Tampilkan postingan dengan label anak didik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak didik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Semua Berbicara Tentang Ibu


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Tulisan yang saya buat ini adalah sekumpulan syair-syair indah dalam lagu-lagu yang tak asing lagu siapa yang membawakan alunan ini sehingga sampai juga di telinga serta hati kita.

Tulisan yang saya buat ini terinspirasi dari seorang anak level 2, Yusuf Fatha Mubina,  “teman” saya belajar di UQ. Waktu itu ada acara pentas dari anak-anak level 1 yang diadakan di lapangan. Mereka mementaskan sebuah drama dan di iringi salah satu lagu yang saya tulis di bawah ini. Lagunya abi Haddad Alwi bersama Farhan yang judulnya “ Ibu”. Pengeras suara dari lapangan upacara di lantai 1 sangat terdengar jelas bagi kami yang ada di lantai 2.

Kemudian…….

Fatha (panggilan “teman” saya) langsung menitikkan air mata. Melinangkan bulir-bulir yang kian jatuh di pipinya. Dia mencoba menghentikan teman-teman yang lain agar tak menambah sedihnya karena mengikuti nyanyian tersebut. Fatha bilang begini….

“aku kangen sama umi, kalo denger lagu ini….” Ujarnya sambil menghapus derai air matanya dengan tangannya

Langsung deh memori saya berputar untuk mencari lagu-lagu yang bertemakan tentang ibu juga. Nah.. mari kita mulai dari Abi Haddad bersama Farhan yaa. Kata mereka berdua, ibu itu…..

Kaulah ibuku… Cinta kasihku.. pengorbananmu… tak kan pernah terhenti
Kau bagai matahari… yang selalu bersinar… sinari hidupku… dengan kehangatanmu

Lain pula dengan Bang Opick dengan amanda

Terbayang satu wajah…. Penuh cinta… penuh rindu
Terbayang satu wajah…. Penuh dengan kehangatan…
Kau ibu

Ceuk Teh Melly, ambu teh kieu….

Oh Bunda ada dan tiada dirimu
Kan selalu ada di dalam hatiku….

Itu yang asli dari Indonesia. Mau yang versi barat juga ada ko. Siapa coba?? Bro Maher Zain aja deh. He said that mother is…..

You know you are the number one for me
Number one for me
There’s no one in this world that can take your place
Mum… I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face every day

Versi Arab juga ada. Sejak zaman saya masih SD kelas 3 kira-kira. Waktu iu yang mempopulerkan adalah Sulis. Syairnya ini….

Ummi yaa ruuhi wa-hayati
yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...

Ismuki manquusyun fi qolbi
Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy...

Mau Abi Haddad, Opick, Amanda, Sulis, Teh Melly Goeslaw (bunda_red), ternyata mereka sepertinya kompak dalam menuangkan gambaran seorang ibu. Mengingat nama ibu disebut, kita langsung teringat dengan segenap kasih, sayang, cintanya yang tiada bertepi untuk kita anak-anaknya. Tanpa lelah beliau mengandung selama 9 bulan,. Melahirkan kita ke dunia dengan perjuangan antara hidup dan mati.  Merawat kita sejak bayi hingga dewasa. Mendidik kita dengan penuh kesabaran.  Mengenalkan kita pada dasar-dasar agama yang baik. Mengenalkan Allah, RasulNya. Mengajarkan kita membaca surat cintaNya. Menanamkan nilai-nilai kebaikan sedari kecil, dll.

Maka…..

Ibu. Seorang wanita tangguh luar biasa. Sholihah sebagai perhiasan dunia. Ketika semua orang berbicara tentangnya. Tak akan habis kata yang tepat untuk membalas kasih sayang dan cintanya. Tetapi biarlah diri kita mempersembahkan sebuah balasan cinta yang terbaik dengan membuat guratan senyum haru di wajahnya. Biarlah diri ini untuk terus berusaha menyandingkan kasih sayangnya pada kita. Meski tak sebesar cintanya. Tetapi ada sebuah wujud nyata dari kita untuk selalu mencintai, menyayangi, menghormati, membaktikan diri.

Karena sesungguhnya Ridho Allah ada pada ridho ibu kita dan jannah Allah ada bawah telapak kakinya…..


Wallahu’alam hissawab…….

Minggu, 04 Maret 2012

Hadiah Untuk Bu Prita


.Bismillahirrahmaanirrahiim…..
                “Hadiah-hadiah” dari anak level 3 yang akhwat. Mereka memberikan saya hasil karya mereka menggambar saya.
Inillah gambar-gambar mereka……

Gambar dari Elysia Najla

Gambar dari Syeila Afriliani

Gambar dari Faiza Yasmina A

Gambar dari Shofiya Nur Kamilah



Gambar Bebek


Bismillahirrahmaanirrahim…….

“ Bu, ibu bisa gambar bebek ga bu?”

                Pertanyaan itu terlontar polos dari Amalia Fitriah Salsabila, anak didikku di level 2. Waktu itu dia sepertinya sedang berfikir keras untuk menggambar salah satu objek hewan. Setelah bertanya kepada saya, yang dijawab oleh saya

“Coba aja atuh Amel buat dulu gambar bebeknya, nanti kalo ada kesulitan baru ibu bantu ya…..” ujarku sambil memperhatikan anakku sedang membaca jilid Cahayaku di depanku.

Mata Amel langsung mengarah ke atas. Nampaknya sedang berimajinasi dengan pikirannya tentang bebek. Tak lama dia bertanya lagi kepada saya.

“ Bu, kalo bebek itu ada kan ya bu yang makan apel?” Tanya Amel

“Makan apel? Hmm…. Mungkin ada ya nak. Bebeknya biar sehat, banyak makan buah-buahan. Hehe….” Jawabku sambil tertawa kecil pada Amel, yang disambut senyum pula olehnya

                Tahu tidak apa yang saya fikirkan saat itu? Saya kira itulah masa emas anak-anak dalam tahap proses perkembangan kecerdasannya. Meski saya belum tahu teori  jelasnya seperti apa. Tapi akhirnya saya bisa sedikit memahami dan membiarkan prose itu berlangsung. Nikmati waktumu ya nak….

                Tidak selang berapa lama, Amel  bertanya pada dirinya sendiri lagi sambil memegang pensil yang diketuk-ketukkan pelan kea rah kepalanya, tanda lagi berfikir. Hihi…

“Gimana yah caranya gambar bebek yang bisa terbang???” tanyanya pada dirinya sendiri.

Kemudian dia berujar lagi….. “ Aha! Aku tahu deh….” Ujarnya senang sambil langsung mengarahkan pensilnya ke media yang sudah menuangkan segala imajinasi di alur fikirannya.

                Melihatnya berhasil mendapatkan momen “Aha”, Alhamdulillah… ada bahagia yang tak terkira. Dua hari kemudian, saya tanya lagi tuh sama Amel perihal gambar bebeknya kemarin . Dia tersenyum dan langsung menyerahkan gambarnya untuk saya sambil berujar…

“Ini gambar bebeknya buat Ibu….. Maaf ya bu kalo jelek, Amel lagi belajar gambar bagus” ujar Amel sambil tersenyum

Saya pun menjawab sambil menahan haru, “Ya makasih ya nak, ini juga sudah hebat nak! Gambarnya bagus, nanti gambar yang lain lagi ya sayang…” ujarku sambil mengelus kepalanya dan tersenyum.


Sabtu, 25 Februari 2012

Kesan Mereka....


Bismillahirrahmaanirrahim……..



                Muhammad Khairul Azzam Alhafidz. Nama itulah yang selalu kian mengingatkan saya di akhir pembelajaran semester ganjil kemarin. Di secarik kecil note yang saya berikan kepadanya, dia menuliskan kata-katanya untuk saya.

“ Azzam akan janji hafalannya akan nambah”

            Deg! Hati saya langsung terenyuh dalam diam. Terharu. Tanpa sadar menyisakan bulir kaca di mata saya. Hampir saja terjatuh. Hampir. Tapi saya alihkan dengan langsung membaca kertas yang lainnya. Mengapa saya begitu kian terharu membaca kertas pesan Azzam dibanding anak yang lain? Karena ketika pembelajaran saya memang selalu mengingatkan hafalan-hafalannya. Dengan agak tegas juga sepertinya. Ketika mengingatkannya, kadang dijawab malas. Tapi juga disambut semangat untuk terus menambah hafalannya.

Memang menjadi kebiasaan saya selalu menyediakan kertas-kertas kecil untuk semua anak-anak didik saya di akhir pembelajaran mereka di semester itu. Mereka menuliskan kesan-kesan selama belajar bersama dengan saya. Semua tulisan mereka romantis. Semua tulisan mereka selalu menyentuh saya. Semua tulisan mereka selalu membuat sunggingan senyum simpul di wajah saya. Semua tulisan mereka membuat saya selalu rindu kepada mereka. Semua tulisan mereka selalu mengharukan serta menyisakan bulir-bulir air yang kian jatuh. Semua tulisan mereka kini melayangkan saya ke waktu di hadapan….

Kelak nanti…. Jika saya sudah memiliki buah hati, pesan romantis apa yang mereka berikan pada saya yah? (^^)

Wallahu’alam hissawab….

Affirmasi....

# Dear anak-anakku yang shalih dan shalihah…. Kelak Allah akan mempertemukan kita ya nak. Kita nanti belajar bersama dalam ruang kelas tanpa batas bernama kehidupan. Belajar bersama menjadi generasi Qur’ani, penerus kejayaan dienNya. Belajar bersama saling memahami, mengerti, mengisi, mengasihi, mencintai dengan sepenuh hati. Belajar bersama untuk bisa meniatkan segala sesuatu hanya karenaNya, di jalanNya, dan untukNya. Belajar nak…. Dan terus belajar….. do’ain ya nak. Ibu sedang dipersiapkanNya untuk menjadi pendidik terbaik untuk kalian semua…. Insya Allah. Amiiin. Amiiin. Amiiin Ya rAbb. Ibu rindu kalian, selalu…..


Minggu, 22 Januari 2012

Semangat Mereka Tak Pernah Padam


Bismillahirrahmaanirrahim…..

            Alhamdulillah…. Di semester 2 di tahun pelajaran 2011-2012 ini, saya di amanahkan oleh Allah anak-anak didik yang sangat luar biasa bagi saya. Semangat mereka luar biasa! Itu yang membuat saya ikut juga terpacu dengan semangat belajar serta berjuang mereka untuk belajar.

            Ketika sedang mengajar, sambil menatap lekat anak didik yang sedang membaca ayat-ayatNya. Kadang malah menerbangkan pikiran saya ke 6 tahun hadapan. Membayangkan seperti apakah rupa anak saya kelak, seperti apa akhlaknya, tertawanya, sedihnya dan sebagainya. Interaksi saya akhir-akhir ini dengan anak-anak didik sering membawa saya ke sana. Lucu banget dengan kepolosan mereka. Ya Allah… semoga anakku bisa sholih serta shalihah seperti anak-anak didikku sekarang. Bahkan lebih. Harapku. Insya Allah. Amin

            Hingga suatu hari, ayatul kauni Allah dihamparkanNya di depan saya. Melalui anak didik saya. Kelas 1 SD. Namanya Muhammad Fauzan Maulana. Saya terharu dengan daya juang sera semangatnya yang tinggi. Kala itu dia tidak mengerjakan tugas membaca Cahayaku di rumah. Dan sudah menjadi kesepakatan kami bersama, jika ada yang tidak mengerjakan PR membaca Cahaya di rumah maka akan membaca sebanyak 5x di sekolah. Maka Fauzan pun melaksanakan konsekuensinya ditambah dengan tugas membaca di sekolah sebanyak 3x. Jadi dia harus membaca sebanyak 8x.

            Sungguh saya benar-benar tidak menyangka bahwa dia mau serta sanggup mengerjakan segala konsekuensinya itu. Karena agak terbata dia membaca tiap kata. Tetapi dia terus membaca. Walaupun lambat tetapi memang bacaannya betul. Bahkan ketika saya sedang mengetes bacaan Cahayaku Fauzan Kamil kemudian saya menyuruhnya untuk kembali mengulang karena kurang lancar. Dengan sigap serta penuh semangat Fauzan Maulana menawarkan dirinya untuk membantu Fauzan Kamil untuk membaca bersama dengannya! Subhanallah….. mata saya berkaca-kaca. Terharu.

            Ya Allah… saya disadarkan oleh Allah lewat dia. Fauzan Maulana. Tentang arti sebuah daya juang serta semangat yang tiada pernah padam ketika belajar dan dalam hal apapun. Terima kasih ya nak. Semoga senantiasa menjadi anak shalih yang selalu semangat ya. Amiiin
###
            Kisah lain pun ada. Masih di level yang sama. Kelas 1 SD. Namanya Zidan Kasyafa AnNaba. Siang itu bagian kelompok kelas 1 yang menjadi giliran belajar di penghujung hari menjelang Zhuhur. Ketika saya hendak menyiapkan anak-anak untuk berdo’a penutup untuk pulang, Zidan berkata dengan sedikit berteriak pada saya.

“Ibu, aku pipis….” Ujar Zidan dengan ekspresi yang menunjukkan sedikit ketakutan

“Sekarang?” tanyaku. Saya mengira Zidan akan minta izin untuk ke kamar mandi tetapi dia menjawab lagi

“Iya bu sekarang lagi pipis.. yah, yah,, aku pipis di celana bu!!!” jawabnya lagi sambil mengerutkan muka nya lantas menangis

Teman-temannya yang lain pun bertanya-tanya pada saya. Tetapi segera mereka ku alihkan serta menyuruh mereka segera pulang. Dan menjawab singkat penasaran mereka dengan…

“Zidan mau pulang bareng Bu Guru, kalian ayo pulang duluan ya…. “ ujarku sambil menyalami anak-anak lainnya

            Dan Zidan dengan segala kecamuk perasaannya. Mungkin dia takut, malu, sedih. Campur aduk lah. Sempat juga kutanyakan kenapa dia tidak minta izin sebelumnya untuk ke kamar mandi. Dan menjelaskan bahwa  aku tidak akan melarangnya jika dia mau ke kamar mandi. Tetapi dia jawab dengan….

“Pipisnya dari tadi susah Bu…. Aku malu bu…” ujarnya khawatir

“Ya udah sayang gak apa-apa. Ibu gak marah sama Zidan. Udah pipisnya? Ayo kita ke kelas yuk, Zidan 
taro sandal dimana? Ayo bareng Bu Prita yuk ke kelasnya ya….” Ujarku berusaha menenangkannya sambil mengelus kepalanya. Kasian, mungkin lagi kurang sehat yah kamu nak? Ujarku dalam hati.

            Sepanjang perjalanan Zidan sudah tidak menangis lagi. Aku salut sama Zidan. Untuk se umuran dia, dia termasuk anak yang cukup tangguh. Bahkan mungkin tadi dia tidak ingin menangis. Mungkin bentuk menangisnya tadi karena dia takut dimarahi olehku, di ketahui oleh teman-temannya dan sebagainya.

            Sesampainya di kelasnya, Zidan ga mau masuk kelas. Akhirnya aku yang masuk lantas memberitahu kepada Wali kelasnya dan aku menghampiri kembali Zidan yang ada di selasar kelas. Mau member sedikit motivasi padanya…

“Sholih sayang… sudah ya jangan nangis. Gak apa-apa kok. Bu Guru ga marah kan? Zidan juga gak apa-apa kan? Lain kali kalo mau izin gak apa ya sayang. Oke? Senyum donk. Tos sama Bu Prita….” Ujarku sambil bertos dengannya.

            Alhamdulillah…. Walau masih malu. Zidan sudah mau bertos denganku. Dan itu juga sedikit  membuatku lega dan tak membuat dia merasa down dengan kejadian barusan.

            Ya Allah…. Kejadian ini. Membawa sejuta cerita indah ke hantaran alam pikiranku. Sholih banget deh Zidan… Ada harapan kelak di masa hadapan punya anak yang sholih sepertinya. Zidan juga termasuk anak yang unggul di kelompok. Hafalannya juga yang paling tinggi dan untuk ukuran se umurnya. Alhamdulillah hafalannya sudah Al-Bayyinah.

            Dan yang lebih mengejutkannya lagi. Ketika besoknya aku bertemu dengannya lagi di pembelajaran, ada barisan kata yang makin membuatku sejuk dengannya. Dia berujar…
“Ibu…. Aku minta maaf ya kemaren merepotkan ibu…” ujarnya sambil menyalamiku.
Reaksiku Cuma 1. Speechless!

###


* Ya Allah…. Harapku kepadaMu sang satu-satunya tempat berharap serta bergantung. Karuniakanlah hamba anak-anak yang sholih serta shalihah. Yang kelak menjadi amanah yang KAU titipkan hamba bersama kelak dengan mujahidku di dalam satu biduk rumah tangga. Dan berikanlah kami kekuatan untuk mendidik mereka dengan sebaik-baik pendidikan serta sebaik-baik cinta karenaMu, di jalanMu dan hanya untukMu. Kelak KAU jadikann keturunan kami menjadi mujahid serta mujahidah penerus kejayaan DienMu Ya rabb. Amiiin. Insya Allah…





“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku….” (QS Ibrahim : 40)