan malam udah ada. Trus katanya Teh Iyank mau tuker kaos yang tadi dia beli. Ayo deh kita anterin. Ga lama masuk sms dari Njie, katanya kita bertiga udah ditunggu di bus. Tinggal tunggu kita bertiga!! Haha. Seruu, jadi anak hilang dari tadi pagi. Bikin panik orang se bus. Kan belum jam 20.00 ge….

                Nyampe di bus, langsung busnya berangkat. Katanya mau ke pabrik bakpia pathok 25 trus ke penginapan. Let’s go there!!!

@ Pabrik Bakpia Pathok 25, 20.45

                Ternyata bukan pabrik tau. Tapi toko utamanya Bakpia Pathok 25. Langsung tuh toko dikerumunin sama temen2 3 bus. Langsung tokonya berubah kaya sarang lebah. Ngiuuung ngiuung…. Pada ribut tanya harga dan segala macem. Beli ga ya? Foto-foto aja lah dulu yuk. Hehe. Eksisnya dimana-mana.

                Ngeledekin Ochi sama Itis yang ngeborong bakpia banyak banget. Hehe. Mau buat orang sekampung ya chi??? Pisss akh… Udahan yuk berangkat lagi. Masuk ke bus kita segera ke penginanapan. Merebahkan badan, meluruskan badan. Dari semalam kan tidurnya di bis. Senyaman-nyamannya tidur di bis, lebih nyaman tidur di kasur lah. Dalam perjalanan ke penginapan tidur aja yuk. Lumayan jauh loh.

@ Asrama Haji Donohudan, 22.30

Kamar 10
                Alhamdulillah… sampai juga kita di penginapannya. Besar banget tempatnya. Karena ini adalah tempat yang disediakan oleh pemerintah kota Solo untuk para jama’ah haji yang akan berangkat. Asrama ini bisa menampung hingga 1000 orang loh. Lapangannya juga luas. Cukup untuk parker bus-bus yang akan menghantarkan para jama’ah ke Bandara.

                Aku di kamar 10. Ketua coordinator pula. Karena nama paling atas, ya sudah lah gak papa. Karena sekamar juga anak magabut semua. Tapi ada juga yang terpencar sih. Mae, Esti, Riyanti, Ochi sama Itis. Mereka ga sekamar sama aku. Kalo di kamar 10 itu ada Teh Iyank, Rose, Uminah, Riris, Fitria, Merry, Putri, Njie, Diah sama Mb Ery.

                Nyampe di penginapan ada 2 hal utama yang mau aku dan teman2 kerjakan. Apa coba? Mandi dan nge charge hp. Hehe. Mandi, karena udah gerah banget seharian berpanas-panas ria dan nge charge hp karena udah low banget tuh hp.

                Udah malam gini masih aja pada On “batre” nya. Masih pada kuat ketawa-ketiwi. Gak apa deh kapan lagi magabut bisa kumpul begini. Sweet moment. Hampir tengah malam juga belum pada tidur. Ada yang takut ga bisa tidur segala lagi. Ada aku fren,, mataku belum ngantuk nih. Karena tadi udah tidur kali ya pas di bus. Habis mandi dan shalat malah tambah seger aja mataku. Tilawah sebentar… eh langsung pada tepar. Nah! Gue gimana cuy…. Sendirian deh. Nulis aja deh, tapi ko lama2 horor juga ya sendirian belum tidur? Matanya ga mau membuka lagi dan melarangku untuk melihat arah pintu keluar yang ada di samping kamar mandi dekat tempat tidurnya Riris. Ada apa yaa?? Astaghfirullah… ah Cuma persaan aja! Ayo berdo’a aja ta. Ada Allah sang Maha Penjaga…

29 Jan 2012
@ Kamar 10

                Pagi yang seru ceria bersama magabut. Teman-teman yang ga sekamar pada dateng. Cerita-cerita, ketawa, foto-foto. Waah…. Guys, senangnya berpergian bersama kalian. Sayang ga semuanya bisa ikutan ya. Hmm… next time kita semua bisa ada semua ya. Amiiin

                Selesai pada mandi, rapi dan wangi. Yuk mari kita sarapan. Bentar lagi kan mau ada seminar dan kita harus sudah rapi di tempat acara jam 08.00. Sebelum sarapan siap kita foto dulu deh di meja makan ya. Hehe. Eksiiis

                Sarapannya seger banget pake soto ayam, tempe, tahu. Ga ketinggalan sama kecap juga. Hehe. Lagi sarapan gitu aku ngobrol2 bareng Teh Iyank. Cerita2 tentang kamar yang kita tempatin trus iseng mau tanya sama Putri kalo di kamar “ada apa aja”. Putrinya dateng dan dia jawab kalo ada Papahnya disampingnya. Nah terus kan aku sama Teh Iyank tanya, kalo di deket pintu keluar deket kasurnya Riris ada sesuatunya ga. Putri jawab, Iya! Huaah…. Shock! Meski kata Putri dia hanya anak kecil dan tidak mengganggu, tapi ya tetep aja lah. Ko aku bisa lagi nih.. astaghfirullah. Maaf ya. Kita kan udah beda alam yak. Jangan saling mengganggu ya.

                Kenapa jadi sensitif lagi nih aku sama yang “begitu2”. Walaah… musti lebih banyak meruqyah diri sendiri. Banyak gangguan sepertinya. Tapi Alhamdulillah pas paginya udah ga kerasa hal yang aneh yang kaya malam tadi itu. Udah pergi sekolah kali ya anak itu. Hehe

                Selesai makan langsung ke tempat acara. Ditunggu2 lamaa banget samape nguantuk, acaranya belum dimulai juga. Katanya pembicaranya belum datang dan acara mulai jam 10.00. Nah! Masih jam 09.00. Mari kita manfaatkan waktu dengan tiduuur. Hehe. Ke kamar deh. Pada tepar, aku sih nulis dulu sebentar. Baru akhirnya tertidur dan dibangunin sama Teh Iyank jam 09.45. Katanya acara udah mau di mulai. Ayo kita seminar kawan… (walau mata masih pada riyep2). Hehe

Seminar Kewirausahaan, 10.00

Pose duluuu
                Alhamdulillah…. Hari ini kami semua mendapatkan ilmu yang luar biasa dari orang-orang yang luar biasa pula. Para pembicara ada 4 orang. Yang bertiga adalah wirausahawan dan yang satunya lagi adalah seorang Psikologi yang menjabat pula sebagai konsultan usaha. Wah pokoknya hebat deh beliau2. Ada yang awalnya tukang becak dan kini menjadi seorang pengusaha batik yang sukses,hingga dikenal Ibu Negara dan mancanegara,  pengrajin gerabah yang sudah merambah dunia internasional, pengusaha telur burung puyuh. Insya Allah ada tulisan lain yang akan coba saya ceritakan tentang beliau-beliau. Saya juga begitu kagum dengan Bapak Ajis yang sebagai seorang Psikolog itu. Saya selalu tertarik dan merasa kagum jika berinteraksi dengan orang-orang yang ahli dalam “ilmu jiwa” karena mereka paham betul bagaimana memposisikan diri mereka ketika bersosialisasi dengan lingkungannya. Kalau menurut saya looh. Pokoknya keren deh. Sssttt….. cita-cita juga bisa belajar lebih dalam tentang psikologi di S2 nanti. Insya Allah. Amiin.

                Acara seminar berakhir pukul 12.30. Kita semua langsung disuruh makan siang dan packing. Shalat berjama’ahnya di masjid depan. Alhamdulillah.,,, barang2ku sudah rapi tinggal go aja!!

                Hujan mengguyur asrama haji Donohudan. Deras banget. Alhamdulillah bis nya stay di tempat teduh dan ga kena hujan. Alhamdulillah. Ayo kita berangkat lagi menuju Solo. Katanya mau ke Keraton Solo dan Pasar Klewer. Bismillah….

                Sepanjang perjalanan, mataku disuguhkan oleh tetes-tetes hujan yang merintik di kaca bening di samping tempatku duduk. Sejuknya. Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah. Hamba selalu bersyukur tiap rahmatMu turun. Hamba selalu bersorak senang kala rintikan hujanMu membasahi bumi ini. Karena itu tanda cintaMu ya Rabb. All praises to Allah.

Keraton Solo, 15.30

                Hujan semakin deras ketika kami mulai turun untuk bergegas mengunjuungi Keraton Solo. Suasana di depan Keraton penuh sesak dengan para pedagang yang menjajakan beragam barang dagangannya. Rupanya ada tradisi Sekaten yang sedang diselenggarakan. Jadi aula Keraton sudah seperti pasar malam. Kami pun bingung menemukan Keratonnya ada dimana. Jalanan yang menggenangkan air kotor, tak menyurutkan langkahku, Teh Iyank, Rose sama Njie untuk sampai di Keraton Solo. Masa udah jauh2 ke Solo ga ke Keraton Solonya?? Hihi.

                Alhamdulillah…. Akhirnya nemu juga. Tapi katanya Keratonnya sudah di tutup. Di sana kita Cuma lihat foto2 serta info2 mengenai Keraton Solo. Yang dipamerkan di salah satu ruangan yang ada di sana. Ya gak apa deh, yang penting ga penasaran amat sama Keraton Solo. Heheh.

                Beres lihat2 pameran Keraton Solo, teman2 yang lain ngajak makan bakso. Tapi males uy, akhirnya saya pesan ice dawet aja ya. Malas makan bakso. Jam sudah menunjukan pukul 16.00. So… sebentar lagi kita harus kembali ke bus ya. Karena jam 16.30 kita mau pulang menuju Bogor.

                Sempet beli dodol juga sama gorengan buat bekel di dalam bis. Akhirnya pulang yuk pulang. Solo… saya belum sempat berkeliling lebih banyak di kotamu. Sudut2 kota yang sejuk itu, berjalan di bawah rerintikan hujan. Kayaknya seru banget melihat suasana Solo dari dalam Bis. Someday ya…. Saya ga akan buru2 begini merasakan suasana kota Solo. Insya Allah. Amiin

                It’s time to go home…… Rain city!!! I am coming…. Kangennya sama tugu kujang, genteng UIKA, gerbang UQ. Haha.

30 Jan 2012 @ UIKA, 07.30

                Alhamdulillah…. Akhirnya sampai lagi saya beserta teman2 semua di Kampus kita tercinta. Bis saya merupakan bis yang pertama kali sampai di kampus. Yang lain mana yah?? Sejenak meluruskan kaki di mesjid kampus bersama dengan teman sambil menuggu teman yang ada di bis lain. Foto dulu,,,,,Cheesee….. (Ya Allah… mukanya keliatan pada cape banget tuh..). Hehe. Met istirahat ya kawan.

                Dan pada akhirnya….. sebuah “perjalanan” ini memberikan makna kepada saya. Memberikan cerita, memberikan momen indah, memberikan warna tersendiri dalam catatan perjalanan kehidupan saya. “Perjalanan hidup” kali ini, memberikan pengalaman yang tidak akan pernah bisa saya lupakan dalam kehidupan saya yang mendatang. Semuanya menjadi saksi-saksi bahwa saya pernah ada, pernah singgah, pernah hadir, pernah berinteraksi, pernah bersosialisasi, pernah bertadabur, pernah dan pernah belajar dengan ayat-ayat kauniyahNya yang Allah bentangkan di hadapan.  Alhamdulillah…. Terima kasih ya Allah atas limpahan nikmatMu yang tiada terhingga kepada hamba. Yang selalu membuat diri ini mengamati lebih dalam, merenungi lebih jauh, mengambil pelajaran terbaik dari tiap peristiwa yang hamba lalui. Semoga, “perjalanan-perjalanan hidup” yang lain lebih hebat, lebih semarak, lebih baik, lebih bermanfaat lagi. Khususnya bagi diri saya sendiri maupun makhluk semesta alam. Amiin. Insya Allah.
Prita Lifelong Learner's photo



Allahu’alam…….



# Terima kasih untuk kalian semua “pelajaran2” kehidupan yang telah banyak berkontibusi untuk membuat saya lebih dalam belajar tentang kehidupan….. Karena kalian semua adalah perantara cinta dariNya yang ingin DIA sampaikan kepada saya, melalui pembelajaran sejati dalam kehidupan. Insya Allah…..