Tampilkan postingan dengan label Doaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doaku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

Bertahanlah



Bismillahirrahmaanirrahim……

Ya Allah,  Yang Maha Mengetahui isi hati
Hanya karenaMu kini dan selalu aku bertahan
Hanya karenaMu aku berjuang melawan diriku sendiri
Hanya karenaMu aku selalu percaya
Hanya karenaMu yang pasti janjinya

Karena hanya diriMu yang memberikan kekuatan
Karena hanya diriMu yang memampukanku lewati semua
Karena hanya diriMu yang paling mengetahui kebaikan untukku
Karena hanya diriMu…. Aku tetap pada pendirianku
Insya Allah, kuatkan ku ya Rabb!


_ku bergantung hanya pada taliMu

Selasa, 05 Juni 2012

Milad 23


Bismillahirrahmaanirrahim…….

05 Juni 1989-05 Juni 2012
(23 tahun)

Alhamdulillahirrabil’alamin…….
Tiada henti syukur ini hamba haturkan kepadaMu rabbku
Sungguh nikmat yang tiada bertepi
Sungguh curahan hidayah yang berlimpah
Sungguh derasnya aliran cintaMu untukku

Telah 23 tahun aku diberikan nikmat kehidupan
Sebuah anugerah luar biasa yang telah KAU pinjamkan
Kesempatan untuk menjadi seorang khalifah di bumiMu
Membawa panji-panji kemenangan dienMu
Perpanjangan tangan estafeta dakwah rasulMu

23 tahun bukanlah waktu yang sebentar
Sebuah proses fase pembelajaran yang telah dilalui
Dan muncul lah tanda tanya ini
Dihabiskan untuk apa sajakah waktu 23 tahun itu?
Untuk amalan baikkah atau sebaliknya?

23 tahun bukanlah waktu yang lama
Tahun yang telah berlalu, bulan yang telah pergi, hari yang terlewati
Adalah serangkaian waktu yang telah diamanahkanNya
Yang telah lalu yang tidak akan pernah kembali

Untukmu yang kini berusia 23 tahun itu…..
Inilah rizkiMu di hari ini
Inilah “kado” Nya yang diberikanNya hari ini
Inilah waktumu, kesempatanmu, sebuah titik awalmu di awal tahun 23
Menyelami relung-relung sanubari
Memuhasabahi semua yang telah terjadi
Kelak sisa umur mu ke depannya semakin bertambah berkah
Menjadi pribadi yang lebih baik serta semakin shalihah
Insya Allah, aaamiiiin


*Makin semangat menjalani pembelajaran kehidupan!!!

Minggu, 15 April 2012

Jalan Juang


Bismillahirrahmaanirrahim…..


Sabarlah wahai saudaraku tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah Al-Haq pasti menang

Tanam di hati beri iman sejati
Berpadu dengan jiwa rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan asamu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang akan pasti
_Jalan Juang, IZIS

          Barisan lagu di atas menghentak-hentak serta menyadarkan diri ini. Mencoba membangkitkan gelora semangat  untuk selalu berjuang, berani berproses dalam pembelajaran kehidupan. Untuk tetap bertahan tanpa kenal lelah mewujudkan semua harap, impian serta cita yang Insya Allah mulia. Amin

                Melewati rentang proses pencapaian semua mimpi, tak pelak Allah menghadirkan segala macam ujian untuk kita. Allah ingin mengetahui seberapa besar niat kita mewujudkan semua mimpi kita. Allah ingin membuat kita kuat dan tegar melewatinya. Maka yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan ujianNya diluar kemampuan kita. Segala uji yang Allah sediakan untuk kita agar kita tahu dan benar-benar menyadari bahwa jalan Allah harus ditempuh dengan semangat daya juang yang tinggi. Jalan menuju ridhoNya bukanlah hal yang mudah untuk kita jalani tetapi bukan pula hal yang mustahil untuk kita lakukan.

                Degup kehidupan yang saya lakoni kini membawa harapan agar semua mimpi yang saya azzamkan bisa terwujud. Derap-derap langkah  yang saya jejakkan ketika saya di sekolah, di kampus, di rumah maupun keseluruhan segi lingkup kehidupan, merupakan medan perjuangan saya meraih segala mimpi.

                Setiap mimpi pasti ada suatu usaha untuk merealisasikannya dalam nyata. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Setiap kesulitan ada kemudahannya. Setiap masalah ada jalan keluarnya.

                Maka… sabarlah wahai Prita Nurulhuda, sabarlah wahai saudaraku dalam menggapai cita karena jalan yang kita tempuh sangat panjang. Tak hanya sekedar bongkah batu karang.

                Maka… hujamkan dengan kuat tekad kita dan jangan mudah menyerah serta mengeluh. Tetapi pastikan asa dan harap kita semakin membumbung. Kejayaan dienNya bukan hanya sekedar mimpi, namun yang utama adalah satu…. JanjiNya. Insya Allah. Amin!

Wallahu’alam hissawab….. 

Kamis, 12 April 2012

Mengenangmu, selalu...


Bismillahirrahmaanirrahim…..

Hari ini , Kamis tanggal 12 April 2012 tak terasa telah satu tahun lamanya beliau pergi meninggalkan kita semua. Berbilang 365 hari untuk rentang waktu terus mengenang jasa-jasanya. Terus ingat dengan semangat juangnya yang tinggi tak kenal lelah. Nasihat bijaknya dari seorang yang berpengalaman dalam kehidupan. Celotehan humornya yang ringan, yang kelak membuat gelak tawa seluruh isi kelas. Terekam selalu dalam ingatan kita senyum khas beliau yang tulus serta kesabarannya beliau untuk rela yang menunggu kita di dalam kelas.

Pak Bahar almarhum, telah 1 tahun tak berada di sisi kita lagi. Mendidik kita dengan segala semangat yang tiada pernah terhenti. Teringat saya dengan kisah istri almarhum yang bercerita tentang sebuah niat mulia almarhum. Bahwa beliau ingin secepatnya focus untuk mendidik di almamaternya tercinta. Meninggalkan pekerjaannya segera. Tetapi Allah berkehendak lain. Semoga niat beliau kelak Allah ganti dengan ganjaran yang lebih baik. Insya Allah. Amin.

Mengenangmu, menjadi sebuah ungkapan haru luar biasa. Memendam rindu untukmu selalu yang kini di sisiNya.

Insya Allah pak! Kami tidak akan pernah mau meninggalkan torehan kecewa untukmu. Karena dulu bapak telah mengajari kami, mendidik kami tentang arti perjuangan. Sebuah semangat belajar yang tiada pernah terhenti. Kami ingin selalu membuat sebuah guratan senyummu yang selalu akan kami ingat sampai kapan pun jua. Insya Allah. Amin

Meski tak lagi bersama. Meski telah berbeda dunia. Tetapi kami yakin bapak dan senyum tulus itu selalu ada untuk kami dan kita semua….

Wallahu’alam hissawab…

*         Ya Allah… selaksa cinta penuh rindu
Walau berpisah dunia tetapi kami tetap bertemu
Dalam satu harap dekap pada Ilahi
Agar Allah selalu menghujani

Seluruh amalan jariyah yang telah engkau kerjakan
Yang tiada pernah terputus
Sampai kapanpun jua
Bahkan sampai engkau kini di sisiNya

Insya Allah, Amin!
_We always miss u Mr Baharudin Pasaribu


Selasa, 20 Maret 2012

Ya Allah


Bismillahirrahmaanirrahim…

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah mengingatkan hamba pada suatu hal yang selalu hamba katakan kepada orang2 yang tengah menghadapi hal yang sama seperti hamba hadapi kini.

                Ya Allah…. Sepertinya Engkau tengah “mendidik” hamba dengan pelajaran berharga tentang berkhusnudzhan kepadaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengajari bagaimana caranya sebenar-benarnya percaya kepada kepastian janjiMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah mengabulkan do’a2 yang selalu hamba pinta padaMu.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memahamkan hamba bahwa segala sesuatu ada waktunya dan indah pula di waktunya.

                Ya Allah… Sepertinya Engkau tengah memproses mewujudkan sebuah kata yang selalu terngiang….

                _Seindah-indah rencana kita, ternyata jauh lebih indah rencanaNya_

Wallahu’alam….


Insya Allah ya Rabb.
Pahami hamba pada ketentuanMu yang tengah berlaku pada hidup hamba
Kuatkan hamba Ya Rabb. Amiiin

Selasa, 06 Maret 2012

Menangislah.....


Bismillahirrahmaanirrahim…..

                Kadang menangis tidak membutuhkan alasan, mengapa, kenapa, dan sebagainya. Terkadang ia nya begitu saja berjatuhan bagai derai hujan yang tak kunjung reda di penghujung malam. Terkadang ia nya mengalir semakin deras dalam isak yang kian tak tertahankan. Terkadang ia selalu memaksa kita menjebolkan pertahanan antara kekuatan dan ketidakberdayaan. Terkadang menangis tak pernah butuh penjelasan.

                Menangis, sebuah luapan perasaan yang tak keruan. Puncak klimaks dari segala kegundahan, keresahan, kebingungan,  ketakutan, ketidakberdayaan atau bahkan bisa juga kebahagiaan. Yang terus menyudutkan diri, yang kian memojokkan dan semakin menghimpit. Sesak. Ingin teriak dalam derasnya tangis yang terus mengalir.

                Dalam perasaan yang kian tak menentu itu. KepadaNya lah kita kembali memasrahkan diri. Ketika dalam kondisi tak berdayanya kita di hadapNya. Menangislah, merengeklah, mengeluhlah, bermanjalah dalam mengungkapkan segala keresahan yang menemaramkan cahayaNya di hati kita.  Mintalah cahayaNya untuk selalu menerangi dan tidak untuk redup lagi. Berharaplah kepadaNya agar selalu membukakan kita pada petunjuk-petunjuk cahayaNya. Yakinlah cahayaNya akan datang dan menghantarkan kita pada jalan-jalan kebenaran. Jalan yang selalu menunjukan kita pada ridhoNya. Jalan yang selalu  menunjukan kita pada kebenaran cintaNya….. Amin. Insya Allah
Wallahu’alam hissawab…..


“Laa takhofu wala tahzanu… Innallaha ma’ana…”

Minggu, 26 Februari 2012

Kekuatan Niat


Bismillahirrahmaanirrahim…….

Targetkuwh...
                Alhamdulillah….. akhirnya sampai juga saya di akhir pekan pertama awal perkuliahan di semester 4 ini. Sepekan kemarin menyisakan ketakjuban yang luar biasa pada diri saya sendiri khususnya. Meski jumlah SKS di semester ini tidak sebanyak semester kemarin, tetapi materinya itu loh!! Hehe

                Namanya juga belajar. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa dan dari yang tidak memahami menjadi paham. Insya Allah. Amiiin

                Sepertinya saya harus benar2 menyusun waktu jadual harian dengan baik. Membagi antara waktu beribadah, mendidik, menghafal, membaca, tugas-tugas kuliah, dan waktu untuk diri sendiri. Menempelkan semua target2 yang ingin di capai dalam “dream board”, agar selalu terpacu untukbisa mewujudkan semua target dengan baik dan tak hanya sekedar coretan belaka.

                Menjaga kondisi fisik juga, agar  sehat serta fit selalu bisa menjalani akatifitas sehari-hari dengan baik. Karena sepertinya hari-hari ini hujan selalu ingin mengiringi saya. Setiap malam habis kuliah, saya dan supri membelah jalan bersamanya. Kadang deras, kadang hanya gerimis kecil. Tapiii seruuuu. Hihi

                Di awal semester ini, Insya Allah saya berusaha untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang saya lakukan di semester2 lalu. Kini harus benar-benar FOKUS! Mengoptimalkan, memaksimalkan segala potensi serta kemampuan yang telah Allah anugerahkan serta amanahkan kepada saya. Insya Allah, ajari hamba ya Rabb. Amiiin

###
                Untukmu…. Sebuah renungan bagi jiwa. Pengingatmu ketika hendak melangkah kan kakimu untuk beribadah di bumiNya. Hal yang paling utama…. NIAT. Sebuah awal pemikiran untuk apa kita melakukan ini dan itu. Untuk siapa kita berjuang untuk meraih segala hal yang kita ingin kita wujudkan. Apa manfaatnya? Hal apa yang bisa kita bagi kepada kebanyakan manusia? Apa dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya.

                Kekuatan niat ini yang kelak akan terus menguatkan kita kala kita tak kuasa menahan dera uji yang menghadang. Ketulusan hati kita untuk melafadzkan segala niatan kita hanya untuk beribadah kepadaNya. Agar tak menjadi sebuah niatan yang “dangkal” dan hanya terpaku pada hal duniawi saja. Naudzubillah

                Dangkal…. Ya benar. Kata-kata ini serasa sangat menampar saya, menyadarkan diri, memuhasabah jiwa, merenungi dan terus kembali memutar otak saya untuk selalu bertanya tentang pondasi utama saya, niat. Astaghfirullah.

                Insya Allah… tidak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan. Karena hidup itu identik dengan perubahan, karena ia adalah hukum Allah yang pasti terjadi dalam semua penciptaanNya. Setiap perubahan di alam semesta ini, dari hal yang terkecil sampai terbesar, selalu mengandung bukti akan kebesaran Allah. Wallahu’alam….

“….. kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal”

(QS Al-Imran:159)

Sabtu, 25 Februari 2012

Kesan Mereka....


Bismillahirrahmaanirrahim……..



                Muhammad Khairul Azzam Alhafidz. Nama itulah yang selalu kian mengingatkan saya di akhir pembelajaran semester ganjil kemarin. Di secarik kecil note yang saya berikan kepadanya, dia menuliskan kata-katanya untuk saya.

“ Azzam akan janji hafalannya akan nambah”

            Deg! Hati saya langsung terenyuh dalam diam. Terharu. Tanpa sadar menyisakan bulir kaca di mata saya. Hampir saja terjatuh. Hampir. Tapi saya alihkan dengan langsung membaca kertas yang lainnya. Mengapa saya begitu kian terharu membaca kertas pesan Azzam dibanding anak yang lain? Karena ketika pembelajaran saya memang selalu mengingatkan hafalan-hafalannya. Dengan agak tegas juga sepertinya. Ketika mengingatkannya, kadang dijawab malas. Tapi juga disambut semangat untuk terus menambah hafalannya.

Memang menjadi kebiasaan saya selalu menyediakan kertas-kertas kecil untuk semua anak-anak didik saya di akhir pembelajaran mereka di semester itu. Mereka menuliskan kesan-kesan selama belajar bersama dengan saya. Semua tulisan mereka romantis. Semua tulisan mereka selalu menyentuh saya. Semua tulisan mereka selalu membuat sunggingan senyum simpul di wajah saya. Semua tulisan mereka membuat saya selalu rindu kepada mereka. Semua tulisan mereka selalu mengharukan serta menyisakan bulir-bulir air yang kian jatuh. Semua tulisan mereka kini melayangkan saya ke waktu di hadapan….

Kelak nanti…. Jika saya sudah memiliki buah hati, pesan romantis apa yang mereka berikan pada saya yah? (^^)

Wallahu’alam hissawab….

Affirmasi....

# Dear anak-anakku yang shalih dan shalihah…. Kelak Allah akan mempertemukan kita ya nak. Kita nanti belajar bersama dalam ruang kelas tanpa batas bernama kehidupan. Belajar bersama menjadi generasi Qur’ani, penerus kejayaan dienNya. Belajar bersama saling memahami, mengerti, mengisi, mengasihi, mencintai dengan sepenuh hati. Belajar bersama untuk bisa meniatkan segala sesuatu hanya karenaNya, di jalanNya, dan untukNya. Belajar nak…. Dan terus belajar….. do’ain ya nak. Ibu sedang dipersiapkanNya untuk menjadi pendidik terbaik untuk kalian semua…. Insya Allah. Amiiin. Amiiin. Amiiin Ya rAbb. Ibu rindu kalian, selalu…..


Minggu, 01 Januari 2012

Ternate and Tidore island


Bismillahirrahmaanirrahim……

The Entrancement of Ternate Island
Ternate. Pada awalnya saya hanya tahu bahwa pulau itu adalah tempat tinggal paman saya. Beliau terpisahkan jauh dari paman2 saya yang lainnya. Yang kesemuanya masih tinggal satu pulau dengan saya di Jawa. Tetapi paradigm saya berubah ketika Allah mengizinkan ayah suatu waktu untuk bisa sampai di sana, pulau Ternate. Waaaw…..



Emangnya saya ga pengen gitu kesana? Pengen banget lah. Setelah ayah membawa pulang oleh2 foto-fotonya ketika beliau ada di Ternate. Saya berdecak kagum seraya memujiNya, Subhanallah… indah!

Sunset in Tidore Island
Ternyata tidak hanya sekedar pulau biasa. Dan pesona gambar yang ada di salah satu pecahan uang Indonesia pun nampak di belakang ayah. Itu Tidore. Dan dari google saya copy tentang Ternate dan Tidore…


            


Ternate dan Tidore adalah dua pulau kecil yang hampir sama, di sebelah barat adalah pulau besar Halmahera, yang hampir berhadapan satu sama lain, masing-masing dibentuk oleh gunung berapi yang muncul dari Laut Maluku yang dalam. Sedangkan Ternate didominasi oleh Gunung Gamalama, di Tidore.

Saat ini, kota Ternate adalah ibu kota provinsi Maluku Utara, rumah bagi dua pertiga dari penduduk pulau, yang umumnya beragama Muslim. Di sini, Anda dapat mengunjungi peninggalan sejarah dan menyaksikan tradisi budaya lokal. Kota ini merupakan pusat dan basis modern untuk kegiatan perdagangan pulau. Kota Ini memiliki pusat bisnis, wisata sejarah, jaringan transportasi, dan jasa pariwisata. Kota ini juga sedang dalam pembangunan kerusakan struktural selama konflik 1999 antara Muslim dan Kristen. Sebaliknya Tidore dipenuhi dengan desa-desa kecil di sekitar pulau.

What does it mean ya???
 Ada suatu foto yang bikin saya penasaran deh. Saya dapet foto itu dari google dan apa ya kira2 rahasianya? Gambar nya seperti di ambil di salah satu puncak bukit atau gunung yang ada di pulau Ternate (mungkin). Semoga waktuNya mengantarkan agar tahu tentang gambar ini. Sabar sabar…. Insya Allah ada waktunya ta kamu tahu! Hehehe.

Dan foto ini sepertinya tempat ayah naik sampan bersama Ka Hendra, kakak sepupu saya yang tinggal di sana. Ayah juga cerita banyak hal tentang pesona pulau Ternate. Kebeningan lautnya yang tidak ayah temukan di Jawa, naik sampan, naik boat ke Tidore, orang-orangnya, masyarakatnya, makanannya, katanya ayah pernah disuguhi ikan kerapu dengan bumbu khas daerah sana oleh Ka Hendra. Apa namanya tuh? Sebutannya lupa! Pokoknya lucu aja namanya. 

Asyik ya bisa nge bolang ke tempat2 lain yang ada di Indonesia. Asyik ya bisa banyak bercerita tentang ke khas an masing-masing pulau yang ada di dunia, khususnya Indonesia. Ternate dan Tidore, 2 pulau yang begitu menarik hati saya untuk bisa mengunjunginya satu waktu. Jika Allah mengizinkannya….  Melihat langsung pesona ciptaanNya. Merasakan naik sampan, snorkeling, melihat dasar laut yang bening, melihat senja (romantiiis), melihat ikan2 berenang dengan tenangnya, diving.  Wiiih… pengen banget!!!

Sunset in Tidore Island....
Foto yang paling saya senangi adalah foto pulau Ternate yang paling atas dan foto dermaga di Tidore ini. Lagi sunset. Indah Ya? Apalagi lihatnya bareng mujahid saya. Hehe. Affirmasi nih yee. Amin. Insya Allah. 

Ternate…. Tidore… Insya Allah, perputaran waktuNya akan menyediakan diri saya untuk bisa langsung ada di sana. Entah kapan waktuNya, entah dengan siapa, entah dengan tujuan apa, entah dan entah. Dengan segala kelemahan diri ini…. tapi saya yakin saya bisa ke sana. Suatu saat ada hal yang bisa mengharuskan saya berada di sana. Ternate…. Tidore…. Insya Allah. Amin


# Masih menjadi rahasiaNya….entah kapan dan siapa yang membawaku ke pulau2 ini….Bawa aku dan kita bersama mentadaburi alam… memahami maknaNya yang tersirat pada alam… Insya Allah. Amiiin





Rabu, 03 Agustus 2011

Generasi Qur'ani

Bismillahirrahmanirrahim.....
Anak Cinta Qur'an

Hari ini,,, teringat lagi tentang materi ngaji kemarin. Hal yang paling menyentil adalah tentang " Membina Generasi Qur'ani" .
Langsung juga pikiranku teringat dengan anak muridku yang ada di UQ. Yang selalu tampil tasmi atau tilawah Al-Qur'an di event2 UQ. Subhanallah, betapa bangganya mungkin yang menjadi orang tuanya. Memiliki anak yang sholih seperti Ridho. 
Ya, nama anak muridku itu Ridho. Memang bukan aku langsung c yang memegang T2Qnya. Tapi ya aku aja yang bukan gurunya secara langsung sudah bangga dan memuji keMaha BesaranNya atas anugerahNya pada Ridho.
Subhanallah.... anakku nanti kayak Ridho ga ya??
Insya Allah ta...  Insya Allah bisa, bahkan lebih baik
Bagaimana caranya agar punya jundi2 yang shalih semisal Ridho githu???

Ya mulai dari dirimu sendiri ta, mau ga melahirkan, mendidik, membentuk generasi penerusmu sebagai generasi yang shalih dan qur'ani??
Kalau jawabannya YA!!. Maka harus dari sekarang mau terus berbenah diri, mempersiapkan diri untuk membina generasi qur'ani.

Me
Sebelum membina yang lain, maka yang harus dibina terlebih dahulu adalah diri kita sendiri. Membiasakan terus berinteraksi pada Al-Qur'an setiap hari. Tidak hanya sekedar dibaca saja arabnya, tetapi pahami arti serta maknanya lantas amalkanlah dalam keseharian hidup.
Berakhlak pula yang qur'ani, mengajarkan pada orang lain, menyampaikannya walau hanya 1 ayat kepada diri sendiri dan orang lain.

Umi juga bilang kemarin, Kita sebagai calon generasi yang "melahirkan" generasi qur'ani tersebut, jagalah diri kita dari apa yang diharamkanNya.
Menjaga harta kita dari yang haram, hanya mengambil yang menjadi hak kita saja, hanya memasukkan makanan yang halal lagi baik ke dalam mulut kita. Sehingga "rahim2'' kita Insya Allah baik untuk menjadi "tempat" benih2 lahirnya generasi Qur'ani di masa mendatang nanti. Amin, Insya Allah

Ya Allah, kala ku menuliskan hal ini ada sepercik rasa haru yang membuncah dalam dada. Akankah harapku akan menjadi nyata. Jikalau memang sampai ini semua terwujud, betapa bahagianya diri ini Ya Allah....

Semoga Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Mengetahui

Bismillahirrahmanirrahim,,,,, Ya Allah, hamba meniatkan, mengazzamkan diri untuk membina diri dan generasi penerus Islam menjadi generasi Qur'ani yang berakhlakul karimah. Cinta Allah, Cinta Rasul dan Cinta Al-Qur'an. Berguna bagi agama, bangsa, negaranya serta berbakti pada orang tuanya. Insya Allah hamba meniatkan ini hanya untuk bersyukur padaMu dan memanfaatkan sebaik2nya anugerah yang telah KAU karuniakan kepadaku.Jauhkan lah hamba dari segala godaan syaitan yang akan menghasut segala niat hamba dari segala hal yang buruk.

Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Kuat, Maka berikanlah hamba kekuatan agar hamba bisa membina diri hamba menjadi panutan yang baik untuk generasi penerus hamba

Ya Allah, Engkaulah Pemberi Petunjuk sebaik baiknya Petunjuk hanya dariMu, maka tuntunlah hamba selalu dalam petunjukMu, pada jalanMu dan koridor syari'atMu ya Allah

Ya Allah, Ingatkanlah hamba ketika mulai goyah niat ini dalam perjalan kedepannya, Ingatkanlah kala godaan yang melenakan yang pelan2 bisa memhentikan langkah hamba

Ya Allah, hamba yakin Engkau tidak akan pernah meninggalkan hamba2Mu berjuang sendiri. Selalu, KAU berada didekat kami, bersama menemani perjuangan ini. Meski berat tapi bukan hal yang mustahil diwujudkan jika hamba telah mengazzamkan dengan kuat niat ini. Insya Allah

Ya Allah, Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do'a2 hambaNya... hamba yakin Engkau tidak akan meninggalkan tangan kosong kepada seorang hamba yang telah mengadahkan tangannya untuk memohon kepadaMu apalagi untuk kebaikan.

Maka kabulkanlah yang terbaik untuk hamba Ya Allah, sesumgguhnya Engkau Yang lebih Mengetahui segala kebaikan untuk hamba...

Terima Kasih Ya Allah telah mendengar do'a hamba

Terima Kasih Ya Allah telah  menjawabnya....
My Future Child

* Leganya telah curhat padaMu Ya Allah

Rabu, 06 April 2011

Sedihku


Bismillahirrahmaanirrahim……

Saya merasa bahwa kali ini saya sedang berada dalam kondisi puncak suatu titik klimaks atas semua persoalan hidup yang tengah saya hadapi. Merasa sangat tak berdaya dan memang tak ada kuasa sama sekali. Berada di suatu tempat terpojok yang kian menghimpit dan makin menjepit. Sempit. Tak bisa bernafas. Tak sanggup bergerak. Terpaku. Tergugu dan dalam diam yang membisu.

Mencoba bangkit berdiri mencari kedamaian dariNya. Menghadap di atas bentangan sajadah yang telah terhampar. Ya Allah, izinkanku berdialog denganMu. Berkeluh kesah dalam untaian kalimat syahdu dalam do’a. Bukan bermaksud mengeluh tetapi meminta selalu bimbinganmu. PetunjukMu. CahayaMu yang mungkin kini tengah temaram di jalan hidupku.

Membuka lembaran kalamMu. Berikhtiar mencari ketenangan dengan mengingatMu. Alhamdulillah….kutemukan! Itulah firmanMu untukku yang kini. Menjadi sebuah penguat. Melahirkan gelora semangat. Ku lafadzkan berulang kali. Terus dan terus agar tertanam dalam hati hingga ku paham menjalani. Hingga terobati rasa gundahku kini. Perlahan terus ku baca dan semakin mengabur ayat-ayatMu. Terbata ku mengulanginya lagi. Hingga tak sanggup ku lanjutkan lagi.

……………………………………

Hening

Hanya menyisakan pecahan tangis dalam bulir-bulir yang kian jatuh berantakan dan tak keruan. Sesenggukkan. Tertumpah segala kecamuk perasaan dalam jiwa. Meninggalkan sebuah keharuan yang begitu mendalam.

Dan sejenak setelah semua gemuruh diri telah terhempas. Kembali ku buka. Aku membaca. Ayatul QauliNya. Tanda cintaNya. Untukku…. Insya Allah. Amin! 


“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”

“….Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…”

“…..Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita….”
(At Taubah;40)


Wallahu’alam hissawab…..